Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Pengangguran di Indonesia 8,59 juta

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 9 Des 2010
  • print Cetak


KUPANG : Pengangguran di Indonesia mencapai 8,59 juta orang atau 7,41 persen dari total angkatan kerja yang kini mencapai sekitar 116,5 juta orang, kata Staf Khusus Menteri Tenaga Kerja, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Anton Doni Dihen.

Menurut Anton, di Kupang, Rabu 8 Desember 2010, secara nasional jumlah angkatan kerja di Indonesia pada Agustus 2010 mencapai 116,5 juta orang atau bertambah sekitar 530 ribu orang dibanding angkatan kerja Februari 2010 sebesar 116,0 juta orang atau bertambah 2,7 juta orang dibanding Agustus 2009 sebesar 113,8 juta orang.

“Jumlah penduduk yang bekerja di Indonesia pada Agustus 2010 mencapai 108,2 juta orang, bertambah sekitar 800 ribu orang dibanding keadaan pada Februari 2010 sebesar 107,4 juta orang atau bertambah 3,3 juta orang dibanding keadaan Agustus 2009 sebesar 104,9 juta orang,” katanya ketika tampil sebagai pembicara pada Seminar Nasional dan “Workshop Link And Match” di Aula Utama Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang.

Khusus Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Indonesia pada Agustus 2010 mencapai 7,14 persen atau mengalami penurunan dibanding TPT Februari 2010 sebesar 7,41 persen dan TPT Agustus 2009 sebesar 7,87 persen.

Ia mengatakan setahun terakhir (September 2009-Agustus 2010), hampir semua sektor mengalami kenaikan jumlah pekerja, kecuali Sektor Pertanian dan Sektor Transportasi, Pergudangan dan Komunikasi, masing-masing mengalami penurunan jumlah pekerja sekitar 117 ribu orang atau 0,28 persen dan 500 ribu orang atau 8,16 persen.

Sektor Pertanian, Perdagangan, Jasa Kemasyarakatan dan Sektor Industri secara berurutan menjadi penyumbang terbesar penyerapan tenaga kerja pada bulan Agustus 2010.

Pada Agustus 2010, jumlah penduduk yang bekerja sebagai buruh/karyawan sebesar 32,5 juta orang atau 30,05 persen, berusaha dibantu buruh tidak tetap sebesar 21,7 juta orang atau 20,04 persen dan berusaha sendiri sejumlah 21,0 juta orang atau 19,44 persen.

Berdasarkan jumlah jam kerja pada Agustus 2010, sebesar 74,9 juta orang (69,25 persen) bekerja diatas 35 jam perminggu, sedangkan pekerja dengan jumlah jam kerja kurang dari delapan jam hanya sekitar 1,2 juta orang atau 1,11 persen.

Pada Agustus 2010, pekerja pada jenjang pendidikan SD ke bawah masih tetap mendominasi yaitu sekitar 54,5 juta orang (50,38 persen), sedangkan pekerja dengan pendidikan Diploma sekitar 3,0 juta orang atau 2,79 persen dan pekerja dengan pendidikan Sarjana hanya sebesar 5,2 juta orang atau 4,85 persen.

“Harus diakui angkatan kerja tersebut didominasi lulusan sekolah dasar (SD) sebanyak 57,44 juta orang atau sekitar 49,42 persen dan sisanya adalah angkatan kerja lulusan SMA, Diploma dan Perguruan Tinggi,” kata mantan Ketua Pengurus Pusat PMKRI ini.

Ia mengatakan tinggi angka angka pengangguran ini dapat dilihat dan dibandingkan apabila terdapat sepuluh orang pencari kerja, sementara lowongan pekerjaan yang tersedia hanya tiga, dan dari tiga hanya dua yang bisa diisi. Satu lowongan lagi tidak bisa dipenuhi karena si pelamar tidak memiliki keterampilan.

Alumni Fakultas Peternakan Undana Kupang ini membandingkan dari segi persaingan internasional hasil survei “World Economic Forum 2010” menunjukkan Indonesia berada pada peringkat 54 dari 133 negara yang disurvei dalam urusan ketenagakerjaan.

“Dibanding dengan negara tetangga seperti Singapura yang menempati peringkat ketiga, Malaysia ke-24, Brunei Darussalam ke-32 dan Thailand ke-36, sehingga kondisi ketenagakerjaan di Indonesia sangat parah,” katanya.

Salah satu upaya untuk mengatasi hal ini adalah terus menerus melakukan dan memperbaiki “Link and Match” atau keterpaduan dan kesepadanan antara dunia pendidikan dan lapangan pekerjaan yang tersedia, sehingga setelah menamatkan pendidikan, tidak lagi bingung untuk mendapatkan pekerjaan.

“Perlu ada hubungan keterpaduan dan kesepadanan antara lapangan pekerjaan dan dunia pendidikan, sehingga dapat mengurangi angka pengangguran bagi angkatan kerja yang telah menamatkan pendidikan,” katanya.

Untuk itulah, Seminar Nasional dan Workshop dengan topik “Our Skill and Our Future” ini digelar sebagai untuk mencari solusi tambahan selain “Link and Match” itu.

Pemateri lain yang hadir dalam seminar nasional yang dibuka oleh Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur Esthon Foenay, adalah Sekretaris Dirjen Ketenagakerjaan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dr Reyna Usman, Pakar Ketenagakerjaan dari Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Prof Slamet, Pembantu Rektor I Undana Kupang David Pandie dan ratusan peserta adri berbagai elemen kelompok masyarakat di NTT.(an)
Sumber : Eksposnews

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Warga Sipirok Desak Pos Lalulintas Ternak Difungsikan

    Warga Sipirok Desak Pos Lalulintas Ternak Difungsikan

    • calendar_month Sabtu, 27 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Baru Direhab Sudah Dipenuhi Semak Belukar SIPIROK- Pos Lalulintas ternak yang baru direhab beberapa bulan lalu, kini sudah dipenuhi semak belukar, karena tak difungsikan. Gedung di Jalan Raya Sipirok-Padangsidimpuan, Lingkungan Hutaraja, Kelurahan Baringin, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) itu, seakan jadi proyek pemubaziran uang saja.Warga mendesak agar bangunan tersebut segera difungsikan. Seperti diungkapkan Faisal […]

  • Masyarakat Minta Kafe di Jalan STAIM Ditertibkan

    Masyarakat Minta Kafe di Jalan STAIM Ditertibkan

    • calendar_month Sabtu, 23 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Keberadaan kafe di sekitar Jalan Sekolah Tinggi Agama Islam Madina (STAIM), membuat resah masyarakat Desa Hutabaringin, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Masyarakat berharap Satpol PP segera melakukan penertiban terhadap kafe tersebut. Apalagi di kawasan itu juga sering terjadi keributan. Demikian disampaikan Ketua Komisi IV DPRD Madina Arminsyah Batubara setelah mendapat surat tembusan laporan […]

  • Polisi Amankan 4 Pelaku Tambang Emas Ilegal di Kotanopan

    Polisi Amankan 4 Pelaku Tambang Emas Ilegal di Kotanopan

    • calendar_month Senin, 26 Mei 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan ( Mandailing Online ): dikabarkan empat pelaku tambang emas ilegal menggunakan alat berat jenis excavator di Kecamatan Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) ditangkap tim dari Polda Sumatera Utara. Satu diantaranya diduga keluarga kepala desa singengu. Lokasi penangkapan pelaku tambang emas ilegal ini sendiri dikabarkan diwilayah lapangan manja pasar kota nopan tepat nya […]

  • Ada Rp.381.165.000 Dana Untuk Pengadaan Obat Obatan Hewan Ternak di Dinas Pertanian Madina

    Ada Rp.381.165.000 Dana Untuk Pengadaan Obat Obatan Hewan Ternak di Dinas Pertanian Madina

    • calendar_month Rabu, 17 Jul 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA- Mandailing Online : Dari data yang di dapat Mandailing Online tercatat kurung waktu Januari dan Pebruari 2024, anggaran untuk belanja obat obatan di Dinas Pertanian Pemkab Mandailing Natal ( Pemkab Madina) sudah mencapai Rp. 391.165.000 dengan rincian belanja obat obatan untuk bulan 125.550.000, kemudian bulan yang sama ada juga dialokasikan senilai Rp.137.210.000. Selain itu […]

  • Ketika Pementasan Drama “Sibaroar Raja Nasakti” Berdimanesi Kronologis

    Ketika Pementasan Drama “Sibaroar Raja Nasakti” Berdimanesi Kronologis

    • calendar_month Sabtu, 30 Sep 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Catatan : Dahlan Batubara Setelah sukses mementaskan drama “Multatuli” bulan Juli lalu, kini Jeges Art kembali menorehkan kesuksesan mementaskan drama “Sibaroar Raja Nasakti” di Gedung Serbaguna Panyabungan, Sabtu (30/9/2017). Drama ini diselenggarakan kerjasama Jeges Art dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. “Sibaroar Raja Nasakti” ini dikemas dalam bentuk drama musikal, mengangkat kisah Sibaroar, leluhur marga Nasution […]

  • Kasus Tapsel, Kejatisu tetap ‘fair’

    Kasus Tapsel, Kejatisu tetap ‘fair’

    • calendar_month Senin, 29 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    .MEDAN – Surat izin pemeriksaan terhadap Walikota Medan, Rahudman Harahap menuai asumsi negatif terhadap kinerja Kejaksaaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu). Hal ini karena surat yang dilayangkan Kejatisu kepada Kejaksaan Agung (Kejagung) dikembalikan karena belum lengkap. Insiden ini mengindikasikan jika surat yang dikirim oleh Kejatisu terkesan asal jadi, sehingga prosedur dalam surat tersebut tidak terpenuhi. Selain […]

expand_less