Kamis, 16 Apr 2026
light_mode

22 dari 23 Kecamatan di Madina Endemik Malaria

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 13 Des 2013
  • print Cetak

PANYABUNGAN (Mandailing Onlne) – Kecuali Kecamatan Pakantan, seluruh kecamatan di Mandailing Natal adalah kawasan endemik malaria. Itu artinya 22 dari 23 kecamatan merupakan kawasan sebaran virus berbahaya tersebut.

Dan jenis malaria yang ada di Mandailing Natal (Madina) adalah jenis Plasmodium Palsifarum dan Plasmodium vivax.

“Jenis Palsifarum yang paling bebahaya, karena merusak sekitar 86 persen sel darah si penderita. Baik penderita usia tua maupun usia muda. Sementara vivax merusak sekitar 3 persen sel darah muda,” ujar Kepala Kantor Pusat Penaggulangan Malaria Madina, Syarifuddin menjawab Mandailing Online, Kamis (12/12/2013).

Malaria termasuk penyakit berbahaya, oleh WHO (Wold Health Organisation) malaria masuk salah satu dari 3 penyakit yang menjadi perhatian dunia setelah AIDS dan TB paru.

Berdasar data yang dilansir Kantor Pusat Penaggulangan Malaria Madina, pada tahun 2012 jumlah penderita malaria di Madina mencapai 7.901 orang dari total 410.931 jumlah penduduk Madina.

Sementara berdasar kecamatan, Kecamatan Panyabungan mendominasi angka yakni 3.842 kasus dari total 78.584 jumlah penduduk. Disusul Kecamatan Siabu sebanyak 1.111 kasus dari total 48.072 jumlah penduduk. Terrendah adalah Kecamatan Pakantan dengan angka 6 kasus dari total 2.178 jumlah penduduk, disusul Kecamatan Ranto Baek dengan 8 kasus dari total 11.426 jumlah penduduk.

Jumlah penderita tertinggi berada d bulan November, yakni 857 kasus atau 11,1 persen. Sedangkan kasus terrendah berada di bulan Agustus dengan angka 327 kasus atau 4,2 persen.

Musim hujan pada bulan Desember hingga Maret dihipotesa sebagai meningkatnya persentase meningkatnya sebaran malaria. Sementara rentang bulan Juni hingga September (kemarau) menunjukkan persentase rendah.

Terdapat dua jenis utama nyamuk penyebar virus malaria di Madina, yakni jenis anopheles kochi dan anopheles nigerimus. Anopheles kochi ditemukan di kawasan Mandailing Godang, Mandailing Julu dan Pantai Barat. Sementara anopheles nigerimus ditemukan di kawasan Mandailing Julu.

Habitat perkembangan nyamuk ini berada pada kawasan rawa, perkebunan, sungai dan alur pantai serta kawasan hutan.

Sementara DPRD Madina sejauh ini sudah memperingatkan Pemkab Madina tentang dampak malaria terhadap generasi baru Madina, sebab berdasar riset para ahli, anak-anak yang pernah menderita malaria akan mengalami kekurangan daya ingat sekitar 30 persen.

“Itu artinya, sekitar 50 persen saja anak-anak di Madina menderita malaria akan bagaimana kualitas sumber daya manusia kita di masa mendatang. Ini juga berakibat buruk atau malah bertolak belakang dengan target capaian kualitas pendidikan yang bekaitan dengan visi misi pemerintah daerah Madina,” kata anggota DPRD Madina, Ali Mutiara, Kamis (12/12).

Ali Mutiara menyatakan, sejauh ini Pemkab Madina sangat kurang mengalokasikan anggaran dana bagi penyetopan mata rantai siklus nyamuk malaria. Untuk itu, dia mendesak bupati Madina meningkatkan anggaran dana untuk masalah ini di tahun 2014.

“Ini tidak soal kesehatan saja, tetapi kualitas mutu manusia dari sisi sektor pendidikan. Artinya, jika malaria tak serius ditanggulangi, maka akan bertolakbelakang dengan visi misi pemerintah daerah Madina yang memprioritaskan peningkatan pendidikan dan kesehatan disamping sector pertanian,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kantor Pusat Penaggulangan Malaria Madina, Syarifuddin mengakui rendahnya alokasi anggaran bagi instansinya. Kondisi itu menyebabkan banyaknya program yang direncanakan terbengkalai dari tahun ke tahun.

Dicontohkanya, program pogging (penyemprotan rumah-rumah penduduk), pihaknya pada tahun 2013 ini hanya mampu melakukannya di tiga kecamatan dengan jumlah kegiatan hanya sekali dalam setahun ini, itu pun tidak seluruh desa yang dicapai. Penyebabnya akibat minimnya dana yang dalokaskan di APBD.

“Normalnya itu seharusnya 2 kali dalam setahun, yakni setiap 6 bulan sekali. Harusnya setiap desa di seluruh kecamatan agar siklus virus dapat distop,” katanya parau.

Selain itu, penyediaan kelambu bagi tiap rumah tangga juga sangat ampuh meminimalisir jangkitan malaria ini. Berdasar hitungan, dengan jumlah 96.387 kepala keluarga, dibutukan 192.774 helai kelambu. Kelambu ini tahan selama 5 hingga 10 tahun. Tetapi, lagi-lagi program ini mentok karena tak ada alokasi dananya.

Upaya ke lembaga PBB seperti WHO juga sudah diperjuangkan Kantor Pusat Penanggulangan Malaria Madina. Tetapi, lembaga itu lebih banyak ke program jenis obat-obatan. Jika pun ada kelambu hanya sebanyak 3 persen dari estimasi penduduk. Alhasil, masih jauh dari cukup.

Penanganan secara lintas sektoral, kata Syarifuddin, juga sangat diharapkan dalam mengeliminasi malaria ini. Sebab, ini terkait dengan pertanian, pertamanan, pemukiman, prilaku dan budaya penduduk setempat dan lainnya.

Pertanian misalnya, pola tanam serentak persawahan sangat berpengaruh. Jika tertib jadwal tanam serentak berlaku, maka siklus pembiakan nyamuk akan stop pada rentang tahap pengeringan sawah. Tetapi pola tanam yang kacau balau akan menyebabkan keserentakan pengeringan air persawahan tak terjadi, ini menyebabkan siklus pembiakan malaria menjadi kontiniu sepanjang tahun.

Peliput/editor : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemuda Desa Pidoli Lombang Libatkan diri Cari Pelaku Perkosaan Terhadap Warganya

    Pemuda Desa Pidoli Lombang Libatkan diri Cari Pelaku Perkosaan Terhadap Warganya

    • calendar_month Minggu, 10 Nov 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan ( Mandailing Online ): kasus perkosaan yang dialami SN ( 20 ) warga desa pidoli lombang, Kecamatan Panyabungan Kota, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) masih terus jadi tanda tanyak Pasalnya dari 4 orang yang terlibat dari  pengakuan korban. Baru 1 orang yang diamaankan kepolisian dari Polres Madina yakni inisial I bekerja sebagai tenaga […]

  • Warga Panyabungan Apresiasi Pengerukan Aek Mata

    Warga Panyabungan Apresiasi Pengerukan Aek Mata

    • calendar_month Senin, 12 Des 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Warga kota Panyabungan, Mandailing Natal, Sumut mengapresiasi pengerukan dan pembersihan sungai Aek Mata. Saat ini pengerjaan badan sungai yang membelah kota Panyabungan itu tengah berlangsung. “Mantap, Aek Mata termasuk wajah kota kita. Kalau bersih, kita senang,” ujar Lagut Borotan, warga Panyabungan kepada Mandailing Online, Senin (12/12/2022). Pemkab Mandailing Natal melalui […]

  • Sejumlah Desa Banjir di Siabu

    Sejumlah Desa Banjir di Siabu

    • calendar_month Rabu, 23 Okt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      SIABU (Mandailing Online) – Sejumlah desa di Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal dilanda banjir pada Selasa (22/10) malam. Dari informasi yang didapat desa-desa yang terkena banjir tersebut adalah Desa Lumban Dolok,Tangga Bosi I,III hingga Tanggabosi IIII, Muara Batang Angkola, Kelurahan Simangambat dan Desa Huraba I dan II, Malintang dan Huta Puli. Hujan yang melanda […]

  • Madina Masuk Lima Besar se-Sumut Penerima Dana Desa 2017

    Madina Masuk Lima Besar se-Sumut Penerima Dana Desa 2017

    • calendar_month Senin, 17 Jul 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      JAKARTA (Mandailing Online) – Dana Desa untuk Kabupaten Mandailing Natal tahun 2017 bertotal Rp 284.048.518.000. Total itu berdasar akumulasi dari jumlah Alokasi Dasar dikali jumlah desa ditambah Alokasi Formula. Demikian data yang diperoleh Mandailing Online dari www.djpk.depkeu.go.id situs Departemen Keuangan RI. Angka itu memposisikan Mandailing Natal nomor urut ke 5 menerima penerima pagu Dana […]

  • Wanita Tak Dikenal Diamankan

    Wanita Tak Dikenal Diamankan

    • calendar_month Sabtu, 27 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Isu penculikan anak semakin merebak di Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Apalagi setelah Polsek Panyabungan Kota mengamankan seorang wanita tak dikenal di Jalan Bakti ABRI, Kelurahan Panyabungan II, Kecamatan Panyabungan, Rabu (24/11/2010). Informasi yang diperoleh dari warga, wanita yang diduga angota sindikat penculik anak ini awalnya mau masuk ke rumah warga di Jalan Bakti ABRI, […]

  • Ketika Hamka Menggugat Sejarah Indonesia

    Ketika Hamka Menggugat Sejarah Indonesia

    • calendar_month Minggu, 31 Jul 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Hamka telah dikenal luas sebagai cendekiawan Islam dan pengarang roman ternama seperti Tenggelamnya Kapal Van der Wicjk. Namun sebetulnya Hamka juga seorang penulis sejarah. Cukup banyak karya tulisnya yang membahas sejarah Islam dan sejarah Indonesia. Menariknya, beberapa karangannya tentang sejarah bersifat gugatan, terutama gugatan atas penulisan sejarah Indonesia. Apa yang digugat Hamka ialah penulisan sejarah […]

expand_less