Rabu, 17 Jun 2026
light_mode

Covid-19 dan Kesadaran Bersama

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 29 Mar 2020
  • print Cetak

Atika Azmi Utammi Nasution, B.AppFin, MFin

Catatan Ringkas : Atika Azmi Utammi Nasution

Covid 19 merupakan musibah yang tak terbendung penyebarannya hingga saat ini. Statusnya pun dinaikkan oleh World Health Organisation (WHO) dari epidemi menjadi pandemi.

Pandemi adalah penyebaran virus atau penyakit yang mendunia. Namun, ada satu kekosongan yang mungkin luput dari pandangan bersama. Vaksin penawar Covid-19 per akhir Maret 2020 belum benar-benar ditemukan.

Peneliti, baik bersifat individu maupun organisasi perlu didorong untuk lebih cepat menemukan vaksin Covid-19 ini, karena bukan hanya faktor kesehatan yang terancam, masalah sosial-ekonomi pun semakin hari semakin bermunculan.

Salah satu cara yang mungkin dapat dimaksimalkan oleh pemerintah adalah dengan pemberian ganjaran sewajarnya kepada penemu vaksin, baik dalam bentuk ganjaran finansial, penghargaan nobel maupun dalam bentuk lainnya.

Ini bukan hanya beban pemerintah, tetapi beban bersama.

Pemberian ganjaran ini bukan semata-mata ajang untuk mencari nafkah, tetapi lebih tepatnya untuk menyudahi pandemi ini lebih awal. Selain itu, warga yang enggan memeriksakan diri terkait Covid-19 juga harus didorong agar memeriksakan diri sedini mungkin untuk meminimalisirkan penyebaran Covid-19 ini.

Beberapa cara untuk mendorongnya adalah melalui pemberian stimulus berupa pemberian subsidi transportasi dan akomodasi kepada yang suka rela
memeriksakan dirinya. Pemberian bantuan dasar rumah tangga kepada pengidap Covid-19 berupa sembako dan kebutuhan dasar pangan lain.

Pemberian subsidi listrik dan air, keringanan kredit kepada debitur yang paling dirugikan oleh pandemi ini, misalnya keringanan kredit ojek online dan keringanan kredit UMKM.

Selain stimulus, pemerintah juga perlu menjaga stabilitas fiskal dan moneter seperti Surat Berharga Negara (SBN), saham perusahaan terbuka, suku bunga dan nilai tukar rupiah agar tetap pada level yang di8nginkan demi kondusifitas keuangan negara.

Karena dari ekonomi yang kondusif, maka beban socio-ekonomi terkait pandemi ini dapat lebih ditanggulangi.

Selain itu, pemerintah juga perlu mengalokasikan dana cadangan untuk mengantisipasi epidemi atau pandemi yang berpotensi muncul, agar terhindar dari situasi berat seperti sekarang ini.

Kejadian SARS dan H1N1 beberapa tahun silam seharusnya sudah menjadi pelajaran untuk semua, bahwa pandemi seperti ini adalah merupan suatu kejadian yang bersiklus. Artinya, sangat besar kemungkinan dunia akan mengadapi pandemi setiap beberapa tahun apabila pola hidup sehat dan kelesatrian bumi kita abaikan.***

(Atika Azmi Utammi Nasution, B.AppFin, MFin tinggal di Kotanaopana, Mandailing Natal)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mantan Koruptor Jadi Caleg Bikin Dilematis

    Mantan Koruptor Jadi Caleg Bikin Dilematis

    • calendar_month Jumat, 15 Mar 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA, (MO) – Direktur Bidang Politik dan Jaringan Indonesian Human Rights Committee for Social Justice, Ridwan Darmawan, menilai Undang-undang yang membolehkan mantan narapidana korupsi dan narkoba bisa maju menjadi Calon Legislatif 2014 memang membuat dilematis. “Di satu sisi, itu hak politik setiap orang sesuai prinsip HAM, di sisi lain kondisi penegakan hukum bagi koruptor juga […]

  • Longsor di Jalur Tambangan, Tiga Desa Sempat Terisolasi

    Longsor di Jalur Tambangan, Tiga Desa Sempat Terisolasi

    • calendar_month Rabu, 15 Mei 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TAMBANGAN (Mandailing Online) – Longsor terjadi di jalur jalan raya Tambangan, Kecamatan Tambangan, Mandailing Natal, Sumut, Senin dini hari (13/5/2024) akibat curah hujan yang tinggi. Tiga desa sempat terisolasi sejak Senin pagi hingga Selasa siang. Yakni Desa Panjaringan, Rao-rao Dolok dan Rao-rao Lombang berpopulasi total sekitar 120 rumah tangga. Secara umum, penduduk ketiga desa ini […]

  • Aksi Penipuan Marak Di Medan, Korbannya Pengusaha Perias Pengantin

    Aksi Penipuan Marak Di Medan, Korbannya Pengusaha Perias Pengantin

    • calendar_month Senin, 6 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    *Korban Ditipu Hingga Jutaan Rupiah MEDAN : Akhir-akhir ini aksi penipuan berkedok ingin menyewa pakaian pengantin dan pakaian daerah telah merebak di kawasan Medan sekitarnya. Korbannya pada umumnya pengusaha perias pengantin dan pengelola boutique. Korban mengaku dirugikan hingga jutaan rupiah, karena barang yang disewa raib dan tidak dikembalikan. Modus yang dilakukan sepasang suami istri itu […]

  • Aisah Ritonga Kunjungi Anak Gizi Buruk

    Aisah Ritonga Kunjungi Anak Gizi Buruk

    • calendar_month Kamis, 9 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan MO-Di sela acara reses, anggota DPRD Propinsi Sumut, Ti Aisah Ritonga SE meninjau anak penderita gizi buruk bernama Andi (3) di Desa Huraba II Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Rabu (8/2) Sore. Berat badan Andi hanya 6 Kg dan belum bisa berjalan diusianya 3 tahun, diduga akibat asupan gizi yang kurang. Penyakit pun […]

  • Tahun ini Pemerintah Anggarkan 2 M lebih Untuk Jaminan Sosial Kades dan Perangkatnya di Madina

    Tahun ini Pemerintah Anggarkan 2 M lebih Untuk Jaminan Sosial Kades dan Perangkatnya di Madina

    • calendar_month Senin, 30 Jun 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) –Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) alokasikan dana Rp.2.029.636.050 Untuk belanja jaminan sosial Kepala Desa dan Perangkatnya sepanjang Tahun 2025. Irsal Pariadi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) melalui Kepala Bidang (Kabid) Pemerintah Desa Anjur Brutu membenarkan hal tersebut. “Ya benar, namun dari jumlah anggaran […]

  • Kades Hutabaringin Julu Akui Pengangkatan Bendes Tanpa Prosedur

    Kades Hutabaringin Julu Akui Pengangkatan Bendes Tanpa Prosedur

    • calendar_month Kamis, 22 Agt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Darman Rangkuti Kepala Desa Hutabaringin Julu, Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina) mengakui pengangkatan bendahara desanya tidak melalui prosedur. Ia mengaku pengangkatan bendahara karena bendahara sebelumnya mengundurkan diri. “Oloan Rangkuti jadi Bendahara desa karena Bendahara sebelumnya mengundurkan diri secara tiba tiba, dan saya kewalahan mengurusi urusan urusan desa,”Jelas […]

expand_less