Sabtu, 22 Agu 2026
light_mode

Jangan Sampai RUUPKS Disahkan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 12 Okt 2020
  • print Cetak

Oleh : Novida Sari
Ketua Forum Muslimah Peduli Generasi Mandailing Natal

Sebuah program televisi untuk anak-anak di Denmark menampilkan adegan berupa beberapa orang dewasa yang dikumpulkan, kemudian mereka berdiri tanpa menggunakan busana di depan penonton anak-anak dalam rangka melawan body shaming. Produser acara televisi Denmark tersebut mengatakan bahwa program ini dimaksudkan sebagai alat pendidikan untuk melawan rasa malu dan body shaming pada tubuh serta mendorong kepercayaan diri pada tubuh. Penonton anak-anak dalam acara tersebut yang awalnya enggan, kemudian mulai antusias dan mengajukan pertanyaan. (liputan6.com, 23/09/2020).

Banyak orang Denmark percaya bahwa anak-anak tidak boleh dilindungi dari kenyataan hidup, dan membiarkan mereka bermain tanpa pengawasan yang ketat bahkan jika terkadang mereka melukai dirinya sendiri. Gaya hidup yang sekuler dan liberalisme membiarkan acara yang diproduksi oleh Warner Bros cabang Denmark tayang di saluran TV Nasional untuk anak-anak berumur 7-12 tahun dan menjadi program yang popular.

Indonesia memang belum seliberal Negara Eropa seperti halnya Denmark yang telah menjadikan Ketelanjangan tanpa sensor yang disiarkan di TV Nasionalnya. Namun hal ini bisa saja menjangkiti negeri dengan penduduk mayoritas muslim di dunia.

Pengesahan Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUUPKS) menjadi salah satu karpet merah menuju kebebasan berekspresi kebablasan tanpa dapat dicegah bahkan oleh keluarga terdekat pelakunya sendiri.

Sebagaimana RUU Ciptaker yang baru saja disahkan oleh anggota Dewan Terhormat di negeri mayoritas muslim ini, RUUPKS juga banyak mendapat tentangan dari berbagai pihak di dalam negeri terutama dari kalangan kaum muslim.

RUU ini meniadakan agama, karena tidak mencantumkan Asas Ketuhanan Yang Maha Esa. Sehingga materi muatannya bernafas liberal radikal, bertentangan dengan sosiologis rakyat Indonesia. RUU ini menyusupkan pemikiran asing yang bertentangan dengan budaya bangsa, sebab mengadopsi teori feminis radikal tentang kedaulatan tubuh, dalam pasal-pasalnya. Sehingga apa yang terjadi di Denmark hari ini, bisa saja akan menimpa Indonesia bahkan lebih parah dari itu.

Oleh karenanya, RUUPKS harus ditolak dan jangan sampai kita umat Islam yang ber-Ketuhanan Yang Maha Esa kecolongan sebagaimana RUU Ciptaker.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Madina Optimis Target PAD 700 Juta Sektor Perizinan Terpenuhi

    Pemkab Madina Optimis Target PAD 700 Juta Sektor Perizinan Terpenuhi

    • calendar_month Jumat, 29 Apr 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tahun 2016 ini Bagian Perekonomian Pemkab Mandailing Natal memiliki target PAD sebesar 700 juta rupiah dari sektor perizinan HO. Pihak Bagian Perekonomian optimis mampu memenuhi target itu. Sebab, berdasar pengalamannya tahun 2015,  Bagian Perekonomian justru merealisasikannya sebesar 109 % dari target Rp.700 juta. Meski begitu, Pihak Bagian Perekonomian tetap secara rutin […]

  • Mengapa Kita Berutang Maaf dan Gelar Pahlawan pada Sosok Willem Iskander?

    Mengapa Kita Berutang Maaf dan Gelar Pahlawan pada Sosok Willem Iskander?

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Moechtar Nasution ASN Dinas Pariwisata Mandailing Natal/Aktifis Gerep Institute (Pusat Kajian Madina)   Ada amnesia kolektif yang teramat kaku dalam ingatan bangsa kita. Saban tahun kita merayakan kemerdekaan, saban tahun juga memperingati hari pendidikan dan setiap tahun juga mengikuti upacara hari kebangkitan nasional. Lalu, dengan gampang dan mudah kita mendiktekan kepada anak-cucu bahwa […]

  • BENCANA TERUS TERJADI, SAMPAI KAPAN NEGARA ABAI?

    BENCANA TERUS TERJADI, SAMPAI KAPAN NEGARA ABAI?

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • account_circle Mariani Siregar
    • 0Komentar

      Oleh: Mariani Siregar, M.Pd.I Dosen Pendidikan Islam “Tolong kami Tuhan, tolong kami ya Allah! Ke mana lagi pergi air sudah meluap dan mulai masuk ke rumah-rumah kami. Tolong kami”. Demikianlah jeritan kaum Ibu warga kelurahan Huta Nabolon, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, yang kembali dilanda banjir bandang pada Jum’at (18/07/2026). Kabar tersebut […]

  • Pemkab Madina Harus Pikirkan Nasib Ribuan Honorer

    Pemkab Madina Harus Pikirkan Nasib Ribuan Honorer

    • calendar_month Senin, 16 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Panyabungan, DPRD  Mandailing Natal menyambut positif langkah yang dilakukan Pemkab Madina yang akan memanggil dan memperkerjakan kembali tenaga honorer yang beberapa waktu lalu sudah dirumahkan. Hal ini disampaikan Wakil Ketua Komisi I DPRD Madina Dodi Martua di Panyabungan, Ahad (15/01/2012) setelah melakukan konsultasi ke Pemerintah Pusat yaitu Kementerian Dalam Negeri terkait pemberhentian tenaga honorer. […]

  • Mutasi di Madina Harus Berdasar pada Pembenahan

    Mutasi di Madina Harus Berdasar pada Pembenahan

    • calendar_month Sabtu, 7 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Wakil Ketua DPD KNPI Sumut Anas Suheri Lubis yang juga putra asli Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mengatakan, pihaknya mendukung pelaksanaan mutasi yang dilakukan di jajaran Pemkab Madina baru-baru ini. Namun, mutasi yang dilakukan harus mempertimbangkan berbagai hal khususnya untuk tujuan pembenahan untuk mewujudkan pemerintahan yang baik, jujur dan bersih. Menurut Suheri berbagai hal yang […]

  • Alame Mandailing Rozi Nasution: Mengangkat Cita Rasa Tradisional ke Pasar Nasional

    Alame Mandailing Rozi Nasution: Mengangkat Cita Rasa Tradisional ke Pasar Nasional

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Armi Fadhilah Lubis Mahasiswa Program Studi Kewirausahaan, Fakultas Ekonomi Bisnis, Universitas Andalas   Di tengah berkembangnya industri kuliner modern, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) berbasis tradisional tetap memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat. Salah satunya adalah usaha “Alame Mandailing Rozi Nasution” yang berlokasi di Kotasiantar, Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal, yang berdiri sejak tahun […]

expand_less