Selasa, 5 Mei 2026
light_mode

Bicara 11 Rekomendasi, DPRD Madina Tak Berani Putus Masalah

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month 0 menit yang lalu
  • print Cetak

 

Oleh: Tim Mandailing Epicentrum

 

Setelah bikin Pansus, DPRD Madina akhirnya cuma menerbitkan 11 poin rekomendasi. Bahasa rapi, nada tegas dan daftar masalah terlihat lengkap. Di atas kertas, ini tampak seperti kerja pengawasan yang serius.

Masalahnya: publik sudah terlalu sering melihat pola ini — daftar bertambah, perubahan tidak tampak. Siklusnya berulang lagi, seperti tahun kemarin.

Di sinilah persoalan utamanya: rekomendasi ada, tetapi arah tidak terbaca dan daya paksa tidak terasa.

Rekomendasi: Sekedar Sentuhan

Jika ditarik satu garis, sebelas rekomendasi itu bergerak dengan pola yang sama:
menyisir hal-hal yang tampak di permukaan saja:
* layanan perlu ditingkatkan,
* fasilitas perlu dibenahi,
* kebersihan perlu dijaga,
* sistem perlu diperbaiki,
* pengelolaan perlu ditata.

Semua itu benar. Tapi juga terlalu umum. Datar. Tanpa kehendak untuk benar-benar menyelesaikan masalah.

Tidak memunculkan yang justru paling menentukan:
1. di mana titik kegagalan tata kelola,
2. siapa yang harus bertanggung jawab,
3. bagaimana ukuran keberhasilannya,
4. berapa lama waktu perbaikannya.

Tanpa keempat hal ini, sebelas rekomendasi itu hanya menjadi daftar niat baik. Cuma sekedar basa-basi pelindung cemooh rakyat.

Dari RSUD sampai TPA: Kritik yang Menguap di Tengah Jalan

Beberapa rekomendasi menyentuh isu konkret — dari layanan publik seperti problem rumah sakit hingga pengelolaan sampah dan TPA.

Namun di titik krusial, kritik selalu berhenti di tengah jalan. Bak menguap. Tapi, seperti aroma bangkai, sesungguhnya tak pernah bikin nyaman.

Contoh paling jelas:
* masalah diidentifikasi,
* perbaikan disarankan,
* tetapi desain solusi tidak dibuka.

Tidak ada ketegasan:
* Apakah perlu audit manajemen?
* Apakah perlu perombakan kepemimpinan (lagi)?
* Apakah perlu perubahan skema anggaran?
* Atau cukup “ditingkatkan” seperti biasa, lagi lama cari aman?

Akibatnya, rekomendasi terdengar seperti ucapan ulang tahun dengan susunan kalimat yang sama.

Bahasa Jinak, Masalah Ganas

Semua dirumuskan dengan kata-kata pelan: mendorong, meminta, mengimbau.

Padahal yang dihadapi adalah problem yang berulang dan berdampak langsung ke publik.

Pertanyaannya sederhana:
* Jika tidak dilaksanakan, apa sanksinya?
* Jika gagal, siapa yang dievaluasi?
* Jika diabaikan, apa langkah DPRD berikutnya?

Tanpa jawaban itu, rekomendasi itu kehilangan fungsi utamanya: menekan atau memaksa untuk perubahan.

Yang tersisa, hanya formalitas. Gaya legislasi yang memalukan.

Pengawasan Terjebak

Di titik ini, kita harus jujur: pengawasan terlihat berjalan, tapi tidak bekerja. Hadir dalam bentuk:
* dokumen yang lengkap,
* formalitas sidang,
* catatan yang sistematis.

Namun, pengawasan tidak menjelma menjadi:
* perubahan kebijakan,
* perbaikan layanan,
* atau pembenahan sistem.

Ini bukan soal kurangnya temuan. Melainkan masalah ketidakmampuan mengubah temuan menjadi tindakan.

Masalah Besarnya: Tata Kelola Sembarang

Dari sebelas rekomendasi itu, terlihat satu benang merah: daerah ini tidak kekurangan identifikasi masalah —
tetapi minim keberanian untuk menuntaskan.

Pembangunan berjalan, tapi tidak beres.
Pengawasan ada, tapi tidak menekan.
Rekomendasi dibuat, tapi tidak mengikat.

Yang salah bukan satu sektor.
Yang bermasalah adalah cara berpikir dalam mengelola daerah.

Penutup: Dari Daftar ke Dampak

Sebelas rekomendasi seharusnya menjadi pintu perubahan.

Namun tanpa arah yang jelas dan daya paksa yang nyata, rekomendasi hanya akan menjadi arsip berikutnya. Bukan perintah legislasi.

Publik sudah tidak butuh tambahan daftar.
Rakyat butuh hasil. Progres nyata.

Dan selama rekomendasi hanya berhenti sebagai bahasa—maka masalah akan terus berjalan, tanpa pernah benar-benar ada upaya penyelesaian konkrit yang terukur.***

 

Tim Mandailing Epicentrum: Wadah kritik, motivasi dan support penguasa daerah.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Komisi I Prihatin Bocornya Rahasia Tentang Indonesia

    Komisi I Prihatin Bocornya Rahasia Tentang Indonesia

    • calendar_month Jumat, 3 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta : Anggota Komisi I DPR RI Teguh Juwarno menyatakan prihatin dengan dugaan bocornya data rahasia tentang Indonesia di luar negeri dan tersebar melalui internet. “Kita sangat prihatin dengan bocornya informasi tentang Indonesia. Komisi I akan segera klarifikasi soal tersebut,” kata Teguh di Gedung DPR, Jakarta, Kamis [02/12]. Ia mengatakan, bocornya data-data rahasia tentang Indonesia […]

  • DCS Dapil 2 PAN Madina

    DCS Dapil 2 PAN Madina

    • calendar_month Selasa, 9 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Daftar Calon Sementara Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Pemilihan Umum Tahun 2014 Dapil 2 PAN Madina

  • Membangun Pendidikan Harus Melalui Hati Tulus

    Membangun Pendidikan Harus Melalui Hati Tulus

    • calendar_month Selasa, 30 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional (HGN) dan Ulang Tahun PGRI Ke-65 di Kabupaten Mandailing Natal Kadis Pendidikan Drs Musaddad Daulay MM berpesan dalam membangun pendidikan guru harus melalui hati yang tulus dan ikhlas. “Profesi (guru-red) yang harus mempunyai kesabaran dan keuletan yang luar biasa dalam upaya mencerdaskan anak bangsa agar dapat meraih prestasi […]

  • Presiden SBY Didesak Agar Mencopot Kapolri

    Presiden SBY Didesak Agar Mencopot Kapolri

    • calendar_month Minggu, 7 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MALANG, (MO)- Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) komisariat Universitas Kanjuruhan (Unikan) Malang, Jawa Timur, mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono agar segera memberhentikan Jenderal Timur Pradopo dari jabatannya sebagai Kapolri. Desakan puluhan mahasiswa yang tergabung dalam organisasi PMII tersebut dilakukan melalui unjuk rasa di kawasan kampus setempat, Sabtu 6 Oktober 2012. “Kapolri harus mundur dari jabatannya, […]

  • Masyarakat Sorik Marapi Yang Bersahaja dan Sederhana

    Masyarakat Sorik Marapi Yang Bersahaja dan Sederhana

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PEMUKIMAN KAWASAN SORIK MARAPI – Pemukiman di kawasan Sorik Marapi Mandailing Natal masih banyak yang beratap ijuk dengan lingkungan pemukiman yang asri. Lingkungan ini selaras dengan falsafah kehidupan masyarakatnya yang relative masih bersahaja dan sederhana, serta saling hormat menghormati antar sesama dengan kearifan local yang bagus dalam bingkai dalihan na tolu. Tetapi belakangan ini, […]

  • Bangunan Sekolah SD di Aek Baru Julu Dihantam Banjir Bandang

    Bangunan Sekolah SD di Aek Baru Julu Dihantam Banjir Bandang

    • calendar_month Senin, 13 Nov 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    BATANG NATAL ( Mandailing Online )- Tidak hanya jembatan penghubung yang mengalami kerusakan akibat banjir bandang di Desa Aek Baru Julu, Kecamatan Batang Natal, Mandailing Natal, ( Madina ) Senin 13/11/2023. Sebuah gedung Sekolah juga menjadi sasaran derasnya arus sungai aek baru. Video yang diperoleh Mandailing Online, kondisi bangunan sekolah nyaris terbawa arus sungai, hanya […]

expand_less