Sabtu, 30 Mei 2026
light_mode

Pengakuan Ismed Harahap, Keluarga Honorer yang Mengaku Ditiduri Anggota DPRD

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 12 Feb 2011
  • print Cetak


Widuri Diimingi Lulus CPNS
MADINA;
Pihak keluarga Widuri (nama samaran) membantah jika mereka ada melakukan pemerasan terhadap Djakfar S Nasution, anggota DPRD Madina. Sebaliknya, keluarga korban mengungkapkan, Djakfar pernah menjanjikan kepada Widuri akan diluluskan CPNS asalkan tidak memberitahukan kejadian asusila tersebut kepada orang lain.
Hal itu dikatakan sepupu Widuri, Ismed Harahap (30), warga Sihepeng, Kecamatan Siabu, Kabupaten Madina kepada METRO, Rabu (9/2) siang melalui telepon selularnya.
“Dia (Widuri, red) pernah bercerita kepada keluarganya jika Djakfar pernah menjanjikannya untuk diluluskan sebagai CPNS. Memang Djakfar lah yang memasukkan korban sebagai tenaga honor di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Madina sebulan sebelum kejadian tersebut,” kata Ismed.
Diutarakannya, usai perbuatan asusila tersebut, Widuri juga mengaku kepada keluarganya bahwa dirinya diberikan uang oleh Djakfar sebesar Rp2,5 juta agar pergi ke Jakarta untuk menutupi kejadian itu.
Ditambahkan Ismed, pihak keluarga Djakfar juga pernah mendatangi keluarga korban untuk meminta damai. Namun, ketika itu pihak keluarga Widuri tidak menerima perdamaian itu. Keluarga Widuri hanya meminta pertanggungjawaban Djakfar.
“Jadi dari segi mana dia bilang kami memeras? Bahkan keluarganya pernah mendatangi keluarga kami untuk berdamai, tapi keluarga sepakat untuk tidak menerima itu. Dan saat ini akibat rasa malu yang ditanggung oleh korban, sejak kejadian itu, dia (Widuri, red) memilih untuk tidak bekerja lagi dan dia (Widuri) berada di Medan,” sebutnya lagi.
Masih dikatakan Ismed, beberapa waktu setelah kejadian, Djakfar sempat mengaku kepada Ismed bahwa dirinya bersama Widuri di dalam kamar sebuah hotel. Namun, Djakfar mengaku hanya mandi saja.
”Ada pesan singkat Djakfar (SMS, red), dia katakan kalau dia bersama korban di kamar hotel itu, tapi hanya sekedar mandi saja,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Madina, Sariful Sarling Lubis saat dihubungi METRO melalui telepon selulernya mengaku belum menerima laporan atau pengaduan terkait persoalan yang menimpa Djakfar.
Dikatakan Sariful, dirinya mengetahui kabar tersebut dari media dan isu-isu yang disampaikan oleh rekannya di DPRD Madina.
”Kita di BK belum menerima laporan atau pengaduan soal kasus ini, dan kita ketahui baru dari media dan isu saja. Dan kalau tak ada laporan masuk, kita tak bisa memproses saudara Djakfar. Dan dari fraksi sendiri akan kita musyawarahkan dulu,” kata Sarling yang merupakan satu fraksi dengan Djakfar yakni Fraksi Golkar Plus.
Djakfar saat hendak dikonfirmasi METRO terkait pernyataan salah seorang keluarga Widuri tersebut melalui telepon selulernya, Rabu (9/2) sekira pukul 14.00 WIB tidak berhasil. Saat dihubungi, ponsel Djakfar tidak diangkat, meskipun ada nada panggil. Ketika di SMS, Djakfar tak kunjung membalasnya.
Sebelumnya, Djakfar S Nasution, mengaku telah difitnah terkait adanya pengakuan Widuri (nama samaran), pegawai honor di Pemkab Madina yang mengaku telah ditidurinya. Selain itu, politisi dari PAN ini juga menyebutkan ada unsur pemerasan terkait hal tersebut.
“Kita akan menuntut balik atas pencemaran nama baik dan pemerasan. Sebab pengakuan dan laporan dia (Widuri, red) tidak benar dan itu hanya fitnah belaka,” kata Djakfar ketika dikonfirmasi METRO melalui ponselnya, Selasa (8/2) sekira pukul 14.00 WIB.
Ketika ditanya pemerasan seperti apa? Djakfar enggan menjawabnya. “Nantilah kita adakan konferensi pers. Karena kita akan melaporkan dulu,” ujarnya.
Dijelaskan Djakfar secara singkat, saat ini dirinya sedang mempersiapkan bahan-bahan yang dianggap perlu untuk dibuat laporan pengaduan atas tuduhan tersebut. Karena, sebut Djakfar, dirinya memiliki bahan atau sejenis surat pernyataan untuk membuat pengaduan.
Saat ditanya surat pernyataan apa dan siapa yang membuatnya, Djakfar lagi-lagi enggan menjawabnya. “Yang pasti kita punya surat pernyataan. Nantilah kalau kami sudah melapor baru kami informasikan lagi, dan akan saya buat konferensi pers,” tegasnya sambil menutup teleponnya dan tidak mau memberitahu di mana keberadaannya. (wan)
Sumber : Metro Tabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Putusan MK, Anggota DPRD Pindah Partai Tidak Harus Mundur

    Putusan MK, Anggota DPRD Pindah Partai Tidak Harus Mundur

    • calendar_month Kamis, 1 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Anggota DPR dan DPRD yang mencalon kembali di Pemilu 2014 melalui partai politik berbeda tidak harus mundur dari jabatannya sebagai anggota DPR/DPRD. Demikian putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 39/PUU-XI/2013 dan Nomor 45/PUU-XI/2013 tanggal 31 Juli 2013 tentang pengujian pasal 16 ayat 3 huruf c UU Nomor 2 Tahun 2011 tentang Partai […]

  • Diduga Lakukan Politik Uang Oknum ASN Dilaporkan ke Bawaslu Madina

    Diduga Lakukan Politik Uang Oknum ASN Dilaporkan ke Bawaslu Madina

    • calendar_month Senin, 2 Des 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ( Mandailing Online ) – Tim Kampanye Paslon Harun-Ichwan melaporkan dugaan adanya money politik atau politik uang terjadi di Desa Sihepeng IV. Dugaan ini sesuai dengan laporan masyarakat di desa Sihepeng IV yang disampaikan kepada tim Kampanye ON MA. Khairun Nasution yang mewakili Tim Kampanye ON MA melaporkan dugaan ini ke Bawaslu Madina, Minggu […]

  • Wartawan Jadi Sasaran Petugas Keamanan PTPN 2

    Wartawan Jadi Sasaran Petugas Keamanan PTPN 2

    • calendar_month Sabtu, 23 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BINJAI- Persoalan lahan eks PTPN 2 Kebun Sei Semayang, sepertinya tak ada habisnya. Bahkan, masalah ini terus meluas. Buktinya, karena tak ada solusi dan penyelesaian dari instansi terkait, puluhan warga Kota Binjai yang tergabung dalam sejumlah kelompok tani mencoba menguasai lahan eks PTPN 2 tersebut, Jumat (22/4). Keterangan yang berhasil dihimpun wartawan koran ini, kejadian […]

  • Keberadaan 13 WNA di PT.SMGP Akan Didalami Pemkab Madina

    Keberadaan 13 WNA di PT.SMGP Akan Didalami Pemkab Madina

    • calendar_month Kamis, 12 Jan 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemkab Mandailing Natal akan mendalami keberadaan 13 warga negara asing di PT. Sorik Marapi Geothermal Power (PT.SMGP). Pendalaman itu dilakukan untuk memastikan apakah ke 13 orang itu hanya melakukan kunjungan atau menjadi pekerja.    Kepala Dinas Disnakertrans Kabupaten Mandailing Natal, Syamsir Lubis kepada wartawan, Selasa (10/1)  menyebutkan dari laporan bulanan, tenaga kerja PT.SMGP serta […]

  • Usut DAK Madina 2006-2010

    Usut DAK Madina 2006-2010

    • calendar_month Selasa, 28 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) demo ke Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Mandailing Natal di Payabungan, Senin (27/12/2010). Demo dilakukan karena banyaknya ditemukan kejanggalan dalam pengelolaan Dana Alokasi Khusus (DAK) sejak Tahun 2006 sampai sekarang. Dalam orasinya, massa HMI mengatakan pengelolaan DAK di Disdik Madina terkesan jadi ajang meraup keuntungan sebanyak-banyaknya oleh pejabat Disidik, khususnya DAK […]

  • Saipullah Jemput Aspirasi Masyarakat Akar Rumput Sihepeng Raya

    Saipullah Jemput Aspirasi Masyarakat Akar Rumput Sihepeng Raya

    • calendar_month Minggu, 27 Okt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Calon Bupati (Cabup) Mandailing Natal (Madina) nomor urut 2, H. Saipullah Nasution menjemput aspirasi masyarakat Sihepeng Raya, di lopo kopi Desa Sihepeng, Kecamatan Siabu, Jumat (25/10/2024). Saat ngopi di kedai kopi tradisional itu, Bang Ipul – sapaan akrab Saipullah Nasution, didampingi Dewan Pengarah Tim Pemenangan Ali Mutiara Rangkuti, Ketua Nasdem Madina […]

expand_less