Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Obama kutip filosofi Pancasila?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 15 Apr 2013
  • print Cetak

pancasila115412

JAKARTA, (MO)  – Pesan politik Nasionalisme Baru yang diusung Presiden Barack Obama diduga terinspirasi politik Indonesia.

Politisi Partai Republik, Michael Patrick Leahy, mengatakan ada inti pesan Obama dalam pidatonya yang sangat mirip dengan pidato Presiden Indonesia yang pertama, Soekarno, tentang Pancasila. Analisis Leahy ini dimuat dalam laman American Thinker beberapa waktu lalu.

Dengan lugas Leahy mengutip sejarah Bung Karno mengusung Pancasila dalam rapat 1 Juni 1945. Di depan peserta sidang rapat, kata Leahy, Bung Karno menjabarkan prinsip dasar Indonesia yaitu Ketuhanan yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, dan Keadilan Sosial Bagi Seluruh rakyat Indonesia.

Menurut Leahy, ada bagian di pidato Obama yang menggaungkan Nasionalisme Baru AS yang sangat mirip dengan sila ke lima yaitu Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Hal ini, kata dia, bisa dimengerti karena Obama pernah bersekolah di Indonesia. Ketika sekolah itulah Obama berkenalan dengan nilai-nilai Pancasila, argumen Leahy.

Ia lalu membandingkan pidato Soekarno 1 Juni dengan Pidato Obama di Osawatomie. Pada 1 Juni Soekarno mengatakan, Leahy menulis, “…Dalam sila Keadilan Sosial jangan ada lagi kemiskinan di Indonesia yang merdeka. Apakah rakyat Indonesia ingin Indonesia yang merdeka tapi kelompok kapitalisme juga merajalela. Atau sebaliknya, kesejahteraan untuk seluruh rakyat. Di mana tiap orang bisa makan dengan cukup.”

Sementara pidato Obama di Osawatomie yang dikutip bagiannya oleh Leahy berbunyi seperti ini, “… Mereka (kaum Republik) ingin kembali ke filosofi usang yang tidak memihak ke kelompok kelas menengah AS bertahun-tahun ini. Filosofi mereka sederhana, kita dianggap akan sejahtera kalau semua orang dibebaskan untuk bermain dengan aturannya sendiri-sendiri. Well, saya di sini mengatakan mereka salah! Saya di sini menegaskan kalau rakyat AS akan jauh lebih besar kalau bersama-sama ketimbang sendiri-sendiri. Saya percaya AS akan berjaya kalau semua masyarakat mendapat kesempatan yang sama, ketika semua orang mendapat bagian yang adil, dan semua orang bermain di dalam aturan yang disetujui bersama.”

Menurut Leahy, dalam pidatonya ini Obama sangat terasa merefleksikan nilai-nilai Indonesia ketimbang AS. “AS selalu menjunjung tinggi nilai individualisme di atas kolektivisme. Sementara Indonesia sebaliknya, menjunjung tinggi kolektivisme di atas individualisme. Pidato Obama ini adalah sanjungan untuk kolektivisme Indonesia dan penolakan kepada individualisme AS,” kata Leahy.(republika)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terima Waspada Award, Bupati: Ini untuk Mandailing Natal

    Terima Waspada Award, Bupati: Ini untuk Mandailing Natal

    • calendar_month Rabu, 12 Jan 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) H. M. Ja’far Sukhairi Nasution menerima anugerah Waspada Award dalam momen ulang tahun ke-75 Waspada di aula Tengku Rizal Nurdin, Medan pada Selasa (11/1) malam. Usai menerima anugerah tersebut, Bupati Sukhairi mengatakan, bahwa anugerah yang diterima itu merupakan penghargaan untuk Mandailing Natal. “Anugerah ini adalah untuk Kabupaten […]

  • Usut Korupsi di Dinkes dan Dishub Madina

    Usut Korupsi di Dinkes dan Dishub Madina

    • calendar_month Kamis, 8 Okt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kepolisian dan kejaksaan didesak menyelidiki kasus korupsi di 2 instansi Pemkab Madina. Kedua instasi itu adalah Dinas Kesehatan dan Dinas Perhubungan. Dugaan korupsi di Dinas Kesehatan meliputi pengendapan dana BPJS, BOK, Rekonsiliasi dan suap penerimaan bidan PTT. Sedangkan di Dinas Perhubungan dugaan korupsi pembelian lahan untuk terminal di Panyabungan. Desakan […]

  • Trenggiling diburu bahan sabu-sabu

    Trenggiling diburu bahan sabu-sabu

    • calendar_month Senin, 4 Mar 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, (MO)  – Kepala Balai Besar Sumber Daya Alam  (BBKSDA) Provinsi Sumut Istanto menjelaskan bahwa populasi Trenggiling yang paling banyak dapat ditemui di hutan Leuser. Bahkan, jumlahnya pun belum sempat dihitung. Istanto menyebutkan, selain berkahasiat untuk kosmetik dan bahan baku narkoba jenis  sabu-sabu, kenikmatan daging Trenggiling dan nilai jualnya yang tinggi menjadikan Trenggiling kerap diincar […]

  • Jumlah Tertimbun Sekitar 10 Orang

    Jumlah Tertimbun Sekitar 10 Orang

    • calendar_month Rabu, 6 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pengakuan Salah SEorang yang Selamat PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Jumlah orang yang terperangkap dalam timbunan reruntuhan tanah pada peristiwa lobang runtuh di bukit Sarahan, Desa Huta Bargot Julu, Kecamatan Huta Bargot, Mandailing Natal, diperkirakan 10 orang. Kejadiannya, sekitar pukul 11.15 WIB, Senin malam (4/2). Para penambang yang tertimbun ini adalah penduduk dari berbagai desa di […]

  • Spanduk “Usir TKA China” Raib dari Pagar Taman Panyabungan

    Spanduk “Usir TKA China” Raib dari Pagar Taman Panyabungan

    • calendar_month Sabtu, 14 Jul 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Spanduk yang bertulis “USIR TKA CHINA DARI BUMI GORDANG SAMBILAN” sudah raib dari pagar taman Panyabungan. Pantauan Mandailing Online, Sabtu (14/7/2018), spanduk itu tak ada lagi di pagar taman itu. “Saya juga tak tahu kapan spanduk itu diturunkan, siapa yang nurunkan juga tak tahu,” kata seorang pengemudi beca bermotor menjawab Mandailing […]

  • Nasib Driver Ojol Terpuruk dalam Genggaman Kapitalis

    Nasib Driver Ojol Terpuruk dalam Genggaman Kapitalis

    • calendar_month Selasa, 11 Apr 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Dewi Soviariani Ibu dan pemerhati umat Siang malam berjuang di jalan untuk mengais rupiah yang kian hari kian susah. Driver ojol makin menderita nasibnya saat potongan besar yang dilakukan oleh aplikator berlangsung sejak beberapa tahun lalu. Ibarat sapi perah, para driver ojol tersebut menjadi pelaksana teknis yang menghasilkan uang untuk disetorkan pada perusahaan aplikatornya. […]

expand_less