Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Pemkab Dituntut Tempatkan Guru di Sinunukan dan Batahan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 9 Des 2010
  • print Cetak


MADINA- Dewan Pengurus Pusat Ikatan Mahasiswa Natal dan Batang Natal (DPP Ima Nabana) menggelar seminar tentang perkembangan daerah Nabana pasca 11 tahun mekarnya Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dari Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel).

Dalam seminar yang dilakukan di Kecamatan Sinunukan, Minggu (5/12), ini disebutkan, Pemkab dituntut untuk menempatkan guru di Kecamatan Sinunukan dan Batahan, agar kualitas pendidikan meningkat.

Seminar sehari ini diikuti oleh 40 mahasiswa dari Ima Nabana dan seratusan warga Kecamatan Sinunukan serta tokoh agama dan tokoh masyarakat sekitar. Seminar ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Madina, Drs H Musaddad Daulay MM, yang diwakili Kasi SMP-SLTA, Zulham SPd, Camat Sinunukan dan Camat Batahan.

Ketua DPP Ima Nabana, Aswan, kepada METRO, mengatakan, seminar ini bertujuan untuk menyikapi perkembangan Kecamatan Sinunukan dan Batahan selama 11 tahun terakhir atau sejak dimekarkannya Kabupaten Madina.

“Ima Nabana merespon kondisi pembangunan di Kecamatan Sinunukan dan Batahan. Mengingat kedua kecamatan ini dinilai terbelakang dalam hal pembangunan begitu juga dengan pendidikan, dan kami memiliki harapan melalui seminar ini Pemkab Madina maupun Pemprov Sumut lebih respect dan memperhatikan infrastruktur jalan di Pantai Barat terutama Sinunukan dan Batahan demi peningkatakan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” terang Aswan didampingi Irfan Rangkuti

Aswan menambahkan, tujuan dari seminar ini juga tak luput untuk berharap kepada Pemerintah Madina agar membangun SMK di Sinunukan mengingat banyaknya potensi yang ada karena selama ini siswa yang ingin bersekolah di bidang kejuruan harus rela ke Panyabungan yang memiliki jarak tempuh selama 4 hingga 5 jam, sehingga dengan jarak tempuh tersebut keinginan siswa untuk melanjutkan pendidikannya itu terhalang belum lagi apabila dilihat dari segi ekonomi yang kurang mendukung. “Di samping itu, kami juga sangat berharap kepada Pemkab Madina supaya menempatkan tenaga pendidik yang lebih berkualitas dan profesional untuk menciptakan good education di dua kecamatan karena mengingat fasilitas dan sarana belajar yang kurang maka tenaga pendidik itu harus betul-betul mampu menyampaikan materi pelajaran tersebut,” sebut keduanya. (wan)
Sumber : Metro Tabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mahasiswa STAIN Madina KKN di Pasaman Barat

    Mahasiswa STAIN Madina KKN di Pasaman Barat

    • calendar_month Jumat, 4 Okt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PASAMAN BARAT (Mandailing Online) – Mahasiswa Kelompok 9 STAIN Mandailing Natal, Sumut melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Pasaman Barat, Sumbar. KKN pada Jum’at (26/07/2024) menggelar Edukasi Taharah dan Edukasi Tajhizul Mayid, dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri 12 Ranah Batahan, Jorong Taming Batahan, Kecamatan Ranah Batahan, Kabupaten Pasaman Barat. Edukasi Taharah dan Edukasi Tajhizul […]

  • Manto Apresiasi Pidato Bupati Madina Bahwa Pers Mitra Pemerintah

    Manto Apresiasi Pidato Bupati Madina Bahwa Pers Mitra Pemerintah

    • calendar_month Selasa, 1 Okt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pidato Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution yang menekankan bahwa wartawan adalah mitra pemerintah daerah, mendapat apresiasi positif dari kalangan media massa. Pidato itu disampaikan bupati di luar teks di pelantikan Gozali Pulungan menjadi Sekretaris Daerah (Sekda) di gedung Serbaguna, Panyabungan, Selasa (1/10/2019). Bupati menyatakan bahwa media massa dan wartawan adalah […]

  • Batang Natal Butuh Infrastruktur Jalan

    Batang Natal Butuh Infrastruktur Jalan

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      BATANG NATAL (Mandailing Online) –  Persoalan infrastruktur jalan dan air bersih menjadi poin paling penting bagi  masyarakat 3 desa di Batang Natal, Mandailing Natal (madina), yakni Desa Desa Aek Holbung, Lubuk Bondar dan Hadangkahan. Aspirasi ini tercuat dalam satu kegiatan reses anggota DPRD Madina Yasir Nasution, beberapa waktu yang lalu. Reses ini dihadiri  oleh ratusan […]

  • Ratusan Kader IMA MADINA Latihan Kepemimpinan

    Ratusan Kader IMA MADINA Latihan Kepemimpinan

    • calendar_month Jumat, 19 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – DPP IMA MADINA (Ikatan Mahasiswa Mandailing Natal)megadakan training leadership terhadap kader se- Kota Medan berlangsung dari 12 hingg 14 Oktober 2012 di perkemahan Sibolangit. “Peserta training leadership ini berjumlah 300 orang terdiri dari berbagai cabang Ima Madina se-Kota Medan yaitu UNIMED, IAIN, UMSU, ITM, USU, UMA dan UISU, ungkap ketua panitia, […]

  • Perantau dan Hakikat Pulang Kampung

    Perantau dan Hakikat Pulang Kampung

    • calendar_month Rabu, 13 Jun 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    (Tinjauan Singkat Sosio-Antropologi) Oleh : Dr. M.Daud Batubara, MSi Idulfitri, sering disebut dengan Lebaran, merupakan momentum bagi Umat Islam pulang ke kampung. Momentum ini lebih dikenal secara spesifik dengan sebutan mudik. Seminggu sebelum lebaran, para perantau biasanya mulai meninggalkan kota menuju kampung halaman. Tradisi pulang kampung lebaran (mudik) untuk berkumpul bersama keluarga dan mengucapkan selamat […]

  • Komnas HAM: Polisi intimidasi wartawan di Bima

    Komnas HAM: Polisi intimidasi wartawan di Bima

    • calendar_month Jumat, 6 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Sejumlah wartawan di Bima, Nusa Tenggara Barat, mengalami intimidasi dari oknum kepolisian. Ketua Komnas HAM Ifdal Kasim mengatakan, intimidasi itu terkait video yang dipunyai oleh Komnas HAM mengenai kasus kekerasan yang dilakukan kepolisian saat membubarkan paksa pengunjuk rasa di Pelabuhan Sape, Bima, pada 24 Desember 2011. “Situasi yang berkembang sekarang menimpa rekan-rekan wartawan. […]

expand_less