Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Mari Menghadirkan Pilkada Damai

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 30 Okt 2015
  • print Cetak

Calon Bupati Madina Drs. HM. Yusuf Nasution, M.Si dan Calon Bupati Madina Safaruddin Haji Lubis (Akong) foto bersama penuh keakraban dan bersahaja.

Dalam kurun waktu lebih 30 hari ke depan masyarakat Kabupaten Mandailing Natal akan dihadapkan pada perhelatan akbar pemilihan Kepala Daerah. Semua warga masyarakat di bumi Gordang Sambilan.

Madina tentulah mengharapkan agar proses pra dan pasca Pilkada ini berlangsung baik, lancar dan tertib. Pilkada ini diharapkan berlangsung secara damai dengan harapan hasil dari hajatan demokrasi ini meningkatkan ikatan solidaritas sosial seluruh warga Kabupaten Madina apa pun pilihan politiknya.

Hal ini sebagai ungkapan harapan kita agar siapa pun yang terpilih pada Pilkada ini memiliki wawasan pemikiran politik yang lebih dewasa bahwa ia menjadi pemimpin adalah untuk semua warga masyarakat dan tidak hanya terbatas pada kelompok yang diperkirakannya sebagai pendukungnya.

Hal yang juga tidak kalah penting adalah kesadaran untuk tidak mempertentangkan SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar Golongan). Karena mempertentangkan “issue etnisitas, sektarian, primordialisme, marga, ormas, suku” dan lainnya dalam Pilkada ini adalah sangat riskan dan berbahaya bagi demokrasi, dan jelas tidaklah menguntungkan karena paradigma pemikiran dalam pendirian bangsa Indonesia adalah oleh semua, dari semua dan untuk semua.

Sementara manakala masih ada yang membeda-bedakan berdasarkan latar belakang SARA maka cara berpikir yang demikian adalah suatu cara berpikir yang set-back atau kemunduran yang luar biasa.

Mari kita tepis segala sekat perbedaan yang ada diantara kita semua, yang berpotensi untuk memicu pertentangan dan pertikaian yang ada. Marilah kita cari bentuk persamaan yang mengikat. Kita harus memiliki komitmen yang sama untuk menciptakan Pilkada yang damai, berkwalitas dan bermartabat dengan senantiasa mengedepankan tali persaudaraan, kekeluargaan, kesantunan dan etika politik.

Kita juga harus saling mengingatkan untuk tetap pada “rule of game” (aturan main), dan menghindari segala bentuk provokasi, agitasi dan black compaign. Mari kita ciptakan Pilkada yang bersih, berkualitas, berintegritas, santun, damai, dan bermartabat serta siap kalah-siap menang.

Tidak ada “lawan” dalam politik, yang ada adalah “saudara” yang berbeda pendapat. Pilihan Boleh Beda, Ukhuwah Harus Tetap Terjaga.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • PELESTARIAN WARISAN BUDAYA MANDAILING (2)

    PELESTARIAN WARISAN BUDAYA MANDAILING (2)

    • calendar_month Senin, 12 Mei 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Z Pengaduan Lubis Demikianlah keberadaannya adat-istiadat dalam kehidupan masyarakat Mandailing sejak pra-kolonial sampai sekarang. Dan untuk membuat aktifitas kehidupan masyarakat berjalan teratur seperti yang dikehendaki oleh adat sebagai penjelmaan olong (cinta dan kasih sayang), maka pada masa lalu di setiap komunis huta terdapat satu lembaga yang menjalankan pemerintahan. Dalam lembaga pemerintahan tersebut duduk tokoh-tokoh […]

  • Gagalnya Revisi UU ITE

    Gagalnya Revisi UU ITE

    • calendar_month Kamis, 25 Mar 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Susi Ummu Ameera Pegiat literasi tinggal di Medan “Iklim demokrasi pasti mati” begitulah ungkapan Muslim Arbi sebagai pengamat sosial politik dalam menanggapi hasil survey Indikator Politik Indonesia yang memperlihatkan bahwa 53,7 persen anak muda setuju UU ITE direvisi. Ungkapan seperti ini adalah wajar. Kita bisa melihat semakin banyak masalah yang muncul dan demokrasi tidak […]

  • Ikan Mera atau Ikan Jurung " ikan keramat yang menjadi ikon wisata desa " ditemukan mati mengambang mendadak.

    Lubuk Larangan Anak Yatim Berduka, Puluhan Ikan Jurung Mati Diduga Akibat Tambang Emas Ilegal di Aek Tambangan

    • calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN, Mandailing Online– Lubuk Larangan Anak Yatim di Desa Tambangan Jae, Kecamatan Tambangan, Mandailing Natal, berduka. Mulai Selasa (15/9) hingga Jumat (18/9/2026), sebanyak 34 ekor Ikan Mera atau Ikan Jurung ” ikan keramat yang menjadi ikon wisata desa ” ditemukan mati mengambang mendadak. Hanya pada Jumat siang ini saja, lebih dari 12 ekor mati sekaligus. Kematian […]

  • Batang Natal Butuh Infrastruktur Jalan

    Batang Natal Butuh Infrastruktur Jalan

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      BATANG NATAL (Mandailing Online) –  Persoalan infrastruktur jalan dan air bersih menjadi poin paling penting bagi  masyarakat 3 desa di Batang Natal, Mandailing Natal (madina), yakni Desa Desa Aek Holbung, Lubuk Bondar dan Hadangkahan. Aspirasi ini tercuat dalam satu kegiatan reses anggota DPRD Madina Yasir Nasution, beberapa waktu yang lalu. Reses ini dihadiri  oleh ratusan […]

  • Forwakot Gelar Diskusi Dampak Pergaulan Bebas

    Forwakot Gelar Diskusi Dampak Pergaulan Bebas

    • calendar_month Selasa, 11 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online )- Forum Wartawan Kota (Forwakot) Panyabungan menggelar serial diskusi bertema Dampak Pergaulan Bebas dan Pencegahannya di Taman Kota Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal, Selasa (11/7) siang. Hadir sebagai narasumber Efrida Nasution ,SP Kabid Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak Dinas Sosial Pemerintahan Kabupaten Mandailing Natal dan Ust Raja Ritonga, Lc., MA Pemerhati Sosial […]

  • Pemkab Madina Masih Lemah Mengatasi Carut Marut Investasi

    Pemkab Madina Masih Lemah Mengatasi Carut Marut Investasi

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Di Mandailing natal (Madina) masih banyak perusahaan perkebunan yang belum memenuhi kewajibannya untuk membangun kebun plasma bagi masyarakat sekitar. Gambaran ini dinilai akibat lemahnya pemerintah daerah melakukan pembenahan di sektor investasi. Kelemahan pemerintah daerah dalam memberikan keamanan berinvestasi di Madina juga bisa dilihat dari munculnya berbagai bentuk potensi gangguan sosial […]

expand_less