Selasa, 21 Apr 2026
light_mode

Polisi Dalami Peristiwa Pengeroyokan Giawa di Muara Batang Gadis

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 8 Nov 2024
  • print Cetak

Iptu Akmaluddin

MUARA BATANG GADIS (Mandailing Online) – Unit Reskrim Polisi Sektor (Polsek) Maura Batang Gadis, Mandailing Natal (Madina) saat ini masih mendalami laporan pengeroyokan korban bernama Mencari Hati Giawa yang terjadi pada Sabtu (5/10/2024).

Laporan dari korban masuk tanggal 5 Oktober 2024 dengan nomor LP/B/38/X/2024/SPKT/POLSEK MUARA BATANG GADIS/POLRES MANDAILING NATAL/POLDA SUMATRA UTARA.

Tiga orang diduga pelaku pengeroyokan terhadap Giawa dilaporkan ke Polsek Muara Batang Gadis. Ketiganya berinisial WJ, WR dan SI.

Kronologis kejadian yang diceritakan pelapor, dia dipukul di Perumahan Divisi III Sago, Desa Sikapas, Kecamatan Muara Batang Gadis oleh ketiga pelaku. Pelaku disebut memukul bagian wajah korban sehingga luka bagian daerah wajah dan kepala.

Laporan dari Giawa pun telah diproses Unit Reskrim Polsek Muara Batang Gadis. Saat ini polisi sedang menyelidiki laporan korban.

Kapolsek Muara Batang Gadis, Iptu Akmaluddin, S.H M.H, menyebut, sejumlah saksi dalam peristiwa itu sudah dilakukan pemeriksaan.

“Bahkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) sudah kita berikan bagi korban,” kata Akmaluddin, Jum’at (8/11/2024).

Akmal juga menerangkan, proses hukum atas laporan Giawa sedang diproses. Penegak hukum, kata Akmal, tidak ada pilih kasih, atau tumpang tindih dalam menanganan hukum di wilayahnya.

“Jadi, kita harus bersabar karena semuanya ada prosedur yang harus kita jalankan,” imbuhnya.

Tahap proses hukum selanjutnya, polisi berpangkat balok dua emas dipundaknya ini mengatakan penyidik bakal memanggil tiga orang saksi lainnya.

Untuk diketahui, Iptu Akmaluddin kurang lebih satu bulan bertugas sebagai Kapolsek Muara Batang Gadis. Kasus-kasus besar sudah berhasil diungkap seperti curanmor, pencuri hand phone, dan menangkap bandar narkoba kelas kakap. (rel)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Minoritas Anggota DPRD Madina Jangan Cacing Kepanasan

    Minoritas Anggota DPRD Madina Jangan Cacing Kepanasan

    • calendar_month Sabtu, 11 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Panyabungan (MO) – Minoritas anggota DPRD Madina jangan jadi cacing kepanasan terkait keputusan kocok ulang alat kelengkapan dewan yang disetujui mayoritas anggota. Keputusan itu disetujui 26 dari total 40 anggota DPRD Madina. Sebab, sejumlah anggota dewan, melalui Binsar Nasution telah menyurati pimpinan dewan menekankan pergantian alat kelengkapan tidak sah. Sikap Minoritas ini dinilai ibarat cacing […]

  • Tortor Mandailing Bukan Tortor Batak

    Tortor Mandailing Bukan Tortor Batak

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

        PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tarian Tortor Mandailing tidak sama dengan tarian tortor yang ada di tanah Toba. Etnis Toba tidak berhak mengklaim tortor Mandailing sebagai kesenian Batak. Sebab, kata “Batak” itu dipaksakan Kolonial Belanda sebagai nama etnis di kawasan Tapanuli di abad 19 yang hingga abad 21 ini ditolak oleh banyak etnis, termasuk […]

  • Bareng Franda, Norman Jadi Polisi Lagi

    Bareng Franda, Norman Jadi Polisi Lagi

    • calendar_month Senin, 9 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    NORMAN memang diberhentikan dengan tidak hormat oleh kepolisian, tempatnya mengabdi sebelum terjun ke dunia hiburan. Namun, itu tidak berarti bahwa dia tidak bisa lagi menjadi bagian dari institusi tersebut. Tentu hal itu tidak terjadi dalam kehidupan nyata. Dia hanya bisa melakukannya dalam film. Hal tersebut terlihat di film Xia Aimei yang diperankan Franda. Dalam film […]

  • Sodomi 12 Remaja, Pelaku Bisa Dihukum 15 Tahun

    Sodomi 12 Remaja, Pelaku Bisa Dihukum 15 Tahun

    • calendar_month Minggu, 29 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    LUBUKPAKAM- Eston Purba (35), warga Kecamatan Namorambe yang berprofesi sebagai sopir angkot bisa dihukum 15 tahun penjara akibat perbuatannya. Perlakuan sadis yang menurut pengakuan pelaku hanya sebagai kesenangan saja itu bisa dijerat Pasal 81 dan 82.Undang-undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. Ketua Pokja Pengaduan dan Fasilitas Pelayanan Komisi Perlindungan Anak Daerah […]

  • HUT Korpri ke-39 Pemko Santuni Anak Yatim dan Gelar Pengobatan Gratis

    HUT Korpri ke-39 Pemko Santuni Anak Yatim dan Gelar Pengobatan Gratis

    • calendar_month Selasa, 30 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIDIMPUAN- Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) ke-39, Pemerintah Kota Padangsidimpuan (Psp), menggelar upacara di Stadion HM Nurdin, Senin (29/11). Lalu, dirangkai dengan berbagai kegiatan. Di antaranya, penyerahan santunan kepada anak yatim yang orangtuanya terdaftar sebagai anggota Korpi Psp, memberikan bingkisan kepada 63 PNS golongan I yang berprestasi di bidangnya, dan […]

  • DAK2 Madina 470.230 Jiwa Untuk Pemilu 2014

    DAK2 Madina 470.230 Jiwa Untuk Pemilu 2014

    • calendar_month Kamis, 6 Des 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Jumlah DAK2 di Kabupaten Mandailing Natal berjumlah 470.230 orang, terdiri dari laki – laki sebanyak 227.809 dan perempuan 242.421 orang. Data Agregat Kependudukan Per Kecamatan (DAK2) merupakan data base penduduk untuk kebutuhan Pemilihan Umum 2014 nanti. Data ini merupakan hal mendasar dalam pemilu anggota DPR, DPD, dan DPRD yang didasarkan pada […]

expand_less