Selasa, 16 Jun 2026
light_mode

Caleg Perempuan dan Keperempuanan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 23 Jul 2018
  • print Cetak

Catatan : Askolani Nasution
               Budayawan

Bias Gender itu sudah masalah klasik. Bukan sekedar keterwakilan perempuan dalam berbagai aspek sosial dan kebangsaan. Bukan juga soal emansipasi. Tapi memang, sudah kodratnya, perempuan berbeda dengan laki-laki dalam berbagai aspek, dan karena itu memerlukan pendekatan-pendekatan yang khas perempuan juga.

Misalnya, jumlah murid perempuan di rata-rata sekolah lebih banyak daripada jumlah laki-laki. Seharusnya jumlah toilet perempuan juga harus lebih banyak. Apalagi murid perempuan memerlukan waktu lebih banyak dibandingkan dengan laki-laki saat menggunakan toilet. Nyatanya, perbandingan jumlah itu diabaikan di sekolah. Bahkan ada sekolah yang tidak menyediakan toilet untuk murid perempuan. Seolah-olah murid perempuan dapat menahan diri untuk tidak menggunakan toilet.

Banyak sekolah juga yang tidak menyiapkan tenaga konseling berkelamin perempuan. Seolah-olah masalah murid perempuan dapat sekaligus ditangani guru laki-laki. Padahal, ada hal-hal substansial keperempuanan yang tidak sepenuhnya dipahami oleh guru laki-laki. Misalnya masalah menstruasi, emosional, dan seterusnya.

Itu baru di lingkungan sekolah. Belum lagi di lingkungan masyarakat. Misalnya, hak milik. Sekalipun misalnya duit istri yang digunakan untuk membeli rumah baru, atas namanya tetap suami. Seolah-olah tidak afdol kalau perempuan dijadikan sebagai pemilik kebendaan yang beraspek hukum. Hanya urusan baju dan tetek bengek kecantikan yang tetap dibiarkan menjadi otoritas perempuan, selebihnya menjadi kapling laki-laki.

Di kantor atau lingkungan umum, banyak kloset berdiri, berjejer. Tapi untuk wanita hanya dua pintu kloset jongkok. Karena itu, acapkali di pintu kloset “Women” para ibu harus antri panjang hanya untuk buang hajat. Jangan lagi tanya apa ada dudukan bayi di kloset wanita, padahal di kebudayaan Barat, selalu ada dudukan bayi di sebelah kloset wanita. Karena tidak perlu wanita meninggalkan anaknya di luar toilet saat dia menggunakan kamar mandi.

Terlalu banyak kalau dijabarkan satu persatu betapa laki-laki tak memberi ruang atas hak-hak kodrati perempuan yang berbeda dengan mereka. Dan kita, tragisnya, menganggap seluruhnya sebagai hal yang wajar, karena dunia diciptakan seolah-olah hanya untuk laki-laki saja.

Dalam dunia politis juga begitu. Sekalipun undang-undang menentukan 30 persen calon keterwakilan perempuan di parlemen, banyak partai hanya memenuhinya sebatas ketentuan perundang-undangan saja. Maka oleh partai, dipilihlah calon “bunga” perempuan sebagai basa-basi politis saja. Asal perempuan. Tidak perlu menang, karena suara mereka juga tak dibutuhkan.

Dan tragisnya lagi, sekalipun ada beberapa perempuan tadi yang kemudian memperolah kursi parlemen, oleh fraksi mereka hanya dijadikan sebatas juru bicara fraksi saja. Dan lebih buruk lagi, perempuan terpilih tadi pun tidak pernah menyuarakan bias-bias gender tadi, baik karena kesungkanan terhadap otoritas laki-laki, atau karena tidak punya kemampuan untuk melihat dan memperjuangkan hak-hak kodrati mereka.

Jadi, itu tadi, dunia masih saja milik laki-laki, karena perubahan sosial yang dimungkinkan melalui peran perempuan dalam politis misalnya, tidak sungguh-sungguh menjadi ruh bersama. Karena itu, anak-anak perempuan kita sering kali harus sakit perut menahan pipis di sekolah karena toilet perempuan tidak disediakan. Itu.***

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Atika di Kesulitan Jangkau Zona Banjir

    Atika di Kesulitan Jangkau Zona Banjir

    • calendar_month Rabu, 22 Des 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kawasan Pantai Barat merupakan zona terparah hantaman banjir di Mandailing Natal (Madina). Bahkan hari Senin (20/12/2021) atau dua hari setelah banjir melanda masih banyak desa di kawasan ini belum terjangkau tim pemerintah menyebabkan penanganan terkendala. Itu pula akhirnya Wakil Bupati Madina, Atika Azmi Utammi Nasution harus melewati jalur Batang Toru-Natal untuk bisa mencapai dua kecamatan […]

  • Mandailing Malaysia Disajikan Adat Mandailing di Tanah Leluhur

    Mandailing Malaysia Disajikan Adat Mandailing di Tanah Leluhur

    • calendar_month Minggu, 25 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sekitar 90 orang etnis Mandailing di Malaysia melakuan kunjungan muhibbah ke tanah leluhur Mandailing Natal (Madina), Jum’at (23/11) dalam rangka mempererat hubungan persaudaraan dengan saudara mereka di tanah leluhur karena sudah lama dipisahkan oleh dua negara. “Kunjungan muhibbah ini diorganisir Persatuan Halak Mandailing Malaysia (PHMM), motivasinya adalah dalam rangka memperkenalkan kepada […]

  • Perolehan Suara Sementara di Panyabungan, Panyabungan Barat, Panyabungan Timur

    Perolehan Suara Sementara di Panyabungan, Panyabungan Barat, Panyabungan Timur

    • calendar_month Kamis, 10 Des 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Data sementara di Kecamatan Panyabungan dan Panyabungan Timur pasangan Dahlan-Sukhairi masih unggul. Panyabungan Barat Yusuf-Imron unggul. Hingga pukul 1.16 WIB Kamis dini hari (10/12), data sementara rekapitulasi di website KPU Madina, pasangan Yusuf-Imron meraih suara 2.943, Dahlan-Sukhairi 5.032, Saparuddin-Miswaruddin 1.421. perolehan sementara itu berasal dari 42 TPS dari total 168 TPS di […]

  • Staf BPN Deli Serdang Ditahan

    Staf BPN Deli Serdang Ditahan

    • calendar_month Selasa, 16 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    LUBUK PAKAM- Kejaksaan Negeri (Kejari) Lubuk Pakam kembali menahan tersangka tindak pidana korupsi pengadaan lahan gardu induk PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), yang berokasi di Dusun V Desa Petangguhan Kecamatan Galang. Kali ini Kejari menahan M Dachi (45) yang merupakan staf Badan Pertanahan Negara (BPN) Deli Serdang, yang sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka. Penahanan itu […]

  • Bupati janji naikkan honor guru ngaji

    Bupati janji naikkan honor guru ngaji

    • calendar_month Sabtu, 5 Jul 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    LABUHANBATU  – Bupati Labuhanbatu, Sumatera Utara, H Tigor Panusunan Siregar berjanji menaikkan honor guru mengaji dalam program Labuhanbatu Mengaji tahun 2015. “Kenaikan itu untuk menghargai jerih payah ratusan guru mengaji yang mengajar anak-anak di masjid,” kata Kabag Humas dan Infokom Pemkab Labuhanbatu, Sugeng di Rantauprapat, hari ini. Sejalan dengan itu, ujar Sugeng, bupati meminta kepada […]

  • 141 Nyawa Melayang di Jalan Raya

    141 Nyawa Melayang di Jalan Raya

    • calendar_month Rabu, 4 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIDIMPUAN- Sebanyak 141 nyawa melayang di jalan raya. Dan, sedikitnya 59 korban mengalami luka berat dan 99 luka ringan serta kerugian materi mencapai Rp481.500.000. Jumlah ini tercatat dari 121 kasus kecelakaan lalu-lintas yang terjadi di wilayah hukum Polres Tapsel sejak Januari hingga Desember 2011. Kapolres Tapsel AKBP Subandriya melalui Kasat Lantas AKP SL Widodo, kepada […]

expand_less