Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode

Pengumuman Proklamasi Kemerdekaan Pertamakali di Panyabungan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 21 Mei 2018
  • print Cetak

Foto Ibrahim Dalimunthe (kiri) menceritakan secara lisan yang dicatat Ir. M.Noor El Husein Dalimunte

 

Catatan ini adalah hasil pencatatan terhadap penuturan lisan Almarhum Ibrahim Dalimunthe saat masih hidup di Medan tanggal 7 April 1995 yang dicatatat oleh Ir. M.Noor El Husein Dalimunte.

Penuturan langsung dari pelaku di Panyabungan, Mandailing, Sumatera Utara pada hari-hari setelah kemerdekaan Indonesia diproklamirkan di Jakarta.

Berikut ini hasil catatannya :

Pada tanggal 18 Agustus 1945 beberapa tokoh masyarakat di Panyabungan antara lain: Amar Ma’roef dan Ibrahim Dalimunthe mengirim utusan pemuda ke Hutabargot, diantara mereka: Tholib Nasution, Ahmad Banjir, dan Syamsir Lubis untuk menyampaikan Surat Kawat yang saya terima dari Dr. A.K. Gani dari Palembang kepada Bung Noeddin Pulungan. Isi surat kawat ialah tentang Proklamasi Kemerdekaan Indonesia kemarin tanggal 17 Agustus 1945, atas nama Bangsa Indonesia: Soekarno dan Hatta di Jakarta.

Bung Nuddin Pulungan adalah Ketua BAPEN (Badan Pertahanan Nasional) pada masa itu (Pemerintah Jepang) di Panyabungan. Beliau adalah bekas tahanan politik (Digulis) oleh Pemerintah Hindia Belanda. Terakhir setelah dibebaskan dari penjara Sukamiskin, Bung Karno meminta agar beliau kembali saja ke kampung asalnya karena sudah terlalu tua berjuang dan pokok-pokok pemikirannya sangat dibutuhkan pemuda/masyarakat desa.

Setelah menerima surat kawat tersebut, Bung Nuddin Pulungan dan Amar Ma’ruf berangkat ke Kotanopan menemui tokoh masyarakat disana antara lain Bapak Abdul Aziz dan Raja Junjungan Lubis, guna membicarakan cara-cara yang akan ditempuh mengumumkan Proklamasi di Mandailing. Pada hari itu juga tanggal 18 Agustus 1945, saya Ibrahim Dalimunthe mengibarkan Bendera Merah Putih di kantor BAPEN itu dibawah ancaman tentera Jepang. Sekembali utusan dari Kotanopan mengadakan musyawarah untuk membentuk Panitia setempat yang akan mengumumkan resmi Proklamasi di Panyabungan.

Pada mulanya berita tentang Proklamasi Kemerdekaan disampaikan secara berbisik serta mengestafetkannya kepada teman lainnya, tetapi hasilnya kurang efektip. Cara lain Panitia menerbitkan selebaran dan membagikan kepada siapa saja yang datang atau berurusan dengan loket di pusat pasar Panyabungan. Hal ini mendapat hambatan sengit dari petugas Kempetai Jepang, mereka menyita selebaran serta mengancam akan menangkap siapa saja yang memiliki serta mencoba menyebar luaskannya.

Panitia beserta tokoh masyarakat kembali berunding dibawah pokok mangga di dekat Kantor Pos tempo doeloe yang berhampiran dengan jalan raya yang saat itu akan dilalui rombongan (Penutur tidak ingat namanya). Tokoh-tokoh masyarakat merasa yakin bahwa dalam rombongan tersebut ada Dr. A.K. Gani yang sudah kami kenal. Amar Ma’ruf dan saya Ibrahim Dalimunthe memberanikan menghadang dan ternyata rombongan beserta tentara keamanan mau berhenti sejenak dan memberi penjelasan bahwa Proklamasi itu benar. Setelah itu rombongan meninggalkan Panyabungan menuju Kotanopan, menurut kabar yang diterima memberikan jawaban yang sama. Untuk itu utusan Panitia dari Panyabungan kembali menemui tokoh masyarakat di Kotanopan dan sepakat agar masing-masing mengumumkan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dalam suatu Rapat Umum.

Ibrahim Dalimunthe dan naskah catatan yang sudah diketik serta tandatangannya

Rapat Umum pengumuman Proklamasi di Panyabungan diadakan kira-kira 4 hari sesudah saat itu bertempat di lokasi halaman Pesanggerahan yang lama. Tenggang waktu tersebut dipergunakan untuk menyampaikan undangan ke setiap desa di Kecamatan Panyabungan agar mengirimkan wakil-wakil pemudanya.

Rapat Umum dihadiri massa yang berdatangan dari seluruh pelosok/pedesaan, menyaksikan pengibaran Bendera Merah Putih secara resmi di Panyabungan. Bertindak sebagai Pembicara I Bung Nuddin Pulungan, Pembicara II Amar Ma’ruf dan Pembicara III saya Ibrahim Dalimunthe dengan judul “Bendera Merah Putih Sebagai Lambang Negara dan Kemerdekaan”.

Lapangan itu kemudian menjadi lokasi Upacara Pengibaran Bendera setiap 17 Agustus dan disana Pemerintah Daerah setempat kemudian membangun sebuah Tugu Proklamasi.

Penutur : H. Ibrahim Dalimunthe

Penulis : Ir. M.Noor El Husein Dalimunte.

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Inilah Rumah Orangtua Mochtar Lubis di Kotanopan, Mandailing, Sumut

    Inilah Rumah Orangtua Mochtar Lubis di Kotanopan, Mandailing, Sumut

    • calendar_month Jumat, 26 Mar 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Selama ini publik Indonesia mengatahui Mochtar Lubis lahir di Padang, Sumatera Barat. Tak banyak yang tahu bahwa sastrawan dan jurnalis pejuang ini berdarah bangsawan Mandailing. Pun, sangat sedikit yang tahu rumah orangtua Mochtar Lubis. Ternyata rumah itu berada di Kotanopan, Mandailing Julu, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara. “Kaget ketika akhirnya saya berada di rumah […]

  • Puncak HUT ke-58 Golkar di Madina Ditandai Tasyakuran dan Masuk Kantor Baru

    Puncak HUT ke-58 Golkar di Madina Ditandai Tasyakuran dan Masuk Kantor Baru

    • calendar_month Kamis, 20 Okt 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – DPD (Dewan Pimpinan Daerah) Partai Golkar Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menandai puncak perayaan HUT (Hari Ulang Tahun) ke-58 partai dengan tasyakuran masuk kantor baru. Puncak perayaan dilaksanakan di halaman kantor partai, Jalan Willem Iskandar, Kelurahan Pidoli Dolok, Kecamatan Panyabungan, Madina, Sumut. Selain tasyakuran, DPD Golkar Madina juga memberikan santunan kepada anak […]

  • Pemkab Madina Gagal Tertibkan Penambang Liar

    Pemkab Madina Gagal Tertibkan Penambang Liar

    • calendar_month Selasa, 15 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA- Meski menimbulkan protes dari masyarakat, namun pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) sepertinya ‘membiarkan’ tambang emas tradisional liar itu beroperasi. Soalnya, penambang masih melakukan aktivitasnya di lokasi tambang. Informasi dihimpun METRO, Senin (14/2) dari sejumlah warga, tambang emas masih sulit dihentikan kegiatannya karena beberapa warga sudah menikmati hasil dari tambang tersebut. Disusul dana penertiban penambang […]

  • Surat Pindah Seorang Pejabat Madina Diduga Palsu

    Surat Pindah Seorang Pejabat Madina Diduga Palsu

    • calendar_month Selasa, 24 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SURAT PALSU, Surat persetujuan perpindahan Pejabat Madina yang diduga palsu (kiri) dan yang betul-betul dikeluarkan oleh Bupati Labura (kanan). Surat yang diduga kuat palsu milik Drs Muhammad Idris Batubara ( abang Sekda Madina ). (nmedanbisnis / zamharir rangkuti)

  • Ratusan Proyek 2016 Berpotensi Langgar Perpres No. 70 Tahun 2012

    Ratusan Proyek 2016 Berpotensi Langgar Perpres No. 70 Tahun 2012

    • calendar_month Sabtu, 7 Mei 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Aliansi Rakyat Peduli Madina (ARPM) menemukan ratusan proyek APBD Tahun 2016 di Mandailing Natal tidak jelas nama paket atau lokasi pekerjaannya. “Nilai pekerjaannya hampir Rp50 miliar,” kata Kholik Lubis, Litbang ARPM yang dilansir di akun facebook ARPM, Sabtu (7/5/2016). Sesuai Peraturan Presiden No. 70 Tahun 2012, proyek tersebut tidak cacat hukum […]

  • Pelantun “Widuri” Meninggal Dunia

    Pelantun “Widuri” Meninggal Dunia

    • calendar_month Selasa, 5 Jul 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Pelantun hit “Widuri” Bob Tupoli dikabarkan meninggal dunia. Penyanyi populer era 70-80 ini menghembuskan napas terakhir pada Selasa (5/7) dini hari di Rumah Sakit Mayapada, Jakarta. Kabar duka ini pertama kali diunggah komposer musik Addie MS melalui aku Twitter @addiems yang kemudian disusul oleh sejumlah sahabat, politikus, dan musisi lain. Kondisi […]

expand_less