Senin, 20 Apr 2026
light_mode

Karang Taruna dan IPPNU Serukan Penolakan Hari Valentine

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 12 Feb 2014
  • print Cetak

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Karang Taruna Mandailing Natal (Madina) dan Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Madina menyerukan kepada generasi muda Islam untuk tidak ikut-ikutan larut terjerumus merayakan Hari Valentine.

Hari Valentine adalah budaya Romawi kuno yang berlatar budaya seks bebas, hedonisme dan konsumerisme. Dan bertentangan dengan ajaran Islam.

“Kita menghimbau agar umat Islam menolak dengan tegas perayaan Valentine Days pada 14 Februari, karena hal itu sangat bertentangan dengan agama, sosial, adat budaya dan kesusialaan,” kata Ketua Karang Taruna Madina, Al-Hasan Nasution didampingi Ketua PC. IPPNU Madina, Nurhakimah Lubis dalam siaran pers yang diterima Mandailing Online, Rabu (12/2/2014).

Disebutkan, fenomena perayaan Hari Valentine dalam beberapa tahun belakangan ini sangat marak dan populer di beberapa kota besar di Indonesia, tak terkecuali di Madina yang selama ini dikenal dengan dengan julukan Serambi Mekkahnya Sumatera Utara.

“Hari Valentine merupakan budaya yang tidak pantas diterapkan di Madina karena identik dengan pergaulan bebas kaum remaja dalam mengikat suatu hubungan di luar nikah,” imbuhnya.

Dikatakannya, Hari Valentine adalah sarana berbuat maksiat ria dengan berkedok hari kasih sayang, sehingga muaranya yang dikorbankan adalah generasi muda. Hal ini sangat miris dan ironis.

Untuk kampanye anti Hari Valentine ini, kedua organisasi ini telah membagikan ribuan selebaran kepada para pelajar dan Naposo Nauli Bulung se Madina dan juga memasang spanduk berisikan seruan moral penolakan perayaan Valentine Days.

Di sisi lain, Karang Taruna dan IPPNU juga mendesak Polres Madina, Satpol PP dan dibantu MUI untuk melakukan razia ke hotel-hotel, tempat hiburan dan sejenisnya untuk memberikan efek jera kepada para pelanggar asusila dan menghindari semakin mewabahnya penyakit masyarakat.

“Kita tidak ingin Madina ini dikotori oleh praktek maksiat seperti prostitusi terselubung di balik hari Valentine. Apalagi hal itu diwarnai dengan pesta miras, judi, sex dan narkoba,” katanya.

Bila ingin menyelamatkan generasi muda, maka pembinaaan moralitas dan religius adalah indikator prioritas. Generasi muda jangan terjebak dalam arus negative modernisasi yang sesat dengan meniru prilaku yang sangat membahayakan, apalagi ikut merayakan Valentine yang lebih banyak mudharatnya.

Peliput : Holik Nasution
Editor : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • HUTA DAN BANUA MANDAILING

    HUTA DAN BANUA MANDAILING

    • calendar_month Selasa, 8 Jan 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      OLEH : EDI NASUTION (in memorial) Dikutip dari sebagian artikel berjudul “Banua dan Alak Mandailing” di http://edi-nasution.blogspot.com   Wilayah pemukiman orang Mandailing disebut Luat atau Banua. Sedangkan kehidupan sosial budaya orang Mandailing berlangsung di dalam suatu huta yang memiliki satu kesatuan wilayah dengan batas-batas tertentu. Setiap huta berada dibawah sistem pemerintahan sendiri yang demokratis dan […]

  • Mendudukkan Istilah Negara Agama dan Negara Sekuler

    Mendudukkan Istilah Negara Agama dan Negara Sekuler

    • calendar_month Jumat, 31 Des 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Nahdoh Fikriyyah Islam Dosen dan Pengamat Politik Indonesia bukan Negara Agama dan bukan Negara Sekuler. Itulah kalimat yang diucapkan oleh Menkopolhukam, Mahfud MD baru-baru ini. Pernyataan tersebut telah banyak dimuat di beberapa media online dan juga banyak di share oleh nitizen. Salah satu media online yang memuat berita seperti yang dilansir di Warta Ekonomi […]

  • Tantangan Era TV Digital bagi Komisioner Baru Sumut (Bagian 1)

    Tantangan Era TV Digital bagi Komisioner Baru Sumut (Bagian 1)

    • calendar_month Kamis, 2 Des 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Muhammad Ludfan Nasution Tenaga Ahli Pimpinan DPRD Mandailing Natal   TAK bisa dielakkan, era televisi digital sudah di depan mata. Ketua KPI Pusat, Agung Suprio menggambarkan (koran-jakarta.com), migrasi dari siaran analog ke siaran digital, bakal memaksa KPI Pusat dan KPID untuk mengawasi tidak lagi hanya 18 stasiun televisi, melainkan bisa bertambah hingga 68 stasiun. […]

  • Ini Data Bencana 15 Desa di Kecamatan Natal

    Ini Data Bencana 15 Desa di Kecamatan Natal

    • calendar_month Minggu, 14 Okt 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        NATAL (Mandailing Online) – Setidaknya 15 desa di Kecamatan Natal mengelami bencana pertengahan Oktober ini akibat luapan sejumlah sungai menyusul curah hujan yang tinggi. Bersadar data yang tercatat dari Posko Bencana melalui Ketua PMI Kecamatan Natal Hendra Barani Hutasuhut, Minggu (14/10/2018) untuk wilayah Desa- desa di Kecamatan Natal yang terkena dampak banjir meliputi […]

  • Ekonomi dan Zakat

    Ekonomi dan Zakat

    • calendar_month Kamis, 16 Mei 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Artikel Ramadan : NUR SYA’ADI Mahasiswa FIAI Universitas Islam Indonesia   Berbicara menegenai Zakat dan Ekonomi tentu akan sangat erat diantara keduanya, terlebih ada tiga dimensi dalam zakat yakni Moral, Sosial dan Ekonomi. Alasan dari tiga dimensi ini maka Zakat bisa dijadikan salah satu instrumen keuangan Sistem Eonomi Islam. Zakat juga merupakan ranah publik […]

  • Nyawanya Terancam, Shafron Adukan Evaline Sago

    Nyawanya Terancam, Shafron Adukan Evaline Sago

    • calendar_month Jumat, 22 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        MEDAN (Mandailing Online) – Tokoh Pantai Barat Madina, Shafron mengadukan anggota DPRD Madina, Evaline Sago ke Poldasu. Pengaduan berlangsung Kamis (21/11/2019) di ruang Sentra Layanan Kepolisian Terpadu Polda Sumatera Utara. Pengaduan ini dilakukan Shafron karena dia merasa akan dibunuh oleh putri pengusaha sawit Ignasius Sago itu. “Saya mengartikan kalimat Eveline Sago ‘shafron selesai […]

expand_less