Minggu, 18 Okt 2026
light_mode

Bicara 11 Rekomendasi, DPRD Madina Tak Berani Putus Masalah

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
  • print Cetak

 

Oleh: Tim Mandailing Epicentrum

 

Setelah bikin Pansus, DPRD Madina akhirnya cuma menerbitkan 11 poin rekomendasi. Bahasa rapi, nada tegas dan daftar masalah terlihat lengkap. Di atas kertas, ini tampak seperti kerja pengawasan yang serius.

Masalahnya: publik sudah terlalu sering melihat pola ini — daftar bertambah, perubahan tidak tampak. Siklusnya berulang lagi, seperti tahun kemarin.

Di sinilah persoalan utamanya: rekomendasi ada, tetapi arah tidak terbaca dan daya paksa tidak terasa.

Rekomendasi: Sekedar Sentuhan

Jika ditarik satu garis, sebelas rekomendasi itu bergerak dengan pola yang sama:
menyisir hal-hal yang tampak di permukaan saja:
* layanan perlu ditingkatkan,
* fasilitas perlu dibenahi,
* kebersihan perlu dijaga,
* sistem perlu diperbaiki,
* pengelolaan perlu ditata.

Semua itu benar. Tapi juga terlalu umum. Datar. Tanpa kehendak untuk benar-benar menyelesaikan masalah.

Tidak memunculkan yang justru paling menentukan:
1. di mana titik kegagalan tata kelola,
2. siapa yang harus bertanggung jawab,
3. bagaimana ukuran keberhasilannya,
4. berapa lama waktu perbaikannya.

Tanpa keempat hal ini, sebelas rekomendasi itu hanya menjadi daftar niat baik. Cuma sekedar basa-basi pelindung cemooh rakyat.

Dari RSUD sampai TPA: Kritik yang Menguap di Tengah Jalan

Beberapa rekomendasi menyentuh isu konkret — dari layanan publik seperti problem rumah sakit hingga pengelolaan sampah dan TPA.

Namun di titik krusial, kritik selalu berhenti di tengah jalan. Bak menguap. Tapi, seperti aroma bangkai, sesungguhnya tak pernah bikin nyaman.

Contoh paling jelas:
* masalah diidentifikasi,
* perbaikan disarankan,
* tetapi desain solusi tidak dibuka.

Tidak ada ketegasan:
* Apakah perlu audit manajemen?
* Apakah perlu perombakan kepemimpinan (lagi)?
* Apakah perlu perubahan skema anggaran?
* Atau cukup “ditingkatkan” seperti biasa, lagi lama cari aman?

Akibatnya, rekomendasi terdengar seperti ucapan ulang tahun dengan susunan kalimat yang sama.

Bahasa Jinak, Masalah Ganas

Semua dirumuskan dengan kata-kata pelan: mendorong, meminta, mengimbau.

Padahal yang dihadapi adalah problem yang berulang dan berdampak langsung ke publik.

Pertanyaannya sederhana:
* Jika tidak dilaksanakan, apa sanksinya?
* Jika gagal, siapa yang dievaluasi?
* Jika diabaikan, apa langkah DPRD berikutnya?

Tanpa jawaban itu, rekomendasi itu kehilangan fungsi utamanya: menekan atau memaksa untuk perubahan.

Yang tersisa, hanya formalitas. Gaya legislasi yang memalukan.

Pengawasan Terjebak

Di titik ini, kita harus jujur: pengawasan terlihat berjalan, tapi tidak bekerja. Hadir dalam bentuk:
* dokumen yang lengkap,
* formalitas sidang,
* catatan yang sistematis.

Namun, pengawasan tidak menjelma menjadi:
* perubahan kebijakan,
* perbaikan layanan,
* atau pembenahan sistem.

Ini bukan soal kurangnya temuan. Melainkan masalah ketidakmampuan mengubah temuan menjadi tindakan.

Masalah Besarnya: Tata Kelola Sembarang

Dari sebelas rekomendasi itu, terlihat satu benang merah: daerah ini tidak kekurangan identifikasi masalah —
tetapi minim keberanian untuk menuntaskan.

Pembangunan berjalan, tapi tidak beres.
Pengawasan ada, tapi tidak menekan.
Rekomendasi dibuat, tapi tidak mengikat.

Yang salah bukan satu sektor.
Yang bermasalah adalah cara berpikir dalam mengelola daerah.

Penutup: Dari Daftar ke Dampak

Sebelas rekomendasi seharusnya menjadi pintu perubahan.

Namun tanpa arah yang jelas dan daya paksa yang nyata, rekomendasi hanya akan menjadi arsip berikutnya. Bukan perintah legislasi.

Publik sudah tidak butuh tambahan daftar.
Rakyat butuh hasil. Progres nyata.

Dan selama rekomendasi hanya berhenti sebagai bahasa—maka masalah akan terus berjalan, tanpa pernah benar-benar ada upaya penyelesaian konkrit yang terukur.***

 

Tim Mandailing Epicentrum: Wadah kritik, motivasi dan support penguasa daerah.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketika Azan Mesjid Dikelilingi Pemilik Banyak Uang Tanjung Balai

    Ketika Azan Mesjid Dikelilingi Pemilik Banyak Uang Tanjung Balai

    • calendar_month Selasa, 2 Agt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kolom Dahlan Batubara Pemimpin Redaksi Mandailing Online Ketika zaman kian menempatkan posisi uang di segala garis edar pergerakan manusia, maka mereka yang memiliki banyak uang akan mudah berenang di arus pergerakan aktivitas di peradaban bumi. Ketika zaman kian menempatkan posisi uang sebagai energi nafas menggerakkan arus aktivitas manusia, maka si pemilik banyak uang akan lebih […]

  • MAMBAYU YANG MAKIN SEDIKIT

    • calendar_month Minggu, 26 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Omline) – Meski jumlahnya tak banyak, masa sekarang aktivitas “mambayu” (mengayam tikar) di kalangan kaum ibu di Mandailing masih dijumpai di beberpa desa. Faktor ekspansi produk-produk tikar pabrikan, aktivitas mambayu di kalangan wanita Mandailing juga berfaktor mulai berubahnya pola hidup dan pola pandang masyarakat Mandailing secara umum kepada hal-hal yang bersifat pragmatis. Berbeda […]

  • Saipullah-Atika Beber Raihan 100 Hari Kerja, ini 8 Poin Capaian

    Saipullah-Atika Beber Raihan 100 Hari Kerja, ini 8 Poin Capaian

    • calendar_month Selasa, 8 Jul 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) Saipullah Nasution dan Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution membeberkan capaian 100 hari kerja, Selasa (8/7/2025) di aula kantor bupati. Rentang 100 hari kerja itu sejak keduanya dilantik sebagai bupati dan wakil bupati Maret lalu. Secara garis besar, terdapat delapan poin penting yang ditetapkan sebagai target penyelesaian […]

  • Pemkab Madina Perlu Pertajam Visi Eknomi

    Pemkab Madina Perlu Pertajam Visi Eknomi

    • calendar_month Selasa, 5 Jul 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemkab Madina diharap mempertajam visi ekonomi untuk mencapi daerah berpendapatan tinggi. Salah satunya melalui perencanaan ekonomi yang visioner. Itu disebutkan pengusaha, Irwan H Daulay dalam postingan di akun pribadinya pada laman facebook, Senin (4/7/2022). Sebab, berdasar data BPS, posisi Mandailing Natal (Madina) hari ini masih jauh dibawah rata-rata pendapatan nasional/propinsi. […]

  • Tiga Pegawai Honorer Unimed Dipecat Karena Kritis

    Tiga Pegawai Honorer Unimed Dipecat Karena Kritis

    • calendar_month Senin, 11 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Tiga pegawai honorer Universitas Negeri Medan (Unimed) resmi dipecat setelah dianggap membuat keributan dan berusaha menggagalkan pelaksanaan rapat senat pemilihan Rektor Unimed. Pemecatan itu diakui ketiganya, Safwin Asrudi Rambe, Arianto Siregar, dan Andi Wijaya terkesan mendadak dan sangat dipaksakan. Apalagi surat pemecatan yang ditandatangani Pembantu Rektor II, Chairul Azmi itu diterima ketiganya pada […]

  • Pilkada Madina, H. Aswin Mendaftar ke PDI Madina

    Pilkada Madina, H. Aswin Mendaftar ke PDI Madina

    • calendar_month Selasa, 10 Sep 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – H. Aswin Parinduri resmi mendaftar ke PDI Perjuangan Madina dalam pencalonan bupati untuk Pilkada Madina 2020. H. Aswin yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Madina tiba di sekretariat PDI Perjuangan Madina, Dalan Lidang, Panyabungan, Selasa sore (10/9/2019). Kedatangannya didampaingi Sekretaris DPD Golkar Madina, Erwin Efendi Nasution; Bendahara […]

expand_less