Sabtu, 30 Mei 2026
light_mode

Acara Pembukaan PRSU dengan Upacara Adat Mandailing Natal

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Senin, 17 Mar 2014
  • print Cetak

MEDAN – Cahaya lampu berkilatan dari paviliun-paviliun, panggung utama dan sepanjang jalan di areal Tapiandaya di Jalan Gatot SUbroto Medan. Cahayanya melesat, membias di jalanan dan dinding bagunan yang mendadak berubah bagai tarian. Puluhan warga Mandailing Natal (Madina) dengan batik khas bangsa Mandailing tampak berbaris menanti kedatangan tamu istimewa Gubernur Gatot Pujo Nugroho.

Lima dayang dari Pantai Barat Natal dengan pakaian khas Pasumandan Natal juga turut dalam barisan. Diiringi musik gordang 2, Mangaraja Gomgom Nauli Lubis (gelar Gatot di Madina) yang datang dengan payung khas raja, namora natoras disambut hangat oleh petua adat. Dengan pakaian khas pengantin pria Natal, Gatot bersama mantan Sekjen Depkeu, Mulia P Nasution menaiki pelaminan Mandailing kemudian pelaminan Natal. Kedua adat Mandailing dan Natal berbeda tapi menjadi satu. Lagu Onang-onang dan lagu selamat datang ikut meramaikan suasana.

Sebelum PRSU dibuka dan setelah upacara adat dilaksanakan, ketua panitia Drs Taufik M Lubis menyampaikan apresiasinya terhadap Madina yang menjadi tuan rumah PRSU ke 43. “Saya sanngat berterimakasih dengan Masyarakat Madina dengan kebudayaan pantai barat natal yang mempesona dan budaya khas lainnya, PRSU kembali remaja dan semarak dan ini didukung oleh motivasi yang digerakkan oleh Gubernur,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bila tahun ini, ada empat Kabupaten dan satu kota yang tidak ikut dalam kegiatan. “Diantaranya Kabupaten Karo, Kabupaten Nias Selatan, kabupaten Nias Barat, Kabupaten Pak-Pak dan kota Gunung Sitoli,” ujarnya sembari menjambarkan seluruh rangkaian acara yang akan berlangsung selama 33 hari di PRSU.

Sementara itu, Plt Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution menyampaikan Madina sangat beruntung mendapat kesempatan menjadi tuan rumah. Ia juga menyampaikan meskipun Mandailing dan Natal adalah 2 adat yang berbeda, tetapi tidak menjadikan mereka terpecah belah. Bahkan bila pihaknya mendapatkan satu kesempatan lagi, ia juga akan menampilkan 1 lagi adat atau suku yang ada di Madina, yakni Tanah Kubu, Muara Siponge untuk menampilkan budayanya.

“Ini menandakan bila Madina tidak membeda-bedakan satu sama lain, tahun depan bila ada kesempatan kami akan menampilkan 1 suku yang juga ada di Madina,” katanya.

Pembukaan pun kembali dilanjutkan oleh Gubernur, sebelum membuka PRSU, ia juga mengucapkan ucapan terimakasihnya terhadap partisipasi dan kreasi yang disumbangkan pemerintah daerah dan masyarakt Madina dalam penyelenggaraan PRSU ke 43. “Nuansa baru dan kesemarakan ini memperkuat kayakinan kita untuk menjadikan PRSU ini masa depan Sumut,” ujarnya.

Lanjutnya, PRSU diharapkan dapat memperkuat daya saing dalam upaya meningkatkan produktifitas yang pada gilirannya akan menaikkan standart hidup masyarakat. “Saya tunggu inovasi baru dari ketua yayasan. Jangan hanya momen ini saja, namun ada yang lain. Jember punya carnaval, Solopunya batik carnival, kita juga harus ada karena Sumut tidak kalah keanekaragaman budayanya dengan daerah-daerah tersebut,” katanya.

Gatot juga berharap, sejarah Madina dapat dijadikan sebuah film. “Madina ternyata bila dilihat dari sisi aspek kesejarahan sangat tinggi. Pahlawan Nasional, Multatuli pernah bertugas di Madina untuk memungut pajak atas perintah Belanda dan akhirnya ia mencintai wanita Madina dan cerita ini sangat elok bila dijadikan sebuah film agar mengangkat Madina dalam kanca nasional,” harap Gatot disertai tepuk tangan.

“Semoga PRSU ini menjadi media kaloborasi antar etnis budaya yang ada di sumut,” katanya.

Ia pun langsung membuka PRSU ke 43 didampingi oleh beberapa penjabat Provsu dan jajaran pemerintah Madina.

Kegiatan akhirnya dilanjutkan dengan hiburan atraksi pesta Panen Raya dari putra-putri Madina. Dengan menceritakan seorang anak yang dibuai-buai oleh nasehat orangtua yang kemudian didengarkan dan membawanya menjadi anak yang baik dan dengan buaian atau nasehat tersebut akhirnya ia berhasil mempergunakan tanah kelahirannya dengan sebaik mungkin hingga menghasilkan dan dia mengundang bebagai suku untuk ikut melakukan panen raya.

Plt Gubernur Madina juga memberikan bidu atau cinderamata khas adat Madina kepada jajaran pemerintah provinsi Sumut da seluruh Muspida juga seluruh Walikota yang hadir. (metro)

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • Soal Teror Harimau, Pemkab Jangan Takut Tersandung Hukum

    Soal Teror Harimau, Pemkab Jangan Takut Tersandung Hukum

    • calendar_month Rabu, 3 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemkab Mandailing Natal (Madina) diharapkan jangan ragu-ragu menerbitkan kebijakan tentang membunuh harimau yang telah meneror dan membunuh manusia di Kecamatan Muara Batang Gadis. Baik bupati maupun wakil bupati tidak akan tersandung hukum ketika menerbitkan surat keputusan tentang memburu harimau yang telah menelan korban jiwa manusia. Sudah hampir 7 tahun teror harimau […]

  • Demo CPNS Diwarnai Aksi Tabur Bunga dan Berkemah di Kantor Bupati Madina

    Demo CPNS Diwarnai Aksi Tabur Bunga dan Berkemah di Kantor Bupati Madina

    • calendar_month Senin, 2 Jun 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Aksi Demonstrasi para pelamar CPNS Kabupaten Mandailing Natal (Madina) formasi tahun 2013 di kantor bupati Madina, Senin (2/6/2014) diiringi dengan aksi tabur bunga. Para pengunjukrasa bergantian menaburkan bunga terhadap foto Plt Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution yang dipajang di depan pintu masuk kantor bupati. Penaburan bunga itu disebut sebagai ungkapan duka […]

  • 500 Polisi Amankan Sidang Praperadilan Budi Gunawan

    500 Polisi Amankan Sidang Praperadilan Budi Gunawan

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Jakarta – Polda Metro Jaya mengerahkan 500 personel guna mengamankan sidang gugatan praperadilan calon Kapolri Komisaris Jenderal Polisi Gunawan terhadap penetapan tersangka suap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. “Pasukan pengamanan sidang praperadilan dari Brimob Polda Metro Jaya, Sabhara Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Selatan dan Brimob Mabes Polri,” kata […]

  • Darul Mursyid Raih Nilai Tertinggi se-Sumut

    Darul Mursyid Raih Nilai Tertinggi se-Sumut

    • calendar_month Senin, 1 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TAPSEL (Mandailing Online) – Pesantren Modern Unggulan Terpadu Darul Mursyid mendapat nilai tertinggi akreditas I se-Sumatera Utara dari Badan Akreditasi Nasional Sekolah Madrasah (BAN-SM). Perolehan nilai A dari BAN-SM ini bukan kali pertama diperoleh Darul Mursyid, melainkan sudah beberapa kali. Hanya saja, nila A yang terkandung kali ini cukup tinggi yakni 96 atau tertinggi. Kepala […]

  • Jalan lingkungan yang dirusak desa tanpa ada pelepasan aset daerah ( ist )

    Bupati Madina : Kades Jambur Baru Akan Ditindak Tegas Jika Terbukti Rugikan Negara

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA||Mandailing Online- Terkait Kepala Desa Jambur Baru, Kecamatan Batang Natal , Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) yang melakukan perusakan terhadap aset daerah demi memuluskan proyek jalan desanya, Bupati dengan tegas mengatakan apabila ada temuan kerugian negara, perbuatan melanggar hukum yang menyangkut ke jabatan, akan menindak sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan. ” kita tidak boleh […]

  • Polres Madina Percepat Pemeriksaan Kasus Kebakaran Pasar Hilir

    Polres Madina Percepat Pemeriksaan Kasus Kebakaran Pasar Hilir

    • calendar_month Selasa, 11 Okt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tim Percepatan Pemeriksaan Polres Madina terjun langusung di lokasi melakukan pemeriksaan tambahan dalam memproses penyebab kebakaran di Pasar Hilir, Panyabungan, Selasa (11/10). Tim berada di lokasi membawa peralatan lengkap dan menemui para korban kebakaran untuk mengumpulkan bukti-bukti tambahan penyebab kebakaran yang menghaguskan 17 rumah penduduk yang terjadi tanggal 26 September lalu […]

expand_less