Selasa, 16 Jun 2026
light_mode

Full Mother Adalah Cita-cita Kartini

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 22 Apr 2021
  • print Cetak

Oleh: Alfi Ummuarifah
Guru dan Pegiat Literasi Islam

Seorang perempuan ketika menikah tentu harus memahami niatannya adalah untuk mencetak dan menyiapkan generasi unggul yang dilahirkannya. Inilah cita-cita terbesar yang mulia pada seorang perempuan menurut syariah. Menjadi seorang ummun.

Menjadi seorang ummun itu sangat dibutuhkan ilmu yang mumpuni dalam  urusan keperempuanan. Misalnya ilmu tentang cara mendidik anak (tarbiyatul awlad),mengasuh anak, masak memasak, pengobatan, membuat pakaian, megurus rumah, membersihkan rumah,ilmu ekonomi untuk mengatur keuangan dan lain sebagainya.

Sungguh banyak keilmuan yang dibutuhkan oleh seorang ibu. Karena itu kemudian Kartini punya cita-cita membuat sekolah perempuan untuk para ibu di zamannya agar terlahir generasi yang cemerlang saat itu. Tentu untuk lepas dari penjajahan dan membangun bangsa. Namun itu disalahartikan oleh pegiat gender dengan perjuangan yang berfokus pada emansipasi wanita. Sungguh mereka keliru dalam membaca sejarah. Bahkan itu adalah pembelokan sejarah secara nyata untuk mengabsahkan tujuan mereka agar terlihat sesuai. Mereka menyamakan perjuangan Kartini dengan perjuangan mereka yang bahkan tak cocok sedikitpun dengan cita-cita Kartini.

Oleh karena itu yang menyatakan bahwa Kartini menginginkan sama atau ingin menyaingi laki-laki itu keliru. Sebab kartini hanya ingin para wanita mendapatkan pengetahuan yang banyak agar memiliki cukup bekal dalam mendidik anaknya.  Agar anaknya menjadi generasi yang cerdas, bervisi besar dan mampu mengukir peradaban. Peran sentral ini tak bisa dilakukan oleh perempuan yang bodoh yang dilarang sekolah. Karena saat itu dibedakan sekolah untuk pribumi dan perempuan di masyarakat jawa oleh penjajah. Inilah yang ingin didobrak kartini. Bukan hendak ingin mengalahkan laki-laki dalam statusnya sebagai Qowwam untuk keluarganya.

Jadi, yang menyatakan bahwa tugas sentral ummun atau full mother sebagai sesuatu yang mencegah perempuan meniti karirnya di sektor publik itu pendapat keliru. Kartini justru faham jika perempuan tetap boleh berkecimpung dalam sektor publik melakukan perubahan, namun tidak boleh meninggalkan tugas sentral strategisnya di rumah sebagai ummun atau full mother itu. Ini sejalan dengan syariat Allah terkait dengan kewajiban ibu sebagai ummun yang juga harus berkiprah di sektor publik menjalankan perannya sebagaimana laki-laki dalam dakwah, pendidikan, kesehatan dan sektor yang dibenarkan oleh syara.

Artinya tak harus memilih salah satunya. Sebab dua-duanya menghantarkan perempuan tadi menuju syurga Allah dengan jenis pahala yang berbeda.

Adapun jika berbenturan tugas ummun dengan sektor publik. Lalu barulah syariat menentukan prioritas utamanya harus pada status ummunnya.

Oleh karena itu perempuan harus pintar memanajemen waktunya adar tugas sektor domestik dan publiknya itu tertunaikan sempurna. Di sinilah barangkali multitalenta yang Allah anugerahkan pada perempuan bermaslahat agar perempuan  mampu mensinergiskan segalanya.Tentu tak boleh diabaikan satu perkara sedikitpun tanpa alasan yang syar’i. Maka sesungguhnya kartini lebih memahami daripada yang kita bayangkan.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Etnis Mandailing Di Malaysia

    Etnis Mandailing Di Malaysia

    • calendar_month Sabtu, 8 Des 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    Catatan: Dahlan Batubara Dua kali saya bertemu dengan Prof. Artori Husein, dosen di Universitas Sain, Malaysia. Dia bermarga Lubis dari buyut yang merantau dari tanah Mandailing ke kawasan Rantau Parapat, lalu kakeknya lah yang merantau ke semenanjung Malaka. Kali pertama pada April 2012 dimana saya mewawancarai beliau dalam satu acara interaktif di radio Start FM, […]

  • Dirjen Kemen ESDM Imbau Warga Nagajuang

    Dirjen Kemen ESDM Imbau Warga Nagajuang

    • calendar_month Senin, 17 Sep 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Merkury Sangat Berbahaya Bagi Kesehatan – Kasi Pegawasan Eksplorasi Dirjen Mineral dan batubara ESDM, Syamsu Dalie memberikan keterangan dihadapan warga Naga Juang tentang bahayanya limbah merkuri dan sianida bagi kesehatan tubuh.(MO,wan,MT)

  • Pameran Pembangunan HUT 17 tahun Madina

    Pameran Pembangunan HUT 17 tahun Madina

    • calendar_month Minggu, 6 Mar 2016
    • account_circle webmaster
    • 0Komentar

    Hari Pertama pameran pembangunan Ulang Tahun ke 17 Kabupaten Mandailing Natal, yang dimeriahkan SKPD dan Swasta yang berdomisili di kabupaten Madina. Tetap terlihat kemeriahan meskipun  di protes para pengunjung karena lokasi sekarang yang ada di Tapian Siri Siri sulit di akses pengunjung terutama yang datang secara rombongan. Terlalu jauh untuk jalan kaki, sementara kalau naik […]

  • Koperasi Mitra Manindo Gelar Rapat Tahunan Serta Pemilihan Ketua Baru

    Koperasi Mitra Manindo Gelar Rapat Tahunan Serta Pemilihan Ketua Baru

    • calendar_month Rabu, 31 Jan 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online )-Koperasi Konsumen Mitra Manindo (KMM) menggelar rapat anggota tahunan (RAT) ke -15 akhir pekan lalu di gedung Ladang Sari, Gunung Tua, Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ). KMM melaksanakan RAT setiap tahun sebagai salah satu kewajiban sebagai lembaga koperasi. Rapat tahunan tersebut menyetujui laporan pertanggung jawaban Dewan Pengurus dan menyetujui […]

  • MARSIDAO-DAO (episode 25)

    MARSIDAO-DAO (episode 25)

    • calendar_month Rabu, 1 Jun 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Novel Mandailing Nanisuratkon : Dahlan Batubara   Si Pikek dohot Si Rahim doma donganna modom i bilik podoman i. Ipamanat-manatisa tompa ni pinomparna na ostang mungkor tando sinok ni modomna. Anggo ia ngada pe ra tarpodom, na pupu taringot tu mandiang alaklaina, amang ni daganakna, dompak mangolu namodom iambirang nia, tai sannari ngada be. Si […]

  • Itak Poul-Poul, Penganan Khas Mandailing Yang Mulai Hilang

    Itak Poul-Poul, Penganan Khas Mandailing Yang Mulai Hilang

    • calendar_month Jumat, 16 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    KOTANOPAN (Mandailing Online) – Itak poul-poul salah satu makanan khas Mandailing yang dulunya sangat terkenal dan diminati. Namun, belakangan ini mulai hilang. Saat ini untuk mencari jenis makanan yang satu ini sangat susah di daerah Mandailing Natal (Madina), padahal makanan ini merupakan ciri khas daerah yang perlu dilestarikan. Penelusuran yang dilakukan, belakangan ini makanan khas […]

expand_less