Senin, 26 Okt 2026
light_mode

HIRUK PIKUK DUNIA PENDIDIKAN

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 17 Sep 2021
  • print Cetak

Oleh: Julia Sitanggang, S.Pd
Karyawan swasta, anggota Majelis Taklim Islam Kaffah, tinggal di Tapanuli Tengah

 

Pendidikan adalah cara untuk mengangkat kelas sosial. Di sisi lain, pendidikan juga menjadi dasar pembangunan negara-negara maju.

Namun faktanya, masih banyak anak muda di Indonesia yang tidak memiliki kesempatan yang cukup untuk mengenyam pendidikan tinggi, khususnya universitas. (Sumber MEDIA JABODETABEK)

Kita lihat sekarang banyak lembaga yang memang membuat suatu ajang pendidikan, tapi hanya membuat anak didik nntuk jadi cikal bakal kemajuan dalam hal tenaga kerja, bukan mendapatkan pendididikan yang tinggi tapi malah dijadikan sebagai buruh tenaga kerja yang ujungnya anak akan hanya akan memikirkan kesuksesan masalah finansial saja, tanpa memikirkan masa depan kesuksesan akhirat yang kekal abadi nantinya. 

Apalagi di era zaman sekarang yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin miskin, jadilah budak dunia yang senantiasa haus akan kenikmatan duniawi. Na’udzubillaah. 

Orangtua dan anak seakan kehilangan arah pendidikan yang sebenarnya. Tidak heran karena anak dan orangtua sama-sama mengharapkan keuntungan materi, dan tidak jarang lupa akan akhirat.  Padahal tujuan kekal abadi yang lebih menjanjikan adalah syurgaNya Allah swt. 

Ini terjadi karena kahidupan kapitalis yang mana penguasalah yang akan semakin berkuasa. Anak didik tidak dihiraukan lagi.  Miris sekali memang kehidupan zaman milenial saat ini. 

Yang semakin menggeramkan rakyat, pemerintah hanya berdiam diri tutup telinga melihat keadaan pendidikan saat ini. Wajar saja, karena yang hanya mereka kejar adalah materi semata. Tidak peduli akan kehidupan yang semakin menggila ini.

Hiruk pikuk dunia pendidikan yang melanda generasi kita saat ini berlalu begitu saja, apalagi di masa pandemi saat ini. Mencari segepok uang itu terlalu susah, bahkan kita lihat bagaimanalah orangtua bekerja siang dan malam hanya untuk bisa menyekolahkan anak yang dicintainya. Agar bisa sukses dan bisa membanggakan kedua orangtuanya.

Tentu ini adalah cita-cita setiap anak dan orangtua yang selalu ingin mengharapkan yang terbaik di masa depannya kelak. Tapi itu hanyalah sebuah ilusi yang hanya sia sia saja. Karena selama pendidikan ini tidak ditentukan arah tujuannya akan semakin runyam dan kita hanya mendapati kerusakan yang semakin menjadi-jadi di tengah masyarakat kita. 

Kita sebagai cikal bakal hasil generasi peradaban semoga kita selalu senantiasa menanamkan nilai akhlaqiyah terutama aqidah yang menjadi tujuan utama kehidupan seseorang tersebut. Karena hanya aqidahlah yang akan mengantarkan seseorang tersebut kepada syurgaNya Allaah swt.

Wallahu’alam bishowab

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ini Tanggapan Warga Terkait Ditiadakannya Karnaval di HUT ke 79 RI di Madina

    Ini Tanggapan Warga Terkait Ditiadakannya Karnaval di HUT ke 79 RI di Madina

    • calendar_month Selasa, 6 Agt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA -Mandailing Online: Pemerintah. Kabupaten Mandailing Natal ( Madina) melalui Panitia Peringatan Hari Ulang Tahun ke -79 Republik Indonesia tahun 2024 mengeluarkan surat edaran pemberitahuan yang dialamatkan ke Camat se Kabupaten. Surat edaran dengan Nomor 003.01.001. / PAN – HUT RI 2024. Yang diteken Sekda, Alamulhaq Daulay sebagai Ketua Panitia HUT RI ke 79 initinya […]

  • MENGGAGAS PERTAMBANGAN RAKYAT MERAH PUTIH : TRANSFORMASI PERTAMBANGAN LIAR MENJADI PERTAMBANGAN RAKYAT LEGAL

    MENGGAGAS PERTAMBANGAN RAKYAT MERAH PUTIH : TRANSFORMASI PERTAMBANGAN LIAR MENJADI PERTAMBANGAN RAKYAT LEGAL

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Rahmad Daulay   PENDAHULUAN Pertambangan emas rakyat merupakan aktivitas ekonomi yang telah berlangsung lama di berbagai wilayah Indonesia, terutama di daerah pedalaman dan kawasan pegunungan yang memiliki potensi mineral tinggi. Bagi sebagian masyarakat, kegiatan ini menjadi sumber penghidupan utama karena terbatasnya kesempatan kerja di sektor formal. Namun dalam perkembangannya, sebagian besar aktivitas pertambangan […]

  • Penghentian Operasional Tambang Emas Martabe Perburuk Citra RI

    Penghentian Operasional Tambang Emas Martabe Perburuk Citra RI

    • calendar_month Sabtu, 6 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA, (MO)-Penghentian sementara operasional tambang Martabe di Tapanuli Selatan, Sumut, merupakan sebuah kerugian besar bagi Indonesia. Terutama bagi citra Indonesia di mata dunia internasional. Bahwa ternyata iklim investasi di negara ini masih tidak kondusif, hanya karena tarik ulur antara Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan, terkait masalah pemasangan pipa pembuangan sisa limbah […]

  • Ditakuti Akan Kena Sanksi, Warga Desa Jambur Baru Batangnatal Terpaksa Setor Material Batu dan Pasir untuk Bangun Jalan yang Dirusak Kades

    Ditakuti Akan Kena Sanksi, Warga Desa Jambur Baru Batangnatal Terpaksa Setor Material Batu dan Pasir untuk Bangun Jalan yang Dirusak Kades

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Batangnatal||Mandailing Online- Warga Desa Jambur Baru, Kecamatan Batangnatal, Madina, Sumatera Utara, hidup dalam ketakutan. Kepala Desa (Kades) Riswan Haedy diduga memaksa mereka menyerahkan material pasir dan batu kali untuk membangun kembali jalan lingkungan yang dirusaknya sendiri. “Katanya kalau gak bawa, kena sanksi dari tokoh masyarakat dan desa,” kata seorang warga yang tak ingin disebutkan namanya. […]

  • Hasil Konfercab V PMII Madina

    Hasil Konfercab V PMII Madina

    • calendar_month Kamis, 9 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Supendi Ketua Umum, Imsaruddin Sekretaris Umum Konfrensi Cabang V Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) yang dilaksanakan selama 2 hari, mulai Sabtu (4/12) hingga Minggu (5/12), melahirkan pemimpin baru. Supendi terpilih menjadi Ketua Umum dan Imsaruddin Nasution sebagai Sekretaris Umum untuk masa bakti tahun 2011-2012. Hasil ini sesuai Konfercab V yang digelar […]

  • Komnas HAM selidiki kasus penganiayaan jurnalis

    Komnas HAM selidiki kasus penganiayaan jurnalis

    • calendar_month Minggu, 28 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pekanbaru, (MO)- Tim yang terdiri atas dua anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) langsung turun ke Provinsi Riau untuk menyelidiki kasus penganiayaan terhadap jurnalis dan warga yang dilakukan oknum TNI AU di lokasi jatuhnya pesawat Hawk 200. Tim yang terdiri atas Plt Kabag Pengaduan Eko Dahana dan Penyelidik Pelanggaran HAM Firdiansyah, melakukan pemeriksaan […]

expand_less