Jumat, 6 Nov 2026
light_mode

Netralitas moderator debat kedua capres diragukan?

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Sabtu, 14 Jun 2014
  • print Cetak

JAKARTA – Kubu pendukung pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, La Nyalla Mataliti, mempertanyakan dipilihnya Ahmad Erani Yustika sebagai moderator debat edisi kedua. Debat yang akan bertemakan Pembangunan Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial itu akan digelar besok, Minggu 15 Juni 2014.

La Nyalla mengatakan, Ahmad Erani Yustika selama ini dikenal sebagai dosen Universitas Brawijaya, Surabaya dan tokoh yang dekat dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), salah satu partai pendukung pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Dia bahkan pernah menjadi tim sukses pasangan JK-Wiranto di Pemilu Presiden 2009.

La Nyalla mengaku mendapat informasi itu dari pesan singkat temannya sesama lulusan Universitas Brawijaya, Surabaya. Dalam pesan singkat itu, La Nyalla selaku pendukung Prabowo Subianto-Hatta Rajasa diminta mempertanyakan independensi Ahmad Erani Yustika sebagai moderator debat edisi kedua yang berpotensi membocorkan soal debat kepada Joko Widodo-Jusuf Kalla.

"Saya kaget juga menerima SMS itu. Teman-teman sesama alumnus Universitas Brawijaya yang mengirimi saya," ujar La Nyalla kepada wartawan, tadi malam.

Menanggapi hal tersebut, wakil ketua umum PSSI itu menuntut moderator debat pilpres tahap kedua, Ahmad Erani Yustika bersikap netral, dan tidak membocorkan materi soal debat capres tahap kedua.

"Sebagai intelektual dengan gelar profesor, saya yakin Profesor Erani paham apa risiko pada kredibilitasnya jika tidak bisa bersikap netral. Karena itu saya berharap, Profesor Erani benar-benar bersikap netral," ujarnya.

Sementara itu, Ahmad Erani saat dikonfirmasi melalui telepon, enggan berkomentar banyak terkait keraguan kubu Prabowo-Hatta. Dia juga tidak bersedia menjawab saat dikonfirmasi apakah benar pada Pemilu 2009 lalu masuk dalam tim sukses Jusuf Kalla- Wiranto.

"Saya tidak boleh bicara dengan media oleh KPU," kata Profesor Erani Yustika. Dia mengaku, tidak ingin berkomentar yang nantinya bisa menimbulkan polemik.

Erani Yustika mengatakan, penunjukan dia sebagai moderator debat capres sudah disepakati oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), dan kedua tim sukses calon presiden.

"Jika saya dicurigai lebih condong kepada Jokowi-JK mengapa akhirnya penunjukan saya jadi moderator juga disepakati oleh tim sukses Prabowo-Hatta," tegasnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya, Chandra Fajri menjamin Erani Yustika akan bersikap netral dan independen sebagai moderator. "Saya yakin Pak Erani akan bertindak profesional, beliau pasti akan menjadi moderator yang netral dalam debat capres," kata Chandra.

Dia menambahkan, KPU sebagai penyelenggara debat sudah memiliki pertimbangan tersendiri memilih Erani Yustika sebagai moderator. Disamping itu menurut Chandra, selama ini Erani condong dengan sistem perekonomian kerakyatan yang juga diusung oleh dua kandidat capres.

"Saya melihat tulisan-tulisan Pak Erani banyak yang mengusung tentang ekonomi kerakyatan, dimana sistem tersebut juga diusung dalam program dua capres yang ada. Jadi saya kira tidak ada masalah jika Pak Erani yang menjadi moderator," tegas Chandra.(Viva)

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • Voltase Rendah, Pemkab Ganti Seluruh Bola Lampu Jalan

    Voltase Rendah, Pemkab Ganti Seluruh Bola Lampu Jalan

    • calendar_month Jumat, 7 Sep 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (MO) – Pemkab Mandailing Natal (Madina) harus mengganti bola lampu jalan di seluruh wilayah Mandailing Natal untuk menyesuaikan kondisi voltase PLN yang selalu rendah. Selama ini bola listrik yang dipakai berkapasitas 250 Wat (Merkury) diganti ke SL dengan 62 Wat. SL ini akan lebih irit menyerap arus sehingga akan menekan biaya rekening listrik. Dengan […]

  • Dinas Bukan Untuk Pribadi

    Dinas Bukan Untuk Pribadi

    • calendar_month Senin, 3 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Walikota Medan Rahudman Harahap meminta agar pemberian hadiah berupa kendaraan dinas kepada kecamatan dan kelurahan terbaik dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun Kota Medan ke 420 Tahun 2010 pada 1 Juli lalu, agar segera diclearkan. Karena, pemberian hadiah ini bukan untuk pribadi, tapi untuk operasional kecamatan dalam rangka memperlancar tugas dan pelayanan publik di […]

  • Inilah Surat Cinta Borkat-Megalia

    Inilah Surat Cinta Borkat-Megalia

    • calendar_month Minggu, 19 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Cut Dian Satriana, istri Direktur Eksekutif DPD Partai Demokrat Sumut, Borkat Hasibuan, membeberkan tiga indikasi perselingkuhan suaminya dengan Megalia Agustina, anggota Fraksi Demokrat DPRD Sumut. Indikasi ini dipapar Cut hanya beberapa jam setelah Megalia bersama suaminya, Muhammad Herry, menggelar konferensi pers di rumahnya, Jl Karya Kasih, Kompleks Karya Kasih Residence No 1, Medan Johor, Medan, […]

  • Kasus Taman Raja Batu, 3 Lagi Pejabat Madina Ditahan Kejatisu

    Kasus Taman Raja Batu, 3 Lagi Pejabat Madina Ditahan Kejatisu

    • calendar_month Selasa, 10 Sep 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) –  Tiga pejabat Dinas PU Mandailing Natal ditahan Kejatisu, Selasa (10/9/2019). Dengan demikian sudah 6 pejabat ditahan dalam kasus pembangunan Taman Raja Batu. Ketiga pejabat Dinas Pekerjaan Umum (PU) Madina itu adalah Syahruddin (kepala Dinas), Nasarudin S (pejabat pembuat komitmen) dan Lianawat (pejabat pembuat komitmen). Ketiganya ditahan Kejaksaan Tinggis Sumatera Utara (Kejatisu) […]

  • MARSIDAO-DAO (episode 32)

    MARSIDAO-DAO (episode 32)

    • calendar_month Jumat, 1 Jul 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Novel Mandailing Nanisuratkon : Dahlan Batubara “Biarku nga ipatola guru i ioban ko ia tu bagasan ni kalas,” ning Si Bujing Manis. “Tu kantin ni etek Manna i do gari ami pajagohon,” ning Si Poso. “Oh..olo, keta ma so ita sapai etek Manna,” ning Si Taing. Ipaudur alai Si Pikek dohot Si Poso tu parjagalan […]

  • Ketika Anatra Tak Hiraukan Nyawa Penumpang, Siapa Bertangungjawab?

    Ketika Anatra Tak Hiraukan Nyawa Penumpang, Siapa Bertangungjawab?

    • calendar_month Senin, 20 Jan 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kecelakaan demi kecelakaan yang merenggut nyawa penumpang angkutan umum Anatra di Mandailing Natal (Madina) terus terjadi. Jika dirunut, kecelakaan umumnya terjadi di pagi jam berangkat anak-anak ke sekolah, siang aplusan murid sekolah dan sore pulang sekolah. Dan para korban, selain penumpang dewasa dan kenderaan lain yg kontra dengan Anatra, juga didominasi pelajar. Peristiwa Anatra meneyeruduk […]

expand_less