Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Pandemi dan Momentum Kebangkitan Herbal Indonesia

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 4 Mei 2020
  • print Cetak

Oleh : Rio Ardi
Mahasiswa Magister Kehutanan
Universitas Sumatera Utara

 

Sudah lebih dua bulan sejak pemerintah Indonesia menyatakan Indonesia darurat corona. Dampaknya langsung terasa.

Berbagai perlengkapan medis seperti masker kesehatan, hand sanitizer langka di pasaran. Masker Kesehatan, jika ditemukanpun harganya melonjak menjadi tiga kali lipat dibanding harga normal. Hand sanitizer juga demikian mendadak hilang di pasaran.

Tidak hanya perlengkapan medis, kondisi serupa juga berdampak langkanya beberapa obat-obatan di apotek dan dipusat perbelanjaan.

Satu minggu pasca corona masuk ke Indonesia beberapa obat seperti obat malaria seperti klorokuin dan suplemen kesehatan seperti vitamin C langka di pasaran.

Penulis mencoba menelusuri di berbagai apotek dan toko swalayan, obat dan suplemen tersebut tidak ditemukan dan jikapun ada harganya sangat mahal.

Tidak hanya obat-obatan dan perlengkapan kesehatan, bahan-bahan untuk obat herbal tradisonal harganya melambung tinggi pada saat pandemi ini. Salah satu contohnya adalah jahe merah dimana harga sebelum pandemi adalah Rp 20.000 hingga Rp 40.000 per Kg, tetapi di masa pandemi harganya mencapai Rp 100.000 per Kg.

Tidak hanya jahe merah, bahan-bahan obat herbal tradisional lainnya seperti kunyit, lengkuas, bawang putih juga mengalami kenaikan walaupun kenaikannya tidak seperti jahe merah. Kondisi ini tentu merugikan berbagai lapisan masyarakat, tidak hanya masyarakat yang selama ini mengkonsumsi obat herbal tetapi juga masyarakat yang ingin beralih dari obat modern ke obat-obat herbal tradisional.

Dikutip dari LIPI, Indonesia memiliki sekitar 7.500 tanaman yang dapat digunakan untuk tanaman obat. Jumlah itu baru yang di data oleh LIPI, masih banyak lagi tumbuhan obat yang tersedia di hutan Indonesia yang belum terpublikasi.

Jika dihubungkan dengan pandemi, pandemi ini seharusnya menjadi momentum bagi pemerintah untuk memperkenalkan obat-obat herbal tradisional yang ada di Indonesia di tengah kelangkaan dan efek jangka panjang yang ditimbulkan oleh obat-obat kimia.

Walaupun belum teruji sebagai obat untuk mengatasi virus corona, obat herbal tradisional kaya khasiat dan memiliki banyak manfaat, seperti meningkatkan daya tahan tubuh terhadap suatu penyakit (imunitas).

Beberapa tanaman herbal yang terbukti mampu meningkatkan imunitas di tengah pandemi yang sering kita jumpai disekitar kita antara lain:

1. Kunyit (Curcuma longa)
2. Temulawak (Curcuma zanthorrhiza)
3. Jahe Merah (Zingiber officinale)
4. Daun kelor (Moringa oleifera)
5. Brotowali (Tinospora cordifolia)
6. Pasak bumi (Eurycoma longifolia)
7. Bawang Putih (Allium sativum)
8. Mengkudu (Morinda citrifolia)
9. Pegagan (Cantella asiatica)
10. Meniran (Phyllanthus niruri)

Di tengah usaha pemerintah dalam memerangi pandemi ini sangat elok rasanya pemerintah juga menjaga rantai pasok obat herbal tradisional supaya harganya tetap terjaga dan dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia untuk meningkatkan imunitas di saat pandemi ini.

Jika ini bisa dilakukan oleh pemerintah bukan tidak mungkin jika pandemic corona ini berakhir masyarakat Indonesia banyak yang lebih memilih obat herbal tradisional Indonesia di masa yang akan datang.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Proses CPNS guru harus jujur!

    Proses CPNS guru harus jujur!

    • calendar_month Kamis, 11 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Para tenaga honorer, khususnya guru telah diregistrasi datanya untuk diangkat menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS). Namun, dalam pendataan itu berbagai cara dilakukan, agar bisa diangkat menjadi CPNS. Ketua Komisi B DPRD Kota Medan, Irwanto Tampubolon, mengharapkan agar seleksi dan pengumpulan database yang dilakukan dalam proses pendataan tenaga honorer harus sesuai dengan surat […]

  • Korban Isu Penculikan Anak

    Korban Isu Penculikan Anak

    • calendar_month Senin, 13 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Ali Marsuki, korban pengeroyokan warga Desa Aek Banir, Kecamatan Panyabungan, Jumat (04/12/2010) dini hari, dirawat secara intensif di Rumah Sakit Permata Madina, Panyabungan. Ali dan Ibrahim dikeroyok warga karena diduga komplotan penculik anak. Isu penculikan anak saat ini merebak di Madina. (Ist) Sumber : Beritasumut

  • SIDIMPUAN EPISENTRUM TABAGSEL, GEJOLAK DAN BARA SEKAM (Bagian 2)

    SIDIMPUAN EPISENTRUM TABAGSEL, GEJOLAK DAN BARA SEKAM (Bagian 2)

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Sidempuan Membangun: Kota Tua Itu Harus Berhenti Bertengkar dengan Dirinya Sendiri Dari konflik elite menuju gagasan besar membangun pusat baru Tabagsel Tetapi mungkin Sidimpuan memang sedang membutuhkan satu kejutan besar: sebuah alasan untuk berhenti bertarung kecil. Karena sesungguhnya, problem terbesar kota ini bukan kekurangan elite. Justru terlalu banyak elite. Terlalu banyak tokoh. Terlalu banyak […]

  • Irwan : Berpikirlah Dengan Rasional Bukan Emosional

    Irwan : Berpikirlah Dengan Rasional Bukan Emosional

    • calendar_month Selasa, 8 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    MEDAN, – Menanggapi ungkapan dari beberapa media yang memberitakan Mahfud MD mengancam balik Irwan H Daulay. Dalam berita tersebut Mahfud MD mengatakan, mengaku siap memidanakan Irwan H Daulay dengan tuduhan pencemaran nama baik, kalau tidak, saya lakukan langkah hukum, silahkan Pak Irwan H Daulay laporkan saya. Ditanggapi Mantan Calon Bupati Mandailing Natal, Irwan H. Daulay […]

  • Rapat dengan Wapres, Atika: Kehadiran Perempuan di Masa Mendatang Harus Lebih Banyak

    Rapat dengan Wapres, Atika: Kehadiran Perempuan di Masa Mendatang Harus Lebih Banyak

    • calendar_month Rabu, 17 Nov 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi mengikuti rapat Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelayanan Publik bersama Wakil Presiden KH. Ma’aruf Amin, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmaydi, Forkopimdasu, dan kepala daerah se-Sumatera Utara di Medan, Rabu (17/11). Mewakili Pemkab Madina, Atika menyampaikan isi rapat ini sesuai dengan program Pemkab Madina yang […]

  • Yusuf-Imron Temui Hidayat Batubara

    Yusuf-Imron Temui Hidayat Batubara

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      BERTEMU MANTAN BUPATI MADINA – Pasangan Calon bupati/wakil bupati Madina Yusuf Nasution-Imron Lubis menemui mantan bupati Mandailing Natal (Madina) Hidayat Batubara di LP Tanjung Gusta, Medan, kemarin. Kunjungan ini merupakan silaturrahim pasangan ini ke berbagai tokoh pasca pendaftaran mereka sebagai calon bupati/wakil bupati ke KPU Madina, Minggu (26/7) lalu. Sebelumnya, pasangan Yusuf Nasution-Imron Lubis […]

expand_less