Rabu, 14 Okt 2026
light_mode

PT.TBS, Pansus DPRD dan Surat Kepada Bupati Madina

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 11 Nov 2019
  • print Cetak

 

Shafron

Kasus dugaan pembabatan hutan mangrove di Sikara-kara, Natal, Mandailing Natal (Madina) menjadi top issu dalam sebulan terakhir.

Gerakan suara protes dari para tokoh Pantai Barat Madina terus menggelinding meminta pengusutan tuntas terhadap dugaan kejahatan terhadap ekosistem pantai laut.

Suara-suara itu mengungkap berbagai dugaan “perselingkuhan” antara penguasa dengan manajemen PT. Tri Bahtera Srikandi (PT.TBS).

Para tokoh Pantai Barat mengungkap dugaan tidak berjalannya aturan dengan baik dalam proses dan pengawasan investasi perkebunan.

Di legislatif, Komisi 1 DPRD Madina turun tangan memanggil Dinas Pertanahan Madina dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) beberapa waktu lalu di gedung dewan.

Komisi 1 menindaklanjuti RDP dengan kegiatan inspeksi mendadak ke lokasi PT.TBS di Sikara-kara. Tetapi, jangankan bermuara pada capaian inventarisir masalah, sidak itu justru berujung pada insiden tak terpuji, dimana sekuriti PT.TBS menolak kehadiran rombongan Komisi 1.

Lantas, apakah kasus ini akan masuk ranah Pansus DPRD Madina? Mari kita tunggu.

Pansus (Panitia Kusus) dapat ditempuh apabila kasus ini tak dapat diselesaikan dengan mekanisme biasa.

Kasus dugaan pemusnahan mangrove ini pun dinilai layak masuk ranah legislatif ditengah diam dan membisunya pejabat Pemkab Madina serta tak adanya penyelesian oleh lembaga lain.

Padahal, jauh-jauh hari tokoh Pantai Barat Madina, Shafron telah menerbitkan surat terbuka kepada Bupati Madina.

Surat terbuka Shafron kepada bupati Madina itu tertanggal 11 Agustus 2019 yang diunggah ke akun facebook Shafron Shafron tanggal 12 Agustus 2019.

Berikut surat terbuka itu tanpa dirubah Mandailing Online, baik tatabahasa maupun isinya:

Kepada Yth,
Bapak Bupati Mandailing Natal Drs. Dahlan Hasan Nasution

Surat Terbuka terkait Pengrusakan Hutan Magrove Oleh PT. Tri Bahtera Srikandi ( PT.Sago Nauli Group )

Dengan Hormat.

Bapak Bupati yang kami Hormati, saya bagaian masyarakat Pantai Barat ingin bertanya tentang kegiatan alih fungsi hutan mangrove ke perkebunan sawit oleh PT. Tri Bahtera Srikandi (PT. SAGO NAULI Goup ) Legal atau tidak ?…….. Dan apakah alih fungsi hutan Magove sudah sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW)

Perlu Bapak Bupati Ketahui bahwa kegiatan alih fungsi Hutan Mangrove ke perkebunan sawit sudah merusak ekosistem dan mematikan kehidupan kami sebagai nelayan. Masyarakat pesisir mengaku sudah merasakan dampak dari kerusakan mangrove, setelah mangrove berkurang drastis di wilayahnya, tangkapan ikan, kepiting, sudah punah di lokasi tersebut.

Pembabatan Hutan Magrove ± 600 ha oleh PT.Tri Bahtera Srikandi telah menyebabkan berbagai dampak buruk terhadap ekologi,ekonomi dan sosial, Mangrove terbukti melindungi pesisir pantai termasuk manusia dari hempasan tsunami dan angin badai.

Kerusakan dan kehilangan mangrove juga memicu pelepasan gas-gas rumah kaca (GRK), seperti karbon diaksida (CO2) dan metan (CH4). Artinya, kerusakan dan kehilangan mangrove menjadi salah satu faktor pemicu pemanasan global karena meningkatkan konsentrasi GRK dimaksud di atmosfir.

Menurut Pengamatan Kami di lapangan bahwa PT. Tri Bahtera Srikandi membuka lahan perkebunan sawit sering mengabaikan aturan-aturan yang belaku, dan terkesan “arogan seakan-akan Hukum dapat dibeli “.

Modus kerja PT. Tri Bahtera Srikandi merampok Lahan : Selalu berkerja sama dengan mafia-mafia tanah yang diduga kuat melibatkan Kepala desa, Kadis Pertanahan dan BPN, dan memanfaatkan masyarakat miskin membabat Hutan Magrove dengan iming-iming Uang.

Kami menghimbau kepada Bapak Bupati Dahlan Hasan Nasution agar Menggiatkan Penegakan hukum terhadap PT. Tri Bahtera Srikandi agar segera mengundang Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) dan Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk menghitung berapa besar Kerugian Negara akibat dari pengalihan fungsi lahan hutan mangrove menjadi perkebunan sawit di Pesisir Desa Sikara-Kara Kecamatan Natal-Madina.

Demikianlah Surat Terbuka ini kami sampaikan, semoga Bapak Bupati tidak hanya berpihak pada kepentingan pelaku bisnis PT. Tri Bahtera Srikandi yang tidak memperhatikan Dampak Lingkungan dan hancurnya Hutan mangrove menjadi kawasan perkebunan kelapa sawit.

Madailing Natal 11 Agustus 2019
Shafron
Putra Asli Pantai Barat Madina

cc. Polda Sumatra Utara
Menteri linkungan Hidup dan Kehutanan
Menteri Kelautan dan Perikanan

(dab)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Plt Bupati Perlu Konsentrasi Pada 5 Fokus

    Plt Bupati Perlu Konsentrasi Pada 5 Fokus

    • calendar_month Selasa, 11 Mar 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Di momen HUT Kabupaten Mandailing Natal (Madina) ke-15 ini, Plt Bupati Madina diminta memfokuskan arah kebijakan pada lima hal. Yakni menguatkan aplikasi pendidikan gratis, kesehatan gratis dan perluasan lapangan kerja baru. Kemudian membenahi tata kelola pemerintahan serta pemberantasan korupsi di tubuh birokrasi. Itu dikatakan tokoh masyarakat Madina, Abdul Muis Pulungan kepada […]

  • Saat Latihan Perang, TNI Temukan 67,5 Ha Ladang Ganja

    Saat Latihan Perang, TNI Temukan 67,5 Ha Ladang Ganja

    • calendar_month Rabu, 1 Jun 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Disela pelaksanaan latihan perang, pasukan TNI menemukan ladang ganja di hutan Tor Sihite dan Tor Antarsa, Panyabungan Timur, Mandailing Natal, Rabu (1/6/2016). Dari kedua kolasi itu ditemukan total 67,5 hektar. Lokasi ditemukan ketika pasukan TNI UST Tingkat Regu Kompi Senapan-B Bataliyon Infantri Raider 100 bersama pasukan lainnya berjumlah sekitar 147 personil. […]

  • Sidimpuan Siap Jadi Ibukota Provinsi Sumatera Tenggara

    Sidimpuan Siap Jadi Ibukota Provinsi Sumatera Tenggara

    • calendar_month Sabtu, 26 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tapsel, Sarana prasarana yang telah ada di Kota Padang Sidimpuan saat ini sangat cukup memfasilitasi Sidimpuan sebagai Ibukota Provinsi Sumatera Tenggara yang saat ini tengah digagas sejumlah tokoh dan para kepala daerah di wilayah pemekaran Kabupaten Tapanuli Selatan . Walikota Padang Sidimpuan Zulkarnaen Nasution kepada wartawan ditemui usai pertemuan di kantor Bupati Tapsel, Selasa (22/03/2011) […]

  • Innocence of Muslims: Hadiah Rp900 Juta Bagi Pembunuh Pembuat Film

    Innocence of Muslims: Hadiah Rp900 Juta Bagi Pembunuh Pembuat Film

    • calendar_month Minggu, 23 Sep 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    ESHAWAR, (MO) – Seorang menteri Pakistan menawarkan hadiah US$100.000 atau sekitar Rp900 juta bagi pembunuh pembuat film Innocence of Muslims. pada hari Sabtu untuk siapa saja yang membunuh pembuat video online yang menghina Islam, sebagai protes sporadis bergemuruh di seluruh bagian dunia Muslim. “Saya mengumumkan hari ini, si penghujat adalah orang berdosa yang telah berbicara […]

  • Kenaikan Harga Cabe, Di Duga Ulah Si Tengkulak

    Kenaikan Harga Cabe, Di Duga Ulah Si Tengkulak

    • calendar_month Kamis, 27 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan: Minggu – minggu terakhir ini beralatan dapur bernama cabe menjadi perhatian. Benda unik berwarna merah ini, sejak awal tahun 2011 menjadi perbincangan masyarakat Kabupaten mandailing Natal ini. Cabe pun jadi ulasan media massa . Pasalnya, rasa pedas yang menyertai rasanya, ternyata berimbas pada harganya yang kian naik di awaltahum 2011 ini. Benda unik yang […]

  • Sssstt… Ada “Bupati Galak” di Deli Serdang, Kedan! Awak Takut Dipecat, Ah…

    Sssstt… Ada “Bupati Galak” di Deli Serdang, Kedan! Awak Takut Dipecat, Ah…

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Muhammad Ludfan Nasution   Deli Serdang belakangan terasa berbeda. Ada desas-desus. Merambat di kalangan birokrat. Di kantor-kantor pemerintahan, suasananya lebih tegang. Di ruang guru sekolah, orang mulai bicara pelan. Di lorong dinas, ASN saling mengingatkan: “Hati-hati ngomong…!” “Hati-hati tanda tangan…!” “Hati-hati, bisa dicopot… atau sipecat, Wak” Dan di atas semua suasana itu, berdiri […]

expand_less