Rabu, 14 Okt 2026
light_mode

Menhut Bikin Pusat Penyelamatan Macan Tutul

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 25 Okt 2013
  • print Cetak

BOGOR (Mandailing Online) – Kementerian Kehutanan bakal membangun pusat penyelamatan atau Rescue Center yang diperuntukkan untuk Macan Tutul. Pembangunan itu dilakukan menyusul maraknya konflik yang melibatkan macan asli Jawa itu dengan manusia.

“Dalam waktu sebulan ke depan, saya kira sudah ada kejelasan lokasi pembangunannya. Yang jelas, lokasinya harus dekat dengan habitat asli (macan tutul),” kata Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan usai melihat kondisi macan tutul di ruang karantina Taman Safari Indonesia Cisarua, Bogor, Kamis (24/10/2013).

Selain menjadi tempat penampungan, Zulkifli menambahkan, rescue center itu juga akan menjadi tempat perawatan bagi hewan bernama latin Panthera Pladus Melas ini untuk persiapan sebelum dilepasbebaskan. “Kita memang sudah membutuhkan rescue center,” imbuhnya.

Menurut Zulkifli, pemerintah sebenarnya sudah mempunyai konsep yang bagus dalam hal penataan kehutanan. Misalnya dalam bentuk hutan konservasi, hutan lindung, maupun tatanan lainnya.

Namun beberapa kendala menurutnya tetap terjadi karena beberapa faktor seperti pertambahan penduduk, kebutuhan ekonomi masyarakat, maupun ketidak pedulian masyarakat. Sehingga menyebabkan benturan yang mengganggu habitat macan tutul.

“Habitat yang seharusnya untuk satwa, berubah menjadi perkebunan. Yang seharusnya untuk satwa, kini menjadi villa. Macan tutul juga butuh hidup layak,” kata Menteri kelahiran Lampung Selatan ini sembari mengkritik pembangunan villa yang menjamur di Cisarua.

Ketua Conservation Breeding Spesialist Group Indonesia, Jansen Manansang, mengatakan, hingga saat ini belum diketahui pasti jumlah populasi hewan ini. Organisasi yang terdiri dari beberapa negara itu, menurut dia, tengah menyusun langkah-langkah strategis untuk memetakan populasinya.

“Sekaligus juga ada workshop untuk breeding yang sesuai dengan prosedur dari International Union for Conservation Nature (IUCN),” katanya.

Sementara itu, ditempat karantina TSI itu terdapat macan tutul yang diberi nama Jampang. Jampang sebelumnya berhasil ditangkap hidup-hidup pada pertengahan bulan Oktober lalu oleh gabungan tim dari Forum Konservasi Satwa Liar Indonesia (FOKSI), TSI, serta dibantu warga di Desa Girimukti, Kecamatan Ciemas, Sukabumi.

Penangkapan Jampang dilakukan menyusul adanya laporan harimau masuk kawasan permukiman dan makan ternak milik warga. Penangkapan hidup-hidup itu merupakan kabar gembira mengingat macan tutul yang masuk permukiman, biasanya berakhir dengan kematian karena dibunuh.(Kontributor Kompas.com Kediri, M Agus Fauzul Hakim).(Tribunnews)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Oknum Dewan Terjaring Razia Mesum

    Oknum Dewan Terjaring Razia Mesum

    • calendar_month Selasa, 7 Agt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BINJAI, (MO)- Tim gabungan Polres Binjai dan Pemko Binjai, kembali melakukan razia hotel-hotel kelas melati dan hiburan karaoke di Kota Rambutan, Sabtu (4/8) tengah malam. Dari operasi ini, petugas mengamankan sejumlah pasangan tanpa identitas resmi dari kamar hotel, termasuk diantaranya oknum wakil rakyat Langkat. Keterangan diperoleh, razia pertama kali dilakukan di Jalan T Amir Hamzah, […]

  • Ahmad Patra Keluar Ponpes Tanpa Izin

    Ahmad Patra Keluar Ponpes Tanpa Izin

    • calendar_month Kamis, 2 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIPIROK- Sejak 16 Nopember 2010 lalu, Ahmad Patra Hutagalung (14), santri kelas IV Pondok Pesantren (Ponpes) KH Ahmad Dahlan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan meninggalkan ponpes dengan alasan tidak jelas. Bahkan, Ahmad Patra tidak mengantongi izin keluar dari wilayah ponpes. Direktur Ponpes KH Ahmad Dahlan Sipirok, Jalaluddin Pane SH melalui Wakil Direktur Bidang Kesiswaan, Kemis SPd […]

  • Pilkada Simalungun, KPU Sumut Tunggu Instruksi Pusat

    Pilkada Simalungun, KPU Sumut Tunggu Instruksi Pusat

    • calendar_month Senin, 28 Des 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

      MEDAN– KPU Provinsi Sumatera Utara masih menunggu petunjuk dari KPU Pusat terkait langkah yang akan ditempuh pasca putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara yang membatalkan Surat Keputusan Pembatalan Calon Bupati/Wakil Bupati Simalungun JR Saragih-Amran Sinaga. Anggota KPU Sumut Benget Silitonga, Senin (28/12), menyebutkan, ada dua opsi yang bisa dilakukan KPU terkait putusan tersebut yakni […]

  • Tahun 2024, Senilai 7,8 M Anggaran Untuk Hotmix Ruas Jalan Simpang Siobon-Aek Mata

    Tahun 2024, Senilai 7,8 M Anggaran Untuk Hotmix Ruas Jalan Simpang Siobon-Aek Mata

    • calendar_month Kamis, 9 Nov 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online )-Dinas PUPR Mandailing Natal ( Madina ) tahun 2024 telah mendapat alokasi anggaran Dana Alokasi Khusus atau DAK Bidang Jalan senilai Rp 7,8 miliar untuk pembangunan jalan hotmix ruas jalan simpang siobon -aek mata, Kecamatan Panyabungan. Agar tidak ada kendala saat pelaksanaan pekerjaan, Dinas PUPR Madina Kamis 9/11/2023 melaksanakan Long Segmen […]

  • AKIBAT KEKUASAAN TERPISAH DARI AL-QURAN

    AKIBAT KEKUASAAN TERPISAH DARI AL-QURAN

    • calendar_month Jumat, 13 Nov 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Islam adalah agama paripurna. Tak ada satu pun bidang kehidupan umat manusia yang tidak diatur oleh syariah Islam. Syariah Islam mengatur tatacara ibadah, akhlak, makanan dan minuman, berpakaian, muamalah hingga politik dan bernegara. Demikianlah kesempurnaan Islam. Ini sesuai dengan firman Allah SWT: الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ اْلإِسْلاَمَ دِينًا Pada hari […]

  • Kinerja Buruk, Kadishutbun Madina Dicopot

    Kinerja Buruk, Kadishutbun Madina Dicopot

    • calendar_month Kamis, 17 Apr 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Plt. Bupati Mandailing Natal (Madina) Dahlan Hasan Nasution mencopot Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan, Mara Ondak Harahap dari jabatannya, Selasa (15/4/2014). Pemberherntian itu tertuang dalam surat keputusan Plt. Bupati Madina Nomor 821.3/999/BKD/2014 tanggal 14 April 2014 sekaligus mengangkat Asisten III, Musaddad Daulay sebagai Plt Kadishutbun Madina. Selain itu, jabatan Kepala Dinas […]

expand_less