Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Pemerintah Diharap Tetapkan Willem Iskander dan Syeikh Musthofa Jadi Pahlawan Nasional

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 2 Sep 2021
  • print Cetak

Aksi Ikatan Pemuda Mandailing memperjuangkan Syeikh Mustafa Husein Nasution dan Willem Iskander menjadi pahlawan nasional di bidang pendidikan, beberapa pekan lalu. Foto: dok IPM

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah Indonesia diharap menetapkan Syeikh Mustafa Husein Nasution dan Willem Iskander (Sutan Sati Nasution) menjadi pahlawan nasional di bidang pendidikan.

Harapan itu dicuatkan Ketua Umum Ikatan Pemuda Mandailing, Tan Gozali dalam rilis pers diterima Mandailing Online, Kamis (2/9/2021).

Kedua tokoh itu memiliki peran besar sebagai pelopor pendidikan Bumi Poetra sebelum kemerdekaan.

“Kedua tokoh tersebut, sangat berjasa besar dalam hal mempelopori pendidikan khususnya di pulau Sumatera dan bahkan skala nusantara,” ungkap Tan.

Meski berbeda tahun, keduanya sama-sama pendiri sekolah pertama untuk bumi putera di Sumatera Bagian Utara.

Willem Iskander misalnya, adalah tokoh pendiri sekolah guru (kweekschool) pertama untuk bumi putera di Tanobato, Mandailing, Sumatera pada tahun 1862, jauh sebelum Ki Hadjar Dewantara mendirikan Taman Siswa pada tahun 1922.

“Kenapa disebut sekolah yang didirikan Willem Iskandar ini sebagai sekolah guru pertama untuk bumi putera di Indonesia? Karena memang sebelum sekolah ini didirikan, sudah ada juga sekolah guru di Indonesia yang didirikan belanda yaitu Kweekschool Surakarta (1851) dan Kweekschool Fort de Kock, Bukit Tinggi (1856), tapi kedua sekolah ini hanya menerima murid dari kalangan bangsawan dan orang belanda (eropa). Lain dengan Kweekschool Tanobato (1862) yang didirikan Willem Iskandar, Kweekschool Tanobato ini terbuka untuk semua kalangan masyarakat,” jelasnya.

Lebih jauh Tan menjelaskan, bahwa murid-murid dari Kweekschool Tanobato inilah yang kemudian menyebar dalam mencerdaskan kehidupan anak bangsa di sentaro Sumatera Bagian Utara.

“Mungkin itu juga-lah sebabnya kenapa di awal-awal masa perjuangan kemerdekaan banyak tokoh-tokoh penting dari Mandailing, hal ini karena mereka sudah tercerdaskan lebih dahulu dari segi pendidikan apabila dibanding di daerah-daerah lain,” ujarnya.

Di masa kini, Kweekschool Tanobato ini diabadikan sebagai SMA Tanobato (SMA Negeri 1 Panyabungan Selatan) yang peletakan batu pertama dan peresmiannya dilakukan oleh Menteri Pendidikan Nasional.

“Uniknya,  Kweekschool dan Ponpes Musthofawiyah didirikan di kampung yang sama, kampung kecil, yaitu di Kampung Tanobato di kaki gunung Sorik Marapi, Mandailing,” katanya.

Tan Gozali

Sementara itu, Syeik Musthafa Husein telah mendirikan Pondok Pesantren Musthafawiyah juga di Tanobato pada tahun 1912. Lokasi ponpes ini kemudian hari pindah ke Purba Baru setelah terjadi banjir bandang pada waktu itu.

Pondok pesantren Musthafawiyah disebut-sebut sebagai salah satu pondok eesantren tertua di Sumatera. Murid dari syeikh Musthafa Husein juga menyebar ke berbagai daerah di Sumatera Bagian Utara, Sumatera Barat, dan Riau.

“Sehingga di awal-awal masa perjuangan kemerdekaan banyak tokoh-tokoh Islam yang berasal dari Mandailing. Bahkan orang-orang Mandailing yang merantau ke tanah Deli Medan (Sumatera Timur) di tanah perantauannya banyak yang kemudian menjadi tokoh agama, adat, budayawan, akademisi dan cendikiawan muslim untuk tingkat nasional,” pungkasnya mengakhiri.

Editor: Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mengapa Kantor PMD Madina Terbakar

    Mengapa Kantor PMD Madina Terbakar

    • calendar_month Rabu, 12 Sep 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Gedung Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Mandailing Natal terbakar, Rabu (12/9/2018). Kebakaran terjadi dini hari sekira pukul 4.00 WIB. Belum diketahui secara pasti penyebab kebarakan. Namun, sejumlah netizen di media sosial bertanya-tanya : mengapa gedung itu terbakar? Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran itu. Tetapi, semua peralatan […]

  • Cari Solusi Terbaik bagi Honorer K2 Gagal CPNS

    Cari Solusi Terbaik bagi Honorer K2 Gagal CPNS

    • calendar_month Senin, 3 Feb 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    PEKANBARU  – Pada 5 Februari 2014, Panitia Pusat akan mengumumkan kelulusan hasil seleksi CPNS dari tenaga honorer kategori dua (K2). Namun, sampai saat ini, Pemerintah Provinsi Riau belum menentukan sikap untuk tenaga honorer K2 yang nantinya tidak lulus alias gagal menjadi CPNS. Hal itu disampaikan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Riau, Surya Maulana kepada Riau […]

  • Tapal Batas Madina-Tapsel, Kabag Hukum: Kita hanya Menunggu

    Tapal Batas Madina-Tapsel, Kabag Hukum: Kita hanya Menunggu

    • calendar_month Rabu, 14 Sep 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Mengenai penetapan tapal batas Madina-Tapsel yang sebelumnya ditolak Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution, saat ini Pemkab Madina hanya bisa menunggu. Demikian disampaikan Kepala Bagian Hukum Sekretaris Daerah (Kabag Hukum Sekdakab) Madina Nurkholis, SH, MH ketika dikonfirmasi melalui sambungan seluler, Rabu (14/9). Nurkholis menerangkan, minggu lalu tim yang […]

  • DCS Dapil 4 HANURA Madina

    DCS Dapil 4 HANURA Madina

    • calendar_month Selasa, 9 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Daftar Calon Sementara Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Pemilihan Umum Tahun 2014 Dapil 4 HANURA Madina

  • Pemprov Sumut Harus Rampungkan Jembatan Pasar V Natal

    Pemprov Sumut Harus Rampungkan Jembatan Pasar V Natal

    • calendar_month Jumat, 18 Okt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara diminta segera merampungkan pembangunan jembatan jalur Natal-Batahan di Mandailing Natal. Pelajar Desa Pasar V dan Pasar VI Natal harus memanjat abutmen jembatan yang belum siap itu untuk tiba di seberang, menuju sekolah. Mereka harus memanjat abutmen jembatan setinggi sekitar 5 meter itu tiap pergi dan pulang […]

  • Paripurna Pansus Palmaris Gagal Dijadwalkan

    Paripurna Pansus Palmaris Gagal Dijadwalkan

    • calendar_month Kamis, 20 Sep 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan (MO) – Hingga menjelang akhir September, laporan hasil kerja Panitia Khusus (Pansus) Palmaris DPRD Mandailing Natal (Madina) belum juga masuk ke meja pimpinan dewan. Akibatnya, laporan kerja Pansus Palmaris tidak masuk dalam daftar tunggu pada sejumlah item agenda sidang paripurna yang ditetapkan Badan Musyawarah DPRD Madina. “Pimpinan Pansus belum menyampaikan laporan kepada pimpinan DPRD, […]

expand_less