Sabtu, 29 Agu 2026
light_mode

Bentrokan di Kebun Limau Mungkur Tukang Sayur Tewas Dikeroyok

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 14 Jan 2012
  • print Cetak

STM HILIR-Areal Perkebunan Sawit Limau Mungkur STM Hilir milik PTPN II kembali bergejolak. Jumat (13/1) sore jelang malam, dua kubu pemuda perang. Seorang yang diketahui sebagai tukang sayur tewas dikeroyok dan sedikitnya 18 orang lainnya luka-luka.

Pertempuran berdarah itu, dikabarkan terjadi antara kubu Pendi Kesi dan Lingga. Belum diketahui pasti penyebab terjadinya bentrokan tersebut. Informasi dari Kapolsek Talun Kenas AKP J Tarigan menyebutkan, pertikaian menyebabkan satu orang dari kubu Pendi Kesi yakni Helvan Fauzi Nasution (25) warga Dusun I, Desa Petangguhan Galang tewas terkena tusukan di perut dan dadanya.

Bahkan akibat dikeroyok, kedua kaki serta tangan pria itu saat ditemukan dalam kondisi nyaris putus. Helvan langsung dibawa ke instlansi kamar mayat RS dr Pirngadi Medan untuk dilakukan otopsi. Jasad tiba di RSU dr Pirngadi Medan sekitar Pukul 22.45 WIB didampingi keluarga korban dan petugas dari Mapolsek Telun Kenas.

Dari pantauan Sumut Pos di ruangan instlansi jenazah RSU dr Pirngadi Medan, korban mengalami luka di sekujur muka dan kepala, terlihat luka yang dialami bekas senjata tajam dan senjata tumpul. Bukan itu saja, luka yang dialami korban, terlihat tangan kanan korban nyaris putus. “Aku tak nyangka keponakkanku tewas dalam bentrokkan ini,” ucapnya paman korban, Chairun Nasution kepada Sumut Pos.

Setahu Chairun, ponakannya yang berkerja sebagai pedagang sayur keliling tewas usai salat Magrib. “Setelah itu aku langsung ke rumah sakit ini untuk melihat jasad sebenarnya,” sebut paman korban yang mengkenakan jaket hitam ini.
“Aku tidak sangka dia ikut dalam bentrokkan ini,” tambahnya.

Saat ditanyai jumlah korban luka dari perisitiwa itu, Chairun mengaku tidak mengetahui. Di depan instlansi kamar mayat RS dr Pirngadi Medan terlihat sejumlah anggota keluarga korban menunggu kepastian untuk dilakukan otopsi. Namun, setelah ditunggu beberapa menit, seorang petugas rumah sakit mengatakan kalau otopsi dilakukan pagi hari. Setelah mendapat penjelasan dari petugas, pihak keluarga pun meninggalkan rumah sakit
Sementara itu petugas kepolisian yang membawa jasad korban tidak banyak berkomentar atas kejadian tersebut. “Saya tidak tahu, biar kami bekerja dulu,” ucap petugas tersebut.

Sebelumnya, dari kabar yang dihimpun Posmetro Medan (grup Sumut Pos) dari Kapolsek Talun Kenas AKP J Tarigan -mengaku masih berada di lokasi kejadian- menyebutkan kedua kubu yang bentrok sama-sama menyatakan diri sebagai petugas keamanan kebun itu.

asing-masing bersenjata tombak, kelewang hingga panah beracun. Sementara puluhan petugas polisi dari Tim Dalmas Polres Deliserdang bersama personel dari Polsek Talun Kenas dan Tanjung Morawa, terus berupaya menghalau kedua kubu. Jumbo (45) salah seorang warga sekitar menyebutkan, korban yang terluka telah diselamatkan oleh rekan-rekannya sendiri ke klinik perobatan terdekat dan sebagian dibawa ke RSU Nur Saadah, Tanjung Morawa.

Soal kronologis kejadian itu, Jumbo mengaku tak mengetahui pasti. Yang jelas, konflik maupun keberadaan kedua kubu pemuda bersenjata tajam itu ada di tengah – tengah areal perkebunan atas dasar kebijakan Manajer PTPN II Kebun Limau Mungkur yakni Tri.

Tri, menurut informasi berkembang, memberikan wewenang kepada kedua kubu jadi petugas keamanan kebun. Hanya saja, meski kedua kubu mengaku keberadaan mereka di areal perkebunan sawit milik PTPN II itu tengah bertugas sebagai petugas keamanan kebun, namun bentrokan selalu terjadi tiap kedua kubu bertemu.(pas/joe/smg.sumutpos)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Bahan Pokok Melonjak

    Harga Bahan Pokok Melonjak

    • calendar_month Senin, 3 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Pasca Natal dan menjelang Tahun Baru 2011, sebagian harga bahan pokok di sejumlah pasar di Kabupaten Mandailing Natal, melonjak. Antara lain cabai yang saat sekarang ini harganya mencapai Rp 40-50 ribu perkilogramnya. Pantauan wartawan di Pasar Baru Panyabungan, Selasa (28/12/2010), salah seorang pedagang bernama Ucok Nasution (35) menjual cabai merah Rp 50 ribu per […]

  • Gara-gara Isu Penculikan Anak, Satu Tewas Dimassa, Satu Meninggal Ditabrak

    Gara-gara Isu Penculikan Anak, Satu Tewas Dimassa, Satu Meninggal Ditabrak

    • calendar_month Senin, 13 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Mau Berobat Dituduh Penculik TEBING TINGGI– Isu bahaya penculikan anak untuk mengambil dan menjual organ tubuh, menimbulkan kecemasan di sejumlah daerah. Isu yang tersebar melalui pesan singkat (short message system/SMS)berantai itu bahkan mengakibatkan dua orang tewas di Serdang Bedagai (Sergai) dan melukai lima orang di Percut Sei Tuan, Deli Serdang, di hari yang sama, Jumat […]

  • Dongkrak Elektabilitas, Cabup Madina Harun Mustafa Terus Lakukan Strategi Jemput Aspirasi Tanpa Batas

    Dongkrak Elektabilitas, Cabup Madina Harun Mustafa Terus Lakukan Strategi Jemput Aspirasi Tanpa Batas

    • calendar_month Kamis, 31 Okt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan ( Mandailing Online) : Elektabilitas calon Bupati Madina Harun Mustafa Nasution dan wakil Bupati Harun Ichwan Husein Nasution nampaknya terus melejit. Strategi jemput aspirasi tanpa batas dengan pemilih terus dilakukan. Setelah absen beberapa hari, Cabup Madina nomor urut 1 Harun Mustafa Nasution kembali ke akar rumput untuk serap aspirasi. Pagi ini ia makan lontong […]

  • Jangan Marah Kepada Tirta Madina

    Jangan Marah Kepada Tirta Madina

    • calendar_month Selasa, 19 Jul 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Warga perumahan Cemara harus marah sejak pukul 5 pagi sampai jam 2 siang. Lalu, sejak pukul 2 siang hingga pukul 4 pagi giliran penduduk Desa Parbangunan yang harus marah-marah. Marah-marah itu gara-gara Tirta Madina menetapkan pembagian waktu aliran air kepada dua wilayah bertetangga itu. Parbangunan dan perumahan Cemara berada di Kecamatan Panyabungan, Mandailing Natal (Madina), […]

  • Bangunan Mubazir

    Bangunan Mubazir

    • calendar_month Selasa, 4 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Bangunan Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal didesa Binanga Kec, Hutabargot Kabupaten Mandailing Natal sejak dibangun pada tahun 2008 yang lalu sampai saat ini belum difungsikan.

  • Gagal Tender 2 Rumah Sakit di Madina, DPRD Harus Panggil Pejabat Terlibat

    Gagal Tender 2 Rumah Sakit di Madina, DPRD Harus Panggil Pejabat Terlibat

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Nasib lanjutan pembangunan RSU Madina di bukit Panatapan berakhir black list 2 tahun gara-gara pemkab Madina gagal menuntaskan tender. Akibatnya dana 14 milyar Rupiah ditarik pemerintah pusat tahun 2019 lalu. Padahal dana itu untuk pembangunan gedung radiologi dan gedung laboratorium. Ironisnya, Pemkab Madina tak juga bertaubat. Gagal tender juga terjadi pada […]

expand_less