Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Pengumuman Proklamasi Kemerdekaan Pertamakali di Panyabungan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 21 Mei 2018
  • print Cetak

Foto Ibrahim Dalimunthe (kiri) menceritakan secara lisan yang dicatat Ir. M.Noor El Husein Dalimunte

 

Catatan ini adalah hasil pencatatan terhadap penuturan lisan Almarhum Ibrahim Dalimunthe saat masih hidup di Medan tanggal 7 April 1995 yang dicatatat oleh Ir. M.Noor El Husein Dalimunte.

Penuturan langsung dari pelaku di Panyabungan, Mandailing, Sumatera Utara pada hari-hari setelah kemerdekaan Indonesia diproklamirkan di Jakarta.

Berikut ini hasil catatannya :

Pada tanggal 18 Agustus 1945 beberapa tokoh masyarakat di Panyabungan antara lain: Amar Ma’roef dan Ibrahim Dalimunthe mengirim utusan pemuda ke Hutabargot, diantara mereka: Tholib Nasution, Ahmad Banjir, dan Syamsir Lubis untuk menyampaikan Surat Kawat yang saya terima dari Dr. A.K. Gani dari Palembang kepada Bung Noeddin Pulungan. Isi surat kawat ialah tentang Proklamasi Kemerdekaan Indonesia kemarin tanggal 17 Agustus 1945, atas nama Bangsa Indonesia: Soekarno dan Hatta di Jakarta.

Bung Nuddin Pulungan adalah Ketua BAPEN (Badan Pertahanan Nasional) pada masa itu (Pemerintah Jepang) di Panyabungan. Beliau adalah bekas tahanan politik (Digulis) oleh Pemerintah Hindia Belanda. Terakhir setelah dibebaskan dari penjara Sukamiskin, Bung Karno meminta agar beliau kembali saja ke kampung asalnya karena sudah terlalu tua berjuang dan pokok-pokok pemikirannya sangat dibutuhkan pemuda/masyarakat desa.

Setelah menerima surat kawat tersebut, Bung Nuddin Pulungan dan Amar Ma’ruf berangkat ke Kotanopan menemui tokoh masyarakat disana antara lain Bapak Abdul Aziz dan Raja Junjungan Lubis, guna membicarakan cara-cara yang akan ditempuh mengumumkan Proklamasi di Mandailing. Pada hari itu juga tanggal 18 Agustus 1945, saya Ibrahim Dalimunthe mengibarkan Bendera Merah Putih di kantor BAPEN itu dibawah ancaman tentera Jepang. Sekembali utusan dari Kotanopan mengadakan musyawarah untuk membentuk Panitia setempat yang akan mengumumkan resmi Proklamasi di Panyabungan.

Pada mulanya berita tentang Proklamasi Kemerdekaan disampaikan secara berbisik serta mengestafetkannya kepada teman lainnya, tetapi hasilnya kurang efektip. Cara lain Panitia menerbitkan selebaran dan membagikan kepada siapa saja yang datang atau berurusan dengan loket di pusat pasar Panyabungan. Hal ini mendapat hambatan sengit dari petugas Kempetai Jepang, mereka menyita selebaran serta mengancam akan menangkap siapa saja yang memiliki serta mencoba menyebar luaskannya.

Panitia beserta tokoh masyarakat kembali berunding dibawah pokok mangga di dekat Kantor Pos tempo doeloe yang berhampiran dengan jalan raya yang saat itu akan dilalui rombongan (Penutur tidak ingat namanya). Tokoh-tokoh masyarakat merasa yakin bahwa dalam rombongan tersebut ada Dr. A.K. Gani yang sudah kami kenal. Amar Ma’ruf dan saya Ibrahim Dalimunthe memberanikan menghadang dan ternyata rombongan beserta tentara keamanan mau berhenti sejenak dan memberi penjelasan bahwa Proklamasi itu benar. Setelah itu rombongan meninggalkan Panyabungan menuju Kotanopan, menurut kabar yang diterima memberikan jawaban yang sama. Untuk itu utusan Panitia dari Panyabungan kembali menemui tokoh masyarakat di Kotanopan dan sepakat agar masing-masing mengumumkan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dalam suatu Rapat Umum.

Ibrahim Dalimunthe dan naskah catatan yang sudah diketik serta tandatangannya

Rapat Umum pengumuman Proklamasi di Panyabungan diadakan kira-kira 4 hari sesudah saat itu bertempat di lokasi halaman Pesanggerahan yang lama. Tenggang waktu tersebut dipergunakan untuk menyampaikan undangan ke setiap desa di Kecamatan Panyabungan agar mengirimkan wakil-wakil pemudanya.

Rapat Umum dihadiri massa yang berdatangan dari seluruh pelosok/pedesaan, menyaksikan pengibaran Bendera Merah Putih secara resmi di Panyabungan. Bertindak sebagai Pembicara I Bung Nuddin Pulungan, Pembicara II Amar Ma’ruf dan Pembicara III saya Ibrahim Dalimunthe dengan judul “Bendera Merah Putih Sebagai Lambang Negara dan Kemerdekaan”.

Lapangan itu kemudian menjadi lokasi Upacara Pengibaran Bendera setiap 17 Agustus dan disana Pemerintah Daerah setempat kemudian membangun sebuah Tugu Proklamasi.

Penutur : H. Ibrahim Dalimunthe

Penulis : Ir. M.Noor El Husein Dalimunte.

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Heboh…Spanduk ” bebas transaksi narkoba” Terpampang Dekat Kantor Lurah Pasar II Natal

    Heboh…Spanduk ” bebas transaksi narkoba” Terpampang Dekat Kantor Lurah Pasar II Natal

    • calendar_month Selasa, 16 Des 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    NATAL ( Mandailing Online ): Pasar II Natal, di Kecanatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal  dihebohkan dengan berdirinya sebuah spanduk bertulisan ” wilayah ini bebas bertransaksi dan menggunakan narkoba”. Spanduk itu dipasang di samping Kantor Lurah Pasar II Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara. Kabarnya spanduk ini di naikkan oleh kaum anak muda wilayah tersebut. […]

  • Soal Unas 2014 Diprediksi Tambah Sulit

    Soal Unas 2014 Diprediksi Tambah Sulit

    • calendar_month Selasa, 17 Des 2013
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Butir-butir soal ujian nasional (unas) 2014 diperkirakan bakal lebih sulit dibandingkan dengan tahun ini. Sebab dalam unas 2014, komposisi soal tidak hanya yang berkategori evaluatif saja. Tetapi juga disusupkan soal berkategori prediktif yang sering dipakai di saringan masuk perguruan tinggi negeri. Ketentuan baru itu merupakan bagian dari skenario mengawinkan antaran unas dengan Seleksi […]

  • Produser film hina Nabi Muhammad naik haji

    Produser film hina Nabi Muhammad naik haji

    • calendar_month Senin, 21 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Produser film menghina Nabi Muhammad dan pegiat anti-Islam Arnoud Van Doorn justru menjadi muslim aal tahun ini dan dia pertama kali melakukan ibadah haji kemarin. Dia mengatakan mendapat ketenangan setelah menjadi muslim. Situs irib.ir melaporkan, Senin (21/10), mantan politisi Partai Kebebasan Wilders pimpinan orang anti-Islam terbesar sejagat Greet Wilders mengatakan sangat menyesal telah menghina Islam. […]

  • 11 Isu Strategis Dalam Visi Misi Yusuf Imron

    11 Isu Strategis Dalam Visi Misi Yusuf Imron

    • calendar_month Selasa, 1 Des 2015
    • account_circle webmaster
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Di dalam visi misi pasangan calon bupati Madina Nomor 1, Yusuf Nasution-Imron Libis, terdapat 11 poin isu strategis daerah Madina. Berdasar inventarisir itu, pasangan ini menetapkan 6 solusi sebagai arah kebijakan dan sasaran pembangunan lima tahun ke depan. Adapun isu strategis Kabupaten Mandailing Natal adalah sebagai berikut : 1. Rendahnya kualitas […]

  • DPR jangan cuma retorika soal pemberantasan korupsi

    DPR jangan cuma retorika soal pemberantasan korupsi

    • calendar_month Minggu, 23 Sep 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA, (MO) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta agar Dewan Perwakilan Rakyat bersikap tegas dalam melihat kewenangan institusi yang diketuai Abraham Samad tersebut. Juru bicara KPK, Johan Budi, mendesak para anggota dewan agar tidak munafik. Pasalnya banyak anggota dewan yang di depan mendukung pemberantasan korupsi, namun di belakang justru menikam. “Teman-teman mari kita hentikan retorika, […]

  • Narbaez, Warga AS yang Memeluk Islam Karena Terpikat Sujud dan Wudhu

    Narbaez, Warga AS yang Memeluk Islam Karena Terpikat Sujud dan Wudhu

    • calendar_month Selasa, 8 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Tak pernah terlintas di benak Raphael NarBaez, pria berkebangsaan Amerika Serikat untuk mempelajari dan bahkan memeluk Islam. Betapa tidak. Dalam dirinya telah tertanam sebuah keyakinan bahwa semua agama, selain yang diyakininya, adalah buruk. Hingga suatu hari, ia tak lagi meyakini kebenaran agama yang dipeluknya. Narbaez pun memutuskan untuk meninggalkan agamanya. Ia lalu mempelajarinya ulang, dan […]

expand_less