Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Bulung Gadung Naiduda Goreng dari Mandailing Malaysia (bagian 1)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 22 Des 2016
  • print Cetak

bulung gadung naiduda goreng

bulung gadung naiduda goreng

Oleh : Dahlan Batubara

 

Menu bulung gadung naiduda (daun ubi tumbuk) termasuk satu dari sekian ragam gulai khas Mandailing. Satu etnis yang bermukim di kawasan selatan Sumatera Utara.

Bulung gadung naiduda ini dimasak memakai santan kelapa dan biasanya ditambah dengan perancah berupa udang kering atau ikan asin atau ikan salai.

Tetapi apakah Anda pernah mencicipi bulung gadung naiduda goreng? Yaitu bulung gadung naiduda yang digoreng pakai minyak goreng, bukan digulai pakai santan.

Bulung gadung naiduda goreng ini belum pernah saya temukan di Tanah Mandailing. Saya mencicipinya justru di Negeri Sembilan, Malaysia tahun 2015 lalu ketika kunjungan kali kedua saya ke Tanah Semenanjung itu. Tepatnya di rumah Saudara Ramli Bin Abdul Karim Hasibuan di kawasan Nilai, Negeri Sembilan.

Yang menggorengnya adalah istri beliau, dan disajikan ketika kami makan siang. Di saat makan siang itu, Ramli menjelaskan bahwa bulung gadung naiduda goreng itu hasil inovasi kaum Mandailing di Malaysia, termasuk dari kampung Kerangai, Jelebu,  kampung kelahiran Ramli, suatu perkampungan etnis Mandailing yang hingga kini penduduknya masih berbahasa Mandailing dalam percakapan sehari-hari.

Gulai bulung gadung naiduda sejak dahulu kala memang tetap menjadi masakan khas kaum Mandailing di Kampung Kerangai dan beberapa perkampungan kaum Mandailing lainnya di kawasan itu yang tidak punah, sejak kaum itu hijirah dari Perak. Masakan khas itu dibawa dari tanah leluhur Mandailing ketika migrasi terjadi dari Tanah Mandailing di Sumatera ke Tanah Semenanjung pada era 1800-an.

Seperti bahasa sehari-hari yang tetap mempertahankan “saro Mandailing”, penduduk di Kampung Kerangai dan beberapa perkampungan Mandailing lainnya juga tetap mempertahankan bulung gadung naiduda sebagai masakan khas.

Bahkan, komintmen dalam mempertahankan budaya itu, termasuk kekhasan kulinernya melahirkan satu inovasi baru, yakni bulung gadung naiduda goreng. Suatu semangat kemandailingan yang tidak pudar meski telah dibelah oleh geopolitik yang memisahkan kaum Mandailing yang bermukim di Tanah Semenanjung (kini bernama Malaysia) dengan Tanah Leluhur Mandailing, Sumatera (kini masuk dalam wilayah Indonesia). 

Inovasi dalam jenis masakan bulung gadung naiduda gulai kepada bulung gadung naiduda goreng itu memperlihatkan betapa darah Mandailing yang mengalir di tubuh kaum Mandailing di negeri jiran itu tetap eksis dan mendarahdaging. Meski mereka yang saat ini hidup di sana merupakan generasi ke-4 dan ke-5, tetapi bahasa sehari-hari dan khas kuliner bulung gadung naiduda tak berbeda dengan saudara samara mereka yang tinggal di Tanah Mandailing, Sumatera. (bersambung)

 

 

 

 

 

 

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • UU 23 Tahun 2014 Mulai Menimbulkan Masalah di Sektor Investasi

    UU 23 Tahun 2014 Mulai Menimbulkan Masalah di Sektor Investasi

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kelambanan penerbitan Peratutan Pemerintah untuk pelaksanaan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, mulai menimbulkan masalah, terutama terkendalanya penerbitan dan perpanjangan izin-izin terkait investasi di bidang kelautan, kehutanan serta energi dan sumber daya mineral. Itu diungkapkan tokoh masyarakat Pantai Barat Mandailing Natal, Ir.Ali Mutiara Rangkuti kepada wartawan, Selasa (07/07). […]

  • Marching Band SMAN 1 Kotanopan Wakili Madina ke Medan

    Marching Band SMAN 1 Kotanopan Wakili Madina ke Medan

    • calendar_month Rabu, 2 Sep 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KOTANOPAN (Mandailing Online) – SMA Negeri 1 Kotanopan mewakili Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mengikuti kejuraan Marching Band Raja Majestic Champhionship III se-Sumatera yang akan berlangsung tanggal 5 hingga 6 September 2015 di Universitas Negeri Medan (Unimed). Marching Band SMA Negeri 1 Kotanopan tahun lalu berhasil meraih prestasi sebagai juara umum dalam divisi forte dalam kejuaraan […]

  • Unjukrasa 22 Mei, Korban Tewas Akibat Tembakan Peluru

    Unjukrasa 22 Mei, Korban Tewas Akibat Tembakan Peluru

    • calendar_month Rabu, 22 Mei 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      JAKARTA (Mandailing Online) – Hingga pukul 10.41 WIB, Rabu dini hari (22/5/2019),  enam orang dinyatakan meninggal dunia dalam aksi 22 Mei di Tanah Abang, buntut aksi demonstrasi di depan Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Jakarta. Setidaknya salah satu korban dikonfirmasi tewas akibat tembakan peluru. Belasan lainnya terluka. Direktur Rumah Sakit Budi Kemuliaan, Fahrul W Arbi, […]

  • Pembangunan 8 Rumah Terbakar di  Ujung Marisi Tahap Pengerjaan

    Pembangunan 8 Rumah Terbakar di Ujung Marisi Tahap Pengerjaan

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      KOTANOPAN (Mandailing Online) – Pembangunan 8 unit rumah yang habis terbakar di Desa Ujung Marisi, Kecamatan Kotanopan, Mandailing Natal (Madina) sedang tahap pengerjaan. Saat ini, keluarga korban kebakaran dan warga serta tukang sedang bahu membahu menyiapkan rumah tersebut dalam beberapa minggu kedepan. Pantuan di lapangan, hampir semua pertapakan rumah sudah selesai dikerjakan. Sebagian lagi […]

  • Kriminalitas Meningkat, Ini Faktor Penyebabnya Versi IPW

    Kriminalitas Meningkat, Ini Faktor Penyebabnya Versi IPW

    • calendar_month Selasa, 14 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA –- Tindak kejahatan kian marak akhir-akhir ini. Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane, mengungkapkan ada sejumlah faktor yang membuat angka kriminalitas semakin merajalela. Menurut Neta, menghilangnya patroli polisi, baik menggunakan mobil maupun motor, menjadi penyebab utamanya. Padahal, jelas dia, jika patroli tersebut rutin dilakukan petugas kepolisian, maka pelaku kejahatan akan berpikir […]

  • Supangat Dipukul Preman di Markas Polres Madina

    Supangat Dipukul Preman di Markas Polres Madina

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Penganiayaan terjadi di markas Polres Mandailing Natal (Madina) pada Sabtu malam (2/5/2020) lalu. Supangat (55) warga Sinunukan Kecamatan Batahan dianiaya oleh Isman warga Batahan. Sebelum kejadian, Supangat beserta sejumlah pengurus Koperasi Sawit Murni lainnya di Kecamatan Batahan melaporkan kasus pencurian yang dilakukan beberapa orang yang diduga dari kelompok Tarman Tanjung pada […]

expand_less