Selasa, 20 Okt 2026
light_mode

Ramai-ramai kecam pembebasan Corby

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Senin, 10 Feb 2014
  • print Cetak

JAKARTA – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat ramai-ramai mengecam keputusan pemerintah yang mengabulkan pembebasan bersyarat yang diajukan Schapelle Leigh Corby, terpidana 20 tahun dalam kasus kepemilikan 4,2 kg mariyuana.

Menurut anggota Komisi III Bidang Hukum DPR, Eva Kusuma Sundari, tadi malam, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono adalah presiden yang memberi grasi kepada pengedar narkoba.

Menurut Eva, sikap Preaiden SBY ini kontraproduktif dengan rencana kerja Badan Narkotika Nasional (BNN), untuk tidak toleran terhadap pengedar narkoba. Selain itu, kata Eva, pemerintah juga tidak mempertimbangkan protes-protes dari masyarakat dan DPR.

“Pemerintah juga tidak konsisten. Sesumbar untuk memperketat pemberian remisi terhadap korupsi, terorisme dan narkoba, tapi ternyata untuk kasus narkoba tidak demikian, terutama dengan pembebasan bersyarat Corby yang sebelumnya diberikan grasi luar biasa,” kata Eva di Jakarta.

Selain itu, kata Eva, Polri juga sudah bersusah payah menempatkan RI pada level darurat karena bukan saja sebagai tempat transit dan pasar, tetapi sudah menjadi produsen.

“Kebijakan presiden bisa memicu demoralisasi bagi penggiat pemberantasan perdagangan narkoba maupun masyarakat umum,” kata politisi PDIP itu.

Kecaman yang sama, juga datang dari anggota Komisi III lainnya, Aboe Bakar Al Habsyi. Menurut dia, pemberian pembebasan bersyarat kepada Corby menjadikan pemerintah terlihat lembek dan tidak konsisten. Sebab, tidak memberikan efek jera kepada pengedar narkoba.

“Padahal Corby adalah ‘Ratu Marijuana’ yang menjadi pengedar besar transnasional. Seharusnya diingat, bahwa 50 orang setiap harinya meninggal dunia lantaran narkoba,” kata politisi PKS itu.

Sikap tegas hakim kepada Corby, kata dia, seharusnya didukung pemerintah agar bisa melindungi rakyat Indonesia. Selain itu, pemerintah juga terlihat tidak konsisten, sebab, pemerintah sudah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2012, yang semangatnya pengetatan remisi dan pembebasan bersyarat untuk napi koruptor, narkoba dan teroris.

“Bila Corby diberikan remisi berarti ada inkonsistensi dalam menjalankan kebijakan, bahkan bisa dikatakan ada ketidakadilan. Kita semua tak ingin Corby diistimewakan dengan mendapatkan perlakuan khusus dengan menerabas PP No 99 tahun 2012. Apalagi sebelumnya Presiden SBY pernah memberi grasi kepada Corby berupa pengurangan hukuman selama lima tahun,” ujar dia.

Tak hanya itu, Corby juga mendapatkan pengurangan hukuman 6 bulan bertepatan dengan peringatan 17 Agustus 2013. Padahal Corby bukanlah justice collaborator.

Sebagai ratu marijuana dia tak mau bekerja sama dengan penegak hukum untuk membongkar jaringan sindikat narkoba, oleh karenanya sesuai dengan PP yang telah diterbitkan Menkumham seharusnya tak memberikan fasilitas remisi ataupun pembebasan bersyarat.(viva)

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • Haflah Ponpes Darul Ikhlas, Juara Umum Hadiah Umroh

    Haflah Ponpes Darul Ikhlas, Juara Umum Hadiah Umroh

    • calendar_month Rabu, 29 Mei 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pondok pesantren Darul Ikhlas menamatkan 220 santri, Rabu (29/5/2024). Ini merupakan angkatan 32 sejak ponpes ini didirikan1986. Pondok pesantren (ponpes) ini berlokasi di Dalan Lidang, Panyabungan, Mandailing Natal, Sumatera Utara, dipimpin H. Muhammad Usman Abdullah Nasution, Lc. Penamatan atau haflah ini berlangsung sekali dalam setahun. Tahun ini juara umum memperoleh hadiah […]

  • Kabupaten Akan Jauh dari Berkah Jika Bupatinya Hasil Politik Uang

    Kabupaten Akan Jauh dari Berkah Jika Bupatinya Hasil Politik Uang

    • calendar_month Rabu, 6 Jan 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Perjalanan satu kabupaten tak akan mendapatkan berkah jika dipimpin seorang bupati hasil permainan politik uang di Pilkada. “Jika berkah jauh dari kabupaten, maka alamat akan terjadi ketidak-bagusan kepemimpinan. Akhirnya rakyat juga yang akan merugi selama 5 tahun kepemimpinannya,” kata Lagut Lubis, warga Panyabungan kepada mandailing Online, Rab u (6/1). Itu dikatakannya […]

  • Diperkosa Majikan, Ancam Bunuh Diri

    Diperkosa Majikan, Ancam Bunuh Diri

    • calendar_month Selasa, 5 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TKI di Arab Saudi BANYUWANGI- Lagi – lagi tenaga kerja Indonesia (TKI) di Arab Saudi mengalami perlakuan yang tidak layak oleh majikannya. Siti Ratih Purnamasari namanya. Perempuan remaja berusia 19 tahun asal Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur ini acap menerima siksaan dan ancaman perkosaan dari majikannya. Makanya, Siti terus mengancam akan bunuh diri andai dirinya tak […]

  • Polsek Batang Natal Tutup Mata, Aktifitas Tambang Emas Ilegal di Desa Rantobi Terus Beroperasi

    Polsek Batang Natal Tutup Mata, Aktifitas Tambang Emas Ilegal di Desa Rantobi Terus Beroperasi

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Batangnatal -Mandailing Online: Polsek Batang Natal di Kecamatan Batang Natal, Kabupaten.Mandailing Natal ( Madina ) terkesan tutup mata terhadap aktifitas tambang emas ilegal di Desa Rantobi tepatnya di Dusun Batumarsaong. Aktifitas tambang ilegal itu sendiri dilakukan mafia tambang bernama Fajaruddin. Dari pengakuan Fajaruddin sendiri bahwa aktifitas tambang emas ilegal nya itu merupakan kerjasama dengan masyarakat […]

  • Gagal Tes Kesehatan, Capres-Cawapres Harus Diganti

    Gagal Tes Kesehatan, Capres-Cawapres Harus Diganti

    • calendar_month Kamis, 22 Mei 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hadar Nafis Gumay menyatakan bakal capres-cawapres yang gagal dalam tes kesehatan harus mengundurkan diri dari pencalonannya. Hal ini disampaikan Hadar saat mendampingi Joko Widodo dan Jusuf Kalla melakukan tes kesehatan lengkap di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Kamis, (22/5). "Kalau tidak lolos ya harus diganti calonnya," kata Hadar. Jika […]

  • Komplek Kantor Direksi PTPN II Dijadikan Lapak Judi

    Komplek Kantor Direksi PTPN II Dijadikan Lapak Judi

    • calendar_month Selasa, 17 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    T Morawa, Tim Operasi Pekat Polsek Tanjung Morawa menggerebek lapak judi dadu di Komplek Kantor Direksi PTPN II, Desa Buntu Bedimbar, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, persis di areal parkir samping Kantin Gedung Puri Lapangan Golf, Kamis (12/05/2011) pukul 17.00 WIB. Dari lokasi itu, petugas hanya mengamankan seorang bandar sekaligus pengoncang dadu, Azhar (51) […]

expand_less