Selasa, 21 Apr 2026
light_mode

Batang Pungkut Green Beberkan Ketidakbecusan CI di Madina

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 31 Jan 2014
  • print Cetak

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Conservation International (CI) dinilai tidak becus bekerja di Mandailing Natal.
Dan dana sebesar 20 US dollar yang dikucurkan USAID dan the Walton Family Foundation kepada CI melalui program Sustainanle Landscapes Partnership (LSP) atau Program Kemitraan Pembangunan Berkelanjutan di Madina dianggap menjadi sia-sia.

Meski Terrestrial Comunication Manager CI, Primatmojo beberpa waktu lalu berupaya menjelaskan progres programnya di Madina, tetap dinilai tak mampu memberikan jawaban yang memuaskan publik Madina.

Dalam publikasinya, Primatmojo menyatakan bahwa salah satu program yang berhasil adalah workshop Kajian Lingkungan Hidup Strategis bersama dengan pemkab Madina. Disusul acara diskusi fokus hutan melibatkan petani. Kemudian program pelatihan menyadap pohon karet kepada petani.

Ketiga item program CI tersebut, menurut Koordinator Umum Batang Pungkut Green Conservation, Syafaruddin, Kamis (30/1/2014) adalah program gagal.

“Sebenarnya CI telah menunjukkan arogansinya kepada Pemkab Madina. Dan pembelaan CI yang dilakukan oleh Terrestrial Comunication Manager CI, Primatmojo di salah satu media menunjukkan bahwa CI tidak punya rasa malu sebagai sebuah lembaga international,” kata Syafaruddin.

Dikatakannya, workshop Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) yang digelar CI adalah acara yang gagal. Karena kelompok kerja saja tidak terbentuk.

“Jadi bagaimana mungkin worskhop ini di nyatakan sukses dan mempunyai hasil, pokja saja tidak terbentuk, bahkan acara lanjutan pada siang sampai sore hari itu ditinggalkan para pemangku kebijakan pemkab Madina, ini dinamakan sukses?. Kalau ini sukses coba CI publikasikan hasil KLHS tersebut,” katanya menantang CI.

Program seremoni diskusi Fokus Hutan justru dinilai Batang Pungkut Green sebagai program menjebak petani.

“Coba anda pikirkan apa hasilnya. Bukankah para petani akan melakukan pengakuan dosa sebagai perusak hutan? Kita tidak mau CI menyatakan petani Madina yang mengarap kebunnya dinyatakan perusak hutan dan dipublikasikan oleh CI kepada dunia international,” tegasnya.

Sementara program pelatihan menyadap terhadap petani karet, juga masih dinilai bermasalah. Kegiatan latihan itu dinilai program sporadis yang timbul begitu saja tanpa perencanaan melalui dokumen SIAP (Sustainable Investment Action Profile).

“CI diduga hanya mengambil sampel daerah terdekat dengan kota Panyabungan, seperti Aek Banir dan daerah Panyabungan Selatan. Bagaimana dengan kelompok tani yang sempat dihubungi tapi program tidak jadi seperti kelompok tani di desa Alahankae Kecamatan Ulupungkut dan kelompok tani di desa Ujung Marisi Kecamatan Kotanopan? Kenapa dijanjikan pelatihan sadap karet habis itu komunikasi pun diputus?” beber Syafruddin.

Menurut Syarifuddin, faktor penyebab ketidakbecusan CI di Madina akibat ketertutupan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Madina. Dokumen SIAP yang tidak disosialisasikan kepada publik memicu CI bertindak tanpa pengawasan publik. Dan itu berdampak pada tidak becusnya CI bekerja sesuai dengan item-item yang diamanahkan dalam dokumen SIAP.

Peliput : Maradotang Pulungan
Editor : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • QRIS Tak Secanggih Pemasukan Rakyat

    QRIS Tak Secanggih Pemasukan Rakyat

    • calendar_month Rabu, 17 Mar 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Riani, S.Pd.I Guru tinggal di Medan Ditengah naik turunnya roda perekonomian masyarakat saat ini, berbagai manuver dilakukan pemerintah guna mempermudah masyarakat dalam bertransaksi. Semua didesign canggih berbasis online, begitupun transaksi perbankan dan pembayaran pajak, walaupun pruduk yang dikeluarkan Bank Indonesia kali ini cukup canggih namun kenyataannya tak secanggih pemasukan rakyat. Wali Kota Medan […]

  • Jadilah Bidan Profesional dan Berakhlakul Karimah

    Jadilah Bidan Profesional dan Berakhlakul Karimah

    • calendar_month Senin, 26 Sep 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Akademi Kebidanan (Akbid) Namira Madina, Sabtu (24/09/2011) kemarin mewisuda 209 mahasiswi kelas khusus dan kelas umum. Wisuda kali ini merupakan wisuda ke 2 setelah Akbid Namira berdiri. Akbid Namira Madina juga telah mengantongi izin akreditasi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Prosesi wisuda berlangsung di Gedung Serbaguna Pemerintah Kabupaten Madina, Jalan Medan-Padang, Desa […]

  • YRKI Desak Pemprovsu Dorong Kemandirian Desa

    YRKI Desak Pemprovsu Dorong Kemandirian Desa

    • calendar_month Kamis, 14 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Yayasan Rumah Konstitusi Indonesia (YRKI) mengusulkan agar Pemerintah Sumatera Utara melahirkan semacam regulasi atau peraturan gubernur untuk mendorong percepatan kemajuan dan kemandirian desa. Ketua YRKI, Amir Hamdani Nasution SHI,MH menyatakan perkembangan dan kondisi desa di Sumatera Utara pasca pemberlakuan UU Desa masih miris dan mengecewakan. Usulan itu disampaikan YRKI dalam pertemuan […]

  • Honor Kepdes di Madina Kemana? Sejak Januari Hingga Juni Belum Dicairkan Pemkab

    Honor Kepdes di Madina Kemana? Sejak Januari Hingga Juni Belum Dicairkan Pemkab

    • calendar_month Senin, 27 Jun 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sejak Januari hingga Juni 2016, honor para kepala desa dan aparat desa se Kabupaten Mandailing Natal entah dimana rimbanya. Pasalnya, selama rentang 6 bulan itu, para para kepala desa dan aparat desa belum menerima walau 1 rupiah. Lalu, kemana uang itu diperam? Fakta ini terungkap ketika puluhan kepala desa mendatangi kantor […]

  • Pria Paruh Baya Tewas Diduga Dihajar Dilokasi Pengolahan Limbah Tambang Emas Ilegal di Runding

    Pria Paruh Baya Tewas Diduga Dihajar Dilokasi Pengolahan Limbah Tambang Emas Ilegal di Runding

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA||Mandailing Online– Seorang pria paruh baya tewas diduga dihajar di lokasi pengolahan limbah tambang emas ilegal milik haji Endang di desa Runding, Kecamatan Panyabungan Selatan, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) . Kades Runding Abdullah Amin yang dikonfirmasi mengaku, saat ditemukan pria tersebut sudah babak belur dilokasi pengolahan limbah tambang emas ilegal milik Haji Endang […]

  • Calon Bupati Madina, Amin Nasution Mencuat

    Calon Bupati Madina, Amin Nasution Mencuat

    • calendar_month Jumat, 12 Jul 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Nama HM Amin Nasution,SH.MA mulai mencuat sebagai calon Bupati Madina di Pilkada Madina yang sudah dekat. HM Amin Nasution adalah putra daerah Mandailing Natal (Madina) yang berkecimpung di dunia advokad nasional, juga pendiri LBH AL Amin Madina yang telah melakukan banyak aktivitas sosial dan bantuan hukum bagi kalangan kurang mampu di […]

expand_less