Selasa, 20 Okt 2026
light_mode

Pemko Padangsidimpuan Jalin MoU dengan BPJS

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Jumat, 6 Mar 2015
  • print Cetak

P Sidimpuan – Pemerintah Kota (Pemko) Padangsidimpuan menandatangani memorandum of understanding (MoU) dengan BPJS perihal jaminan pemeliharaan kesehatan warga masyarakat sebagai peserta BPJS Kesehatan yang akan ditanggung oleh APBD Kota Padangsidimpuan. Dalam kerjasama yang diteken Walikota Padangsidmpuan Andar Amin Harahap SSTP MSi dengan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Padangsidimpuan dr Sari Qurantulainy AAK di kamar kerja walikota, Jalan Sudirman, Padangsidimpuan, Kamis (5/3), diungkapkan, bahwa Pemko Padangsidimpuan mendaftarkan sebanyak 1.223 jiwa warganya kepada BPJS Kesehatan sebagai peserta Jamkesda tahun 2015 dengan pembiayaan dari APBD Pemko Padangsidimpuan.

Jumlah 1.223 jiwa peserta Jamkesda yang didaftarkan Pemko Padangsidimpuan kepada BPJS Kesehatan ini merupakan usulan dari Dinas Kesehatan berasal dari keluarga kurang mampu.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Padangsidimpuan Sari Qurantulainy, mengatakan penduduk yang belum termasuk sebagai peserta jaminan kesehatan dapat diikutsertakan dalam program jaminan kesehatan pada BPJS Kesehatan Kota Padangsidimpuan oleh pemerintah daeah Provinsi.

"Program jaminan kesehatan daerah yang berintegrasi dengan BPJS Kesehatan telah terlaksana di 21 kabupaten/kota dari 33 kabupaten/kota se-Sumut," katanya.
Dikatakan, pemegang kartu BPJS Kesehatan dapat berobat di seluruh rumah sakit yang ada di Indonesia termasuk seluruh rumah sakit di Padangsidimpuan yang telah melakukan kerjasama dengan BPJS Kesehatan.

"Adapun rumah sakit di Padangsidimpuan yang telah meneken kerjasama adalah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) milik Pemko Padangsidimpuan dan Rumah Sakit Losung Batu," katanya.

Adapun visi yang kami emban, lanjut Qurantulainy, yang merupakan amanat pemerintah adalah paling lambat 1 Januari 2019 seluruh penduduk Indonesia telah memiliki jaminan kesehatan yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan. "Khusus di Kota Padangsidimpuan saat ini tercatat jumlah peserta BPJS Kesehatan 99.367 jiwa," jelasnya.

Walikota Padangsidimpuan Andar Amin Harahap menyambut baik dan siap bekerjasama dengan BPJS Kesehatan Kota Padangsidimpuan. "Dengan MoU ini, harapan kami program BPJS Kesehatan di kota Padangsidimpuan dapat berjalan dengan baik, semakin sukses dan maju," ujarnya.

Sekedar informasi, BPJS Kesehatan sebelumnya bernama Askes (Asuransi Kesehatan) yang dikelola PT Askes Indonesia (Persero). Namun sesuai UU No 24 Tahun 2011 tentang BPJS, PT Askes Indonesia berubah menjadi BPJS Kesehatan sejak tanggal 1 Januari 2014.

Sumber : medanbisnis

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • Atika di Pasar Kayu Laut, Data Persoalan Pedagang

    Atika di Pasar Kayu Laut, Data Persoalan Pedagang

    • calendar_month Selasa, 6 Okt 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN SELATAN (Mandailing Online) – Pasar termasuk posisi urgen dalam dinamika ekonomi Mandailing Natal (Madina). Rotasi perdagangan terutama produk-produk yang dihasilkan petani sangat dipengaruhi oleh peran pedagang. Oleh karena itu, pasar dan dunia perdagangan harus menjadi perhatian penting calon pemimpin di daerah terutama menyangkut kebijakan-kebijakan dan regulasinya terkini dan kelak. Kunjungan Calon Wakil Bupati Madina, […]

  • LKPP Latih Generasi Muda Menguasai Komputer Dasar

    LKPP Latih Generasi Muda Menguasai Komputer Dasar

    • calendar_month Rabu, 29 Jun 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    NAGAJUANG (Mandailing Online) – Lembaga Kajian Pendidikan Dan Pelatihan (LKPP) mengadakan Pelatihan Computer Dasar di Kecamatan Naga Juang, Mandailing Natal (Madina) sejak Rabu (29/6/2022). Peserta yang dilatih adalah usia sekolah antara kelas 2 SLTP sampai  kelas III SLTA sederajat. Acara ini merupakan hasil kerjasama antara Desa Desa yang berada di Kecamatan Naga Juang dengan LKPP. […]

  • DEMO PERAMBAHAN HUTAN

    DEMO PERAMBAHAN HUTAN

    • calendar_month Sabtu, 7 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Sejumlah mahasiswa dari Gerakan Mahasiswa Padang Lawas Utara (GEMA PALUTA) melakukan aksi unjuk rasa masalah permabahan hutan di depan kantor Gubernur Sumut, Medan, Rabu (4/1). Mereka mendesak pemprov Sumut segera melakukan penggusutan kasus perambahan hutan lindung register 40 di Padanglawas, seluas 47.000 hektar yang telah beralih fungsi menjadi perkebunan kelapa sawit. ( ant )

  • Tantangan Era TV Digital bagi Komisioner Baru Sumut (Bagian 1)

    Tantangan Era TV Digital bagi Komisioner Baru Sumut (Bagian 1)

    • calendar_month Kamis, 2 Des 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Muhammad Ludfan Nasution Tenaga Ahli Pimpinan DPRD Mandailing Natal   TAK bisa dielakkan, era televisi digital sudah di depan mata. Ketua KPI Pusat, Agung Suprio menggambarkan (koran-jakarta.com), migrasi dari siaran analog ke siaran digital, bakal memaksa KPI Pusat dan KPID untuk mengawasi tidak lagi hanya 18 stasiun televisi, melainkan bisa bertambah hingga 68 stasiun. […]

  • Tahap Konstruksi PT.SMGP Berjalan Normal

    Tahap Konstruksi PT.SMGP Berjalan Normal

    • calendar_month Senin, 7 Sep 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Hingga awal September 2015, akitivitas tahapan konstruksi pembangkit listrik tenaga panas bumi yang dilaksanakan PT.Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) di wilayah kerja proyek Kabupaten Mandailing Natal, sedang berjalan. Pantauan wartawan sejak akhir Agustus hingga awal September, kegiatan tahapan konstruksi berjalan normal, baik pengerjaan konstruksi di lokasi rencana titik bor maupun […]

  • Tempat Maksiat Menjamur, Santri Musthofawiyah Unjuk Rasa ke Kantor Bupati Madina

    Tempat Maksiat Menjamur, Santri Musthofawiyah Unjuk Rasa ke Kantor Bupati Madina

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sekitar seribu santri Pesantren Musthofaiyah Purba Baru melakukan unjuk rasa ke kantor Bupati Mandailing Natal (Madina), Senin (30/3) menuntut bupati agar menutup seluruh kafe esek-esek. Mereka berjalan kaki dari pondok pesantren Musthafawiyah menuju kantor bupati berjarak sekira 3 kilo meter. Dalam orasinya, pengunjuk rasa meminta Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution […]

expand_less