Jumat, 9 Okt 2026
light_mode

Jangan Sampai RUUPKS Disahkan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 12 Okt 2020
  • print Cetak

Oleh : Novida Sari
Ketua Forum Muslimah Peduli Generasi Mandailing Natal

Sebuah program televisi untuk anak-anak di Denmark menampilkan adegan berupa beberapa orang dewasa yang dikumpulkan, kemudian mereka berdiri tanpa menggunakan busana di depan penonton anak-anak dalam rangka melawan body shaming. Produser acara televisi Denmark tersebut mengatakan bahwa program ini dimaksudkan sebagai alat pendidikan untuk melawan rasa malu dan body shaming pada tubuh serta mendorong kepercayaan diri pada tubuh. Penonton anak-anak dalam acara tersebut yang awalnya enggan, kemudian mulai antusias dan mengajukan pertanyaan. (liputan6.com, 23/09/2020).

Banyak orang Denmark percaya bahwa anak-anak tidak boleh dilindungi dari kenyataan hidup, dan membiarkan mereka bermain tanpa pengawasan yang ketat bahkan jika terkadang mereka melukai dirinya sendiri. Gaya hidup yang sekuler dan liberalisme membiarkan acara yang diproduksi oleh Warner Bros cabang Denmark tayang di saluran TV Nasional untuk anak-anak berumur 7-12 tahun dan menjadi program yang popular.

Indonesia memang belum seliberal Negara Eropa seperti halnya Denmark yang telah menjadikan Ketelanjangan tanpa sensor yang disiarkan di TV Nasionalnya. Namun hal ini bisa saja menjangkiti negeri dengan penduduk mayoritas muslim di dunia.

Pengesahan Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUUPKS) menjadi salah satu karpet merah menuju kebebasan berekspresi kebablasan tanpa dapat dicegah bahkan oleh keluarga terdekat pelakunya sendiri.

Sebagaimana RUU Ciptaker yang baru saja disahkan oleh anggota Dewan Terhormat di negeri mayoritas muslim ini, RUUPKS juga banyak mendapat tentangan dari berbagai pihak di dalam negeri terutama dari kalangan kaum muslim.

RUU ini meniadakan agama, karena tidak mencantumkan Asas Ketuhanan Yang Maha Esa. Sehingga materi muatannya bernafas liberal radikal, bertentangan dengan sosiologis rakyat Indonesia. RUU ini menyusupkan pemikiran asing yang bertentangan dengan budaya bangsa, sebab mengadopsi teori feminis radikal tentang kedaulatan tubuh, dalam pasal-pasalnya. Sehingga apa yang terjadi di Denmark hari ini, bisa saja akan menimpa Indonesia bahkan lebih parah dari itu.

Oleh karenanya, RUUPKS harus ditolak dan jangan sampai kita umat Islam yang ber-Ketuhanan Yang Maha Esa kecolongan sebagaimana RUU Ciptaker.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Paslon 1 Harun-Ichwan Dapat Dukungan Keluarga Indra Porkas di Pilkada Madina

    Paslon 1 Harun-Ichwan Dapat Dukungan Keluarga Indra Porkas di Pilkada Madina

    • calendar_month Kamis, 24 Okt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Ulupungkut ( Mandailing Online ): Setelah raja Panyabungan Julu dan Pidoli Lomban. Kali ini barisan keluarga besar bagas godang Habincaran di Kecamatan Ulupungkut, Madina menentukan sikap mendukung pasangan calon bupati dan wakil bupati madina nomor urut 1 Harun Mustafa Nasution dan Ichwan Husein Nasutuion. Sikap keluarga besar bagas godang Habincaran ini disampaikan kepada Cawabup Ichwan […]

  • Usut Dugaan Korupsi Milwan

    Usut Dugaan Korupsi Milwan

    • calendar_month Jumat, 4 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Fraksi Partai Amanat Nasional (FPAN) DPR RI diminta mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kejaksaan Agung dan Satuan Tugas (Satgas) Pemberantasan Mafia Hukum segera menyelidiki kasus dugaan korupsi mantan Bupati Labuhan Batu T Milwan sebesar Rp 30,2 miliar yang sudah empat tahun tidak ditindaklanjuti penyidikan, penyelidikan dan pemeriksaannya. Permintaan tersebut disampaikan politisi PAN Fakhruddin Pohan […]

  • Bela Palestina Tak Cukup Dengan Retorika

    Bela Palestina Tak Cukup Dengan Retorika

    • calendar_month Jumat, 27 Des 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Novida Sari, S.Kom Ketua Majelis Taklim Islam Kaffah Madina Pidato Presiden Prabowo dalam Forum KTT Developing Eight (D-8) dinilai bagus tapi terkesan menggurui dan abai atas apa yang dilakukan oleh negara-negara tersebut, demikian menurut Pengamat Timur Tengah, Smith Alhadar. Menurutnya, Prabowo tidak mendapatkan cukup informasi tentang perkembangan di Gaza. Meskipun Indonesia sendiri begitu vokal […]

  • Kiprah Para Tokoh Gunung Tua Panyabungan dalam Perjalanan Kebangsaan Indonesia

    Kiprah Para Tokoh Gunung Tua Panyabungan dalam Perjalanan Kebangsaan Indonesia

    • calendar_month Kamis, 4 Agt 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pengantar redaksi: Berikut ini catatan ringkas yang disusun oleh Askolani Nasution tentang sejumlah tokoh dari Mandailing yang mewarnai dinamika kebangsaan sejak era pertengahan 1800-an hingga awal kemerdekaan Indonesia. Mereka memiliki peran penting di dalam gerak dinamika kebangsaan, baik peran dalam ilmu pengetahuan maupun gerakan kemerdekaan. Mengejutkan, karena semua tokoh-tokoh dalam catatan ini berasal dari satu […]

  • Fraksi PDIP DPRD Sumut : 500 Ha Hutan Mangrove Jadi Sawit di Sikara-Kara

    Fraksi PDIP DPRD Sumut : 500 Ha Hutan Mangrove Jadi Sawit di Sikara-Kara

    • calendar_month Selasa, 26 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        MEDAN (Mandailing Online) – Sekretaris Fraksi PDIP DPRD Provinsi Sumut, Syahrul Efendi Siregar, menyebut telah terjadi peralihan fungsi dari hutan mangrove menjadi perkebunan kepala sawit di Desa Sikara-kara Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal. “Berdasarkan laporan masyarakat ada sekitar 500 hektare hutan mangrove yang telah berlalih fungsi,”ujar Syahrul saat ditemui disela-sela acara Bimtek PDIP […]

  • 30 Tahun  Aek Macom Rusak Areal Perswahan

    30 Tahun Aek Macom Rusak Areal Perswahan

    • calendar_month Selasa, 12 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    foto aliran Sungai Aek Macom LEMBAH SORIK MARAPI (Mandailing Online) – Masyarakat di Kecamanatan Lembah Sorik Marapi (LSM), Mandailing Natal (Madina) masih terus mengeluhkan aliran sungai Aek Macom yang mengandung kadar asam sangat tinggi. Kadar asam sungai yang berhulu dari arah puncak Gunung Sorik Marapi itu merusak kandungan tanah pertanian menyebabkan banyak areal persawahan yang […]

expand_less