Rabu, 17 Jun 2026
light_mode

Jangan Sampai RUUPKS Disahkan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 12 Okt 2020
  • print Cetak

Oleh : Novida Sari
Ketua Forum Muslimah Peduli Generasi Mandailing Natal

Sebuah program televisi untuk anak-anak di Denmark menampilkan adegan berupa beberapa orang dewasa yang dikumpulkan, kemudian mereka berdiri tanpa menggunakan busana di depan penonton anak-anak dalam rangka melawan body shaming. Produser acara televisi Denmark tersebut mengatakan bahwa program ini dimaksudkan sebagai alat pendidikan untuk melawan rasa malu dan body shaming pada tubuh serta mendorong kepercayaan diri pada tubuh. Penonton anak-anak dalam acara tersebut yang awalnya enggan, kemudian mulai antusias dan mengajukan pertanyaan. (liputan6.com, 23/09/2020).

Banyak orang Denmark percaya bahwa anak-anak tidak boleh dilindungi dari kenyataan hidup, dan membiarkan mereka bermain tanpa pengawasan yang ketat bahkan jika terkadang mereka melukai dirinya sendiri. Gaya hidup yang sekuler dan liberalisme membiarkan acara yang diproduksi oleh Warner Bros cabang Denmark tayang di saluran TV Nasional untuk anak-anak berumur 7-12 tahun dan menjadi program yang popular.

Indonesia memang belum seliberal Negara Eropa seperti halnya Denmark yang telah menjadikan Ketelanjangan tanpa sensor yang disiarkan di TV Nasionalnya. Namun hal ini bisa saja menjangkiti negeri dengan penduduk mayoritas muslim di dunia.

Pengesahan Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUUPKS) menjadi salah satu karpet merah menuju kebebasan berekspresi kebablasan tanpa dapat dicegah bahkan oleh keluarga terdekat pelakunya sendiri.

Sebagaimana RUU Ciptaker yang baru saja disahkan oleh anggota Dewan Terhormat di negeri mayoritas muslim ini, RUUPKS juga banyak mendapat tentangan dari berbagai pihak di dalam negeri terutama dari kalangan kaum muslim.

RUU ini meniadakan agama, karena tidak mencantumkan Asas Ketuhanan Yang Maha Esa. Sehingga materi muatannya bernafas liberal radikal, bertentangan dengan sosiologis rakyat Indonesia. RUU ini menyusupkan pemikiran asing yang bertentangan dengan budaya bangsa, sebab mengadopsi teori feminis radikal tentang kedaulatan tubuh, dalam pasal-pasalnya. Sehingga apa yang terjadi di Denmark hari ini, bisa saja akan menimpa Indonesia bahkan lebih parah dari itu.

Oleh karenanya, RUUPKS harus ditolak dan jangan sampai kita umat Islam yang ber-Ketuhanan Yang Maha Esa kecolongan sebagaimana RUU Ciptaker.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ekonomi Dunia Masih Pengaruhi Harga Karet Alam

    Ekonomi Dunia Masih Pengaruhi Harga Karet Alam

    • calendar_month Kamis, 20 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SUMUT (Mandailing Online) – Harga karet di pasar ekspor terus melemah dalam dua bulan terakhir. Ini terjadi akibat perlambatan ekonomi dunia yang mengakibatkan permintaan karet ikut berkurang. Sehingga, pabrikan juga mengikuti perkembangan pasar dengan menurunkan harga beli dan harga jual. Sekretaris Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumatra Utara Edy Irwansyah menggambarkan, pada akhir Mei lalu […]

  • Kampung Tambahtin, Kampung Berbahasa Mandailing di Malaysia

    Kampung Tambahtin, Kampung Berbahasa Mandailing di Malaysia

    • calendar_month Selasa, 5 Apr 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kampung Tambahtin ini berada di Pertang, Jelebu, Negeri Sembilan, Malaysia.  Satu dari tiga kampung yang berbahasa Mandailing di Negeri Sembilan. Penduduk kampung ini adalah etnis Mandailing yang bermigrasi dari Mandailing, Sumatera ke kawasan Negeri Perak di era 1800-an kemudian pindah ke kawasan Negeri Sembilan. Logat mereka berlanggam Mandailing Godang. Menurut Maznah Hasibuan, semua penduduk di […]

  • Tambang Emas Longsor, 12 Ibu Rumah Tangga Tewas

    Tambang Emas Longsor, 12 Ibu Rumah Tangga Tewas

    • calendar_month Kamis, 28 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    LINGGABAYU (Mandailing Online) – Setidaknya 12 orang perempuan tewas tertimpa longsor bekas tambang emas ilegal di Desa Banjar Limabung, Kecamatan Lingga Bayu, Kabupaten Mandailing Natal, Sumut, Kamis (28/4/2022). Selain itu, 2 orang dinyatakan selamat yang kini masih dirawat di puskesmas terdekat. Semuanya adalah ibu rumah tangga. Mereka sedang mencari emas di lokasi itu saat longosor […]

  • Harga Biji Kopi Kian Turun

    Harga Biji Kopi Kian Turun

    • calendar_month Senin, 16 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 7Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Harga biji kopi belum juga membaik sejak anjlok Ramadhan lalu di Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Dari kisaran 18.500 rupiah per kilo gram turun ke level 8.500 hingga 8.000 rupiah, turun lagi ke angka 6.500 rupiah per kilo gram. Sejumlah petani kopi di Kecamatan Ulu Pungkut dan Kecamatan Panyabungan Timur kepada wartawan, […]

  • 6 Rumah Tak Terselamatkan, Saatnya Mobil Pemadam Ada di Natal

    6 Rumah Tak Terselamatkan, Saatnya Mobil Pemadam Ada di Natal

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      NATAL (Mandailing Online) – Peristiwa kebakaran yang menghanguskan 6 rumah di Pasar III Natal, Kecamatan Natal, Selasa (21/04) memberikan peringatan bahwa Pemkab Mandailing Natal sudah harus menyediakan mobil pemadam kebakaran di kawasan Pantai Barat Madina. Sekiranya ada mobil pemadam yang ber pos di Natal, maka jumlah rumah terbakar di peristiwa itu dapat diminimalisir. Sejauh […]

  • Demokrat Proses Pemecatan Bupati Mandailing Natal
    Tak Berkategori

    Demokrat Proses Pemecatan Bupati Mandailing Natal

    • calendar_month Jumat, 17 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

                    JAKARTA – Partai Demokrat meminta Bupati Mandailing Natal Hidayat Batubara mengundurkan diri dari jabatannya di partai berlambang bintang mercy. Pasalnya, Bupati yang juga Politisi Demokrat telah ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). “Beliau harus mengundurkan diri sesuai pakta integritas,” kata Wasekjen Demokrat Ramadhan Pohan di Gedung DPR, Jakarta, […]

expand_less