Selasa, 20 Okt 2026
light_mode

Pembangunan Minim, Pakantan Ancam Pindah ke Sumbar

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 14 Sep 2015
  • print Cetak

 

PAKANTAN (Mandailing Online) – Merasa dianak-tirikan Pemkab Mandailing Natal (Madina), warga Kecamatan Pakantan mengancam akan pindah ke Provinsi Sumatera Barat.

“Kalau Pemkab Madina dan Provinsi Sumatera Utara masih tetap tidak memperhatikan daerah Pakantan, kita berencana akan mengusulkaan  pindah ke Provinsi Sumatera Barat,” ujar Ketua Ikatan Keluarga Besar Pakantan (IKP) Kota Medan, Indra Surya Lubis, BA kepada wartawan  di Kotanopan, pekan lalu.

Dikatakannya, sejak berdirinya Kecamatan Pakantan, pembangunan yang dilakukan sangat minim, terutama sektor infrastruktur.  Kondisi Pakantan dari hari ke hari bukannya lebih baik, malahan sebaliknya tambah amburadul.

“Lihat saja bagaimana kondisi jalan ke daerah ini sangat memperihatinkan. Padahal, infrastruktur jalan modal utama peningkatan ekonomi warga,” ujarnya.

Saat ini tidak ada lagi yang dapat dibanggakan dari Pakantan. Dulu masih terkenal dengan budidaya pertaniannya, khususnya  kopi, namun sekarang nyaris tidak ada.

“Kalau dulu masa Kabupaten Tapanuli Selatan,  kopi dan sayuran masih mendominasi di wilayah ini, sekarang tidak ada lagi. Bagaimana warga akan menggalakkan pertanian sedangkan infrastruktur jalan ke daerah ini rusak parah, bahkan kalau musim penghujan selalu longsor,” ungkapnya.

“Dulu jalan sepanjang 12 kilo merer dari Muara Sipongi ke Pakantan selalu beraspal, tapi sekarang kondisinya tidak ubahnya kubangan kerbau, jangankan roda empat, roda dua saja sulit melewatinya.  Pembangunan  di kecamatan ini setelah kabupaten Mandailing Natal nyaris tidak ada. Akibatnya ekonomi warga jalan di tempat, padahal daerah ini terkenal dengan sumber daya alamnya. Daerah ini sangat cocok untuk  pengembangan pertanian. Kalau Pemkab Madina mau mengembangkan wilayah ini menjadi pertanian, saya yakin Pakantan akan menjadi ‘Brastagi-nya’ Madina,” ujarnya.

Sebagai tempat wadah persatuan warga Pakantan, IKP akan terus mendorong berbagai pihak untuk  memajukan ekonomi dan perbaikan infrastruktur di wilayah ini, terutama pihak pemerintah dan keluarga besar warga Pakantan yang ada di perantauan.

“Selama ini, kita merasa daerah Pakantan ini dianaktirikan, masalah jalan saja tidak tuntas sampai bertahun-tahun. Sedihnya lagi, kalau musim penghujan, daerah ini akan terosilir di sebabkan bandan jalan akan tertimbun tanah,” ungkap Indra.

Untuk itu, kata Indra pihak terkait dalam hal ini Pemkab Madina agar lebih serius memperhatikan daerah Pakantan. Pakantan adalah daerah tua, namun sangat disayangkan perkembangannya tidak seperti kecamatan baru lainnya. Secara georafis, daerah ini berbatasan dengan Sumatera Barat.

“Jadi kalau memang tidak ada perhatian Pemkab dan Provsu sangat memungkinkan untuk bergabung dengan Sumatera Barat. Masyarakat Pakantan sudah terlalu lama menunggu,” tegasnya.

Peliput : Lokot Husda Lubis

Editor  : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Reses di Hutabargot Lombang, Zubaidah: Saya Tidak Berjanji, tapi Akan Berusaha

    Reses di Hutabargot Lombang, Zubaidah: Saya Tidak Berjanji, tapi Akan Berusaha

    • calendar_month Rabu, 22 Des 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    HUTABARGOT (Mandailing Online) – Anggota DPRD Mandailing Natal (Madina) dari fraksi Partai Golkar Zubaidah Nasution melaksanakan reses I tahun sidang 2021-2022 di Hutabargot Lombang, Senin (20/12). Reses Ketua Komisi I DPRD ini mendapat sambutan yang positif dari masyarakat. Termasuk pihak kecamatan. Sekretaris Kecamatan Elvi Adila mengaku bangga dengan Zubaidah yang memilih Hutabargot Lombang sebagai tempat […]

  • Rachmawati Siapkan Buku “Dosa Politik Mega”

    Rachmawati Siapkan Buku “Dosa Politik Mega”

    • calendar_month Minggu, 6 Jul 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Ketua Dewan Pertimbangan Partai Nasdem Rachmawati Soekarnoputri sedang mempersiapkan sebuah buku kecil untuk diberikan kepada Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh. Dalam konteks Pilpres 2014, Rachma memiliki sikap yang berbeda dengan Surya Paloh. Tidak seperti Surya Paloh yang mendukung PDIP dan mendukung pencapresan Joko Widodo, Rachma memilih sebaliknya, tidak mendukung PDIP dan tidak mendukung pencalonan […]

  • STOP TAMBANG RAKYAT

    STOP TAMBANG RAKYAT

    • calendar_month Rabu, 6 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ketua DPC Peradi Tabagsel Padangsidimpuan, Ridwan Rangkuti SH MH menyatakan bahwa tambang rakyat di Huta bargot dan Naga Juang harus ditutup untuk menghindari korban nyawa yang lebih banyak di kemudian hari. Hal itu dikatakannya kepada Mandailing Online, Rabu (6/2) menyikapi peristiwa runtuhnya tambang batu emas di perbukitan Sarahan, Huta Bargot Julu, […]

  • Mendagri Terbitkan Surat Pemberhentian Bupati Madina

    Mendagri Terbitkan Surat Pemberhentian Bupati Madina

    • calendar_month Selasa, 13 Mei 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Menteri Dalam Negeri menerbitkan surat pemberhentian Bupati Mandailing Natal (Madina) Hidayat Batubara yang saat ini mendekam di penjara Tanjung Gusta, Medan. Surat Mendagri tersebut tertanggal 28 April 2014 dengan Nomor 131.12-1630 Tahun 2014. Surat Mendagri ini telah diterima oleh Ketua DPRD Madina, As Imran Khatamy Daulay dan Plt Bupati Madina Dahlan […]

  • Tangani Stunting, Atika Bentuk Dua Tim

    Tangani Stunting, Atika Bentuk Dua Tim

    • calendar_month Selasa, 19 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) –  Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution mengatakan pihaknya akan membentuk dua tim untuk menangani masalah stunting di Madina. Dua tim yang dibentuk akan bekerja dua arah, tetapi satu tujuan. “Dua arah satu tujuan itu, menyiapkan tim koreksi (data) dan tim penurunan stunting. Kemudian update, aksi kompetensi di […]

  • Peresmian transaksi uang kartal antar bank (tukab) di wilayah Sumatera Utara dan Aceh  tahap pertama di Indonesia

    Peresmian transaksi uang kartal antar bank (tukab) di wilayah Sumatera Utara dan Aceh tahap pertama di Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 11 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pada hari Rabu tanggal 8 Februari 2012 bertempat di Kantor Koordinator Bank Indonesia Sumatera Utara dan Aceh, telah dilakukan peresmian kegiatan Transaksi Uang Kartal Antar Bank (TUKAB) tahap pertama di Indonesia oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia Bapak Ronald Waas. Peresmian transaksi perdana ini merupakan yang pertama kalinya di Indonesia sekaligus sebagai proyek rintisan yang jika […]

expand_less