Kamis, 15 Okt 2026
light_mode

Zubeir Pulungan, Yatim yang Lolos Beasiswa ke Yaman

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 9 Agt 2019
  • print Cetak

Ahmad Zubeir Pulungan

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ahmad Zubeir Pulungan berhasil memperoleh beasiswa kuliah di Universiatas Al Haqop, Hadromaut, Yaman.

Anak yatim yang berasal dari Desa Hutapuli, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal ini termasuk dari sekitar 300 dari sekitar 1.000 pelamar di seluruh Indonesia yang berhasil memperloeh beasiswa itu untuk segmen al-wasithiyyah.

Dia mengikuti seleksi di pesantren Al Kaustar, Medan.

Menjawab Mandailing Online di masjid Nur Ala Nur, Panyabungan, Mandailing Natal, Jum’at (9/8/2019), Ahmad Zubeir Pulungan menyatakan bahwa dia akan berangkat ke negara Yaman di bulan Agustus ini. Tanggal pemberangkatan belum terpastikan.

Zubeir merupakan tamatan pesantren Darul Hadis di Desa Hutabaringin, Kecamatan Siabu, Mandailing Natal.

Dia akan mengikuti kuliah di fakultas Syariah, jurusan Tafsir selama lima tahun di Yaman.

Beasiswa itu berasal dari Universiatas Al Haqop. Hanya saja, beasiswa yang diperoleh hanya untuk biaya kuliah dan asrama saja.

Untuk biaya hidup di Yaman selama lima tahun harus dicari sendiri oleh Ahmad Zubeir. Termasuk biaya transportasi pulang pergi dari Indonesia ke Yaman plus jaminan medical setelah tiba di Yaman.

Kebutuhan lain yang harus ditanggung sendiri oleh Zibeir adalah kebutuhan buku dan bahan kuliah lainnya.

Total yang dibutuhkan Ahmad Zubeir untuk kesempatan kuliah di Yaman ini sebesar sekitar 111 juta rupiah.

Rinciannya :

Ongkos transportasi PP Indonesia-Yaman plus jaminan Medical sekitar 45 juta Rupiah.

Biaya hidup 5 tahun sekitar 1.000 US Dollar atau sekitar 14 juta Rupiah.

Biaya kebutuhan bahan-bahan pendukung kuliah serta aktivitas lainnya 5 tahun sekitar 2.000 US Dollar atau sekitar 28 juta Rupiah.

Biaya kitab sekitar 1.000 US Dollar atau sekitar 14 juta Rupiah.

Biaya-biaya yang tak terduga selama di Yaman sekitar 1.000 US Dollar atau sekitar 14 juta Rupiah.

Dana besar itu tak mungkin terwujudkan oleh ibunya yang hanya petani sawah biasa.

Ahmad Zubeir Pulungan (kiri) bersama Raja Bangun Nasution yang pernah kuliah di Timur Tengah foto bersama di masij Nur Ala Nur, Panyabungan, Jum’at (9/8/2019).

Sejauh ini Zubeir Pulungan baru mampu mengumpul uang sebesar sekitar 35 juta Rupiah yang bersumber dari berbagai sumbangan dermawan dan dari keluarganya.

Meski tergolong sulit memperoleh dana, Zubeir Pulungan tetap berkomitmen untuk berangkat ke Yaman karena tekadnya yang sudah bulat untuk menjadi ahli tafsir di kemudian hari.

Zubeir Pulungan lahir di keluarga petani yang sederhana. Karena ayahnya wafat 18 tahun lalu saat Zubeir masih kecil, maka satu-satunya tulang punggung keluarga adalah ibunya yang bernama Saubah Nasution (52 tahun). Zubeir merupakan bungsu dari 4 bersaudara.

Saat ini, Zubeir bersama orang-orang yang bersimpati masih terus menggalang dana dari berbagai pihak yang memiliki kelebihan berkah rezeki.

Peliput : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Madina: Pembangunan Jalan Termasuk Prioritas

    Bupati Madina: Pembangunan Jalan Termasuk Prioritas

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BATANG NATAL (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) Saipullah Nasution menyatakan pembangunan jalan termasuk salah satu prioritas. Itu diungkap bupati saat bersilaturahmi dengan masyarakat di Lopo Aek Sontang Banjar Malayu, Batang Natal, Selasa (29/7)2025). “Pembangunan jalan adalah prioritas kami. Tahun ini beberapa ruas jalan sudah diusulkan ke pemerintah pusat agar dibangun, saya minta Kadis […]

  • Ini Sangsi Bagi Desa yang Langgar Aturan Pengangkatan Prangkat Desa

    Ini Sangsi Bagi Desa yang Langgar Aturan Pengangkatan Prangkat Desa

    • calendar_month Selasa, 27 Agt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Muhammad Sukur Inspektur Pembantu di Kantor Inspektorat Pemkab Mandailing Natal ( Madina) Mengatakan sanksi bagi Kepala Desa yang melanggar aturan pengangkatan prangkat desa hanya bersifat administratif sesuai UU No 6/2014 dan Permendagri 83/2017 beserta perubahannya. ” Sifatnya hanya adminiatratif, namun Jika ada temuan pemeriksaan terkait pengembalian, 60 hari setelah diberitahukan sesuai […]

  • Jaringan Seluler Ambruk Tahun 2013

    Jaringan Seluler Ambruk Tahun 2013

    • calendar_month Minggu, 7 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta. Pertama Anda sulit mengunduh video dalam YouTube. Bosan menunggu unduhan tak kelar-kelar, Anda beralih ke Twitter, dan ternyata ini pun lamban. Anda lalu menoleh e-mail, dan ya ampun, lagi-lagi “loading”-nya lama banget. Itu semua terjadi ketika jaringan telepon seluruh dunia ambruk. Bulan-bulan berikutnya, Anda bahkan akan sangat sulit untuk sekadar menelepon. Ini tiga tahun […]

  • Bupati Saipullah Nasution Minta Ketua Gordang Sambilan Meminta Maaf.Miswar Daulay Nilai Bupati Keliru

    Bupati Saipullah Nasution Minta Ketua Gordang Sambilan Meminta Maaf.Miswar Daulay Nilai Bupati Keliru

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan ( Mandailing Online ): Bupati Mandailing Natal Saipullah Nasution melalui kuasa hukumnya, Achmad Sandry membantah pernyataan Miswaruddin Daulay dalam konferensi pers, Senin lewat (24/11/2025) terkait hutang pada masa kampanye pilkada 2024 lalu. Dikutip dari laman StartNews, Achmad Sandry Kuasa hukum Saipullah Nasution menuding tim gordang sambilan yang diketuai Miswaruddin Daulay telah melanggar asas praduga […]

  • KESUSASTRAAN MANDAILING (3-selesai)

    KESUSASTRAAN MANDAILING (3-selesai)

    • calendar_month Rabu, 14 Okt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Askolani Nasution   SASTRA ENTERTAINMENT Sastra dalam lirik lagu patut ditandai sebagai bentuk sastra. Tentu karena kita meyakini bahwa lirik lagu merupakan musikalisasi puisi. Hal ini menjadi penting karena pada saat sastra literer Mandailing meredup, musikalisasi puisi tersebut menguat perannya. Lirik lagu Mandailing bukan hanya ungkapan perasaan, tetapi beberapa penulis lagu ternyata mampu […]

  • Karikatur Penghinaan Terhadap Nabi Muncul Lagi, Buah Kebebasan Demokrasi?

    Karikatur Penghinaan Terhadap Nabi Muncul Lagi, Buah Kebebasan Demokrasi?

    • calendar_month Selasa, 22 Jul 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Mariani Siregar, M.Pd.I Dosen Pendidikan Islam Sungguh lancang! Sebuah karikatur kembali diduga telah melecehkan dan menghina Islam. Pasalnya, ilustrasui karikatur tersebut menggambarkan dua sosok yang berjabat tangan di langit dengan latar belakang bersenjata. Sosok yang diilustrasikan diduga kuat mengarah pada dua Nabiyullah, yaitu Muhammad saw dan Musa as. Karikatur pelecehan tersebut dimuat oleh salah […]

expand_less