Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode

Pengangguran di Indonesia 8,59 juta

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 9 Des 2010
  • print Cetak


KUPANG : Pengangguran di Indonesia mencapai 8,59 juta orang atau 7,41 persen dari total angkatan kerja yang kini mencapai sekitar 116,5 juta orang, kata Staf Khusus Menteri Tenaga Kerja, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Anton Doni Dihen.

Menurut Anton, di Kupang, Rabu 8 Desember 2010, secara nasional jumlah angkatan kerja di Indonesia pada Agustus 2010 mencapai 116,5 juta orang atau bertambah sekitar 530 ribu orang dibanding angkatan kerja Februari 2010 sebesar 116,0 juta orang atau bertambah 2,7 juta orang dibanding Agustus 2009 sebesar 113,8 juta orang.

“Jumlah penduduk yang bekerja di Indonesia pada Agustus 2010 mencapai 108,2 juta orang, bertambah sekitar 800 ribu orang dibanding keadaan pada Februari 2010 sebesar 107,4 juta orang atau bertambah 3,3 juta orang dibanding keadaan Agustus 2009 sebesar 104,9 juta orang,” katanya ketika tampil sebagai pembicara pada Seminar Nasional dan “Workshop Link And Match” di Aula Utama Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang.

Khusus Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Indonesia pada Agustus 2010 mencapai 7,14 persen atau mengalami penurunan dibanding TPT Februari 2010 sebesar 7,41 persen dan TPT Agustus 2009 sebesar 7,87 persen.

Ia mengatakan setahun terakhir (September 2009-Agustus 2010), hampir semua sektor mengalami kenaikan jumlah pekerja, kecuali Sektor Pertanian dan Sektor Transportasi, Pergudangan dan Komunikasi, masing-masing mengalami penurunan jumlah pekerja sekitar 117 ribu orang atau 0,28 persen dan 500 ribu orang atau 8,16 persen.

Sektor Pertanian, Perdagangan, Jasa Kemasyarakatan dan Sektor Industri secara berurutan menjadi penyumbang terbesar penyerapan tenaga kerja pada bulan Agustus 2010.

Pada Agustus 2010, jumlah penduduk yang bekerja sebagai buruh/karyawan sebesar 32,5 juta orang atau 30,05 persen, berusaha dibantu buruh tidak tetap sebesar 21,7 juta orang atau 20,04 persen dan berusaha sendiri sejumlah 21,0 juta orang atau 19,44 persen.

Berdasarkan jumlah jam kerja pada Agustus 2010, sebesar 74,9 juta orang (69,25 persen) bekerja diatas 35 jam perminggu, sedangkan pekerja dengan jumlah jam kerja kurang dari delapan jam hanya sekitar 1,2 juta orang atau 1,11 persen.

Pada Agustus 2010, pekerja pada jenjang pendidikan SD ke bawah masih tetap mendominasi yaitu sekitar 54,5 juta orang (50,38 persen), sedangkan pekerja dengan pendidikan Diploma sekitar 3,0 juta orang atau 2,79 persen dan pekerja dengan pendidikan Sarjana hanya sebesar 5,2 juta orang atau 4,85 persen.

“Harus diakui angkatan kerja tersebut didominasi lulusan sekolah dasar (SD) sebanyak 57,44 juta orang atau sekitar 49,42 persen dan sisanya adalah angkatan kerja lulusan SMA, Diploma dan Perguruan Tinggi,” kata mantan Ketua Pengurus Pusat PMKRI ini.

Ia mengatakan tinggi angka angka pengangguran ini dapat dilihat dan dibandingkan apabila terdapat sepuluh orang pencari kerja, sementara lowongan pekerjaan yang tersedia hanya tiga, dan dari tiga hanya dua yang bisa diisi. Satu lowongan lagi tidak bisa dipenuhi karena si pelamar tidak memiliki keterampilan.

Alumni Fakultas Peternakan Undana Kupang ini membandingkan dari segi persaingan internasional hasil survei “World Economic Forum 2010” menunjukkan Indonesia berada pada peringkat 54 dari 133 negara yang disurvei dalam urusan ketenagakerjaan.

“Dibanding dengan negara tetangga seperti Singapura yang menempati peringkat ketiga, Malaysia ke-24, Brunei Darussalam ke-32 dan Thailand ke-36, sehingga kondisi ketenagakerjaan di Indonesia sangat parah,” katanya.

Salah satu upaya untuk mengatasi hal ini adalah terus menerus melakukan dan memperbaiki “Link and Match” atau keterpaduan dan kesepadanan antara dunia pendidikan dan lapangan pekerjaan yang tersedia, sehingga setelah menamatkan pendidikan, tidak lagi bingung untuk mendapatkan pekerjaan.

“Perlu ada hubungan keterpaduan dan kesepadanan antara lapangan pekerjaan dan dunia pendidikan, sehingga dapat mengurangi angka pengangguran bagi angkatan kerja yang telah menamatkan pendidikan,” katanya.

Untuk itulah, Seminar Nasional dan Workshop dengan topik “Our Skill and Our Future” ini digelar sebagai untuk mencari solusi tambahan selain “Link and Match” itu.

Pemateri lain yang hadir dalam seminar nasional yang dibuka oleh Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur Esthon Foenay, adalah Sekretaris Dirjen Ketenagakerjaan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dr Reyna Usman, Pakar Ketenagakerjaan dari Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Prof Slamet, Pembantu Rektor I Undana Kupang David Pandie dan ratusan peserta adri berbagai elemen kelompok masyarakat di NTT.(an)
Sumber : Eksposnews

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubsu Minta Saipullah Kembangkan Madina Berdasar Potensi Unggulan

    Gubsu Minta Saipullah Kembangkan Madina Berdasar Potensi Unggulan

    • calendar_month Jumat, 21 Mar 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution berharap Bupati Madina Saipullah Nasution serius mengembangkan daerah berdasarkan potensi unggulan. Itu ditekankan Bobby usai melantik dan mengambil sumpah jabatan Saipullah Nasution – Atika Azmi Utammi Nasution menjadi Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Mandailing Natal Priode 2025-2030, Jum’at (21/3), di aula Raja Inal Siregar, Medan […]

  • DPRD Pertanyakan Dana Kesehatan Warga Miskin 5 Milyar

    DPRD Pertanyakan Dana Kesehatan Warga Miskin 5 Milyar

    • calendar_month Jumat, 4 Jan 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kebijakan Pemkab Mandailing Natal (Madina) meningkatkan alokasi anggaran kesehatan untuk warga miskin menjadi 5 Milyar Rupiah, mulai dipertanyakan pihak DPRD Madina. Peningkatan anggaran kesehatan untuk warga miskin ini merupakan implementasi visi misi Hidayat-Dahlan dalam hal kesehatan gratis di Kabupaten Mandailing Natal yang secara teknis diterapkan dengan sistem Jaminan Kesehatan Daerah atau […]

  • Nyawanya Terancam, Shafron Adukan Evaline Sago

    Nyawanya Terancam, Shafron Adukan Evaline Sago

    • calendar_month Jumat, 22 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        MEDAN (Mandailing Online) – Tokoh Pantai Barat Madina, Shafron mengadukan anggota DPRD Madina, Evaline Sago ke Poldasu. Pengaduan berlangsung Kamis (21/11/2019) di ruang Sentra Layanan Kepolisian Terpadu Polda Sumatera Utara. Pengaduan ini dilakukan Shafron karena dia merasa akan dibunuh oleh putri pengusaha sawit Ignasius Sago itu. “Saya mengartikan kalimat Eveline Sago ‘shafron selesai […]

  • Ketua DPRD dituding berbohong

    Ketua DPRD dituding berbohong

    • calendar_month Sabtu, 27 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PADANGSIDIMPUAN – Ketua DPRD Padangsidimpuan, Aswar Syamsi, dituding melakukan pembohongan publik, karena menyebut isi surat mosi tidak percaya yang dilayangkan 15 anggota dewan sebagai fitnah. “Tidak ada fitnah dalam mosi tidak percaya kami kepada Ketua DPRD, ” kata Ketua Fraksi Gabungan Karya Bersatu, Erwin Nasution, pagi ini. Erwin merupakan seorang dari 15 anggota dewan yang […]

  • Bukti PT SMGP Tidak Peduli dengan Kehidupan Masyarakat

    Bukti PT SMGP Tidak Peduli dengan Kehidupan Masyarakat

    • calendar_month Senin, 7 Mar 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kejadian berulang terlepasnya gas beracun milik PT SMGP sehingga menyebabkan warga di sekitar WKP jadi korban adalah bukti perusahaan panas bumi itu tidak peduli dengan kehidupan masyarakat. Hal itu disampaikan anggota DPRD Mandailing Natal (Madina) dari fraksi Partai Golkar Arsidin Batubara menanggapi adanya lebih dari 50 orang terpapar gas beracun yang […]

  • PT Sorikmas Mining Berikan Beasiswa
    Tak Berkategori

    PT Sorikmas Mining Berikan Beasiswa

    • calendar_month Senin, 8 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    PT Sorikmas Mining Berikan Beasiswa Mahasiswa-mahasiswi Kabupaten Mandailing Natal yang berprestasi mendapat beasiswa dari PT Sorikmas Mining. Beasiswa ini merupakan bukti kepedulian PT Sorikmas Mining terhadap peningkatan mutu pendidikan di Kab. Madina, khususnya di daerah lingkar tambang. Bantuan beasiswa diserahkan langsung kepada para 5 mahasiswa/i berprestasi di Panyabungan, Rabu (4/7).

expand_less