Selasa, 22 Sep 2026
light_mode

Keluarga Husin Sejak Lama Tinggal di ‘Kandang Kambing’

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 23 Apr 2011
  • print Cetak


Rumah Dibangun, Penyakit Diobati dan Anaknya akan Sekolah
Husin (50) warga miskin di Desa Sarakmatua Kecamatan Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) yang tinggal di rumah kecil dengan ukuran 2 x 2 meter bersama 4 anaknya dan berada di samping kandang kambing akan dapat bantuan dari pemerintah. Bagaimana bentuk bantuan pemerintah bagi Husin yang selama ini hidup di bawah garis kemiskinan?

Ridwan Lubis-Madina

Camat Panyabungan Sahnan Batubara ditemui METRO di ruang kerjanya di Jalan Merdeka Kelurahan Kayu Kati, Rabu (20/4) menyampaikan, rumah keluarga Husin akan dibangun. Penyakitnya akan diobati, serta pendidikan 3 anak-anaknya yang berusia muda akan sekolah kembali.
Sahnan menyebutkan, pihaknya telah berulang kali mendatangi Husin dan keluarganya bersama Dinas PU, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil dan Kesejahteraan Sosial. Di mana hasil rapat antara Camat Panyabungan bersama Dinas terkait bersama Pj Bupati Madina telah membuahkan 3 hasil. Artinya Husin bersama keluarganya akan dikeluarkan Pemkab Madina dari kondisi sulit itu.
”Hasil rapat kita dengan Pak Bupati bersama dinas terkait, rumah Husin akan dibangun dengan rumah layak huni terbuat dari permanen sekitar 4 x 3 meter dan lokasinya dipindahkan dari lokasi saat ini dan berada jauh dengan kandang kambing itu. Kemudian kesehatan Husin juga akan dibantu. Dalam hal ini kita telah koordinasi dengan Puskesmas Gunungtua Panyabungan untuk dicek apa penyakit yang dialami Husin sekaligus pengobatannya secara gratis, selanjutnya pendidikan 3 anaknya juga akan dilanjutkan,” terang Sahnan Batubara.
Dilanjutkan Sahnan, tanah yang akan dibangun rumah Husin merupakan milik warga sekitar yang telah menginfakkan tanahnya untuk ditempati Husin. Terkait pendidikan sekolah anak-anaknya, Sahnan mengatakan akan menyekolahkan anak-anak Husin mengikuti paket A dan B.
”Sebenarnya kita telah menawarkan supaya ketiga anak Husin sekolah di sekolah reguler, tetapi anak-anaknya tidak mau. Jadi supaya anak-anak itu tetap bersekolah, maka kita tawarkan dan bujuk supaya mau ikut di sekolah paket A dan B,” tambahnya.
Hanya saja, dikatakan Sahnan hingga saat ini realisasinya belum bisa dipastikan kapan akan terlaksana, tetapi dipastikan dalam waktu dekat ini akan terealisasi.
”Kita telah memperoleh informasi dari Dinas PU dan dalam waktu dekat pembangunan rumah Husin itu akan terlaksana, dan pendidikan anaknya juga telah direkomendasikan ke UPT Dinas Pendidikan Panyabungan. Untuk kesehatannya, Komisi IV telah mengajukan supaya Husin masuk ke daftar Jamkesda, karena selama ini Husin tak peroleh itu,” tambahnya mengakhiri. (*/leo)
Sumber : Metrotabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Viral, Foto Remaja Berpelukan di Puncak Muhasabah?

    Viral, Foto Remaja Berpelukan di Puncak Muhasabah?

    • calendar_month Selasa, 6 Apr 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Satu foto menunjukkan sepasang manusia berpelukan viral di facebook. Lokasi dalam foto itu disebut-sebut di puncak Muhasabah. Belum diperoleh kebenaran apakah lokasi di dalam foto ini berada di puncak Bukit Muhasabah atau tidak. Sejauh ini belum ada pihak yang memastikannya. Juga tidak ada penyebutan apakah puncak Muhasabah yang dimaksud itu puncak […]

  • Menunggu Janji yang Tak Pasti

    Menunggu Janji yang Tak Pasti

    • calendar_month Senin, 26 Jul 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Susi Ummu Ameera Pegiat literasi, tinggal di Medan Pemimpin itu adalah pengayom bagi rakyatnya, dalam dirinya ada kepercayaan dan kebanggaan rakyat yang harus dijaga. Pemimpin itu dihargai dan dihormati, bukan untuk dibuly apalagi dicaci-maki. Sontak terkejut saat melihat trending topik di berbagai media masa, tagar Presiden terburuk sepanjang sejarah, (Rabu 21/7). Netizen ramai-ramai membahas […]

  • Dana ADD Madina Tahun Ini 24 Milayar Untuk 377 Desa

    Dana ADD Madina Tahun Ini 24 Milayar Untuk 377 Desa

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Total dana untuk Anggaran Dana Desa (ADD) tahun 2014 sebesar 16 milyar rupiah untuk 377 desa di Mandailing Natal (Madina). “Dari total anggaran tersebut dialokasikan untuk membayar honor kepala desa, sekretaris desa non PNS, 4 orang perangkat desa, untuk rutin atau ATK di desa. Sisanya untuk pembangunan atau pembinaan masyarakat,” ungkap […]

  • Ridwan Lubis Kembali Nakhodai PWI Madina

    Ridwan Lubis Kembali Nakhodai PWI Madina

    • calendar_month Senin, 5 Sep 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Muhammad Ridwan Lubis kembali menakhodai Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) masa bakti 2022-2025 setelah terpilih secara aklamasi dalam Konferensi IV PWI Madina di ballroom D’San Hotel, Kelurahan Dalan Lidang, Panyabungan, Senin (5/9). Pengukuhan ketua PWI ini dilakukan secara langsung oleh Ketua PWI Sumatera Utara (Sumut) H. Farianda Putra […]

  • Gagasan Ketahanan Produksi di Madina Masa Covid-19

    Gagasan Ketahanan Produksi di Madina Masa Covid-19

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Saat ini pemerintah pusat hingga daerah, juga DPR hingga DPRD “memproklamirkan” bantuan langsung tunai (BLT) dan Sembako untuk rakyat mengatasi dampak ekonomi akibat pandemi Corona (Covid-19). Pertanyaannya: apakah BLT dan sembako itu cukup mengatasi krisis ekonomi rakyat? Berapa lama ketahanan sembako itu? Cukupkah untuk 3 bulan pertama? Lalu setelah 3 bulan pertama berlalu, apakah negara […]

  • Mulak Tu Huta, Ubat Lungun, Palagut Namarserak

    Mulak Tu Huta, Ubat Lungun, Palagut Namarserak

    • calendar_month Jumat, 13 Des 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

          Catatan : Dahlan Batubara   Program “Mulak Tu Huta” sudah berlangsung sejak tahun 2012. Suatu program diperuntukkan bagi etnis Mandailing di Malaysia untuk menginjakkan kaki di tanah leluhur : tanah Mandailing. Etnis Mandailing tersebar di berbagai negara bagian : Perak, Negeri Sembilan, Selangor, Kedah, Kuala Lumpur dan lain-lain. Migrasi orang Mandailing bermula […]

expand_less