Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Bahasa Daerah Perlu Diterapkan di Sekolah

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 16 Nov 2010
  • print Cetak


SIPIROK-Ketua Umum (Ketum) Ikatan Keluarga Alumni Pelajar Sipirok Sekitarnya (IKAPSI) Sumatera Utara (Sumut), Ir Muhammad Yamin MM, menegaskan, bahasa daerah perlu diterapkan dan masuk kurikulum sekolah.

“Mata pelajaran aksara, bahasa, dan adat budaya daerah yang ada di Tapanuli Selatan (Tapsel) perlu dimasukkan dalam kurikulum setiap sekolah. Tujuannya, untuk menjaga kelestarian budaya, memberikan pengetahuan dan pemahaman terhadap generasi muda tentang pentingnya menjaga budaya sebagai kekayaan bangsa,” ujar Yamin kepada METRO, belum lama ini.

Menurut Yamin, pengetahuan dan pemahaman terhadap aksara, bahasa, dan adat istiadat daerah di kalangan pelajar sudah berkurang ditelan perkembangan zaman. Pasalnya, saat ini generasi muda cenderung mempelajari budaya dan bahasa asing.

Sementara itu Ketua Naposo Nauli Bulung Napa-Napa ni Sibualbulai (NBPS) Sipirok, Faisal Reza Pardede, kepada METRO, Minggu (14/11), mengatakan, saat ini generasi muda sudah mengedepankan kemampuan berbahasa asing dalam menghadapi dunia kerja yang kompetitif.

Kondisi tersebut sangat wajar, namun tidak boleh melupakan jati diri bangsa yang terdiri dari berbagai etnik dan suku. Sebab, hal itu merupakan kekayaan khasanah budaya bangsa termasuk kemampuan menguasai dan menggunakan aksara, bahasa, dan adat istiadat yang dimilki daerah.

‘’Etnografi Angkola Sipirok harus dapat kita lestarikan sedemikian rupa, seperti mengupayakan budaya daerah menjadi budaya nasional, sehingga anak-anak bangsa bisa memahami kebudayaannya dengan baik dan benar termasuk bahasa daerah tadi karena hal itu merupakan kekayaan bangsa,” katanya.

Faisal menambahkan, saat ini generasi muda cenderung mengedepankan pengetahuan modern dalam menyongsong persaingan global sehingga pengetahuan dan pemahaman kekayaan daerah terkesan dikesampingkan. Dan akhirnya kehidupan sehari-hari semakin banyak generasi yang tidak tahu bertutur sapa sesuai dengan yang diatur adat budaya Angkola Sipirok.

“Banyak generasi sekarang yang tidak bisa bertutur sapa dengan baik seperti tulang, nattulang, namboru, amangboru dan lainnya. Kondisi ini menjadi tanggung jawab kita bersama, misalnya dalam penggunaan tutur secara sederhana jika dibiasakan dalam lingkungan keluarga tentu akan terbiasa dalam kehidupan bermasyarakat. Tanggung jawab ini bisa dibiasakan orangtua kepada sesuai dengan tutur sapa dalam kebudayaan kita,” ungkapnya. (ran)
Sumber: Metro Tabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tak Berkategori

    Pasca Penangkapan Bupati, Daerah Harus Tetap Kondusif

    • calendar_month Kamis, 16 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pasca penangkapan Bupati Mandailing Natal (Madina) Hidayat Batubara oleh KPK, masyarakat diminta tetap tenang dan menjaga kekondusifan daerah. “Saya menghimbau kepada PNS dan masyarakat Madina agar tetap tenang dan kondusif, laksanakan kegiatan sehari hari sebagai PNS sesuai tupoksi masing-masing sebagaimana biasanya,” kata Ketua Peradi Tabgsel, Ridwan Rangkuti,SH.MH, Kamis (16/5/2013). Ridwan juga […]

  • Percepatan Pembangunan Madina dengan Memperkuat Daya Saing Daerah

    Percepatan Pembangunan Madina dengan Memperkuat Daya Saing Daerah

    • calendar_month Kamis, 28 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    14 tahun Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dimekarkan dari kabupaten induk, Tapanuli Selatan (Tapsel), bukanlah usia yang muda. Jika diibaratkan manusia, sudah memasuki usia remaja. Pada usia ini, sudah mulai paham bagaimana menggapai suatu cita-cita. Nah, bila ini sebuah daerah, berarti seyogianya juga mampu mewujudkan kesejahteraan daerah itu sendiri. Maka dari itu, sudah barang tentu jika […]

  • Pembangkit Besar PLN Beroperasi Awal Desember

    Pembangkit Besar PLN Beroperasi Awal Desember

    • calendar_month Selasa, 26 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Sibolga – Pada awal Desember 2013, sejumlah pembangkit listrik berkapasitas besar milik PT PLN di Wilayah Sumbagut ditargetkan sudah beroperasi setelah menjalani masa pemeliharaan, hingga mengakibatkan terjadinya defisit listrik kurun waktu terakhir. “Pemeliharaan terhadap mesin pembangkit diperkirakan sudah selesai pada akhir Nopember 2013, ditambah pengoperasian mesin pembangkit listrik hasil sewaan PLN yang ditempatkan di sejumlah […]

  • Oknum Polisi Sabhara Polda Cekik Wartawan TV One

    Oknum Polisi Sabhara Polda Cekik Wartawan TV One

    • calendar_month Jumat, 28 Sep 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, (MO)- Polisi lagi-lagi bertindak arogan. Seorang oknum anggota Sabhara Polda Sumatera Utara mencekik leher seorang jurnalis televisi yang akan meliput calon jamaah haji di Asrama Haji Medan, Jalan AH Nasution, Medan, Kamis (27/09/2012). Brigadir Irvansyah yang saat itu menjaga gerbang masuk pintu gerbang asrama haji sempat berdebat dengan sejumlah kerabat calhaj yang ingin masuk […]

  • Rugi Rp300 Miliar, NII Gencar Rekrut Anggota

    Rugi Rp300 Miliar, NII Gencar Rekrut Anggota

    • calendar_month Senin, 2 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA- Maraknya gerakan Negara Islam Indonesia Komandemen Wilayah 9 (NII KW 9) akhir-akhir ini diduga sebagai upaya untuk menutupi kerugian gerakan tersebut. Sebab, pasca Bank Century kolaps pada 2008 silam, NII pimpinan Panji Gumilang itu merugi Rp300 miliar. Karena itu, rekrutmen digencarkan untuk menutupi kerugian tersebut. Peneliti sejarah Darul Islam Negara Islam Indonesia Solahudin mengungkapkan, […]

  • Gaji insentif guru dipotong

    Gaji insentif guru dipotong

    • calendar_month Selasa, 12 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN – Kalangan guru – guru yang ada di Mandailing Natal baik dari Guru SD, SMP, SMA/SMK, resah akibat tingginya pemotongan baik insentif baik dari Gubsu, pusat, sertifikasi maupun honor TKS, Widyata bhakti. Semisal pemotongan insentif yang cair pada bulan September lalu sebesar Rp360.000,- dipotong sebesar Rp15.000 diluar pajak. Malah beberapa waktu lalu guru – […]

expand_less