Minggu, 31 Mei 2026
light_mode

Gender: Racun Kapitalisme!!

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 31 Mar 2021
  • print Cetak

Oleh: Sri Handayani, ST 
Guru tinggal di Padangsidempuan

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyampaikan bahwa APBN sebagai instrumen keuangan negara juga mengenali pentingnya kesetaraan gender. Salah satu inisiatif baru pada tahun 2021 adalah mengenalkan sebuah dana alokasi khusus nonfisik yang didedikasikan untuk dana pelayanan perlindungan perempuan dan anak.(16/12/2020 Kemenkeu)

Salah satu upaya yang bisa dilakukan pemerintah untuk mendorong partisipasi perempuan dalam pasar tenaga kerja adalah dengan memberikan kesempatan yang sama kepada perempuan untuk memasuki lapangan usaha tertentu.

Di sisi lain, budaya patriarki yang masih melekat hingga saat ini memberikan sekat bagi perempuan untuk lebih bertanggungjawab di bidang domestik atau pekerjaan rumah tangga. Sementara peran publik diberikan kepada laki-laki. Pembebanan peran domestik mengakibatkan secara umum perempuan menjadi kurang produktif secara finansial.

Oleh karena itu, pemerintah sudah semestinya terus memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa baik laki-laki maupun perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam pasar tenaga kerja tanpa terkecuali. Dengan demikian, diharapkan capaian dimensi ekonomi akan meningkat dan akhirnya berdampak pada meningkatnya IPG di Indonesia.

(kumparan.com)

Kapitalisme adalah ideologi yang saat ini diemban oleh barat dan beberapa negeri muslim. Yang melahirkan ide memisahkan urusan kehidupan dengan agama dan tolak ukur kebahagiaan berdasarkan materi.

Racun isu keperempuanan memang tidak terasa mematikan. Program kesetaraan gender terus dan akan diadopsi Indonesia menjadi bukti bahwa penjajahan Barat terhadap perempuan masih berlangsung. Akibat propaganda yang luar biasa manis. Program-program yang ditawarkan mampu mengatasi diskriminasi, menumbuhkan kewirausahaan dan kepemimpinan perempuan terasa merdu. Mereka telah meminggirkan agama untuk mengatur masalah perempuan.

Kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan menjadi mantra sakti yang dianggap menyelesaikan semua masalah perempuan. Tipuan kesetaraan gender sudah berulang kali digaung oleh kapitalis bahwa perempuan adalah penyelamat ekonomi keluarga dan pendidikan anak-anaknya. Ini merupakan jargon untuk menjerumuskan perempuan dalam kubangan ekonomi yang eksploitatif. Asas sekuleris yang dianut kapitalis tidak pernah ragu untuk menjadikan perempuan sebagai obyek komoditi, dieksploitasi dan dimanfaatkan untuk meraih keuntungan materialistik. Inilah nilai kemuliaan di mata kapitalis.

Kesetaraan gender yang disusun oleh kapitalis untuk mencapai yang pasti tadmir usrah al muslimin (penghancuran keluarga muslima). Ini adalah sasaran yang dibuat oleh para imperialis membuat keluarga-keluarga muslim tidak berdaya untuk memenuhi kebutuhan hidup. Karena itu perempuan menjadi alat dan solusi praktis untuk menyelematkan kebutuhan keluarga. Dan akhirnya  muncul masalah  perceraian dan KDRT. Begitulah kapitalisme mendompleng kesetaraan gender.

Selama isu gender digaungkan dan diadopsi maka kondisi kian memburuk terhadap perempuan, anak dan keluarga. Masalah mendasar atas persoalan ini adalah penerapan sistem kapitalis-sekularis. Hanya satu kondisi yang mampu menuntaskan masalah yang solusitif dan fundamental adalah kembali kepada aturan  Allah swt yaitu islam secara kaffah yang diterapkan di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Islam kaffah mampu mewujudkan perlindungan dan penghormatan serta memuliakan atas peran perempuan. Wallahu’alam bishowwab.

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al Baqarah: 208)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Swasembada Kedelai : Bentuk Egoisme Pemerintah

    Swasembada Kedelai : Bentuk Egoisme Pemerintah

    • calendar_month Senin, 2 Jul 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh : Josua Desmonda Simanjuntak Present Master Program in Faculty of Economics and Management, Department of Agribusiness Bogor Agricultural University, Bogor (Indonesia) Kementerian Pertanian melalui Menteri Pertanian, Amran Sulaiman megklaim bahwa Indonesia telah kembali berhasil melakukan swasembada beras pada tahun 2017, dimana hal ini terjadi terakhir kali pada tahun 1984. Selain beras, beliau juga […]

  • Pemkab Madina Memihak PT. ALN?

    Pemkab Madina Memihak PT. ALN?

    • calendar_month Selasa, 6 Mei 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MUARA BATANG GADIS (Mandailing Online) – Warga Desa Tabuyung, Singkuang II dan Desa Suka Makmur Kecamatan Muara Batang Gadis, Mandailing Natal (Madina) Senin (5/5/2014) dalam siaran pers menuntut agar sengketa lahan Koperasi Pengembangan USU (KP USU) dengan PT. Agro Lintas Nusantara (ALN) segera diselesaikan oleh Pemkab Madina. Ketua Pengawas Koperasi Produsen Maju Bersama Jaya, Desa […]

  • TGSC Laporkan Saipullah Nasution ke Polisi

    TGSC Laporkan Saipullah Nasution ke Polisi

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ( Mandailing Online ): Perseteruan Bupati Mandailing Natal ( Madina ) Saipullah Nasution dengan tim Gordang Sambilan Canter ( TGSC )terkait hutang politik ternyata berbuntut panjang. Tim Gordang Sambilan resmi melaporkan Saipullah Nasution ke Polres Madina dengan delik aduan pemerasan dan pencemaran nama baik. Sebelumnya kuasa hukum Saipullah Nasution juga telah melaporkan ketua tim […]

  • IBUKU LEBARAN DI SYURGA

    IBUKU LEBARAN DI SYURGA

    • calendar_month Sabtu, 30 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Cerpen Rina Youlida   “Santi, ayo bangun, mari bantu mamak menyiapkan sahur kita, kamu panaskan air di periuk kecil itu supaya masak nasinya lebih cepat”. “iya mak”, jawabku dengan suara lembut sambil mengucek mataku karena masih terasa sangat berat untuk beranjak dari tempat tidurku yang hanya beralas sebuah tikar tipis dari anyaman daun pandan berduri […]

  • Lamban Layanan, BRI Kotanopan Akan Evaluasi Teller

    Lamban Layanan, BRI Kotanopan Akan Evaluasi Teller

    • calendar_month Senin, 17 Agt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      KOTANOPAN (Mandailing Online) – Terkait kekecewanya para nasabah  Bank BRI Unit Kotanopan akibat kelambanan pelayanan di bank ini, pihak BRI akan melaksanakan evaluasi dan tak tertutup kemungkinan akan melakukan penambahan teller. Itu dikatakan Kepala BRI Unit Kotanopan, Teguh Himawa kepada wartawan, Rabu (12/8) lalu di Kotanopan.  “Bukan itu saja, kita juga akan mengevaluasi seringnya […]

  • Relasi Kadin dan Pemkab Madina Penting di Progres KEK

    Relasi Kadin dan Pemkab Madina Penting di Progres KEK

    • calendar_month Sabtu, 22 Feb 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Progres Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) menjadi wacana penting di Rapat Kerja Daerah Kadin Madina, selain aspek-aspek kinerja lainnya. Rapat Kerja Daerah (Raker) itu berlangsung di aula Hotel Rindang, Panyabungan, Mandailing Natal (Madina), Sabtu (22/2/2020) dihadiri Ketua Kadin Sumut, Ivan Iskandar Batubara bersama pengurus Kadin Sumut lainnya, juga dihadiri Bupati Madina, […]

expand_less