Minggu, 30 Agu 2026
light_mode

Disebut ‘Pak Pos’ Razman Arif akan Laporkan Mantan Calon Wabup Madina

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Selasa, 8 Sep 2015
  • print Cetak

MEDAN – Razman Arif Nasution, Mantan Kuasa Hukum Gubernur Sumut, Gatot Pujo Nugroho-Evy Susanti, merasa gerah karena disebut sebagai ‘Pak Pos’ oleh mantan calon Wakil Bupati (Wabup) Mandailing Natal (Madina), Shafron.

Sebutan ‘Pak Pos’ itu tertulis di laman facebook pribadi milik Shafron, yang diposting Selasa (8/9) dini hari. Dengan memajang foto Razman Arif saat diwawancarai wartawan di Mesjid Agung, ketika mengurusi masalah Gatot Pujo Nugroho, Shafron menulis “Wahai dikau Ali Makmur alias Jaganding, Nah itu pengacaramu Razman Arif sekelas ‘Pak Pos’, jika dikau keberatan dengan semua pernyataan saya bergabunglah kalian karena dikau juga diduga politisi ‘Pak Pos.’

Terkait hal itu, Razman Arif yang merupakan kuasa hukum pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati (Wabup) Madina, HM Yusuf Nasution dan Imron Lubis (BERHASIL) ini, menyatakan dirinya akan melaporkan masalah itu ke Mabes Polri atas dugaan pencemaran nama baik dan perbuatan tak menyenangkan.

“Kalau ada upaya-upaya hukum yang diajukan calon-calon lain, silahkan. Kita tunggu. Saya membela klien dalam frame hukum, bukan politis. Sekarang muncul upaya pencemaran nama baik, membuat perbuatan tak menyenangkan dan melakukan pelanggaran Informasi, Teknologi Elektronik (ITE). Shafron ini tinggal di Madina, salah satu mantan calon Wakil Bupati Madina yang dibatalkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), dia bersama pasangannya Ali Mutiara dari Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura).

Dia juga pernah caleg DPR RI, tapi gagal. Dan saat ini, mereka (Ali Mutiara-Shafron) sedang mengajukan gugatan ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTUN). Ini akan saya laporkan ke Mabes Polri, dan saya minta Mabes Polri segera tangkap dia. Kita masih mengumpulkan barang bukti dan akan secepatnya melapor,” ungkap Razman Arif didampingi pasangan calon Bupati-Wabup Madina, HM Yusuf Nasution-Imron Lubis dan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sibolga, Jamil Zebua Tumori, kepada wartawan di Medan, Selasa (8/9).

Dia merasa terhina atas ucapan Shafron di akun facebook pribadinya itu. “Saya merasa terhina dengan ucapan dia (Shafron, red) itu. Tidak ada yang boleh menyebut saya ‘Pak Pos. Meskipun dia tidak menuding saya, tapi dia menyebut saya,” katanya lagi.

Menurut pria berkacamata ini, Shafron telah melanggar pasal 27 ayat 3, UU ITE No.11 tahun 2008. “Itu bisa dihukum enam tahun penjara. Ini extra ordinary crime, dia pikir saya tidak baca. Tapi ini saya baca. Sudah saya komunikasikan dengan pimpinan Cyber Crime, dan saya akan segera serahkan barang bukti,” sebutnya.

Disinggung apakah ini hanya gertak sambal alias akan ada upaya damai nantinya dengan Shafron, Razman menegaskan, kasus ini harus diproses sampai tuntas secara hukum. “Tidak ada istilah damai, biar tahu dia,” tukasnya.

Terpisah, Shafron yang dikonfirmasi Waspada Online via telepon seluler, baik dengan layanan pesan singkat atau Short Message Service (SMS) maupun ditelepon secara langsung, terkesan bungkam dan enggan memberi jawaban.

Diketahui, pada postingan di dinding facebook atas nama Shafron tertulis “Wahai dikau Ali Makmur alias Jaganding, Nah itu pengacaramu Razman Arif sekelas ‘Pak Pos’, jika dikau keberatan dengan semua pernyataan saya bergabunglah kalian karena dikau juga diduga politisi ‘Pak Pos’..”.

Pada postingan itu ada 25 komentar dan enam like. Dari 25 komentar itu, lebih banyak yang mengkritik pernyataan Shafron. Seperti yang dikemukakan pemilik akun Madina Poetra Nasaktion.

“Utk abganda Shafron Shafron sudahilah perjuangan kotormu. Kl memang anda sudah tidak diterima BALON CABUP/CAWABUP kan masih ada waktu mencalon 5 tahun ke depan…!!”.
Pemilik akun Zuhrul menulis “Bang Shafron..jangan menjelekan reputasi sendiri…orang bisa membaca karakter seseorang dari cara penyusunan kata-kata..”.

Sementara pemilik akun Arya Bima berkomentar lebih pedas lagi. “Calon anggota dpr aja anda gak bisa, apalagi calon kepala daerah. Gak usah mimpi bung. Paling anda calon bayaran. Hihihi..”
Dari sejumlah komentar, ada juga yang mendukung pernyataan Shafron. Yaitu komentar dari pernyataan pemilik akun Dimas Yahya, “Sukses bg shafron”.

Sumber : waspada online

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • 13 Anak Punk Terjaring Razia

    13 Anak Punk Terjaring Razia

    • calendar_month Rabu, 22 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BINJAI- Dalam beberapa bulan terakhir, anak punk semakin menjamur di Kota Binjai. Untuk melakukan penertiban terhadap anak-anak punk itu, Pemerintah Kota (Pemko) Binjai, menggelar razia yang dilakukan langsung oleh Satuan Polsi Pamung Peraja (Sat Pol PP), Senin (20/2) pagi pukul 09.00 WIB. Dalam razia yang dilakukan itu, petugas Sat Pol PP mengamankan 13 anak punk […]

  • Mantan Kapolresta Menangis

    Mantan Kapolresta Menangis

    • calendar_month Kamis, 9 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIANTAR-Mantan Kapolresta Siantar AKBP Fatori SIK tak kuasa menahan tangis saat berpamitan dari seluruh perwira, bintara dan PNS di gerbang Mapolresta Pematang Siantar pukul 10.00 WIB, kemarin (8/12). Istrinya, Ny Fla Fatori yang mendampinginya di atas becak mesin dengan atap terbuka yang di tarik personel polisi keliling Mapolres juga meneteskan air mata haru. Acara pelepasan […]

  • Kasus Seleksi KPID: Somasi Kedua untuk Ketua Komisi A DPRD Sumut

    Kasus Seleksi KPID: Somasi Kedua untuk Ketua Komisi A DPRD Sumut

    • calendar_month Kamis, 17 Mar 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Mengenai kasus seleksi calon anggota KPID Sumut yang menuai kontroversi, delapan calon komisioner KPID Sumut periode 2021-2024 kembali mengajukan somasi untuk Ketua Komisi A DPRD melalui Kuasa Hukum Ranto Sibarani, SH. Ketua Komisi A Hendro Susanto diminta memberikan klarifikasi tentang mekanisme rapat pleno dengan memutuskan tujuh nama dalam rapat yang berlangsung […]

  • Pj Bupati Madina Harus Jeli

    Pj Bupati Madina Harus Jeli

    • calendar_month Senin, 13 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Pasca pengesahan perda tentang perampingan SKPD, tersiar kabar bakal diadakan mutasi besar-besaran oleh Pj Bupati Mandailing Natal (Madina) Aspan Sofian Batubara. Sejumlah tanggapan yang dihimpun wartawan dari lingkungan Pemkab Madina, mengharapkan mutasi dilaksanakan setelah pencairan dana anggaran triwulan IV tahun ini selesai. Sebab, apabila mutasi dilakukan sebelum pencairan anggaran triwulan IV selesai, dikhawatirkan akan […]

  • Karjani Dibacok Saat Mengantar Obat ke Orang Tuanya

    Karjani Dibacok Saat Mengantar Obat ke Orang Tuanya

    • calendar_month Rabu, 3 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Jenazah Karjani (45) berada di Ruang Jenazah Rumah Sakit Umum Daerah Panyabungan. Darwin (25) warga Desa Huta Tinggi, Kecamatan Panyabungan Timur, Kabupaten Mandailing Natal, nekad membacok pamannya, Karjani, dengan sebilah golok hingga tewas di tempat, Ahad (30/09/2012) sore. Karjani dibacok saat ia datang ke rumah orang tuanya untuk mengantarkan obat untuk orang tuanya yang sedang […]

  • KPPG Madina Foto Bersama Wakil Gubernur Sumatera Utara

    Pelecehan Seksual Marak, Ketua KPPG Apresiasi MPC PP Madina

    • calendar_month Minggu, 3 Okt 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pelecehan dan kekerasan seksual terhadap anak sedang marak di Madina (Mandailing Natal). Setidaknya dalam 2 bulan terakhir ada 5 kasus yang mencuat ke publik. Terbaru, pelecehan oleh salah satu sopir Aek Mais terhadap penumpang inisial YN pada Sabtu (25/9) lalu. Maraknya pelecehan seksual di Madina belakangan ini, terutama pelecehan terhadap anak, […]

expand_less