Selasa, 3 Mar 2026
light_mode

Maestro Cerpen Indonesia, Hamsad Rangkuti Meninggal Dunia

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 26 Agt 2018
  • print Cetak

Hamsad Rangkuti, almarhum

 

Dunia sastra kembali kehilangan sosok handal yang juga dikenal sebagai maestro cerpen Indonesia.

Beliau adalah Hamsad Rangkuti, meninggal dunia di usia 75 tahun karena sakit komplikasi yang diidapnya.

Pria kelahiran Medan 1943 silam itu terbaring selama sekitar 50 hari di rumah sakit sebelum mulai rawat jalan di rumahnya akhir Juli lalu.

“Masuk rumah sakit dua bulan ini, 50 hari, karena sakit stroke. Sakit jantung juga, sudah komplikasi. Ada penyumbatan pembuluh darah ke otak,” tutur istri mendiang, Nurwindasari, Minggu (26/8).

Pada 30 Juli lalu, pihak keluarga memutuskan untuk membawa Hamsad keluar dari rumah sakit lalu rawat jalan di rumah. “Kita kontrol seminggu sekali.”

“50 hari di rumah sakit sana, kita juga nggak kuat, di ICU sampai Rp50 juta, akhirnya mutusin buat rawat di rumah,” jelas Nur.

Kondisi fisik Hamsad Rangkuti menurun drastis sejak mengalami pendarahan pasca-operasi pemasangan ring di kemaluannya sekitar tahun 2011. Di tahun 2016, Hamsad pun terkena stroke ringan dan sakit jantung.

Pada 2018, mantan Pemimpin Redaksi Majalah Sastra Horison itu pun pernah menjalani operasi. Bahkan Hamsad pun harus mengonsumsi makanan berupa proten. Dalam satu bulan membutuhkan 9-10 boks proten.

Saat ini jenazah Hamsad masih berada di rumah duka di Jalan Swadaya 8 RT 03 RW 03, Tanah Baru, Depok. Jenazah dimakamkan kemarin siang di pemakaman umum Kukusan, Depok.

Hamsad –nama aslinya adalah Hasyim Rangkuti– lahir di Titi Kuning, Medan Johor, Medan, Sumatera Utara pada 7 Mei 1943. Hamsad adalah salah satu penandatangan Manifes Kebudayaan pada 1964.

Banyak karya cerita pendeknya yang popular, diataranya adalah, Sukri Membawa Pisau Belati dan Maukah Kau Menghapus Bekas Bibirnya di Bibirku dengan Bibirmu. Wikipedia meulis sejumlah cerita pendek Hamsad telah diterjemahkan ke dalam bahasa asing, seperti Sampah Bulan Desember yang diterjemahkan ke bahasa Inggris.

Novel pertamanya, Ketika Lampu Berwarna Merah diterbitkan oleh Kompas pada 1981. Cerpen-cerpennya juga termuat dalam beberapa antologi cerita pendek mutakhir.

Sumber : Detik.com

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tortor Mandailing di Dalam Mollop

    Tortor Mandailing di Dalam Mollop

    • calendar_month Rabu, 20 Feb 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Catatan : Dahlan Batubara   Saya teringat cerpen “Indonesia” karya Putu Wijaya. Berkisah tentang mahasiswi di Amerika Serikat. Yang belajar tari untuk persiapan festival kesenian asli negara-negara asal para mahasiswa. Si mahasiswi baru menyadari belajar tari ternyata sangat berat. Sang guru tari menekankan bahwa esensi tarian tradisional itu ketika : gerakan fisik saat menari […]

  • Pelantikan 183 Pejabat Madina di Halaman Masjid

    Pelantikan 183 Pejabat Madina di Halaman Masjid

    • calendar_month Rabu, 23 Mar 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sebanyak 183 pejabat Pemkab Mandailing Natal eselon III dan IV dilantik, Rabu (23/3/2022). Mereka dilantik oleh Wakil Bupati Mandailing Natal, Atika Azmi Utammi Nasution di halaman masjid agung Nur Ala Nur, Panyabungan. Hingga berita ini ditulis, wartawan belum mendapatkan nama-nama yang dilantik dari Badan Kepegawaian Daerah Mandailing Natal. Pejabat yang dilantik […]

  • Hama Babi Serang Tanaman Padi di Gunung Baringin

    Hama Babi Serang Tanaman Padi di Gunung Baringin

    • calendar_month Sabtu, 16 Sep 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN TIMUR ( Mandailing Online )- Petani di saba tapus dan saba jae, Kelurahan Gunung Baringin, Kecamatan Panyabungan Timur, Mandailing Natal ( Madina ) mengeluh, sudah dua minggu belakangan ini, tanaman padi mereka dirusak hama babi, akibatnya banyak tanaman padi yang usia sudah dua setengah bulan rusak, padahal beberapa minggu lagi, petani akan panen. Untuk […]

  • Tarif Kereta Api Medan-Tanjungbalai Naik Rp10 Ribu

    Tarif Kereta Api Medan-Tanjungbalai Naik Rp10 Ribu

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Medan, – Manajemen PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre I Sumatera Utara memastikan bakal menaikkan tarif kereta api kelas ekonomi terhitung 1 April menyusul terjadinya fluktuasi harga bahan bakar minyak, nilai tukar rupiah dan termasuk biaya operasional. “Rencana kenaikan tarif kereta api itu sudah diumumkan dan disosialisasikan sejak awal Maret. Jadi tidak ada alasan menunda […]

  • Direktur RSU Tapsel Bantu Biaya Operasi Tumor Warga Madina

    Direktur RSU Tapsel Bantu Biaya Operasi Tumor Warga Madina

    • calendar_month Jumat, 7 Feb 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Direktur RSU Tapanuli Selatan, drg M Firdaus Batubara membantu biaya warga Kabupaten Mandailing Natal, Ronggani Pulungan untuk dapat menempuh operasi tumor di Medan. Ini pukulan telak bagi Pemkab Mandailing Natal karena warganya yang menderita tumor justru tak mampu ditolongnya. Malam ini Ronggani didampingi suaminya sedang dalam perjalan menuju Medan. Drg Firdaus […]

  • Dugaan Korupsi di Dinas Kesehatan Madina Masuk Kejaksaan Agung

    Dugaan Korupsi di Dinas Kesehatan Madina Masuk Kejaksaan Agung

    • calendar_month Rabu, 25 Mei 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Aliansi Rakyat Peduli Madina melaporkan dugaan tindak pidana korupsi di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Mandailing Natal ke Kejaksaan Agung, Jakarta, Senin (23/5/2016). “Kami memperkirakan kerugian Negara di SKPD ini pada APBD Tahun 2014, setidaknya Rp7,3 miliar,” kata Ardian N, jubir ARPM. Aliansi Rakyat Peduli Madina diterima oleh Firmansyah, SH, Kepala Bagian […]

expand_less