Kamis, 8 Okt 2026
light_mode

Full Mother Adalah Cita-cita Kartini

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 22 Apr 2021
  • print Cetak

Oleh: Alfi Ummuarifah
Guru dan Pegiat Literasi Islam

Seorang perempuan ketika menikah tentu harus memahami niatannya adalah untuk mencetak dan menyiapkan generasi unggul yang dilahirkannya. Inilah cita-cita terbesar yang mulia pada seorang perempuan menurut syariah. Menjadi seorang ummun.

Menjadi seorang ummun itu sangat dibutuhkan ilmu yang mumpuni dalam  urusan keperempuanan. Misalnya ilmu tentang cara mendidik anak (tarbiyatul awlad),mengasuh anak, masak memasak, pengobatan, membuat pakaian, megurus rumah, membersihkan rumah,ilmu ekonomi untuk mengatur keuangan dan lain sebagainya.

Sungguh banyak keilmuan yang dibutuhkan oleh seorang ibu. Karena itu kemudian Kartini punya cita-cita membuat sekolah perempuan untuk para ibu di zamannya agar terlahir generasi yang cemerlang saat itu. Tentu untuk lepas dari penjajahan dan membangun bangsa. Namun itu disalahartikan oleh pegiat gender dengan perjuangan yang berfokus pada emansipasi wanita. Sungguh mereka keliru dalam membaca sejarah. Bahkan itu adalah pembelokan sejarah secara nyata untuk mengabsahkan tujuan mereka agar terlihat sesuai. Mereka menyamakan perjuangan Kartini dengan perjuangan mereka yang bahkan tak cocok sedikitpun dengan cita-cita Kartini.

Oleh karena itu yang menyatakan bahwa Kartini menginginkan sama atau ingin menyaingi laki-laki itu keliru. Sebab kartini hanya ingin para wanita mendapatkan pengetahuan yang banyak agar memiliki cukup bekal dalam mendidik anaknya.  Agar anaknya menjadi generasi yang cerdas, bervisi besar dan mampu mengukir peradaban. Peran sentral ini tak bisa dilakukan oleh perempuan yang bodoh yang dilarang sekolah. Karena saat itu dibedakan sekolah untuk pribumi dan perempuan di masyarakat jawa oleh penjajah. Inilah yang ingin didobrak kartini. Bukan hendak ingin mengalahkan laki-laki dalam statusnya sebagai Qowwam untuk keluarganya.

Jadi, yang menyatakan bahwa tugas sentral ummun atau full mother sebagai sesuatu yang mencegah perempuan meniti karirnya di sektor publik itu pendapat keliru. Kartini justru faham jika perempuan tetap boleh berkecimpung dalam sektor publik melakukan perubahan, namun tidak boleh meninggalkan tugas sentral strategisnya di rumah sebagai ummun atau full mother itu. Ini sejalan dengan syariat Allah terkait dengan kewajiban ibu sebagai ummun yang juga harus berkiprah di sektor publik menjalankan perannya sebagaimana laki-laki dalam dakwah, pendidikan, kesehatan dan sektor yang dibenarkan oleh syara.

Artinya tak harus memilih salah satunya. Sebab dua-duanya menghantarkan perempuan tadi menuju syurga Allah dengan jenis pahala yang berbeda.

Adapun jika berbenturan tugas ummun dengan sektor publik. Lalu barulah syariat menentukan prioritas utamanya harus pada status ummunnya.

Oleh karena itu perempuan harus pintar memanajemen waktunya adar tugas sektor domestik dan publiknya itu tertunaikan sempurna. Di sinilah barangkali multitalenta yang Allah anugerahkan pada perempuan bermaslahat agar perempuan  mampu mensinergiskan segalanya.Tentu tak boleh diabaikan satu perkara sedikitpun tanpa alasan yang syar’i. Maka sesungguhnya kartini lebih memahami daripada yang kita bayangkan.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Soal Kelangkaan Pupuk, Ternyata Akibat Pengurangan Kuota

    Soal Kelangkaan Pupuk, Ternyata Akibat Pengurangan Kuota

    • calendar_month Jumat, 25 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pihak Pemkab Mandailing Natal (Madina) mengakui kebenaran kelangkaan pupuk bersubsidi di daerah ini. Penyebabnya, terjadi pengurangan kuota oleh pemerintah. Kepala Bdang Agribisnis Dinas Pertanian Peternakan Madina, Latifa Hannum menjawab wartawan, Jum’at (25/10/2013) mengungkapkan jenis kuota pupuk yang dikurangi adalah ZA, Ponska dan SP36. Penyebab kekurangan pupuk subsidi ini akibat kelengahan kelompok […]

  • Kopi Banamon Luncurkan Kemasan Sachet

    Kopi Banamon Luncurkan Kemasan Sachet

    • calendar_month Kamis, 24 Jan 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      ULUPUNGKUT (Mandailing Online) – Prosdusen bubuk kopi Banamon dalam waktu dekat akan meluncurkan produk dalam kemasan sachet. Pihak KSU Kopi Mandailing Jaya selaku produsen Banamon menyatakan, kemasan sachet ini merupakan rangkaian lanjutan inovasi produknya. Sebelumnya Banamon telah diproduksi dalam bentuk kemasan bungkus berat 200 hingga 500 gram. Rasyid Assaf Dongoran, Pengawas KSU Kopi Mandailing […]

  • Sampai September, Setoran Retribusi Dinas Pariwisata Madina Tahun 2024 Masih Nihil

    Sampai September, Setoran Retribusi Dinas Pariwisata Madina Tahun 2024 Masih Nihil

    • calendar_month Jumat, 1 Nov 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sampai bulan september 2024, target retribusi Dinas Pariwisata Mandailing Natal senilai Rp.200.000.000 ternyata belum terealisasi. Data dari Badan Pendapatan Daerah ( Bapenda ) menyebut tahun 2024 ini memang Dinas Pariwisata hanya menargetkan Rp.200.000.000 saja utuk retribusi. ” Target Retribusi Dinas Pariwisata sendiri ada Rp. 200.000.000 pertahun. Untuk hitungan hingga bulan September […]

  • Mudik Dilarang, WNA Bebas Datang

    Mudik Dilarang, WNA Bebas Datang

    • calendar_month Jumat, 7 Mei 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Khadijah Nelly, M.Pd Akademisi dan Pemerhati Kebijakan Publik Viral! kedatangan puluhan warga negara asing (WNA China) ke tanah air dengan menggunakan pesawat carter di saat pemberlakuan larangan mudik mendapat kritikan dan kecaman dari berbagai pihak. Politisi Partai Gerindra, Fadli Zon kembali memberikan tanggapan atas bolehnya warga asing ke Indonesia. Fadli Zon secara terang-terangan menilai pemerintah telah melakukan diskriminasi […]

  • Kabut Asap di Langit Madina Kian Tebal

    Kabut Asap di Langit Madina Kian Tebal

    • calendar_month Kamis, 3 Sep 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dalam beberapa hari terakhir asap menyelimuti wilayah Mandailing Natal (Madina). Dan sejak Rabu hingga hari ini Kamis (2-3/9) ketebalan asap kian meningkat. Pantauan Mandailing Online, Kamis (3/9), asap ini membuat warga resah. Sejumlah pengendara sepeda motor terlihat memakai masker saat melaju di jalanan. Sejauh ini data resmi belum diperoleh dari pemerintah […]

  • Inovasi Baru Seorang Petani di Huraba, Produksi Padi 118 Kaleng Per Bun-Bun

    Inovasi Baru Seorang Petani di Huraba, Produksi Padi 118 Kaleng Per Bun-Bun

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      SIABU (Mandailing Online) – Seorang petani bernama Edi Ibrahim di Desa Huraba Kecamatan Siabu, Mandailing Natal (Madina) berhasil memperoleh hasil produksi padi sebesar 118 kaleng per bun-bun untuk varietas Inpari Sidenuk dan 150 kaleng untuk varietas Siganteng. Perolehan ini berkat inovasi perlakuan pola baru pada tanaman padi yang diterapkan Edi Ibrahim. Satu bun-bun setara […]

expand_less