Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode

PIONIR YANG HILANG

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 3 Mei 2019
  • print Cetak

Willem Iskander. Amir Hamdani Nasution (inset)

 

Oleh : Amir Hamdani Nasution, SHI.MH

Sekitar tahun 2011-2014, saya dan Abdul Syukur Nasution (sekarang beliau menjadi pengabdi negara di Sibolga) begitu sering berkunjung ke rumah sejahrawan Mandailing yakni Basyral Hamidi Harahap (semasa beliau masih hidup) di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur.

Rumah Ompung (begitu panggilan kami) penuh dengan buku, dan ada satu bilah pedang keluarga yang Ompung tunjukkan. Beliau bilang : “Ini pedang keluarga kami yang melawan Padri kala itu”. Sebagai generasi hari ini, kami mafhum atas psikologis Ompung.

Satu hal yang menjadi bahan diskusi kami di suatu ketika : kenapa Sati Nasution atau yang akrab dipanggil Willem Iskander seolah-olah hilang dari literatur Nasional. Terkesan hilang dari ingatan Republik.

Padahal, ahli sejarah dan tokoh pendidikan kawakan, Dr Hendrik Kroeskamp, sebagaimana dituliskan Basyral Hamidi Harahap, bahwa orang Tapanuli boleh berbangga atas prestasi Willem Iskander sebagai satu diantara orang Indonesia yang pertama telah berhasil membuktikan kemampuannya memimpin lembaga pendidikan yang penting.

Pernyataan Kroeskamp tersebut sejalan dengan isi salah satu tajuk harian De Locomotif yang terbit di Semarang bulan Agustus 1876, berjudul “In Memoriam Willem Iskander”, yang menokohkan Willem Iskander sebagai pionir pendidikan.

Kompas.com tanggal 2 Mei 2016, menyebutkan ada 3 orang Indonesia yang melebihi zamannya. “Perjuangan agar terbebas dari penjajah tidak harus dengan cara mengangkat senjata. Perjuangan bisa dilakukan dengan jalur pendidikan. Pendidikan yang menanamkan kesadaran wawasan kebangsaan”. Mereka adalah Willem Iskander, Ki Hadjar Dewantara (Soewardi Soerjaningrat), dan Engku Moh Syafei.

Kiprah Willem Iskander adalah mendirikan Kweekschool Tano Bato, buka pertama tahun 1862. Kiprah Ki Hadjar Dewantara adalah mendirikan Taman Siswa 3 Juli 1922. Sementara, kiprah M Syafi’i adalah mendirikan Inlandsche Nijverheid School (INS) di Kayu Tanam, Sumatera Barat. Dari perbandingan historis secara sederhana tersebut, ada yang aneh perlakuan rezim pemerintahan ini dari zaman ke zaman terhadap ketiganya. Yang satu “dijunjung tinggi” dan diabadikan menjadi Pahlawan Nasional, yang “dua” secara tidak langsung dihilangkan dari sejarah Republik.***

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Tekan PT. Rendi, Tokoh Pantai Barat Ucapkan Terimakasih

    Bupati Tekan PT. Rendi, Tokoh Pantai Barat Ucapkan Terimakasih

    • calendar_month Selasa, 19 Okt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Upaya bupati Madina memanggil semua pihak bagi upaya realisasi kebun plasma di Singkuang 1 dinilai sebagai langkah maju. Sebab, sudah 15 tahun warga Desa Singkuang 1, Kecamatan Muara Batang Gadis berjuang memperoleh hak-haknya berupa perkebunan plasma sawit dari PT. Rendi Permata Raya. Perusahaan itu memiliki kewajiban penuh membangun plasma untuk warga […]

  • Proyek Jalan Natal-Batahan Tak Jelas, Warga Yang Bongkar Pagar Kecewa

    Proyek Jalan Natal-Batahan Tak Jelas, Warga Yang Bongkar Pagar Kecewa

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      NATAL (Mandailing Online) : Proyek peningkatan jalan jalur Natal-Batahan tahun anggaran 2014 sejauh ini telah menimbulkan kekecewaan di kalangan masyarakat. Pasalnya, pengerjaan proyek sepertinya tidak tuntas, padahal warga yang berada di sepanjang pinggir jalan sudah merelakan pagar rumah, pagar mesjid dobongkar habis demi mendukung proyek itu. Endri, salah seorang warga Pasar VI Natal menjawab […]

  • Ketua DPRD Tak Bijaksana Penilaian Elemen Mahasiswa

    Ketua DPRD Tak Bijaksana Penilaian Elemen Mahasiswa

    • calendar_month Rabu, 10 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Sejumlah elemen mahasiswa menilai pernyataan Ketua DPRD Palas, HM Ridho Harahap yang mengatakan, tidak ada masalah dengan spanduk ucapan selamat menunaikan ibadah puasa 1432 H yang memakai logo daerah lain tidak bijaksana. “Pantas saja Kabupaten Palas ini tidak ada majunya. Soalnya rasa cinta terhadap daerah sangat minim sekali. Bahkan, banyak orang yang mengaku tokoh, tapi […]

  • Hindari Kecurangan, Tabung Gas Diberi Kondom Warna

    Hindari Kecurangan, Tabung Gas Diberi Kondom Warna

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    MEDAN – Pemprov Sumut dalam waktu dekat akan segera menentukan harga eceran tertinggi (HET) elpiji 3 kilogram. Selain harga HET, berdasarkan hasil tim kajian, tabung gas untuk wilayah Sumatera Utara akan ditandai dengan plastik wrap berwarna di setiap Kabupaten/Kota. Kepala Biro Perekonomian Setdaprovsu, Bondaharo Siregar menegaskan, saat ini proses penetapan harga HET Sumut, sudah melewati […]

  • Wapres Akan Tinjau Perbatasan RI-Malaysia

    Wapres Akan Tinjau Perbatasan RI-Malaysia

    • calendar_month Senin, 20 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Sebatik, Wakil Presiden Boediono, Selasa esok meninjau Pulau Sebatik, Kalimantan Timur, yang terletak di garis perbatasan Indonesia dan Malaysia. “Direncanakan Wapres akan berada di Sebatik selama dua jam untuk meninjau sejumlah lokasi yang memiliki perbatasan dengan Malaysia,” kata Kepala Biro Media Massa pada Deputi Administrasi Setwapres Is Budi Santoso di Pulau Sebatik, Senin. Kunjungan Wapres […]

  • Beasiswa Miskin, Kenangan dari Hidayat Batubara

    Beasiswa Miskin, Kenangan dari Hidayat Batubara

    • calendar_month Rabu, 1 Agt 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Tahun ini Pemkab Mandailing Natal (Madina) menghapus anggaran dana beasiswa untuk mahasiswa miskin berprestasi. Kebijakan itu sangat pahit. Terutama bagi mahasiswa cerdas dari keluarga miskin. Tak diketahui apa alasan penghapusan itu. Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal belum mengeluarkan statemen alasannya. Bahkan 2 tahun terakhir tak terdengar lagi kabar beasiswa itu. Padahal, sejak digulirkan tahun 2013 lalu, […]

expand_less