Selasa, 22 Sep 2026
light_mode

Diskriminasi Akibat Islamphobia

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 1 Jun 2022
  • print Cetak

Oleh: Ross A.R
Aktivis Dakwah Medan Johor

 

Viral di jagad sosial media tentang pemberitaan seorang ustadz tanah air yaitu Ustadz Abdul Somad yang lebih sering di panggil UAS. Pasalnya UAS dan keluarga dicekal di Singapura pada saat akan berlibur.

Dan yang lebih mirisnya lagi, menurut pemerintah Singapura itu dikarenakan UAS pernah berceramah terkait tentang bom bunuh diri adalah sah dalam konteks konflik Israel-Palestina, dan dianggap syahid, serta dalam ceramahnya di depan publik pernah mengatakan kalau penganut agama selain Islam adalah kafir.

Dai kondang, Ustaz Abdul Somad mengalami kejadian kurang mengenakkan saat berkunjung ke Singapura.

UAS bersama dengan istri dan anaknya mengaku dideportasi dari Singapura. Bahkan UAS sempat ditahan di sebuah ruangan yang sempit sebelum dipindahkan ke ruangan yang lebih besar (17/5/2022).

Apa yang disampaikan pemerintah Singapura tentunya sebagai bentuk islamphobia akut. Kecemasan pemerintah Singapura terlihat saat menyampaikan alasan mendeportasi UAS karena penyebutan kata kafir yang dipermasalahankan.

Inilah fakta dalam sistem demokrasi, dimana HAM akan membisu jika umat Islam yang mendapatkan diskriminasi. Sudah seharusnya umat Islam melawan narasi-narasi Islamphobia yang terus menerus digaungkan oleh Barat.

Dalam sistem Islam, para ulama yang benar-benar menyampaikan kebenaran Islam secara kaffah akan dimuliakan dan akan dilindungi. Bahkan berdakwah adalah kewajiban agar Islam mempu tersebar hingga ke seluruh penjuru dunia. Bahwa Islam mampu memberikan solusi pada setiap permasalahan, dan semuanya sesuai dengan fitrah manusia. Tidak seperti sistem saat ini, ketika menyampaikan kebenaran Islam justru mendapatkan persekusi dan diskriminasi.***

 

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hutan Malintang Julu Digunduli Orang Kaya

    Hutan Malintang Julu Digunduli Orang Kaya

    • calendar_month Selasa, 18 Sep 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (MO) – Wilayah hutan Desa Malintang Julu Kecamatan Bukit Malintang, Mandailing Natal (Madina) dikhawatirkan semakin gundul dan kian hilangnya daya serap air yang dibutuhkan sungai Pata Botung. Aktivitas penggundulan ini akibat ulah segelintir warga melibatkan Kepala Desa, Hottop Nasution yang diduga secara membabibuta menjual kawasan-kawasa hutan desa kepada orang-orang kaya bagi pembukaan perkebunan berskala […]

  • Gegara Wanprestasi, Pemko Padangsidimpuan Dihukum Bayar Rp.883 Juta

    Gegara Wanprestasi, Pemko Padangsidimpuan Dihukum Bayar Rp.883 Juta

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    P.Sidimpuan (Mandailing Online ): Upaya hukum banding yang diajukan Pemerintah Kota (Pemko) Padangsidimpuan melalui Dinas Perhubungan (Dishub) menemui jalan buntu. Pengadilan Tinggi Medan secara resmi menguatkan putusan tingkat pertama yang menyatakan pihak pemerintah telah melakukan wanprestasi atau cidera janji terhadap rekanan proyek CV Central Grafika Print dalam pengadaan dan pemasangan Alat Pengendalian Isyarat Lalu Lintas […]

  • Empat Sekolah di Madina Ikut Lomba UKS Tingkat Provinsi

    Empat Sekolah di Madina Ikut Lomba UKS Tingkat Provinsi

    • calendar_month Jumat, 26 Nov 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Empat sekolah mewakili Kabupaten Mandailing Natal dalam lomba Unit Kesehatan Sekolah terbaik tingkat provinsi. Sekolah-sekolah itu adalah SD Negeri 080 Panyabungan dan SD Negeri 086 Dalan Lidang (kategori sekolah dasar). Untuk Taman Kanak-Kanak diwakili TK Masitoh Assalam, Lumban Dolok, Kecamatan Siabu. Untuk SLTA diwakili SMP Negeri 5 Sinunukan. Tim penilai Usaha […]

  • Minoritas Anggota DPRD Madina Jangan Cacing Kepanasan

    Minoritas Anggota DPRD Madina Jangan Cacing Kepanasan

    • calendar_month Sabtu, 11 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Panyabungan (MO) – Minoritas anggota DPRD Madina jangan jadi cacing kepanasan terkait keputusan kocok ulang alat kelengkapan dewan yang disetujui mayoritas anggota. Keputusan itu disetujui 26 dari total 40 anggota DPRD Madina. Sebab, sejumlah anggota dewan, melalui Binsar Nasution telah menyurati pimpinan dewan menekankan pergantian alat kelengkapan tidak sah. Sikap Minoritas ini dinilai ibarat cacing […]

  • PKS Madina Bagikan Bahan Pangan kepada Warga

    PKS Madina Bagikan Bahan Pangan kepada Warga

    • calendar_month Minggu, 30 Okt 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – DPD PKS Mandailing Natal, Sumut, membagikan ratusan paket bahan pangan kepada warga, Ahad (30/10/2022). Bahan pangan berjenis sayur mayur, cabai dan bawang. Tiap paket satu jenis bahan. Pembagian dilakukan para kader dan pengurus PKS kepada warga yang melintas di jalan raya, depan sekretariat DPD PKS Kabupaten Mandailing Natal, Jl. Willem […]

  • Soal Kelangkaan Pupuk, Ternyata Akibat Pengurangan Kuota

    Soal Kelangkaan Pupuk, Ternyata Akibat Pengurangan Kuota

    • calendar_month Jumat, 25 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pihak Pemkab Mandailing Natal (Madina) mengakui kebenaran kelangkaan pupuk bersubsidi di daerah ini. Penyebabnya, terjadi pengurangan kuota oleh pemerintah. Kepala Bdang Agribisnis Dinas Pertanian Peternakan Madina, Latifa Hannum menjawab wartawan, Jum’at (25/10/2013) mengungkapkan jenis kuota pupuk yang dikurangi adalah ZA, Ponska dan SP36. Penyebab kekurangan pupuk subsidi ini akibat kelengahan kelompok […]

expand_less