Selasa, 2 Jun 2026
light_mode

Hari Merdeka di Baris Berbaris

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 18 Agt 2018
  • print Cetak

 

Oleh : Dahlan Batubara

 

Dulu, masa kana-kanak, wajah saya selalu dipoles bedak oleh ibu saya sebelum berangkat menuju kota Panyabungan, menyaksikan karnaval peringatan kemerdekaan Republik Indonesia.

Kini, wajah anak-anak di desa-desa juga dipolesi bedak oleh ibu mereka sebelum berangkat menuju kota Panyabungan, menyaksikan karnaval peringatan kemerdekaan Republik Indonesia.

Dulu dan kini, (selain upacara peringatan detik-detik proklamasi) peringatan kemerdekaan Republik Indonesia hanya diisi dengan karnaval, deville. Ada juga ragam perlombaan sejenis permainan, misalnya  lari goni, panjat pinang dan lain-lain yang bersifat hiburan.

Lantas, apakah karnaval itu hiburan? Jika masuk kategori hiburan, perlukah hiburan itu? Apakah karnaval dapat menumbuhkan jiwa nasionalisme? Di media-media massa akan muncul berita berjenis “HUT RI di Kabupaten Anu dimeriahkan….”.

Dulu dan kini tidak pernah terdengar atau terlihat ada kegiatan yang menumbuhkan jiwa  nasionalisme, yang meneguhkan sikap patriotisme, yang menggugah kesadaran solidaritas, yang meningkatkan pengetahuan tentang sejarah juang para pahlawan.

Pun, juga tak terlihat ada kegiatan yang berdampak pada timbulnya mental berdikari, mental juang, mental tarung, mental pantang menyerah, mental pantang mundur, sebagaimana para pahlawan tempoe doeloe yang memekikkan kata juang, kata pantang menyerah, pantang mundur, pantang dijajah.

Setelah saya dewasa, tak lagi diolesi bedak, saya tak lagi tertarik mendatangi kota Panyabungan untuk menyaksikan karnaval atau deville yang baris berbaris itu.

Saya akan pergi ke desa mana saja, sejauh sepeda motor saya menjelajah, hendak mencari apakah ada gerangan seperti yang saya cari. Tapi saya belum menemukannya. Yang saya temui di desa-desa justru lomba lari goni, lomba panjat pinang, lomba makan krupuk.

Tak ada even yang  menumbuhkan jiwa  nasionalisme, yang meneguhkan sikap patriotisme, yang menggugah kesadaran solidaritas, yang meningkatkan pengetahuan tentang sejarah juang para pahlawan.

Yang berdimensi daya rangsang soal mengapa kita harus punya negara. ***

 

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • JK: Film Anti-Islam, Umat Muslim Jangan Anarkis

    JK: Film Anti-Islam, Umat Muslim Jangan Anarkis

    • calendar_month Senin, 17 Sep 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JK menilai, perbuatan sang sutradara sudah melanggar hukum. Makasar, (MO) – Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla mengecam beredarnya dan dibuatnya film “Innocence of Muslim” yang dinilai menistakan agama Islam. Menurut Jusuf Kalla, meski marak protes, umat Islam seluruh dunia diimbau tidak bersikap anarki. “Semoga reaksi itu tidak dilakukan dengan anarki,” kata Jusuf Kalla usai meresmikan […]

  • Anggota DPRD Diancam, Orang Gila pun Dimassa

    Anggota DPRD Diancam, Orang Gila pun Dimassa

    • calendar_month Selasa, 14 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Isu Penculikan Meluas ke Langkat Polisi Belum Pernah Terima Pengaduan MEDAN-Imbuan Kapoldasu Irjend Pol Oegroseno agar masyarakat tidak termakan isu penculikan tak mempan. Bukanya mereda isu penculikan malah melebar ke daerah lain. Bila dua hari lalu masyarakat Deliserdang, Serdang Bedagai dan Simalungun yang termakan isu penculikan, kemarin, isu penculikan melebar ke Kabupaten Langkat. Kali ini […]

  • Landasan Hukum Perobohan Kantor Kepala Desa Gunungtua Jae Masih Misteri

    Landasan Hukum Perobohan Kantor Kepala Desa Gunungtua Jae Masih Misteri

    • calendar_month Jumat, 7 Feb 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PANYABUNGAN (Mandailing Online) : Landasan hukum perobohan gedung kantor kepala desa Gunungtua Jae, Panyabungan, Mandailing Natal, masih misteri. Gedung itu baru berumur beberapa tahun, namun sudah dirobohkan tahun 2019 lalu oleh pemerintah desa untuk diganti dengan bangunan baru. Camat Panyabungan, Idris Batubara menjawab Mandailing Online, Kamis (6/2/2020) menyatakan sejauh ini dia belum menemukan […]

  • Bupati Madina Berkeinginan Ada Produk Film Sibaroar

    Bupati Madina Berkeinginan Ada Produk Film Sibaroar

    • calendar_month Minggu, 1 Okt 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Madina menyampaikan keinginan adanya penggarapan kisah Sibaroar dalam bentuk film. Itu dicuatkan bupati usai menonton pementasan drama musikal “Sibaroar Raja Nasakti” di Gedung Serba Guna, Panyabungan, Sabtu (30/9/2017) oleh Jeges Art yang disutradarai Askolani Nasution. Bupati menyatakan menyambut baik pementasan itu, sehingga jika difilmkan tariknya semakin memikat. Pengambilan gambar katanya […]

  • Salah Informasi, Warga Kepung Kantor Mapolsek Bandar Pasir Mandoge

    Salah Informasi, Warga Kepung Kantor Mapolsek Bandar Pasir Mandoge

    • calendar_month Senin, 13 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kisaran, Ratusan massa mengepung Mapolsek Bandar Pasir Mandoge Polres Asahan, Jumat (10/12) pukul 23.00 WIB hingga siang hari, setelah warga salah mendapat informasi pemuda L Silalahi (19) yang dibekuk petugas karena dituduh sebagai penulis judi Togel KIM, tewas terjatuh ke dalam jurang. Padahal, pemuda yang baru lulusa SMK itu selamat, meskipun masuk ke dalam jurang […]

  • Dana ADD Madina Tahun Ini 24 Milayar Untuk 377 Desa

    Dana ADD Madina Tahun Ini 24 Milayar Untuk 377 Desa

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Total dana untuk Anggaran Dana Desa (ADD) tahun 2014 sebesar 16 milyar rupiah untuk 377 desa di Mandailing Natal (Madina). “Dari total anggaran tersebut dialokasikan untuk membayar honor kepala desa, sekretaris desa non PNS, 4 orang perangkat desa, untuk rutin atau ATK di desa. Sisanya untuk pembangunan atau pembinaan masyarakat,” ungkap […]

expand_less