Selasa, 21 Jul 2026
light_mode

Hari Merdeka di Baris Berbaris

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 18 Agt 2018
  • print Cetak

 

Oleh : Dahlan Batubara

 

Dulu, masa kana-kanak, wajah saya selalu dipoles bedak oleh ibu saya sebelum berangkat menuju kota Panyabungan, menyaksikan karnaval peringatan kemerdekaan Republik Indonesia.

Kini, wajah anak-anak di desa-desa juga dipolesi bedak oleh ibu mereka sebelum berangkat menuju kota Panyabungan, menyaksikan karnaval peringatan kemerdekaan Republik Indonesia.

Dulu dan kini, (selain upacara peringatan detik-detik proklamasi) peringatan kemerdekaan Republik Indonesia hanya diisi dengan karnaval, deville. Ada juga ragam perlombaan sejenis permainan, misalnya  lari goni, panjat pinang dan lain-lain yang bersifat hiburan.

Lantas, apakah karnaval itu hiburan? Jika masuk kategori hiburan, perlukah hiburan itu? Apakah karnaval dapat menumbuhkan jiwa nasionalisme? Di media-media massa akan muncul berita berjenis “HUT RI di Kabupaten Anu dimeriahkan….”.

Dulu dan kini tidak pernah terdengar atau terlihat ada kegiatan yang menumbuhkan jiwa  nasionalisme, yang meneguhkan sikap patriotisme, yang menggugah kesadaran solidaritas, yang meningkatkan pengetahuan tentang sejarah juang para pahlawan.

Pun, juga tak terlihat ada kegiatan yang berdampak pada timbulnya mental berdikari, mental juang, mental tarung, mental pantang menyerah, mental pantang mundur, sebagaimana para pahlawan tempoe doeloe yang memekikkan kata juang, kata pantang menyerah, pantang mundur, pantang dijajah.

Setelah saya dewasa, tak lagi diolesi bedak, saya tak lagi tertarik mendatangi kota Panyabungan untuk menyaksikan karnaval atau deville yang baris berbaris itu.

Saya akan pergi ke desa mana saja, sejauh sepeda motor saya menjelajah, hendak mencari apakah ada gerangan seperti yang saya cari. Tapi saya belum menemukannya. Yang saya temui di desa-desa justru lomba lari goni, lomba panjat pinang, lomba makan krupuk.

Tak ada even yang  menumbuhkan jiwa  nasionalisme, yang meneguhkan sikap patriotisme, yang menggugah kesadaran solidaritas, yang meningkatkan pengetahuan tentang sejarah juang para pahlawan.

Yang berdimensi daya rangsang soal mengapa kita harus punya negara. ***

 

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kasus Penyerangan Lapas Cebongan Segera Disidangkan

    Kasus Penyerangan Lapas Cebongan Segera Disidangkan

    • calendar_month Selasa, 11 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JOGJA – Oditurat Militer (Otmil) II-11 Yogyakarta telah menyerahkan berkas perkara kasus Lapas Cebongan, Sleman, ke Pengadilan Militer II-11 Yogyakarta, Senin (10/6/2013). Namun jadwal persidangan militer belum ditetapkan. “Iya, sudah ada empat berkas (diserahkan). Sekarang sedang dipelajari,” terang Kepala Tata Usaha Urusan Dalam (Kataud) Pengadilan Militer II-11 Yogyakarta, Kapten (Sus) Aulisa Dandel, Senin (10/6/2013). Ia […]

  • Kejati Sumut Selamatkan Uang Negara Rp 3,1 miliar

    Kejati Sumut Selamatkan Uang Negara Rp 3,1 miliar

    • calendar_month Selasa, 23 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN, – Sepanjang Januari sampai Juni 2013, Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) telah menyelamatkan uang negara dari kasus korupsi sebanyak Rp 3,1 miliar. Kepala Kejati Sumut Bambang Setyo Wahyudi yang dijumpai di ruangannya usai peringatan Hari Bhakti Adhyaksa, Senin (22/7/2013), uang negara dari kasus korupsi, yang ditangani tindak pidana khusus sebanyak Rp3.110.698.000. Adapun 98 […]

  • Apa Kabar Islam Politik?

    Apa Kabar Islam Politik?

    • calendar_month Selasa, 24 Apr 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        Oleh : Lukman Hakiem* Hubungan antara Islam di Indonesia dan politik modern bisa ditelusuri ‘bermula’ pada awal abad 18 M. Kala itu, di belahan Barat terjadi revolusi industri dan Revolusi Prancis. Imbasnya tentu saja mengalir ke tanah Hindia Belanda selaku jajahan kongsi dagang Belanda, yakni VOC. Kedua revolusi itu merengut segalanya. Bahkan, revolusi […]

  • Rida Orangtua di Mata Atika

    Rida Orangtua di Mata Atika

    • calendar_month Kamis, 26 Sep 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Rida orangtua seiring dengan ridha Allah SWT. Sebab, rida Allah SWT terletak pada rida kedua orangtua, karena Allah SWT memerintahkan untuk menaati orangtua. Di mata Atika Azmi Utammi Nasution, kedudukan orangtua begitu mulia. Pemahaman spritualitas itu pula yang mendorong Atika selalu meminta rida kedua orangtuanya dalam menapaki karier politiknya. Atika sungguh […]

  • Buang Sampah Tanpa Dipilah, Siap-Siap Didenda Rp100 Ribu

    Buang Sampah Tanpa Dipilah, Siap-Siap Didenda Rp100 Ribu

    • calendar_month Kamis, 11 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MALANG-: Warga Kota Malang, Jawa Timur, sekarang harus berhati-hati jika ingin membuang sampah. Membuang sampah rumah tangga dan industri tanpa dipilah antara sampah basah dan kering, siap-siaplah menerima denda sebesar Rp100 ribu. Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Malang Wasto, Rabu (10/11), di Malang, mengatakan, meski belum memiliki tong sampah yang sudah terpilah bukan […]

  • Hak Lahan di IKN 180 Tahun, Dikhawatirkan Rakyat Makin Sengsara

    Hak Lahan di IKN 180 Tahun, Dikhawatirkan Rakyat Makin Sengsara

    • calendar_month Rabu, 14 Des 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Vita Sari Ibu peduli negeri Menteri Investasi Kepala BKPM Bahlil Hadalia buka suara terkait revisi Undang-undang Ibukota Negara (IKN) mengenai kepemilikan hak guna lahan bagi investor selama 90 tahun hingga 180 tahun. Bahlil mengatakan kebijakan tersebut hanya sebagai pemanis untuk menarik perhatian investor agar mau menanamkan modal pada IKN Nusantara di Kalimantan tersebut. “Ini […]

expand_less