Sabtu, 6 Jun 2026
light_mode

Tradisi Marturi Nyaris Punah

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 9 Mei 2017
  • print Cetak

 

Askolani Nasution

Tradisi Marturi, sebagai salah satu sastra lisan Mandailing, sudah nyaris punah. Itu terjadi akibat minimnya regenerasi dalam tradisi Marturi.

Hal itu diungkap budayawan Mandailing, Askolani Nasution di Panyabungan, Mandailing Natal usai mendampingi tim peneliti dari Pusat Pengembangan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kamis (4/5/2017).

Padahal, menurutnya, hanya melalui tradisi Marturi berbagai kaidah dan etika kebudayaan Mandailing diturunkan secara lisan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Apalagi karena kebudayaan Mandailing adalah kebudayaan yang menjadikan Aksara Tulak-Tulak sebagai sarana untuk bercerita. Karena itu banyak entitas Mandailing yang tidak terwariskan secara benar.

Askolani juga menjelaskan tentang ungut-ungut sebagai sajak yang dilagukan, semacam musikalisasi puisi.

“Jadi jauh sebelum musikalisasi puisi dikenal secara modern, kebudayaan Mandailing sudah memiliki tradisi itu,” ujarnya.

Ungut-ungut selain merupakan ekspresi perasaan, juga keterampilan menggunakan persajakan dan ritme yang memiliki nilai estetika yang luar biasa.

Tim peneliti dari Pusat Pengembangan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan hari ini, Kamis (4/5) melalukan penelitian tentang tradisi sastra lisan dalam kebudayaan Mandailing. Dua orang peneliti tersebut didampingi oleh Hasan Al-Banna dari Balai Bahasa Medan dan beberapa pendamping mahasiswa peneliti lain. Mereka diterima oleh H. Baginda Kari Manonga dari Panyabungan dan Askolani Nasution.

H. Baginda Kari Manonga menjelaskan berbagai hal mengenai tradisi lisan dalam prosesi Marhata-hata dalam kebudayaan Mandailing. Bahwa dalam Marhata-hata yang digunakan adalah tataran paling halus dalam ragam bahasa Mandailing, yakni ragam bahasa Adat. Ragam bahasa lainnya adalah ragam Somal, ragam Andung, ragam Bura, dan ragam Parkapur. Disebutkan bahwa masing-masing ragam itu menggunakan pilihan kata (diksi) yang berbeda.

Hasan Al-Banna, dari Balai Bahasa Medan membantu menerjemahkan berbagai idiomatik kebudayaan Mandailing dalam konsep ilmu sastra dan bahasa. Beliau memang selain sebagai peneliti bahasa, juga dikenal sebagai sastrawan muda Indonesia yang selalu menguatkan kebudayaan Mandailing dalam berbagai kesempatan.

Dengan penelitian bahasa ini setidaknya kita berharap agar kebudayaan sastra lisan Mandailing dapat dikembangkan. Selain untuk menghindari kepunahan, juga untuk menguatkan kebudayaan Mandailing dalam berbagai dimensi keilmuan. Dalam konteks seperti itu, pemerintah daerah seharusnya juga tampak perannya.

 

Editor        : Dahlan Batubara

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anggota DPRD Binjai Diisukan Hamili Gadis Tionghoa

    Anggota DPRD Binjai Diisukan Hamili Gadis Tionghoa

    • calendar_month Selasa, 16 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BINJAI- Sepekan terakhir, Anggota DPRD Binjai berinsial MM diterpa kabar tak sedap. MM diisukan berhubungan dengan gadis berdarah tionghoa hingga hamil 4 bulan. Namun, MM yang merasa tidak pernah melakukan perbuatan tersebut kepada wartawan koran ini, Minggu (14/11) di kantor advokad Surya Keadilan, Jalan Kawi Kecamatan Medan Area, membantah kabar itu. Lebih jauh dijelaskan MM […]

  • Desa Sikara-Kara Banjir Terparah di Natal

    Desa Sikara-Kara Banjir Terparah di Natal

    • calendar_month Sabtu, 13 Okt 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      NATAL (Mandailing Online) – Desa Sikara-kara IV diperkirakan sebagai banjir terparah di Kecamatan Natal, Mandailing Natal. Desa yang diapit dua sungai besar dan dihuni sekitar 400-an kepala keluarga ini terendam banjir dengan ketinggian sekitar dada orang dewasa. Akses jalan terputus total. Warga minta untuk dievakuasi dan kiriman bantuan pangan segera. Kawasan desa ini digenangi […]

  • Dishub razia 12 Jembatan Timbang

    Dishub razia 12 Jembatan Timbang

    • calendar_month Minggu, 8 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Jajaran Dinas Perhubungan Sumatera Utara melakukan razia besar-besaran di 12 jembatan timbang di Sumut, terhadap truk dan angkutan barang yang melebihi tonase. Untuk pengusaha dan para supir dalam beberapa hari belakangan ini sudah disebarkan surat pemberitahuan agar mematuhi peraturan yang berlaku. Razia itu akan terus dilakukan dalam tiga bulan sekali. Kadis Perhubungan Sumut […]

  • Realisasi PBB Masih 40 Persen

    Realisasi PBB Masih 40 Persen

    • calendar_month Selasa, 18 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Capaian realisasi penerimaan PBB P2 di Kabupaten Mandailing Natal untuk tahun 2012 hanya berkisar 40 persen, dengan potensi terget sebesar 1 milyar rupiah. Posisi itu juga sama di tahun 2011. Rendahnya capaian realisasi tersebut akibat nama wajib pajak tidak sesuai dengan objek pajak. Itu terjadi akibat belum ada pemutakhiran data pada […]

  • Pemkab Madina Pastikan Kedatangan Jokowi

    Pemkab Madina Pastikan Kedatangan Jokowi

    • calendar_month Kamis, 16 Mar 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Jika tak aral melintang, Presiden Jokowi dipastikan tiba di Mandailing Natal (Madina) pada tanggal 24 Maret 2017. Dan dijadwal menginap 1 malam di pondok Pesantren Musthofawiyah Purba Baru. Demikian rilis Bagian Humas Pemkab Madina, Rabu yang dilansir di laman facebook Humas Setdakab Mandailing Natal. Kepastian kunjungan presiden itu berdasar hasil pertemuan […]

  • Huzein Nasution Mundur Dari DPRD Madina

    Huzein Nasution Mundur Dari DPRD Madina

    • calendar_month Rabu, 26 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pergantian antar waktu (PAW) terjadi di tubuh DPRD Mandailing Natal (Madina) pada keanggotaan Partai Persatuan Pembangunan, Rabu (25/6/2013). H.Ahmad Huzein Nasution resmi melepaskan status keanggotaan legislatifnya dan menyerahkannya kepada rekan separtainya, Muhammad Irwansyah Lubis SH. Keduanya berasal dari Daerah Pemilihan Madina I. Pelakasanaan PAW sekaligus pelantikan itu melalui rapat paripurna khusus […]

expand_less