Senin, 20 Apr 2026
light_mode

Hakim Minta Bupati Madina Hadiri Sidang

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 19 Nov 2019
  • print Cetak

Sidang kasus Taman Raja Batu di PN Medan, Senin (18/11/2019).

 

MEDAN (Mandailing Online) – Bupati Madina, Dahlan Hasan Nasution batal hadir di persidangan Pengadilan Negeri Medan, Senin (18/11/2019).

Padahal bupati direncana akan memberikan kesaksian di persidangan, terkait kasus korupsi pembangunan Taman Raja Batu di Mandailing Natal (Madina).

“Memang secara lisan hakim ada memerintahkan bupati dihadirkan. Tapi belum ada kabar sampai sekarang,” kata Tim jaksa penuntut Polim Siregar kepada wartawan.

Ia mengatakan, Kejaksaan Negeri (Kejari) Madina sudah melayangkan surat pemanggilan bupati untuk memberikan keterangan di PN Medan.

“Surat panggilannya sudah dilayangkan, kalau dia nanti datang kami sidangkan. Tapi sampai saat ini kita belum tahu. Kita tunggu ajalah dulu sampai jam 4,” ujar Polim Siregar.

Akibatnya dalam persidangan yang berlangsung sekira pukul 15.30, di ruang Kartika itu, Majelis Hakim diketuai Irwan Effendi kembali memerintahkan JPU agar memanggil Bupati Madina.

“Saudara JPU, kami meminta agar kembali memanggil bupati untuk didengar keterangannya sebagai saksi pada persidangan pekan mendatang,” kata hakim sesaat sebelum menutup sidang.

Dalam sidang lanjutan itu, jaksa hanya menghadirkan keterangan satu orang saksi dari Politeknik USU yakni Koster Silaen, yang merupakan ahli yang melakukan audit terhadap proyek pengerjaan Taman Raja Batu dan Tapian Siri-siri.

Terpisah, Kepala Kejaksaan Negeri Madina ,Taufiq Djalal membenarkan, memang hari ini Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution, seyogianya akan memberikan kesaksian di PN Medan.

“Memang iya. Tapi, ada surat beliau (bupati) untuk penjadwalan ulang karena beliau sibuk ada kegiatan lain,” kata Djalal saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.

Ia juga membenarkan, Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution, akan memberikan kesaksian untuk tiga terdakwa dalam kasus ini yakni, mantan Kadis Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kab. Madina Rahmadsyah Lubis, serta dua Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Edy Djunaedi dan Khairul Akhyar Rangkuti.

Dikatakannya, bupati tidak bisa datang dikarenakan sedang ada kegiatan yang sudah terjadwal yang harus dihadiri di Kab. Madina. “Dia sedang ada kegiatan. Kegiatannya pembukaan festival budaya. Makanya dia tidak bisa hadir,” ujarnya.

Disinggung kapan waktu penjadwalan ulang bupati, Kajari mengatakan, hal itu tergantung jaksa penuntut yang menangani perkara itu.

Sumber : Sentralberita
Editor : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dinas PUPR Madina Kembali Teken MoU Pengawasan Dengan Kejaksaan

    Dinas PUPR Madina Kembali Teken MoU Pengawasan Dengan Kejaksaan

    • calendar_month Selasa, 26 Mar 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

        PANYABUNGAN ( Mandailing Online ): Dinas PUPR Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) hari ini Selasa 26/3/2024 kembali lakukan penandatanganan MoU Program kerjasama Perdata dan TUN berupa pengawasan dan supervisi oleh Kejaksaan Negeri Kabupaten Mandailing Natal (Madina) terhadap implementasi pelaksanaan pekerjaan pembangunan yang didanai APBD Tahun 2024. Pendatanganan MoU dilaksanakan antara Kadis PUPR […]

  • 59% Anak Didik Buka Situs Porno

    59% Anak Didik Buka Situs Porno

    • calendar_month Jumat, 12 Feb 2016
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

      Padangsidimpuan –  Hasil penelitian, monitor dan tinjauan ke lapangan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Padangsidimpuan menemukan sekitar 59% anak didik di kota tersebut membuka situs porno. “Fakta ini membuat kita terperangah dan bertanya sudah separah itukah kerusakan moral kalangan pelajar kita. Masihkah ada solusi mengatasinya,” kata Ketua MUI Kota Padangsidimpuan Zulfan Efendi Hasibuan dalam […]

  • Soal Suami Bunuh Istri & Mertua, Sering Dimaki karena Tak Kerja

    Soal Suami Bunuh Istri & Mertua, Sering Dimaki karena Tak Kerja

    • calendar_month Sabtu, 23 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA- Roichandra Siregar (27) alias M Aswan Hadi tersangka pembunuhan istri dan mertua mengaku khilaf. Ia mengaku perbuatan itu dilakukan karena sering dimaki istrinya persoalan tak punya kerja. Perbuatannya tersangka mengakibatkan istrinya Hamidah (30) dan mertuanya Misikem (70) meninggal dunia. Sebelum membunuh istrinya, tersangka mengaku dicaci maki oleh istrinya dengan kalimat kasar. Kemudian tersangka tak […]

  • Atika Ajak Masyarakat Pelihara Anak Yatim

    Atika Ajak Masyarakat Pelihara Anak Yatim

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      SIABU (Mandailing Online) – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution mengajak masyarakat untuk ikut serta memelihara anak yatim sebagaimana yang diperintahkan agama. Seruan itu disampaikan Atika saat menyantuni anak yatim dan piatu di Masjid Al-Abror Kelurahan Pasar Simangambat, Kecamatan Siabu, Kamis (12/3/2026). Saantunan ini merupakan agenda rutin Pemkab Madina di bulan […]

  • Serial HUT Madina ke-16: Pasar Lelang Karet Mubazir, Dana 400 Juta Sia-sia

    Serial HUT Madina ke-16: Pasar Lelang Karet Mubazir, Dana 400 Juta Sia-sia

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      KOTANOPAN (Mandailing Online) – Kabupaten Mandailing Natal memasuki Hari Ulang Tahun ke-16 pada 9 Maret 2015, dan sejauh itu pula banyak ditemukan kebijakan pemerintah daerah yang diduga salah kaprah berakibat uang negara yang nota bene uang rakyat mubazir dihamburkan. Kasus komplek bangunan pasar lelang karet di kawasan Desa Tobang Kecamatan Kotanopan, mubazir alias tak dimanfaatkan […]

  • Polres Tapsel Harus Ungkap Rentetan Kasus Pembunuhan di Palas

    Polres Tapsel Harus Ungkap Rentetan Kasus Pembunuhan di Palas

    • calendar_month Selasa, 18 Okt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PALAS (Mandailing Online) – Polres Tapanuli Selatan didesak mengungkap berbagai kasus pembunuhan di Kabupaten Padang Lawas (Palas). “Kalau menurut catatan saya sebagai putra asal Desa Sigorbus, yang tersiar di media cetak sudah beberapa kali kasus pembunuhan yang terjadi, hanya beberapa kasus yang terungkap. Karena itu saya mengharapkan kepada Kapolres Tapsel untuk segera mengungkap semua […]

expand_less