Selasa, 14 Jul 2026
light_mode

Acara Pembukaan PRSU dengan Upacara Adat Mandailing Natal

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Senin, 17 Mar 2014
  • print Cetak

MEDAN – Cahaya lampu berkilatan dari paviliun-paviliun, panggung utama dan sepanjang jalan di areal Tapiandaya di Jalan Gatot SUbroto Medan. Cahayanya melesat, membias di jalanan dan dinding bagunan yang mendadak berubah bagai tarian. Puluhan warga Mandailing Natal (Madina) dengan batik khas bangsa Mandailing tampak berbaris menanti kedatangan tamu istimewa Gubernur Gatot Pujo Nugroho.

Lima dayang dari Pantai Barat Natal dengan pakaian khas Pasumandan Natal juga turut dalam barisan. Diiringi musik gordang 2, Mangaraja Gomgom Nauli Lubis (gelar Gatot di Madina) yang datang dengan payung khas raja, namora natoras disambut hangat oleh petua adat. Dengan pakaian khas pengantin pria Natal, Gatot bersama mantan Sekjen Depkeu, Mulia P Nasution menaiki pelaminan Mandailing kemudian pelaminan Natal. Kedua adat Mandailing dan Natal berbeda tapi menjadi satu. Lagu Onang-onang dan lagu selamat datang ikut meramaikan suasana.

Sebelum PRSU dibuka dan setelah upacara adat dilaksanakan, ketua panitia Drs Taufik M Lubis menyampaikan apresiasinya terhadap Madina yang menjadi tuan rumah PRSU ke 43. “Saya sanngat berterimakasih dengan Masyarakat Madina dengan kebudayaan pantai barat natal yang mempesona dan budaya khas lainnya, PRSU kembali remaja dan semarak dan ini didukung oleh motivasi yang digerakkan oleh Gubernur,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bila tahun ini, ada empat Kabupaten dan satu kota yang tidak ikut dalam kegiatan. “Diantaranya Kabupaten Karo, Kabupaten Nias Selatan, kabupaten Nias Barat, Kabupaten Pak-Pak dan kota Gunung Sitoli,” ujarnya sembari menjambarkan seluruh rangkaian acara yang akan berlangsung selama 33 hari di PRSU.

Sementara itu, Plt Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution menyampaikan Madina sangat beruntung mendapat kesempatan menjadi tuan rumah. Ia juga menyampaikan meskipun Mandailing dan Natal adalah 2 adat yang berbeda, tetapi tidak menjadikan mereka terpecah belah. Bahkan bila pihaknya mendapatkan satu kesempatan lagi, ia juga akan menampilkan 1 lagi adat atau suku yang ada di Madina, yakni Tanah Kubu, Muara Siponge untuk menampilkan budayanya.

“Ini menandakan bila Madina tidak membeda-bedakan satu sama lain, tahun depan bila ada kesempatan kami akan menampilkan 1 suku yang juga ada di Madina,” katanya.

Pembukaan pun kembali dilanjutkan oleh Gubernur, sebelum membuka PRSU, ia juga mengucapkan ucapan terimakasihnya terhadap partisipasi dan kreasi yang disumbangkan pemerintah daerah dan masyarakt Madina dalam penyelenggaraan PRSU ke 43. “Nuansa baru dan kesemarakan ini memperkuat kayakinan kita untuk menjadikan PRSU ini masa depan Sumut,” ujarnya.

Lanjutnya, PRSU diharapkan dapat memperkuat daya saing dalam upaya meningkatkan produktifitas yang pada gilirannya akan menaikkan standart hidup masyarakat. “Saya tunggu inovasi baru dari ketua yayasan. Jangan hanya momen ini saja, namun ada yang lain. Jember punya carnaval, Solopunya batik carnival, kita juga harus ada karena Sumut tidak kalah keanekaragaman budayanya dengan daerah-daerah tersebut,” katanya.

Gatot juga berharap, sejarah Madina dapat dijadikan sebuah film. “Madina ternyata bila dilihat dari sisi aspek kesejarahan sangat tinggi. Pahlawan Nasional, Multatuli pernah bertugas di Madina untuk memungut pajak atas perintah Belanda dan akhirnya ia mencintai wanita Madina dan cerita ini sangat elok bila dijadikan sebuah film agar mengangkat Madina dalam kanca nasional,” harap Gatot disertai tepuk tangan.

“Semoga PRSU ini menjadi media kaloborasi antar etnis budaya yang ada di sumut,” katanya.

Ia pun langsung membuka PRSU ke 43 didampingi oleh beberapa penjabat Provsu dan jajaran pemerintah Madina.

Kegiatan akhirnya dilanjutkan dengan hiburan atraksi pesta Panen Raya dari putra-putri Madina. Dengan menceritakan seorang anak yang dibuai-buai oleh nasehat orangtua yang kemudian didengarkan dan membawanya menjadi anak yang baik dan dengan buaian atau nasehat tersebut akhirnya ia berhasil mempergunakan tanah kelahirannya dengan sebaik mungkin hingga menghasilkan dan dia mengundang bebagai suku untuk ikut melakukan panen raya.

Plt Gubernur Madina juga memberikan bidu atau cinderamata khas adat Madina kepada jajaran pemerintah provinsi Sumut da seluruh Muspida juga seluruh Walikota yang hadir. (metro)

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pangdam I/BB serahkan bantuan alat pertanian

    Pangdam I/BB serahkan bantuan alat pertanian

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Pangdam I/BB Mayjen TNI Edy Rahmayadi bersama Bupati Madina Drs H Dahlan Hasan Nasution selasa, (24/3) di desa Salambue selain melakukan tanam perdana juga menyerahkan bantuan berupa kepada 13 kelompok tani dari berbagai desa yang ada di Mandailing Natal, yakni 20 unit hand traktor, 10 unit rontok padi, 1 ton benih padi Siganteng,7 ton pestisida, […]

  • PSMS Medan kalah lagi

    PSMS Medan kalah lagi

    • calendar_month Minggu, 19 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BONTANG – Bontang FC sukses menuai angka penuh di kandang setelah menundukkan PSMS Medan 2-0 di Stadion Mulawarman dalam lanjutan Liga Prima Indonesia (IPL) 2011/12, Sabtu (18/2). Raihan tiga angka mengangkat posisi Bontang FC ke peringkat tujuh klasemen sementara usai mengumpulkan poin sepuluh dari sembilan laga. Bontang FC menggeser Persiraja Banda Aceh, PSM Makassar dan […]

  • Proxy War dan Neo Imperialisme!

    Proxy War dan Neo Imperialisme!

    • calendar_month Senin, 12 Jun 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Umar Syarifudin (Lajnah Siyasiyah DPD HTI Jatim)   Dalam beberapa kesempatan, Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo mengingatkan Indonesia saat ini tengah menghadapi bahaya proxy war atau perang asimetris. Proxy war terjadi di Indonesia melaui beberapa cara, di antaranya narkoba, konflik antar kelompok, maupun terorisme. Panglima TNI mengingatkan tentang Proxy War sebagai ancaman nyata bagi […]

  • RI terancam krisis penduduk dan pangan

    RI terancam krisis penduduk dan pangan

    • calendar_month Kamis, 27 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA- Kesejahteraan tampaknya menjadi kondisi yang kian musykil bagi masyarakat Indonesia. Pasalnya, kondisi ini masih terasa jauh panggang dari api. Malah kini Indonesia tengah dibayangi ancaman ledakan penduduk. Menurut Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) ancaman ledakan penduduk itu sangat nyata jika Indonesia gagal membuat desain induk kependudukan yang tepat dan tertata. Kepala BKKBN, […]

  • Di STAIN Madina, Dosen Hukum Pidana Islam Pimpin Prodi Perbankan Syariah & Ilmu Hadist. Seleksinya Jadi Sorotan

    Di STAIN Madina, Dosen Hukum Pidana Islam Pimpin Prodi Perbankan Syariah & Ilmu Hadist. Seleksinya Jadi Sorotan

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Heboh! Proses seleksi pejabat di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal (STAIN Madina) diduga sarat Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN). Sorotan tajam mengarah pada penempatan Kepala Program Studi hingga Sekretaris Pusat yang dinilai janggal dan tidak sesuai kompetensi. Dugaan ini mencuat usai seleksi dan pelantikan Ka. Prodi, Sekretaris Pusat Penjaminan […]

  • Wabup Madina : Petani Gagal Panen di Siabu Akan Dibantu

    Wabup Madina : Petani Gagal Panen di Siabu Akan Dibantu

    • calendar_month Selasa, 10 Jan 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) –  Pemkab Mandailing Natal akan mengupayakan bantuan bagi petani padi yang gagal panen di Kecamatan Siabu. Hal itu dikatakan Wakil Bupati Mandailing Natal, Jakfas Sukhairi Nasution menjawab wartawan via seluler, Selasa (10/1) terkait ratusan hektar tanaman padi yang berusia menjelang panen membusuk akibat terrendam banjir luapan Sungai Batang Angkola di sejumlah desa […]

expand_less