Jumat, 9 Okt 2026
light_mode

Caleg Perempuan dan Keperempuanan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 23 Jul 2018
  • print Cetak

Catatan : Askolani Nasution
               Budayawan

Bias Gender itu sudah masalah klasik. Bukan sekedar keterwakilan perempuan dalam berbagai aspek sosial dan kebangsaan. Bukan juga soal emansipasi. Tapi memang, sudah kodratnya, perempuan berbeda dengan laki-laki dalam berbagai aspek, dan karena itu memerlukan pendekatan-pendekatan yang khas perempuan juga.

Misalnya, jumlah murid perempuan di rata-rata sekolah lebih banyak daripada jumlah laki-laki. Seharusnya jumlah toilet perempuan juga harus lebih banyak. Apalagi murid perempuan memerlukan waktu lebih banyak dibandingkan dengan laki-laki saat menggunakan toilet. Nyatanya, perbandingan jumlah itu diabaikan di sekolah. Bahkan ada sekolah yang tidak menyediakan toilet untuk murid perempuan. Seolah-olah murid perempuan dapat menahan diri untuk tidak menggunakan toilet.

Banyak sekolah juga yang tidak menyiapkan tenaga konseling berkelamin perempuan. Seolah-olah masalah murid perempuan dapat sekaligus ditangani guru laki-laki. Padahal, ada hal-hal substansial keperempuanan yang tidak sepenuhnya dipahami oleh guru laki-laki. Misalnya masalah menstruasi, emosional, dan seterusnya.

Itu baru di lingkungan sekolah. Belum lagi di lingkungan masyarakat. Misalnya, hak milik. Sekalipun misalnya duit istri yang digunakan untuk membeli rumah baru, atas namanya tetap suami. Seolah-olah tidak afdol kalau perempuan dijadikan sebagai pemilik kebendaan yang beraspek hukum. Hanya urusan baju dan tetek bengek kecantikan yang tetap dibiarkan menjadi otoritas perempuan, selebihnya menjadi kapling laki-laki.

Di kantor atau lingkungan umum, banyak kloset berdiri, berjejer. Tapi untuk wanita hanya dua pintu kloset jongkok. Karena itu, acapkali di pintu kloset “Women” para ibu harus antri panjang hanya untuk buang hajat. Jangan lagi tanya apa ada dudukan bayi di kloset wanita, padahal di kebudayaan Barat, selalu ada dudukan bayi di sebelah kloset wanita. Karena tidak perlu wanita meninggalkan anaknya di luar toilet saat dia menggunakan kamar mandi.

Terlalu banyak kalau dijabarkan satu persatu betapa laki-laki tak memberi ruang atas hak-hak kodrati perempuan yang berbeda dengan mereka. Dan kita, tragisnya, menganggap seluruhnya sebagai hal yang wajar, karena dunia diciptakan seolah-olah hanya untuk laki-laki saja.

Dalam dunia politis juga begitu. Sekalipun undang-undang menentukan 30 persen calon keterwakilan perempuan di parlemen, banyak partai hanya memenuhinya sebatas ketentuan perundang-undangan saja. Maka oleh partai, dipilihlah calon “bunga” perempuan sebagai basa-basi politis saja. Asal perempuan. Tidak perlu menang, karena suara mereka juga tak dibutuhkan.

Dan tragisnya lagi, sekalipun ada beberapa perempuan tadi yang kemudian memperolah kursi parlemen, oleh fraksi mereka hanya dijadikan sebatas juru bicara fraksi saja. Dan lebih buruk lagi, perempuan terpilih tadi pun tidak pernah menyuarakan bias-bias gender tadi, baik karena kesungkanan terhadap otoritas laki-laki, atau karena tidak punya kemampuan untuk melihat dan memperjuangkan hak-hak kodrati mereka.

Jadi, itu tadi, dunia masih saja milik laki-laki, karena perubahan sosial yang dimungkinkan melalui peran perempuan dalam politis misalnya, tidak sungguh-sungguh menjadi ruh bersama. Karena itu, anak-anak perempuan kita sering kali harus sakit perut menahan pipis di sekolah karena toilet perempuan tidak disediakan. Itu.***

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Komunitas Santet Banten Spontan akan Serang KPK

    Komunitas Santet Banten Spontan akan Serang KPK

    • calendar_month Jumat, 11 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    JAKARTA, (Mandailing Online) – Kesaktian Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah memang tak dapat dipandang sebelah mata. Alam nyata dan metafisika seakan bercampur aduk saling melengkapi kisah keluarga dan perjalanan karirnya. Tak pelak, Atut dipandang lebih, hingga keluarganya dapat mencengkeram daerah yang tersebut. Mungkin tidak tanpa sebab, Atut semakin menggurita di Banten. Selain pengaruh Tb Chasan […]

  • Jelang Ajaran Baru, Harga Kebutuhan Sekolah di Madina Naik

    Jelang Ajaran Baru, Harga Kebutuhan Sekolah di Madina Naik

    • calendar_month Jumat, 7 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online) -Jelang tahun ajaran baru, sejumlah kebutuhan Sekolah Anak mengalami kenaikan harga. Kenaikan harga terjadi pada kebutuhan sekolah jenis seragam dan buku. Baju seragam anak untuk Sekolah Dasar yang biasa Rp. 130 ribu kini tembus di angka Rp. 140 ribu. Kata Asna (44) Salah seorang pedagang di Pusat Pasar Baru Madina. Jum’at […]

  • Mahasiswa Batang Natal di Aceh Bagi-bagi Takjil

    Mahasiswa Batang Natal di Aceh Bagi-bagi Takjil

    • calendar_month Kamis, 21 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    LHOKSEUMAWE (Mandailing Online) – Mahasiawa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Batang Natal-Aceh (IMABANA-Aceh) yang berkuliah di Universitas Malikussaleh membagi-bagi takjil di kota Lhokseumawe, Aceh. Kegiatan itu berlangsung pada Selasa (19/4/2022). Sasaran penerima adalah warga yang melintas di jalan raya, pencari nafkah di sekitar jalan raya seperti tukang bejak, tukang tambal ban, dan para penjual kerupuk. […]

  • Polres Labuhanbatu Ringkus Lima Tersangka Curanmor

    Polres Labuhanbatu Ringkus Lima Tersangka Curanmor

    • calendar_month Selasa, 14 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Rantauprapat, . Dalam kurun waktu seminggu, Unit Ranmor Sat Reskrim Polres Labuhanbatu meringkus dua residivis atas dugaan keterlibatan dalam kejahatan pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) dan tiga tersangka lainnya diduga spesialis pencurian kendaraan becak bermotor (Betor). “Dua tersangka spesialis pencurian kendaraan bermotor tersebut baru saja bebas dua minggu lalu dari LP,” jelas Kapolres Labuhanbatu AKBP Hirbak […]

  • Sampai Oktober Target PAD Madina baru 73,8%. Bapenda : Dinas Pariwisata dan Tenaga Kerja Masih Nihil

    Sampai Oktober Target PAD Madina baru 73,8%. Bapenda : Dinas Pariwisata dan Tenaga Kerja Masih Nihil

    • calendar_month Jumat, 15 Nov 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Data dari Badan Pendapatan Daerah ( Bapenda ) Pemkab Madina. Terhitung sampai bulan oktober target pendapatan asli daerah (PAD) baru 73,8% atau Rp.98 miliar dari target Rp.134 miliar. “Untuk target PAD Tahun 2024 di seluruh sektor itu senilai 134M, dan capaian yang telah terselesaikan di peroleh dari berbagai sumber hingga 31 […]

  • Di Panyabungan Timur, Anggota DPRD Pembaca Proklamasi

    Di Panyabungan Timur, Anggota DPRD Pembaca Proklamasi

    • calendar_month Senin, 17 Agt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Anggota DPRD Mandailing Natal, Sahriwan Nasution menjadi pembaca teks proklamasi di upacara peringatan HUT RI di Kecamatan Panyabungan Timur, Senin (17/8). Upacara yang dipusatkan di halaman SMP Negeri Gunung Baringin ini, selain dihadiri oleh jajaran Muspika Kecamatan Panyabungan Timur, juga dihadiri  para guru-guru, pegawai puskesmas, aparat kepolisian dari Polpol Panyabungan Timur, […]

expand_less