Senin, 1 Jun 2026
light_mode

Zubeir Pulungan, Yatim yang Lolos Beasiswa ke Yaman

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 9 Agt 2019
  • print Cetak

Ahmad Zubeir Pulungan

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ahmad Zubeir Pulungan berhasil memperoleh beasiswa kuliah di Universiatas Al Haqop, Hadromaut, Yaman.

Anak yatim yang berasal dari Desa Hutapuli, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal ini termasuk dari sekitar 300 dari sekitar 1.000 pelamar di seluruh Indonesia yang berhasil memperloeh beasiswa itu untuk segmen al-wasithiyyah.

Dia mengikuti seleksi di pesantren Al Kaustar, Medan.

Menjawab Mandailing Online di masjid Nur Ala Nur, Panyabungan, Mandailing Natal, Jum’at (9/8/2019), Ahmad Zubeir Pulungan menyatakan bahwa dia akan berangkat ke negara Yaman di bulan Agustus ini. Tanggal pemberangkatan belum terpastikan.

Zubeir merupakan tamatan pesantren Darul Hadis di Desa Hutabaringin, Kecamatan Siabu, Mandailing Natal.

Dia akan mengikuti kuliah di fakultas Syariah, jurusan Tafsir selama lima tahun di Yaman.

Beasiswa itu berasal dari Universiatas Al Haqop. Hanya saja, beasiswa yang diperoleh hanya untuk biaya kuliah dan asrama saja.

Untuk biaya hidup di Yaman selama lima tahun harus dicari sendiri oleh Ahmad Zubeir. Termasuk biaya transportasi pulang pergi dari Indonesia ke Yaman plus jaminan medical setelah tiba di Yaman.

Kebutuhan lain yang harus ditanggung sendiri oleh Zibeir adalah kebutuhan buku dan bahan kuliah lainnya.

Total yang dibutuhkan Ahmad Zubeir untuk kesempatan kuliah di Yaman ini sebesar sekitar 111 juta rupiah.

Rinciannya :

Ongkos transportasi PP Indonesia-Yaman plus jaminan Medical sekitar 45 juta Rupiah.

Biaya hidup 5 tahun sekitar 1.000 US Dollar atau sekitar 14 juta Rupiah.

Biaya kebutuhan bahan-bahan pendukung kuliah serta aktivitas lainnya 5 tahun sekitar 2.000 US Dollar atau sekitar 28 juta Rupiah.

Biaya kitab sekitar 1.000 US Dollar atau sekitar 14 juta Rupiah.

Biaya-biaya yang tak terduga selama di Yaman sekitar 1.000 US Dollar atau sekitar 14 juta Rupiah.

Dana besar itu tak mungkin terwujudkan oleh ibunya yang hanya petani sawah biasa.

Ahmad Zubeir Pulungan (kiri) bersama Raja Bangun Nasution yang pernah kuliah di Timur Tengah foto bersama di masij Nur Ala Nur, Panyabungan, Jum’at (9/8/2019).

Sejauh ini Zubeir Pulungan baru mampu mengumpul uang sebesar sekitar 35 juta Rupiah yang bersumber dari berbagai sumbangan dermawan dan dari keluarganya.

Meski tergolong sulit memperoleh dana, Zubeir Pulungan tetap berkomitmen untuk berangkat ke Yaman karena tekadnya yang sudah bulat untuk menjadi ahli tafsir di kemudian hari.

Zubeir Pulungan lahir di keluarga petani yang sederhana. Karena ayahnya wafat 18 tahun lalu saat Zubeir masih kecil, maka satu-satunya tulang punggung keluarga adalah ibunya yang bernama Saubah Nasution (52 tahun). Zubeir merupakan bungsu dari 4 bersaudara.

Saat ini, Zubeir bersama orang-orang yang bersimpati masih terus menggalang dana dari berbagai pihak yang memiliki kelebihan berkah rezeki.

Peliput : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ditangkap Tanpa Surat Perintah

    Ditangkap Tanpa Surat Perintah

    • calendar_month Minggu, 28 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Bindu Hutagalung, wartawan/Wakil Ketua PWI Perwakilan Bona Pasogit, melaporkan Kapolres Humbang Hasundutan (Humbahas) AKBP Surya Sofyan dan Kasat Reskrim Polres Humbahas AKP Victor Sibarani ke Kapolri dan Kapolda Sumatera Utara. Salinan laporan Bindu tertanggal 24 November 2010, diterima beritasumut.com di Medan, Jumat (26/11/2010). Dalam laporannya, Bindu menjelaskan saat ini ia menjalani proses persidangan di […]

  • Guru Hendak Buang Air, Harus Numpang di Rumah Warga

    Guru Hendak Buang Air, Harus Numpang di Rumah Warga

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      NATAL (Mandailing Online) : Dinas Pendidikan Mandailing Natal (Madina) didesak untuk melengkapai fasilitas penunjang di SD Negeri 380 Kunkun Kecamatan Natal. Pasalnya, di SD ini belum ada WC, akibatnya para tenaga pendidik yang ingin buang air harus selalu menumpang ke rumah warga terdekat. Sedangkan jika murid-murid ingin buang air kecil harus ke belakang gedung […]

  • Gegara Kedapatan Mencuri, Anak Dibawah Umur Dipukuli di Desa Tegal Sari Natal, Videonya Viral

    Gegara Kedapatan Mencuri, Anak Dibawah Umur Dipukuli di Desa Tegal Sari Natal, Videonya Viral

    • calendar_month Sabtu, 22 Jun 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA- Mandailing Online: Sebuah video penyiksaan anak dibawah umur beradar di group WhatsApp. Dalam video itu terlihat seorang anak disiksa sekelompok orang dengan cara kepala dipukul pakai tangan dan diancam disulut api rokok. Dalam video itu terdengar percakapan terkait pencurian rokok. Setelah ditelusuri, lokasi kejadian diketahu di Desa Tegal Sari Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal […]

  • Bupati Hadiri Peringatan Maulid Nabi oleh BKMT

    Bupati Hadiri Peringatan Maulid Nabi oleh BKMT

    • calendar_month Sabtu, 15 Okt 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) HM Ja’far Sukhairi Nasution Hadiri Perayaan Maulid Nabi Muhammad Saw yang dilaksanakan oleh Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) di Mesjid Agung Nur Ala Nur Desa Parbangunan, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Madina, Sumut, Minggu (15/10/2022). Selain dihadiri oleh Bupati, perayaan maulid nabi oleh BKMT ini juga turut dihadiri Ketua […]

  • 2012, Target PAD Alat Berat Dinas PU Harus Diawasi

    2012, Target PAD Alat Berat Dinas PU Harus Diawasi

    • calendar_month Rabu, 4 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Pendapatan asli daerah (PAD) dari pemakaian alat berat di Dinas PU Kabupaten Mandailing Natal (Madina), diduga belum mencapai target yang telah ditentukan. Untuk itu ke depan harus dimaskimalkan dan diawasi penggunaanya secara transparan. Hal itu sampaikan Ketua Jaringan Aktifis Mahasiswa Sumatera Utara (JAMSU) Iswadi Batubara kepada wartawan di Panyabungan, Senin (02/01/2012). Katanya, tidak tercapainya […]

  • Ketua IMPT: Mahasiswa Jangan Jadi Pemecah Belah Masyarakat Tabuyung

    Ketua IMPT: Mahasiswa Jangan Jadi Pemecah Belah Masyarakat Tabuyung

    • calendar_month Selasa, 6 Agt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      MUARA BATANG GADIS (Mandailing Online) – Unjuk rasa gabungan mahasiswa yakni HMI, GMNI dan SEMMI ke kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Mandailing Natal, Sumut, Senin (5/8/2024) ditengarai tidak satupun warga Desa Tabuyung. “Berdasarkan pantauan kami, tidak satupun mahasiswa atau masyarakat di massa demo yang berasal dari Desa Tabuyung ataupun yang pernah […]

expand_less