Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Di PAPBD 2017,  DPRD Madina Tolak Proyek Taman Raja Batu

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 26 Jul 2019
  • print Cetak

Sahriwan Nasution

PANYABUNGAN (Mandailing Online) : Pihak Pemkab Madina pernah mencoba memasukkan sejumlah item proyek pendahuluan Taman Raja Batu ke dalam APBD Perubahan Kabupaten Madina TA 2017, namun ditolak DPRD.

Hal itu diungkapkan anggota DPRD Mandailing Natal (Madina) Sahriwan “Kocu” Nasution dari Partai Bulan Bintang dalam satu wawancara khusus dengan Mandailing Online di kediamannya Desa Gunungtua Julu, Panyabungan, Madina, Kamis (25/7/2019).

Sikap DPRD yang melakukan penolakan itu, kata Sahriwan, karena pembangunan Taman Raja Batu dinilai tidak memiliki izin prinsip dari DPRD Madina, tidak ada di dalam tata ruang dan juga tak masuk dalam Rencana Kerja Pemerintah Kabupaten Madina.

Yang paling prinsipil, penolakan itu lantaran proyek-proyek fisik di Taman Raja Batu itu telah dikerjakan sebelum penganggaran.

Sahriwan membeberkan, pada masa pembahasan APBD Perubahan TA 2017 itu, dia menemui Wakil Ketua DPRD Madina, Zubeir Lubis untuk membicarakan prihal klausul sejumlah item proyek Taman Raja Batu di dalam draf  APBD Perubahan yang dinilai sangat berbahaya secara hukum jika DPRD meloloskannya untuk dibahas Badan Aanggaran DPRD.

“Saat itu saya menemui bang Zubeir, wakil ketua. Saya katakan item-item proyek Taman Raja Batu sangat berbahaya, menyalahi undang-undang dalam sistem bernegara. Bang Zubeir lalu berinisiatif memanggil ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah,” ungkap Sahriwan.

Pembicaraan antara DPRD Madina dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) manghasilkan bahwa item-item proyek Taman Raja Batu itu dikeluarkan dari pembahasan APBD Perubahan 2017.

Anehnya, ketika Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) menangani kasus ini sejak 2018 lalu menemukan banyak item-item proyek Taman Raja Batu yang masuk dalam penganggaran pada buku APBD Perubahan 2017.

Sikap penolakan DPRD Madina itu menjadi poin-poin penting dalam keterangan Sahriwan di hadapan penyidik Kejatisu ketika Sahriwan dipanggil Kejatisu untuk dimintai keterangan seputar kasus pembangunan Taman Raja Batu dan Tapian Sirisiri di Madina.

“Saya dipanggil Kejatisu untuk memberikan keterangan. Itu tahun 2018 lalu,” katanya.

Sahriwan juga pernah mempertayakan kepada Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Madina, Abu Hanifah, prihal apakah Taman Raja Batu masuk dalam tata ruang daerah atau tidak.

“Saat itu Pak Abu angkat tangan. Kalau soal ini saya menyerah,” ujar Sahriwan menirukan ucapan Abu Hanifah.

Sahriwan mempertanyakan itu kepada Abu Hanifah di pertemuan antara Komisi III DPRD Madina dengan tim eksekutif. Masa itu Sahriwan menjabat Wakil Ketua Komisi III DPRD Madina juga masuk dalam Badan Anggaran DPRD Madina.

Sementara itu, mantan Plt. Sekda Madina, Safe’i Lubis selaku ketua TAPD tahun 2017 yang kini masih menjabat Asisten II Pemkab Madina yang dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya, Jum’at (26/7/2019) mengatakan bahwa tak tahu adanya pertemuan TAPD dengan DPRD Madina membahas soal item-item proyek Taman Raja Batu.

Dia juga enggan berkomentar soal ajuan item-item proyek Taman Raja Batu ke APBD Perubahan 2017 karena yang menyangkut item-item berada dalam lingkup kelompok  perencanaan dan penganggaran yang bersifat teknis dalam TAPD. Sedangkan ketua TAPD sifatnya memimpin Tim Anggaran Pemerintah Daerah.

Seperti diketahui, pihak Kejatisu saat ini tengah menangani kasus dugaan korupsi pembangunan Taman Raja Batu dan Tapian Sirisiri.

Tiga pejabat Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Madina telah ditahan oleh Kejatisu pada Rabu (24/7?2019) setelah sebelumnya Jum’at pekan lalu ketiganya ditetapkan sebagai tersangka.

Berdasar data yang dikantongi pihak Kejatisu, selain proyek dari Dinas Tarukim Madina, juga ada proyek dari Dinas Pekerjaan Umum Madina dan Dinas Pemuda Olahraga Madina. Hanya saja, pihak Kejatisu menyatakan bahwa untuk saat ini masih Dinas Tarukim yang difokuskan dan akan disusul Dinas Pekerjaan Umum Madina dan Dinas Pemuda Olahraga Madina.

Oleh kejatisu merujuk hasil audit akuntan publik dari Jakarta, menyatakan bahwa dari sekitar Rp 8 milyar pembangunan taman itu, berpotensi merugikan keuangan negara sekitar  Rp 4,7 milyar.

Pihak Kejatisu menyatakan Dinas Tarukim menjadi skala prioritas kerena kerugian negara-nya lebih tinggi yakni sekitar 1,4 milyar dari 4,7 milyar itu.

 

Peliput : Dahlan Batubara / W. Rangkuti

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terkait Penangkapan Anggota LSM di Kotanopan

    Terkait Penangkapan Anggota LSM di Kotanopan

    • calendar_month Sabtu, 26 Jul 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    LSM itu mitra pemerintah, ya. Tapi bukan pemerintah, apalagi merasa jadi aparat pemerintah. Karena itu ia disebut NGO (Non Governmental Organization). Tegas sekali istilah itu. Kalau swadaya artinya tenaga sendiri, iklas bekerja membantu orang, tidak minta imbalan. Ia mitra pemerintah untuk mendorong program pemerintah agar lebih cepat progresnya. Misalnya membina kelompok tani, pemulihan lingkungan alam, […]

  • Tok..Tok..Tok! 7 Daerah Dapat Ekstra Time Pendaftaran Balon Kada

    Tok..Tok..Tok! 7 Daerah Dapat Ekstra Time Pendaftaran Balon Kada

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

      JAKARTA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) akhirnya kembali memperpanjang masa pendaftaran pasangan bakal calon kepala daerah (balon kada), di tujuh wilayah yang sebelumnya baru memunculkan satu pasangan bakal calon. Ketua KPU Husni Kamil Manik mengatakan, perpanjangan dilakukan setelah penyelenggara pemilu mempelajari dan melakukan rapat pleno atas surat rekomendasi yang dikeluarkan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), […]

  • 468 Knalpot blong Digilas situmalas

    468 Knalpot blong Digilas situmalas

    • calendar_month Sabtu, 18 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIDIMPUAN- Sebanyak 468 knalpot blong bernilai Rp163 juta digilas alat berat perata jalan atau yang biasa disebut situmalas, di Alaman Bolak Padang Nadimpu, Kota Padangsidimpuan, Jumat (17/2). Penghancuran knalpot blong tersebut langsung dipimpin Kapolres Psp AKBP Andi Syahriful Taufik bersama Wali Kota Drs H Zulkarnain Nasution, dan disaksikan unsur muspida plus, praktisi hukum, tokoh masyarakat, […]

  • KPK dapat gedung baru

    KPK dapat gedung baru

    • calendar_month Sabtu, 13 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA, (MO) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengapresiasi keputusan Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat yang menyetujui permohonan anggaran gedung baru KPK. Juru Bicara KPK Johan Budi mengatakan, pihaknya memang membutuhkan gedung baru karena kondisi gedung yang saat ini tidak memungkinkan. “Langkah Komisi III perlu diapresiasi karena memang kebutuhan gedung KPK itu sebuah keniscayaan. Kami tidak […]

  • Balita Usus Keluar Dibawa Ayah Keliling Kampung Minta Bantuan Warga

    Balita Usus Keluar Dibawa Ayah Keliling Kampung Minta Bantuan Warga

    • calendar_month Rabu, 20 Jan 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Saiman Nasution, ayah kandung Rizky Wasiah, bayi kaluar usus harus keliling kampung meminta belas kasihan warga untuk biaya operasi Rizky. Keliling dari rumah ke rumah warga ini terpaksa dilakukannya demi menyelamatkan anaknya, meski cara seperti ini sangat bertolakbelakang dengan sanubarinya. Bayi umur 10 bulan penduduk Desa Huraba II, Kecamatan Siabu, Kabupaten […]

  • Ribuan Karyawan Mengamuk dan Bakar Perusahaan di Batam

    Ribuan Karyawan Mengamuk dan Bakar Perusahaan di Batam

    • calendar_month Selasa, 20 Sep 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BATAM: Ribuan karyawan subkontrak PT Nexus Engineering Kawasan Industri Kabil Kota Batam mengamuk dan membakar perusahaan tempat mereka bekerja, Selasa sekitar pukul 08.30 WIB. Menurut salah seorang karyawan, Niko, kejadian tersebut dipicu salah seorang karyawan dipukul oleh oknum diduga anggota TNI yang bertugas diperusahaan, karena karyawan yang belum diketahui namannya itu salah parkir. “Ribuan karyawan […]

expand_less