Minggu, 13 Sep 2026
light_mode

Wartawan Jadi Sasaran Petugas Keamanan PTPN 2

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 23 Apr 2011
  • print Cetak


BINJAI-
Persoalan lahan eks PTPN 2 Kebun Sei Semayang, sepertinya tak ada habisnya. Bahkan, masalah ini terus meluas.

Buktinya, karena tak ada solusi dan penyelesaian dari instansi terkait, puluhan warga Kota Binjai yang tergabung dalam sejumlah kelompok tani mencoba menguasai lahan eks PTPN 2 tersebut, Jumat (22/4).

Keterangan yang berhasil dihimpun wartawan koran ini, kejadian itu berawal, saat sekelompok warga yang berjumlah puluhan orang, sekitar pukul 20.00 WIB, mencoba mengauasai lahan eks PTPN 2 yang terletak di Afdeling 5 Kapling I, dengan cara menanami pohon pisang.

Melihat hal tersebut, pihak PTPN 2 tidak dapat berbuat apa-apa. Untuk selanjutnya, Jumat (22/4) sekitar pukul 10.00 WIB, petugas dari PTPN 2 mencoba mengambil tindakan dengan turun langsung ke lokasi lahan yang ditanami warga dengan pohon pisang.

Setibanya petugas di lahan yang dimaksud, dengan membabi buta petugas PTPN 2 langsung menebangi pohon pisang yang ditanami warga. Bahkan, menurut keterangan warga setempat, aksi petugas dengan membawa parang panjang dan dengan jumlah mencapai puluhan orang, membuat warga menjadi ketakutan.

Dikarenakan tidak ada serangan dari warga, pohon pisang yang sudah ditanam akhirnya rata dengan tanah. Tak sampai di situ, petugas kembali kewalahan menghalau 20-an warga yang mencoba menguasai lahan eks PTPN 2 itu.

Tak hanya itu, J Srubakti, salah seorang wartawan terbitan Medan juga dipukuli sejumlah petugas PTPN 2 di depan aparat kemanan TNI/Polri yang sudah berada di lokasi.

Menurut keterangan J Srubakti, ketika petugas PTPN 2 membersihkan lahan dari pohon pisang yang ditanami warga, saat itu ia juga sudah berada di tempat guna mengambil foto.

“Saya dapat informasi, bahwa warga menguasai lahan PTPN 2. Untuk itu, saya meluncur ke lokasi. Setibanya di sana, saya melihat petugas sedang membersihkan pohon pisang yang ditanami warga. Untuk itu saya mengambil foto dengan kamera yang sudah saya bawa,”ungkap Surbakti.
Namun, begitu ia mengambil foto, sejumlah petugas PTPN 2 langsung menanyakan identitasnya.

“Awalnya mereka mempertanyakan identitas saya. Untuk itu, saya tunjukan tanda pengenal berupa kartu Pers dan kartu keanggotaan PWI. Tetapi petugas itu mengatakan, bahwa saya adalah wartawan palsu dan akhirnya saya dipaksa keluar dari areal sambil dipukuli,” jelasnya.

Akibat dipukuli oleh petugas PTPN 2, J Srubakti mengalami luka memar di bagian kepala. Bahkan, J Surbakti sempat merasakan pening dan muntah setelah dipukuli. Takut akan terjadi hal-hal yang tak diinginkan, J Surbakti dilarikan ke rumah sakit di Medan, guna mendapatkan perawatan.

Menurut A Ginting, salah seorang warga yang menyaksikan J Srubakti dipukuli mengatakan, saat J Srubakti dipukuli petugas keamanan dari Polres Binjai dan TNI, sudah berada di tempat. Namun, petugas terkesan diam.
“Iya, saya lihat dengan jelas wartawan itu dipukuli. Bahkan, petugas PTPN 2 sempat meneriakan bunuh…bunuh. Sementara, petugas keamanan yang ada terlihat diam,”ungkap A Gintig.

Kepala Rayon C PTPN 2, P Samosir, saat dikonfirmasi terkait kejadian ini mengatakan, persoalan dengan wartawan yang dipukul sudah selesai. “Masalah itu sudah selesai, dan itu hanya kesalah pahaman saja. Sebab, wartawan itu masuk ke areal sambil membawa kamera. Sehingga, anggota kita mengira wartawan ini memihak kepada warga. Selanjutnya, wartawan itu diminta untuk keluar dari areal, dan tidak ada dipukul hanya disorong ke luar areal,”kilah P Samosir.

Mengenai lahan PTPN 2, P Samosir mengatakan, sesuai surat Badan Pertanahan Nasional (BPN), bahwa lahan PTPN 2 baik diperpanjang atau tidaknya Hak Guna Usaha (HGU), lahan ini masih tetap tanggung jawab PTPN 2. “Saya lupa nomor dan tahun surat tersebut. Yang jelas, surat itu ada di direksi,” ucapnya.

Kapolres Binjai, AKBP Dra Rina Sari Ginting, kepada wartawan koran ini mengatakan, terkait pemukulan terhadap wartawan sudah diselesaikan. “Kedua belah pihak sudah kita pertemukan, dan keduanya sudah sama-sama meminta maaf,” ujar Rina via selulernya.

Meski persoalan pemukulan wartawan ini dianggap sudah selesai oleh Polres Binjai, tetapi Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Binjai, M Ginting, kepada wartawan koran ini mengaku, persoalan ini harus disikapi dengan tegas oleh pihak yang berwajib. (dan)
Sumber : Sumut pos

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Madina Care Nilai Polres Madina Hanya ” Lips Service ” Dalam Menindak Pelaku PETI

    Madina Care Nilai Polres Madina Hanya ” Lips Service ” Dalam Menindak Pelaku PETI

    • calendar_month Minggu, 9 Mar 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ):  Pernyataan Kapolres Mandailing Natal (Madina), AKBP Arie Sofandi Paloh, SH, SIK akan memberantas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) saat Ormas dan Ormawa melakukan aksi di depan Mako Polres Madina dinilai hanya “lips Service”. Demikian disampaikan Founder Madina Care Madina Institute, Wadih Al-Rasyid dalam menanggapi masih maraknya aktifitas tambang emas ilegal […]

  • Awal Tahun Sejumlah Harga Bahan Pokok di Madina Naik

    Awal Tahun Sejumlah Harga Bahan Pokok di Madina Naik

    • calendar_month Selasa, 2 Jan 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Berikut harga ecer sejumlah kebutuhan bahan komoditas yang dibutuhkan konsumen di Pasar Tradisional Pasar Baru Kota Panyabungan di Awal tahun 2024 Harga cabai kian pedas lantaran pasokan mulai berkurang. Cabe merah contohnya saat ini hatganya Rp.40.000 /kg harga lama sendiri diharga Rp. 30.000 /kg. Jenis cabe rawit harga si aaal tahun […]

  • Gugatan Pilkades Sudah Ditolak, Warga Desa Pasar Malintang Tetap Datangi Dinas PMD Madina

    Gugatan Pilkades Sudah Ditolak, Warga Desa Pasar Malintang Tetap Datangi Dinas PMD Madina

    • calendar_month Selasa, 26 Sep 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online)– Puluhan warga Desa Pasar Baru Malintang Kecamatan Bukit Malintang, Mandailing Natal ( Madina ) Selasa 26/9/2023 datangi kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Mandailing Natal. Kedatangan puluhan massa ini menuntut keadilan terkait adanya dugaan kecurangan pada pemilihan calon kepala desa yang dilaksanakan pada 21/8/2023 yang lalu. Massa menilai salah pilkades di desa […]

  • Madina Zona Merah, Tak Bermasker Push Up 10 Kali

    Madina Zona Merah, Tak Bermasker Push Up 10 Kali

    • calendar_month Jumat, 18 Sep 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumut ditetapkan zona merah Covid-19. Pemda Madina pun menerbitkan regulasi pencegahan dan penanggulangan sebaran virus corona, termasuk sanksi bagi warga yang tak bermasker di tempat umum. Salah satu sanksi yang diterapkan adalah hukuman push up 10 kali. Aturan itu ditegaskan melalui Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 30 Tahun […]

  • Mendagri : Surat Pengunduran Bupati Madina Salah Prosedur

    Mendagri : Surat Pengunduran Bupati Madina Salah Prosedur

    • calendar_month Minggu, 21 Apr 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

      JAKARTA (Mandailing Online) – Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyatakan surat pengajuan pengunduran diri Bupati Mandailing Natal, Dahlah Hasan Nasution, salah prosedur. Itu diungkap Tjahyo Kumolo lewat keterangan pers, Minggu (21/4/2019). Dahlan Hasan Nasution mengajukan pengunduran diri kepada Presiden RI usai kekalahan Jokowi-Ma’ruf pada Pilpers 2019 di Mandailing Natal. Mendagri menyatakan telah menerima surat […]

  • DCS Dapil 5 GERINDRA Madina

    DCS Dapil 5 GERINDRA Madina

    • calendar_month Selasa, 9 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Daftar Calon Sementara Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Pemilihan Umum Tahun 2014 Dapil 5 dari GERINDRA Madina. Memperebutkan 9 kursi Meliputi Kecamatan Panyabungan Utara, Siabu, Bukit Malintang, Huta Bargot dan Naga Juang.

expand_less