Selasa, 20 Okt 2026
light_mode

Hari Merdeka di Baris Berbaris

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 18 Agt 2018
  • print Cetak

 

Oleh : Dahlan Batubara

 

Dulu, masa kana-kanak, wajah saya selalu dipoles bedak oleh ibu saya sebelum berangkat menuju kota Panyabungan, menyaksikan karnaval peringatan kemerdekaan Republik Indonesia.

Kini, wajah anak-anak di desa-desa juga dipolesi bedak oleh ibu mereka sebelum berangkat menuju kota Panyabungan, menyaksikan karnaval peringatan kemerdekaan Republik Indonesia.

Dulu dan kini, (selain upacara peringatan detik-detik proklamasi) peringatan kemerdekaan Republik Indonesia hanya diisi dengan karnaval, deville. Ada juga ragam perlombaan sejenis permainan, misalnya  lari goni, panjat pinang dan lain-lain yang bersifat hiburan.

Lantas, apakah karnaval itu hiburan? Jika masuk kategori hiburan, perlukah hiburan itu? Apakah karnaval dapat menumbuhkan jiwa nasionalisme? Di media-media massa akan muncul berita berjenis “HUT RI di Kabupaten Anu dimeriahkan….”.

Dulu dan kini tidak pernah terdengar atau terlihat ada kegiatan yang menumbuhkan jiwa  nasionalisme, yang meneguhkan sikap patriotisme, yang menggugah kesadaran solidaritas, yang meningkatkan pengetahuan tentang sejarah juang para pahlawan.

Pun, juga tak terlihat ada kegiatan yang berdampak pada timbulnya mental berdikari, mental juang, mental tarung, mental pantang menyerah, mental pantang mundur, sebagaimana para pahlawan tempoe doeloe yang memekikkan kata juang, kata pantang menyerah, pantang mundur, pantang dijajah.

Setelah saya dewasa, tak lagi diolesi bedak, saya tak lagi tertarik mendatangi kota Panyabungan untuk menyaksikan karnaval atau deville yang baris berbaris itu.

Saya akan pergi ke desa mana saja, sejauh sepeda motor saya menjelajah, hendak mencari apakah ada gerangan seperti yang saya cari. Tapi saya belum menemukannya. Yang saya temui di desa-desa justru lomba lari goni, lomba panjat pinang, lomba makan krupuk.

Tak ada even yang  menumbuhkan jiwa  nasionalisme, yang meneguhkan sikap patriotisme, yang menggugah kesadaran solidaritas, yang meningkatkan pengetahuan tentang sejarah juang para pahlawan.

Yang berdimensi daya rangsang soal mengapa kita harus punya negara. ***

 

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Parsuadahan Ibaen Gota Namura

    Parsuadahan Ibaen Gota Namura

    • calendar_month Selasa, 19 Jan 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Nanisuratkon : Dahlan Batubara “Naso dong do da guleonta naron borngin, aya ucok. Anggo bulung gadung nian adong do ucalong pe naron ibalakang bagas on, pangaroncana do naso dong,” ning si Jaleha tu alaklai nia Si Dalkit. “Ngadong epeng i tanganku, ulang majolo panabusi balanak, tambang ni daganak sikola pe naso adong be ancogot manyogot. […]

  • Komisi III : Pemukiman Relokasi Muarasipongi Memprihatinkan

    Komisi III : Pemukiman Relokasi Muarasipongi Memprihatinkan

    • calendar_month Selasa, 12 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MUARASIPONGI (Mandailing Online) -Pemukiman relokasi di Muarasipongi, Mandailing Natal masih memprihatinkan dan membutuhkan perhatian serius. Sebanyak 350 kepala keluarga saat ini mendiami pemukiman relokasi pasca musibah banjir bandang dan tanah longsor Muarasipongi 13 tahun yang lalu. Masalah infrastruktur dan sanitasi menjadi persoalan mendasar yang ditemukan di lapangan mulai dari sistem sanitasi yang kurang sehat dan […]

  • Kongres PSSI Utusan FIFA Cuma Diam Saat Agum Gumelar Minta Maaf

    Kongres PSSI Utusan FIFA Cuma Diam Saat Agum Gumelar Minta Maaf

    • calendar_month Minggu, 22 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Usaha agar FIFA tak menjatuhkan sanksi kepada PSSI terus dilakukan Ketua Komite Normalisasi Agum Gumelar. Sehari setelah Kongres PSSI di Golden Ballroom Hotel Sultan Gagal, Agum menemui utusan FIFA, Thierry Regennas untuk meminta maaf agar Indonesia tak dijatuhi sanksi. “Saya memohon pengertian bahwa Komite Normalisasi sudah bekerja keras, tapi ternyata seperti itu hasilnya. […]

  • Disdik Tunggu Juknis & Juklak

    Disdik Tunggu Juknis & Juklak

    • calendar_month Selasa, 19 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Soal UN Bukan Penentu Kelulusan MADINA; Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) masih menunggu petunjuk dari Disdik Provinsi Sumatera Utara atas rencana Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) yang menyatakan bahwa nilai Ujian Nasional (UN) bukan satu-satunnya penentu kelulusan siswa peserta UN. “Kalau terkait rencana BSNP itu, kami belum tahu secara akurat dan masih sebatas […]

  • Menghitung Energi Sahata di 100 Hari Pertama

    Menghitung Energi Sahata di 100 Hari Pertama

    • calendar_month Selasa, 18 Mar 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Muhammad Ludfan Nasution* Memang, pertempuran 1-100 harinya belum mulai. Baru persiapan. Baru sosialisasi, pra aktualisasi. Justru karena itu, coba kita hitung-hitung berapa besar energi Sahata dan segenap timnya. Jangan sampai energi itu malah menyublim (menguap) ketika “perang” kian memanas. Sahata selaku pasangan bupati dan wakil bupati Madina (Mandailing Natal) 2025-2030 adalah satu paket […]

  • Amnesty International Diminta Usut Penembakan Massa 22 Mei

    Amnesty International Diminta Usut Penembakan Massa 22 Mei

    • calendar_month Rabu, 22 Mei 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Onilne) – Dunia internasional diminta melakukan kajan terhadap kasus penembakan terhadap massa demonstrasi aksi 22 Mei 2019 di Jakarta. Hingga siang hari, Rabu (22/5/2019) sekitar 6 orang dari pihak massa unjukrasa 22 Mei meninggal dunia, salahsatunya teridentifikasi akibat tembakan peluru. Sehari sebelumnya, Amnesty International Indonesia telah menyerukan agar pihak berwenang harus memastikan adanya […]

expand_less