Rabu, 22 Apr 2026
light_mode

Pembahasan APBD Madina Diprediksi Lawak-Lawak

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 20 Des 2017
  • print Cetak

Latif Lubis

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pembahasan Rancangan APBD 2018 di DPRD Mandailing Natal diprediksi bakal menjadi pembahasan lawak-lawak.

Pasalnya, jadwal yang ditetapkan pihak DPRD terlalu singkat, yakni antara tanggal 21 hingga 29 Desember 2017.

“Waktu sesingkat itu akan sulit bagi anggota DPRD mencerna dan menganalisa ratusan program pemerintah daerah yang dianggarkan di RAPBD,” sebut  Latif Lubis, pamerhati pemerintahan kepada Mandailing Online di Panyabungan, Rabu (20/12/2017).

Latif menyatakan, jika pembahasan RAPBD sesingkat itu maka rata-rata IQ anggota DPRD Madina sudah di atas IQ Albert Einstein seorang ilmuwan fisika teoretis yang dipandang luas sebagai ilmuwan terbesar dalam abad ke-20.

“Untuk membaca buku RAPBD yang super tebal itu saja sulit menuntaskannya seminggu, konon lagi harus melakukan analisa, kajian dan mencermati item per item semua poin-poin program di dalam buku RAPBD, apa cukup seminggu?,” kata Latif nada bertanya.

Oleh karena itu, menurutnya, jika pembahasan sesingkat itu  dipaksakan juga, maka diyakini pembahasan tak akan berkualitas alias lawak-lawak.

“Kita berharap anggota DPRD Madina tak main-main terhadap nasib Mandailing Natal,” katanya.

Rentang tanggal 21 hingga 29 atau hanya 9 hari itu pun tak sepenuhnya menguliti item per item isi buku RAPBD.

Hari pertama atau tanggal 21, agenda yang dijadwalkan hanya penyampaian nota pengantar dari bupati, itu pagi hari, lalu siang harinya dilanjutkan dengan agenda tanggapan fraksi.

Hari kedua tanggal 22, agendanya  jawaban bupati terhadap padangan fraksi, lalu pandangan umum fraksi, lalu penyerahan buku RAPBD.

Lalu masih di tanggal 22 itu hingga tanggal 23 agendanya rapat-rapat di tingkat komisi. “Ini bisa tak mungkin 2 hari, sebab tanggal 22 itu dimungkinkan anggota DPRD sudah lelah mengukuti agenda paripurna jawaban bupati dan pandangan fraksi. Jadi, kemunkinan efektifnya hanya satu hari di tanggal 23 itu,” ujar Latif.

Kemudian, tanggal 27 hingga 28 agenda rapat-rapat Badan Anggaran sekaligus agenda Singkronisasi Rapat dan Pembuatan Laporan Badan Anggaran.

Lalu pada tanggal 29 agenda paripurna Pengambilan Keputusan terhadap RAPBD.

Berdasar jadwal itu, agenda pengkajian item-item program di buku RAPBD hanya sekitar  2 hingga 3 hari. “Itu artinya DPRD hanya membahas anggaran pembangunan Madina tahun 2018 selama 2 atau 3 hari saja. Apakah itu efektif? Mari bertanya pada rumput yang bergoyang,” kata Latif.

Peliput : Dahlan Batubara

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terisolir, Kaum Ibu Desa Batahan Hanya Dua kali Setahun Melihat Pasar

    Terisolir, Kaum Ibu Desa Batahan Hanya Dua kali Setahun Melihat Pasar

    • calendar_month Jumat, 9 Mei 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KOTANOPAN (Mandailing Online) – Berkunjung ke pasar Kotanopan bagi kaum ibu di Desa Batahan Kecamatan Kotanopan, Mandailing Natal (Madina) adalah kesempatan langka. Pasalnya angkutan umum hanya sekali dalam seminggu mesuk ke desa ini kaibat parahnya infrastruktur jalan. Perongkosan pun sangat mahal, 50.000 rupiah per orang. Ditengah kemiskinan, uang 50.000 adalah nilai yang sangat mahal sehingga […]

  • Bupati Madina Serahkan Urusan Penonaktifan ke Menteri

    Bupati Madina Serahkan Urusan Penonaktifan ke Menteri

    • calendar_month Rabu, 25 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    MEDAN, – Bupati Mandailing Natal Muhammad Hidayat Batubara menyerahkan urusan penonaktifannya sebagai kepala daerah pada pemerintah pusat. Pernyataan ini disampaikan Hidayat usai menjadi saksi kasus suap dengan terdakwa PT Bumi Lestari Surung Panjaitan di Pengadilan Tipikor Medan, Rabu (25/9/2013). Selama kurang lebih tiga jam. Namun ia tetap kukuh menyatakan, uang Rp 1 miliar dari Surung […]

  • Polres Madina Amankan 7.500 Pohon Ganja Siap Panen

    Polres Madina Amankan 7.500 Pohon Ganja Siap Panen

    • calendar_month Senin, 16 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    40 anggota Polres Mandailing Natal (Madina) foto bersama di lokasi ladang ganja di Tor Sihite, Desa Rao-rao, Kecamatan Tambangan, Kabupaten Madina. Kapolres Madina melalui Wakapolres Kompol Hariyamoko didampingi Kasat Narkoba AKP Hendra dan Kabag Ops Kompol Syarifuddin Lubis di Mapolres Madina, Panyabungan, Sabtu (14/01/2012) menjelaskan, pihaknya kembali menemukan 7.500 batang ganja siap panen di atas […]

  • Putusan MK: PSU di 3 TPS Pilkada Madina

    Putusan MK: PSU di 3 TPS Pilkada Madina

    • calendar_month Senin, 22 Mar 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Mahkamah Konstitusi memerintahkan pemungutan suara ulang (PSU) pada 3 TPS di Mandailing Natal. TPS itu yakni TPS 1 Desa Bondar Panjang Tuo Kecamatan Muarasipongi. Kemudian TPS 1 dan 2 di Desa Kampung Baru Kecamatan Panyabungan Utara. Putusan itu dibacakan Ketua MK, Anwar Usman, Senin (22/3/2021) pada sidang pembacaan putusan sengketa Pilkada. […]

  • Perjuangkan Penciutan Lahan Sorikmas Mining

    Perjuangkan Penciutan Lahan Sorikmas Mining

    • calendar_month Kamis, 4 Apr 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Muspida dan Rakyat Naga Juang Sepakat Mengajukan ke Jakarta PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pertemuan warga Naga Juang dengan muspida Mandailing Natal (Madina), Kamis (4/4/2013) menghasilkan kesepakatan bahwa muspida bersama warga akan memperjungkan penciutan luas wilayah kontrak karya PT.Sorikmas Mining, terutama kawasan bukit Sambung. Demikian dinyatakan salah satu perwakilan warga Naga Juang, Oslan Simangunsong menjawab wartawan […]

  • Mutasi Pejabat Pemkab Madina Dinilai Berbau Politis

    Mutasi Pejabat Pemkab Madina Dinilai Berbau Politis

    • calendar_month Selasa, 29 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Mutasi pejabat struktural di lingkungan Pemkab Mandailing Natal (Madina) oleh Bupati Madina Aspan Sopian Batubara yang telah berlangsung beberapa kali menimbulkan persepsi negatif dan kontroversial di tengah masyarakat Madina. Reaksi keras datang dari beberapa elemen mahasiswa dan pemuda Madina menyikapi mutasi ini. “Kita mengecam pelaksanaan Mutasi ini karena menurut penilaian kita mutasi yang telah […]

expand_less