Jumat, 13 Mar 2026
light_mode

PIONIR YANG HILANG

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 3 Mei 2019
  • print Cetak

Willem Iskander. Amir Hamdani Nasution (inset)

 

Oleh : Amir Hamdani Nasution, SHI.MH

Sekitar tahun 2011-2014, saya dan Abdul Syukur Nasution (sekarang beliau menjadi pengabdi negara di Sibolga) begitu sering berkunjung ke rumah sejahrawan Mandailing yakni Basyral Hamidi Harahap (semasa beliau masih hidup) di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur.

Rumah Ompung (begitu panggilan kami) penuh dengan buku, dan ada satu bilah pedang keluarga yang Ompung tunjukkan. Beliau bilang : “Ini pedang keluarga kami yang melawan Padri kala itu”. Sebagai generasi hari ini, kami mafhum atas psikologis Ompung.

Satu hal yang menjadi bahan diskusi kami di suatu ketika : kenapa Sati Nasution atau yang akrab dipanggil Willem Iskander seolah-olah hilang dari literatur Nasional. Terkesan hilang dari ingatan Republik.

Padahal, ahli sejarah dan tokoh pendidikan kawakan, Dr Hendrik Kroeskamp, sebagaimana dituliskan Basyral Hamidi Harahap, bahwa orang Tapanuli boleh berbangga atas prestasi Willem Iskander sebagai satu diantara orang Indonesia yang pertama telah berhasil membuktikan kemampuannya memimpin lembaga pendidikan yang penting.

Pernyataan Kroeskamp tersebut sejalan dengan isi salah satu tajuk harian De Locomotif yang terbit di Semarang bulan Agustus 1876, berjudul “In Memoriam Willem Iskander”, yang menokohkan Willem Iskander sebagai pionir pendidikan.

Kompas.com tanggal 2 Mei 2016, menyebutkan ada 3 orang Indonesia yang melebihi zamannya. “Perjuangan agar terbebas dari penjajah tidak harus dengan cara mengangkat senjata. Perjuangan bisa dilakukan dengan jalur pendidikan. Pendidikan yang menanamkan kesadaran wawasan kebangsaan”. Mereka adalah Willem Iskander, Ki Hadjar Dewantara (Soewardi Soerjaningrat), dan Engku Moh Syafei.

Kiprah Willem Iskander adalah mendirikan Kweekschool Tano Bato, buka pertama tahun 1862. Kiprah Ki Hadjar Dewantara adalah mendirikan Taman Siswa 3 Juli 1922. Sementara, kiprah M Syafi’i adalah mendirikan Inlandsche Nijverheid School (INS) di Kayu Tanam, Sumatera Barat. Dari perbandingan historis secara sederhana tersebut, ada yang aneh perlakuan rezim pemerintahan ini dari zaman ke zaman terhadap ketiganya. Yang satu “dijunjung tinggi” dan diabadikan menjadi Pahlawan Nasional, yang “dua” secara tidak langsung dihilangkan dari sejarah Republik.***

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hari Pertama, Sukhairi Himbau Pejabat Fokus Kejar Ketertinggalan Madina

    Hari Pertama, Sukhairi Himbau Pejabat Fokus Kejar Ketertinggalan Madina

    • calendar_month Senin, 26 Jul 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Hari pertama menjalankan tugas, Bupati Mandailing Natal (Madina) Jakfar Sukhairi Nasution dan Wakil Bupati Atika Azmi mengundang seluruh kepala OPD di aula kantor bupati, Senin (26/7/2021). Bupati menekankan kepada seluruh OPD meningkatkan profesionalitas dan saling bersama-sama memajukan kembali pembangunan Madina. Sukhairi menghimbau untuk segera menghilangkan semua perbedaan. Dan tidak ada […]

  • Desa Aek Nabara Berada di Hutan, Bidan Desa Tak Mau Datang

    Desa Aek Nabara Berada di Hutan, Bidan Desa Tak Mau Datang

    • calendar_month Rabu, 30 Sep 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN TIMUR (Mandailing Online) – Warga Desa Aek Nabara, Kecamatan Panyabungan Timur, Mandailing Natal (Madina) tak pernah disentuh layanan medis. Itu karena puskesmas tak ada di desa yang berada di dalam hutan ini. Meski pemerintah daerah telah mengangkat tenaga bidan PTT (Pewagawai Tidak Tetap), pun layanan medis tak jua diperoleh warga, sebab petugas bidan PTT […]

  • Siswi SMP Negeri 1 Sinunukan Melahirkan di Sekolah

    Siswi SMP Negeri 1 Sinunukan Melahirkan di Sekolah

    • calendar_month Rabu, 23 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Salah seorang siswi Kelas II SMP Negeri 1 Sinunukan, Kecamatan Sinunukan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Jumat (18/02/2011) lalu melahirkan di sekolah. Anak yang dilahirkan merupakan hasil hubungan intim dengan abang kandung. Kejadian ini terbongkar setelah siswi Kelas II C berinisial YS ini melahirkan di bawah pohon sawit yang masih berada di lingkungan sekolah. Saat […]

  • 20 Desember, Kiblat Masjid Diukur

    20 Desember, Kiblat Masjid Diukur

    • calendar_month Senin, 13 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIPIROK; Sekitar 60 masjid di Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), akan diukur arah kiblatnya, Senin (20/12) mendatang. Hal ini sesuai dengan pelaksanaan musyawarah beberapa najir masjid se Kecamatan Sipirok, yang digelar oleh Kantor Kementerian Agama Sipirok, di Balai Desa Pasar Sipirok, Kamis (9/12) lalu. Kepala Kantor Kementerian Agama Sipirok, Drs Jindsar Tamimi, kepada METRO, […]

  • Polisi Perketat Penerbitan SIM untuk Pelajar

    Polisi Perketat Penerbitan SIM untuk Pelajar

    • calendar_month Rabu, 25 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    JAKARTA, – Kepolisian memperketat penerbitan Surat Izin Mengemudi (SIM) untuk kalangan pelajar. Hal ini sebagai respon atas makin banyaknya tingkat kecelakaan berkendaraan di kalangan usia pelajar, akhir-akhir ini. “Yang ambil SIM kita adakan peningkatan pengecekan baik prakteknya maupun kegiatan yang berkaitan dengan ujian praktek,” ujar Kepala Bagian Produksi dan Dokumentasi Divisi Hubungan Masyarakat Polri, Kombes […]

  • Jalur Payabungan-Natal Longsor

    Jalur Payabungan-Natal Longsor

    • calendar_month Senin, 9 Mei 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BATANG NATAL (Mandailing Online) – Jalan jalur Panyabungan-Natal, Kabupaten Mandailing Natal baru saja dihantam tanah longsor. Titik longsor berada di antara Desa Bulu Soma dengan Desa Tarlola Kecamatan Batang Natal. Longsor terjadi sekira pukul 17.00 WIB, Senin (9/5/2016). Informasi yang dihimpun dari beberapa penduduk Bulu Soma via telefon selular pukul 17.25 WIB, tebing di atas […]

expand_less