Senin, 10 Agu 2026
light_mode

Hari Merdeka di Baris Berbaris

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 18 Agt 2018
  • print Cetak

 

Oleh : Dahlan Batubara

 

Dulu, masa kana-kanak, wajah saya selalu dipoles bedak oleh ibu saya sebelum berangkat menuju kota Panyabungan, menyaksikan karnaval peringatan kemerdekaan Republik Indonesia.

Kini, wajah anak-anak di desa-desa juga dipolesi bedak oleh ibu mereka sebelum berangkat menuju kota Panyabungan, menyaksikan karnaval peringatan kemerdekaan Republik Indonesia.

Dulu dan kini, (selain upacara peringatan detik-detik proklamasi) peringatan kemerdekaan Republik Indonesia hanya diisi dengan karnaval, deville. Ada juga ragam perlombaan sejenis permainan, misalnya  lari goni, panjat pinang dan lain-lain yang bersifat hiburan.

Lantas, apakah karnaval itu hiburan? Jika masuk kategori hiburan, perlukah hiburan itu? Apakah karnaval dapat menumbuhkan jiwa nasionalisme? Di media-media massa akan muncul berita berjenis “HUT RI di Kabupaten Anu dimeriahkan….”.

Dulu dan kini tidak pernah terdengar atau terlihat ada kegiatan yang menumbuhkan jiwa  nasionalisme, yang meneguhkan sikap patriotisme, yang menggugah kesadaran solidaritas, yang meningkatkan pengetahuan tentang sejarah juang para pahlawan.

Pun, juga tak terlihat ada kegiatan yang berdampak pada timbulnya mental berdikari, mental juang, mental tarung, mental pantang menyerah, mental pantang mundur, sebagaimana para pahlawan tempoe doeloe yang memekikkan kata juang, kata pantang menyerah, pantang mundur, pantang dijajah.

Setelah saya dewasa, tak lagi diolesi bedak, saya tak lagi tertarik mendatangi kota Panyabungan untuk menyaksikan karnaval atau deville yang baris berbaris itu.

Saya akan pergi ke desa mana saja, sejauh sepeda motor saya menjelajah, hendak mencari apakah ada gerangan seperti yang saya cari. Tapi saya belum menemukannya. Yang saya temui di desa-desa justru lomba lari goni, lomba panjat pinang, lomba makan krupuk.

Tak ada even yang  menumbuhkan jiwa  nasionalisme, yang meneguhkan sikap patriotisme, yang menggugah kesadaran solidaritas, yang meningkatkan pengetahuan tentang sejarah juang para pahlawan.

Yang berdimensi daya rangsang soal mengapa kita harus punya negara. ***

 

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Real Qount : Pasangan SUKA Unggul

    Real Qount : Pasangan SUKA Unggul

    • calendar_month Rabu, 9 Des 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Hingga pukul 20.00 Wib, perolehan suara pasangan SUKA mencapai sekitar 41 persen berdasar real qount C1 yang terus masuk dari para saksi yang dikordinir PKS. Perolehan itu berdasar data posisi suara masuk 74 % dari total jumlah TPS Pilkada Madina 2020 pada pukul 20.00 wib, Rabu (9/12/2020). Itu diungkap Ketua Tim […]

  • Razman : Tim Pemenangan Dahlan-Suheri Jangan Coba-Coba Berbohong

    Razman : Tim Pemenangan Dahlan-Suheri Jangan Coba-Coba Berbohong

    • calendar_month Rabu, 30 Mar 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Penetapan 3 orang Tim Pemenangan Dahlan-Suheri tersangka politik uang Pilkada Madina oleh Polres Madina, mulai mencuatkan bahwa posisi kemenangan Dahlan-Suheri makin goyang. Polres Madina, Rabu (30/3/2016) menyatakan telah menetapkan 3 orang Tim Pemenangan Dahlan-Suheri tersangka politik uang Pilkada Madina. Kuasa Hukum Yusuf-Imron, Razman Arif Nasution mencuatkan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Polres […]

  • Dari Focus Group Discussion : Batak itu Ahistoris, Tak Ditemukan dalam Hasanah Kuno

    Dari Focus Group Discussion : Batak itu Ahistoris, Tak Ditemukan dalam Hasanah Kuno

    • calendar_month Selasa, 24 Okt 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Mandailing menolak secara tegas disebut atau bagian dari Batak, bahkan perbantahan etnik Mandailing dikelompokkan dalam etnik Batak telah berlangsung lebih dari 100 tahun.Karena Batak adalah istilah atau pelabelan oleh orang asing khususnya Belanda. Hal ini mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Mandailing bukan Batak yang berlangsung di VIP Restoran Hotel Madani, Senin (23/10/2017). Hadir […]

  • Unjukrasa 22 Mei, Korban Tewas Akibat Tembakan Peluru

    Unjukrasa 22 Mei, Korban Tewas Akibat Tembakan Peluru

    • calendar_month Rabu, 22 Mei 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      JAKARTA (Mandailing Online) – Hingga pukul 10.41 WIB, Rabu dini hari (22/5/2019),  enam orang dinyatakan meninggal dunia dalam aksi 22 Mei di Tanah Abang, buntut aksi demonstrasi di depan Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Jakarta. Setidaknya salah satu korban dikonfirmasi tewas akibat tembakan peluru. Belasan lainnya terluka. Direktur Rumah Sakit Budi Kemuliaan, Fahrul W Arbi, […]

  • Temu Karya ke-III Panyabungan Barat

    Temu Karya ke-III Panyabungan Barat

    • calendar_month Minggu, 19 Des 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    LONGAT (Mandailing Online) – Caretaker Karang Taruna (KT) Kecamatan Panyabungan Barat melaksanakan Temu Karya ke-III Karang Taruna di SMPN 1 Panyabungan Barat, Minggu (19/12). Temu karya dengan tema “Peran Aktif Karang Taruna Menuju Kesejahteraan Sosial yang Berkesinambungan” ini untuk menentukan kepengurusan defenitif KT Panyabungan Barat. Acara ini dihadiri Camat Panyabungan Barat Aswar, Ketua KT Madina […]

  • Dinas Perdagangan Madina Raih PAD 116,47 Persen

    Dinas Perdagangan Madina Raih PAD 116,47 Persen

    • calendar_month Selasa, 7 Jan 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dinas Perdagangan Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumut merealisasikan capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) di atas target. Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Madina mencatat rekor perolehan PAD oleh Dinas Perdagangan Madina dari sektor Retribusi Pelayanan Pasar dan Kios  yang mencapai 116,47 persen dari target yang ditetapkan untuk tahun 2024. “Itu meningkat signifikan […]

expand_less