Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Pengakuan Ismed Harahap, Keluarga Honorer yang Mengaku Ditiduri Anggota DPRD

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 12 Feb 2011
  • print Cetak


Widuri Diimingi Lulus CPNS
MADINA;
Pihak keluarga Widuri (nama samaran) membantah jika mereka ada melakukan pemerasan terhadap Djakfar S Nasution, anggota DPRD Madina. Sebaliknya, keluarga korban mengungkapkan, Djakfar pernah menjanjikan kepada Widuri akan diluluskan CPNS asalkan tidak memberitahukan kejadian asusila tersebut kepada orang lain.
Hal itu dikatakan sepupu Widuri, Ismed Harahap (30), warga Sihepeng, Kecamatan Siabu, Kabupaten Madina kepada METRO, Rabu (9/2) siang melalui telepon selularnya.
“Dia (Widuri, red) pernah bercerita kepada keluarganya jika Djakfar pernah menjanjikannya untuk diluluskan sebagai CPNS. Memang Djakfar lah yang memasukkan korban sebagai tenaga honor di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Madina sebulan sebelum kejadian tersebut,” kata Ismed.
Diutarakannya, usai perbuatan asusila tersebut, Widuri juga mengaku kepada keluarganya bahwa dirinya diberikan uang oleh Djakfar sebesar Rp2,5 juta agar pergi ke Jakarta untuk menutupi kejadian itu.
Ditambahkan Ismed, pihak keluarga Djakfar juga pernah mendatangi keluarga korban untuk meminta damai. Namun, ketika itu pihak keluarga Widuri tidak menerima perdamaian itu. Keluarga Widuri hanya meminta pertanggungjawaban Djakfar.
“Jadi dari segi mana dia bilang kami memeras? Bahkan keluarganya pernah mendatangi keluarga kami untuk berdamai, tapi keluarga sepakat untuk tidak menerima itu. Dan saat ini akibat rasa malu yang ditanggung oleh korban, sejak kejadian itu, dia (Widuri, red) memilih untuk tidak bekerja lagi dan dia (Widuri) berada di Medan,” sebutnya lagi.
Masih dikatakan Ismed, beberapa waktu setelah kejadian, Djakfar sempat mengaku kepada Ismed bahwa dirinya bersama Widuri di dalam kamar sebuah hotel. Namun, Djakfar mengaku hanya mandi saja.
”Ada pesan singkat Djakfar (SMS, red), dia katakan kalau dia bersama korban di kamar hotel itu, tapi hanya sekedar mandi saja,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Madina, Sariful Sarling Lubis saat dihubungi METRO melalui telepon selulernya mengaku belum menerima laporan atau pengaduan terkait persoalan yang menimpa Djakfar.
Dikatakan Sariful, dirinya mengetahui kabar tersebut dari media dan isu-isu yang disampaikan oleh rekannya di DPRD Madina.
”Kita di BK belum menerima laporan atau pengaduan soal kasus ini, dan kita ketahui baru dari media dan isu saja. Dan kalau tak ada laporan masuk, kita tak bisa memproses saudara Djakfar. Dan dari fraksi sendiri akan kita musyawarahkan dulu,” kata Sarling yang merupakan satu fraksi dengan Djakfar yakni Fraksi Golkar Plus.
Djakfar saat hendak dikonfirmasi METRO terkait pernyataan salah seorang keluarga Widuri tersebut melalui telepon selulernya, Rabu (9/2) sekira pukul 14.00 WIB tidak berhasil. Saat dihubungi, ponsel Djakfar tidak diangkat, meskipun ada nada panggil. Ketika di SMS, Djakfar tak kunjung membalasnya.
Sebelumnya, Djakfar S Nasution, mengaku telah difitnah terkait adanya pengakuan Widuri (nama samaran), pegawai honor di Pemkab Madina yang mengaku telah ditidurinya. Selain itu, politisi dari PAN ini juga menyebutkan ada unsur pemerasan terkait hal tersebut.
“Kita akan menuntut balik atas pencemaran nama baik dan pemerasan. Sebab pengakuan dan laporan dia (Widuri, red) tidak benar dan itu hanya fitnah belaka,” kata Djakfar ketika dikonfirmasi METRO melalui ponselnya, Selasa (8/2) sekira pukul 14.00 WIB.
Ketika ditanya pemerasan seperti apa? Djakfar enggan menjawabnya. “Nantilah kita adakan konferensi pers. Karena kita akan melaporkan dulu,” ujarnya.
Dijelaskan Djakfar secara singkat, saat ini dirinya sedang mempersiapkan bahan-bahan yang dianggap perlu untuk dibuat laporan pengaduan atas tuduhan tersebut. Karena, sebut Djakfar, dirinya memiliki bahan atau sejenis surat pernyataan untuk membuat pengaduan.
Saat ditanya surat pernyataan apa dan siapa yang membuatnya, Djakfar lagi-lagi enggan menjawabnya. “Yang pasti kita punya surat pernyataan. Nantilah kalau kami sudah melapor baru kami informasikan lagi, dan akan saya buat konferensi pers,” tegasnya sambil menutup teleponnya dan tidak mau memberitahu di mana keberadaannya. (wan)
Sumber : Metro Tabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perolehan PAD Madina Masih 31 Persen

    Perolehan PAD Madina Masih 31 Persen

    • calendar_month Kamis, 15 Sep 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Realisasi perolehan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Mandailing Natal hingga pertengahan September 2016 masih sekitar 31 persen. Itu terungkap dalam rapat antara Badan Anggaran DPRD Mandailing Natal (Madina) dengan Pemkab Madina di gedung dewan, Kamis (15/9) membahas serapan anggaran untuk semester pertama APBD 2016. Rendahnya perolehan PAD itu menimbulkan aura […]

  • Kasus Pembunuhan di Runding, Korban Diduga Diculik Dari Tempat Usaha Galundung

    Kasus Pembunuhan di Runding, Korban Diduga Diculik Dari Tempat Usaha Galundung

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA||Mandailing Online – Fardiansyah Sitompul (36), warga Panyabungan Tonga, Kabupaten Mandailing Natal, menjadi korban pembunuhan sadis oleh sekelompok orang pada Rabu dinihari (8/4/2026) di Desa Runding, Kecamatan Panyabungan Barat. Korban diduga diculik dari tempat usaha galundungnya di samping rumahnya, meninggalkan sepeda motor dan sandal. Kerabat korban, Yakub, mengungkapkan bahwa korban tidak memiliki musuh dan tidak […]

  • Penambang Emas di Sungai Batang Natal Resahkan Warga

    Penambang Emas di Sungai Batang Natal Resahkan Warga

    • calendar_month Jumat, 23 Mei 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    LINGGABAYU (Mandailing Online) – Aktivitas tambang biji emas di Sungai Batang Natal titik Desa Lancat, Dusun Batu Gajah, Kecamatan Lingga Bayu, Mandailing Natal (Madina) sangat meresahkan bagi masyarakat. Sebab air sungai menjadi keruh. “Air sangat keruh, padahal sungai tersebut masih dibutuhkan oleh masyarakat untuk keperluan sehari-hari, untuk mandi, mencuci dan lainnya. Sementara pembuangan dari mesin […]

  • Ketua GP Ansor Puji Sikap Taat Hukum Ketua KPU Madina

    Ketua GP Ansor Puji Sikap Taat Hukum Ketua KPU Madina

    • calendar_month Jumat, 7 Feb 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Langkah Ketua KPU Madina Agussalam Nasution yang melaporkan hadiah uang dan barang di pesta pernikahannya ke KPK mendapat pujian dari Gerakan Pemuda Ansor. Ketua GP Ansor Mandailing Natal (Madina) Ahmad Rijal Lubis mengapresiasi dan merasa bangga, sebab sangat jarang petugas penyelenggara negara begitu juga pemerintah pemerintah yang “ogah” melakukan tindakan itu, […]

  • Ini Dia Kontrak Politik Yusuf-Imron dengan PKS

    Ini Dia Kontrak Politik Yusuf-Imron dengan PKS

    • calendar_month Sabtu, 29 Agt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) telah resmi mendukung dan memperjuangkan pemenangan pasangan calon bupati/wakil bupati Madina Drs. HM. Yusuf Nasution,Msi-H. Imron Lubis,S.Pd.MM, Minggu malam (23/8) lalu. Dan kontrak politik antara PKS dengan pasangan Yusuf-Imron tentu menjadi salah satu landasan bagi PKS dan pasangan Yusuf-Imron dalam membangun Madina ke depan yang harus direalisaskan […]

  • Kunjungi Home Industry Kerupuk, Saipullah Komit Kembangkan UMKM

    Kunjungi Home Industry Kerupuk, Saipullah Komit Kembangkan UMKM

    • calendar_month Selasa, 12 Nov 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Calon bupati Mandailing Natal (Madina) nomor urut 2 H. Saipullah Nasution mengatakan ekonomi Indonesia, termasuk daerah, bisa kuat karena ditopang oleh Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Itu sebabnya, pemerintah harus menunjukkan dukungan secara riil terhadap sektor ini. Saipullah megungkapkan hal itu di sela-sela kunjungan ke beberapa industri rumahan kerupuk di […]

expand_less