Selasa, 14 Jul 2026
light_mode

Sejumlah Penambang Batang Natal Kabarnya Ditangkap Polisi

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 14 Agt 2020
  • print Cetak

Satu unit beko beraktivitas tak jauh dari bantaran Sungai Batang Natal

MADINA (Mandailing Online) – Dalam sepekan ini personil polisi mengatasnamakan Polda Sumut dikabarkan menangkap sejumlah penambang emas ilegal Kecamatan Batang Natal, Madina.

Media Metro Tabagsel (grup Sumut Pos/JPNN) melansir berita penangkapan itu yang terjadi pada Selasa (11/8/2020) lalu.

Sejumlah pekerja tambang dikabarkan ditagkap dan 2 unit excavator (beko) diamankan, Selasa (11/8).

Namun, penangkapan ini sempat mendapatkan penolakan dari beberapa pekerja karena polisi hanya menertibkan sepihak atau tidak menertibkan semua penambang ilegal yang berada di lokasi itu.

Kasat Reskrim Polres Madina, Azwar ketika dikonfirmasi Metro Tabagsel membenarkan adanya peristiwa penangkapan tersebut.

“Krimsus Polda yang tangkap, ” kata Azwar, via seluler.

Untuk kronologinya, Kasat Reskrim menegaskan pihaknya tidak ada dilibatkan dalam penangkapan itu.

“Orang Polda yang nangkap, Polres tidak diikutkan, jadi saya gak tau, ” sebutnya.

Untuk memastikan informasi itu, Metro Tabagsel mencoba konfirmasi langsung kepada Direktur Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Sumatera Utara Kombes Pol Rony Samtana melalui telepon selularnya, namun belum ada tanggapan. Pun demikian dengan pesan singkat maupun melalui WhatsApp pribadinya, Mantan Kapolres Tapsel itu tidak merespon. Meskipun pesan itu diketahui dibaca olehnya.

Terpisah, Kamis (13/8), Tim Harian Metro Tabagsel memastikan informasi penangkapan itu kepada Camat Batang Natal, Ali Syahbana. Namun, ia kaget dengan informasi penangkapan tersebut lantaran sedang berada di luar kota.

“Ada penangkapan!, saya sedang di Medan. Saya belum dapat informasi, ” katanya.

Terkait penangkapan dan penertiban itu, ia sangat sepakat agar segera ditertibkan seluruh kegiatan tambang yang tidak memiliki izin (tambang ilegal, red). Karena penambangan ilegal itu sangat berdampak terhadap lingkungan.

“Tentu (setuju penertiban tambang, red). Kalau soal penangkapan ini nanti saya pastikan dulu,” jelasnya.

Sementara itu, Lurah Muarasoma, Rahmad Zulhaidi mengatakan tidak mengetahui seperti apa penangkapan tersebut. Hanya saja, ia membenarkan warga yang ditangkap berdomisili di Muarasoma.

“Tidak tau saya, kalau lokasi kejadiannya di Desa Ampung Siala dan Jambur Baru, bukan disini. Memang, orangnya (orang yang ditangkap, red) ada orang sini, ” tuturnya.

Hingga kini, belum ada pihak terkait yang memberikan keterangan resmi terkait informasi penangkapan tambang ilegal tersebut.

Tambang emas tanpa izin telah berlangsung dalam dua tahun terakhir di sepajang pinggiran Sungai Batang Natal, Kecamatan Batang Natal, Mandailing Natal (Madina).

Jumlah excavator pun kian bertambah dalam sebulan terakhir mengeruk bantaran sungai. Informasi yang beredar, hingga pekan lalu jumlah exsvator telah mencapai sekitar 230 unit.

Excavator itu bekerja nyaris siang malam mengeruk material pasir kerikil yang mangandung butiran butiran emas.

Sumber : Metro Tabagsel
Editor : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • SEKULARISME-RADIKAL HANYA MENGHASILKAN “NEW ABNORMAL”

    SEKULARISME-RADIKAL HANYA MENGHASILKAN “NEW ABNORMAL”

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Salah satu isu konstroversial yang banyak menyita perhatian publik akhir-akhir ini adalah RUU-HIP (Haluan Ideologi Pancasila). Kelompok sekular-radikal dicurigai berada di balik usulan RUU-HIP ini. Mereka inilah—bukan HTI—yang terbukti ingin ‘mengubah’ Pancasila meski dengan sekadar ‘memeras’ Pancasila menjadi Trisila, bahkan Ekasila. Apalagi mereka tidak mau mencantumkan dalam RUU-HIP itu konsiderans TAP MPRS Nomor XXV/MPRS/1966 tentang […]

  • Penyakit Merkuri tidak Spontanitas

    Penyakit Merkuri tidak Spontanitas

    • calendar_month Kamis, 12 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA-Merkuri (air raksa) adalah hasil dari proses pengelolaan batuan emas. Merkuri biasanya akan menimbulkan berbagai penyakit, namun tidak datang secara spontanitas tapi terlihat beberapa tahun kemudian. Hal ini dikatakan Kabid Pengendalian Kesehatan Masyarakat Dinkes Madina, Marah Rusli Harahap kepada METRO di ruang kerjanya, Rabu (11/1). Dia menjelaskan itu, sehubungan dengan maraknya penamabanagn emas di Hutabargot. […]

  • Wakil Bupati Tinjau Vaksinasi di 2 Puskesmas

    Wakil Bupati Tinjau Vaksinasi di 2 Puskesmas

    • calendar_month Sabtu, 6 Nov 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) terus melakukan upaya-upaya untuk mencapai target vaksinasi 50 persen. Tak hanya meluncurkan beberapa program, baik Bupati Madina H. M. Ja’far Sukhairi Nasution maupun Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution turut serta ke lapangan untuk meninjau vaksinasi. Seperti pada Sabtu (6/11) Wakil Bupati Atika didampingi Asisten 1 […]

  • Jalan Sultan Maujalo 7 Tahun Tanpa Pembangunan

    • calendar_month Jumat, 24 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PADANG SIDIMPUAN – Selama tujuh tahun, fisik Jalan Sultan Maujalo di Kelurahan Sidakkal, Padangsidimpuan (Psp) Selatan, tak pernah tersentuh pembangunan. Padahal warga sangat mengharapkannya guna memperlancar jalur transportasi di wilayah itu. Pantauan wartawan, Kamis (23/5), kondisi jalan kini sudah sangat parah. Bebatuan dan kerikil sebagai material jalan tampak berserakan, sehingga menyulitkan pengguna jalan yang melintasinya. […]

  • Bentrokan di Kebun Limau Mungkur Tukang Sayur Tewas Dikeroyok

    Bentrokan di Kebun Limau Mungkur Tukang Sayur Tewas Dikeroyok

    • calendar_month Sabtu, 14 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    STM HILIR-Areal Perkebunan Sawit Limau Mungkur STM Hilir milik PTPN II kembali bergejolak. Jumat (13/1) sore jelang malam, dua kubu pemuda perang. Seorang yang diketahui sebagai tukang sayur tewas dikeroyok dan sedikitnya 18 orang lainnya luka-luka. Pertempuran berdarah itu, dikabarkan terjadi antara kubu Pendi Kesi dan Lingga. Belum diketahui pasti penyebab terjadinya bentrokan tersebut. Informasi […]

  • Warga Panyabungan Timur Harapkan Pembukaan Jalan Baru dan Pendirian SMK

    Warga Panyabungan Timur Harapkan Pembukaan Jalan Baru dan Pendirian SMK

    • calendar_month Selasa, 8 Mar 2016
    • account_circle webmaster
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN TIMUR (Mandailing Online) – Warga masyarakat Panyabungan Timur meminta  agar pembukaan jalan baru Panyabungan Timur – Palas dilanjutkan kembali. Hal itu tercuat pada kunjungan reses Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara, H.A.Yasir Ridho Lubis, SH, ST, MSP di Kelurahan Gunung Baringin Kecamatan Panyabungan Timur, Senin(7/3). “Kami meminta kepada DPRD Sumut untuk menyuarakan dan mendukung kelanjutan […]

expand_less