Kamis, 22 Okt 2026
light_mode

Kontektualitas PKI di Mandailing

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 11 Okt 2021
  • print Cetak

Grafis

Catatan: Askolani Nasution
Budayawan

Di Tugu Perintis Kotanopan, ada tulisan tentang Pemberontakan Rakyat tahun 30-an. Tak banyak yang tahu kalau pemberontakan yang meluas di nyaris semua wilayah Hindia Belanda itu berkaitan dengan Pemberontakan Silungkang malam tahun baru 1927 di Sumatera Barat. Lalu menjalar ke berbagai wilayah, termasuk ke kawasan Mandailing.

Ada tiga kelompok perjuangan penting di Mandailing masa awal 30-an: Partindo yang berafiliasi ke Soekarno, Permi yang yang dimotori kelompok nasionalis Islam, dan PKI. Ketiganya mengusung isu kemerdekaan dengan ideologi yang berbeda. PKI misalnya mengusung jargon membubarkan pemerintahan kolonial di Indonesia.

Partindo basisnya di Hutapungkut. Permi basisnya di Pesantren Subulus Salam Sayurmaincat, dan PKI menyebar di wilayah Mandailing Julu dan Mandailing Godang.

PKI belum menonjolkan ideologi anti tuhan dalam bayangan kita, tetapi lebih kepada pola-pola perjuangannya, aksi massa, isu tentang kemiskinan dan penderitaan rakyat, dst. Partindo, Permi, dan PKI sama-sama luas pendukungnya.

Setelah Partindo dibubarkan, orang-orangnya beralih ke PNI, Permi masuk Masyumi. Dalam Pemilu 1955, PNI, Masyumi, dan PKI sama-sama menjadi peraih suara terbanyak. Tapi Masyumi mendominasi wilayah Mandailing. Ini menjadi persoalan baru.

Masyumi awalnya didukung NU dan Muhammadiyah. Lalu karena menjadi pemenang pemilu, Masyumi mendapat kue besar untuk mengisi jabatan-jabatan pemerintahan di Mandailing. Namanya pejabat pemerintah, mereka tidak boleh pakai sarung.

Menjadi persoalan karena yang basic NU di Masyumi tidak mau menanggalkan sarung. Padahal mereka akan menjadi asisten wedana (camat), dan lain-lain. Karena itu semua jabatan pemerintahan didominasi oleh orang Muhammadiyah. Itu yang menguatkan keluarnya NU dari Masyumi dan membentuk partai sendiri.

Tahun 57, Masyumi mendukung PRRI di Mandailing. PKI mendukung pemerintahan pusat. Maka rivalitas antara Masyumi dan PKI makin meruncing. Ketika Pusat kemudian memadamkan pemberontakan tahun 1958 — masa itu disebut “margabung” di Mandailing — orang-orang Masyumi mulai tersingkir dari pemerintahan. Digantikan oleh PNI, NU, dan PKI.

Tahun 1958 sampai 1965, itu masa jaya PKI di Mandailing. Tokoh-tokoh PKI mendominasi berbagai akses ekonomi. Hutan misalnya, hak tebang kayu diserahkan kepada orang-orang PKI. PKI juga mendomasi pemerintahan desa. Bahkan tukang cukur pun didomonasi orang PKI. Sebaliknya, orang-orang masyumi mendapat perendahan yang luar biasa.

Askolani Nasution

Orang-orang Masyumi membangun kedekatan dengan tentera melalui Buterpera (Koramil). Karena TNI-AD memang menjadi lawan politik utama PKI, terutama faksi Jenderal Nasution.

Bagaimana selanjutnya orang-orang PKI dibantai di Mandailing? Ah, itu top secret.

 

Naskah: dicopy dari akun facebook Askolani II.

Judul artikel: Mandailing Online

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lagi Emak Emak Pengajian Panyabungan III Nyatakan Dukungan ke Harun- Ichwan

    Lagi Emak Emak Pengajian Panyabungan III Nyatakan Dukungan ke Harun- Ichwan

    • calendar_month Sabtu, 19 Okt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan (Mandailing Online) – Lagi Lagi dukungan dan doa dari kalangan masyarakat terus mengalir ke Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) nomor urut 1 Harun Mustafa Nasution dan Ichwan Husein Nasution. Kali ini, dukungan penuh di deklarasikan kaum ibu ibu pengajian Haddad Kelurahan Panyabungan III ke pasangan berjargon “Onma” tersebut. Demi […]

  • Messi terbaik saat ini

    Messi terbaik saat ini

    • calendar_month Selasa, 5 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BELO HORIZONTE, (MO) – Gelandang Atletico Mineiro, Ronaldinho (32), menilai penyerang Barcelona, Lionel Messi, adalah pemain terbaik saat ini, tetapi hal itu mungkin akan berubah. “Messi selama tiga atau empat tahun terakhir adalah yang terbaik di dunia. Ia telah berada pada level konsistensi yang menurutku tak pernah terjadi sebelumnya,” ujar Ronaldinho. “Neymar masih muda dan […]

  • Plang Nama Dirusak, Kantor Jadi Tempat Hiburan

    Plang Nama Dirusak, Kantor Jadi Tempat Hiburan

    • calendar_month Kamis, 27 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Aksi Karyawan PTPN2-PT LNK LANGKAT-Aksi mogok kerja 4.000-an karyawan PTPN II-PT Langkat Nusantara Kepong (LNK) Rayon Tengah di Langkat masih berlanjut. Bahkan, aksi mogok kerja semakin memanas, dengan dirusaknya papan nama (plang) dan di dudukinya kantor perkebunan, Selasa (25/1). Pantauan di pusat kantor PT LNK di kebun Gohor Lama, Kecamatan Wampu, papan nama perusahan PTPN […]

  • TEMBAKAU PILKADA

    TEMBAKAU PILKADA

    • calendar_month Minggu, 24 Nov 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Cerpen: Rina Youlida Nurdina Opuk ukuran dua kali tiga meter yang sudah berdiri miring namun masih digunakan berposisi di tengah kampung seiring usianya yang telah tua. Daun rumbia yang menutupi atap opuk itu tinggal setengah dan sudah ditempeli dengan seng sebahagiannya, sehingga keestetikan opuk legendaris ini sudah berkurang. Tiang-tiang penyangga opuk yang terbuat dari batang […]

  • Kadin Madina Gelar Pelatihan Enterpreneurship

    Kadin Madina Gelar Pelatihan Enterpreneurship

    • calendar_month Kamis, 14 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PUNCAK SORIK MARAPI (Mandailing Online) – Kadin Madina menyelenggarakan Pelatihan Intrepreneurship terhadap usia produktif. Pelatihan berlangsung di Desa Huta Lombang, Kecamatan Puncak Sorik Merapi, Mandailing Natal, Kamis (14/11/ 2019). Sobir Lubis tampil sebagai pemateri di pelatihan enterpreneurship (wirausaha) itu. Usaha yang dicanangkan saat ini masih fokus di industri penenunan sebagai upaya meningkatkan produk […]

  • Bangunan Mubazir

    Bangunan Mubazir

    • calendar_month Selasa, 4 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Bangunan Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal didesa Binanga Kec, Hutabargot Kabupaten Mandailing Natal sejak dibangun pada tahun 2008 yang lalu sampai saat ini belum difungsikan.

expand_less