Rabu, 15 Jul 2026
light_mode

Pendukung Jokowi Mulai Kampanye Tangkap Tiga Jenderal Ini

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Kamis, 24 Jul 2014
  • print Cetak

Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla sebagai pemenang Pilpres 2014.

Dalam waktu dekat Jokowi yang didukung PDI Perjuangan, Partai Nasdem, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Hanura dan Partai Keadilan Persatuan Indonesia (PKPI) akan membuka “kantor transisi”. Di kantor ini ia akan mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan pemerintahan yang akan dibentuknya setelah pelantikan pada 20 Oktober nanti.

Sementara itu, pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa yang dinyatakan kalah dalam perolehan suara hasil penghitungan KPU telah menyatakan akan mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi.

Di luar dari kontestasi yang memasuki babak baru itu, di kalangan relawan pendukung Jokowi mulai muncul kewaspadaan terhadap wajah pemerintahan baru yang akan dibentuk Jokowi bersama pasangannya JK.

Beberapa kelompok relawan ada yang mewanti-wanti agar Jokowi tidak merekrut tokoh dari kalangan tertentu yang dianggap a-nasionalis.

Ada juga pendukung Jokowi dari kelompok aktivis HAM dan prodemokrasi yang mulai kampanye menolak jenderal purnawirawan yang selama ini ikut membantu kemenangan Jokowi.

Di laman Facebook seorang pendukung Jokowi dari kalangan aktivis HAM misalnya, dipasang foto Wiranto, AM Hendropriyono dan Sutiyoso saat ketiganya masih aktif di dinas militer.

Di foto itu Hendropriyono masih berpangkat mayor jenderal diapit Wiranto yang masih berpangkat brigardir jenderal di sebelah kanan, dan Sutiyoso yang masih berpangkat kolonel di sebelah kiri.

Di bagian bawah foto terdapat tulisan dengan tinta merah bebunyi: “Kejar dan Tangkap!!!”

Dalam bagian komentar untuk foto itu, pemilik laman Facebook menulis:

Tugas kita berikutnya:
Mencegah orang yang menumpahkan darah rakyat masuk ke kabinet.
Dan tentunya menuntaskan pengadilan HAM bagi pembunuh dan penculik aktivis. #revolusimental
.”

Hendropriyono sejatinya bukan tokoh baru di kalangan PDIP. Ia adalah Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) dalam pemerintahan Megawati Soekarnoputri (2001-2003).

Sementara Wiranto adalah Ketua Umum Partai Hanura, yang di pernah duduk sebagai Menteri Pertahanan di era pemerintahan Abdurrahman Wahid-Megawati Soekarnoputri (1999-2001).

Wiranto pernah dua kali mengikuti pemilihan presiden. Di tahun 2004 ia menjadi capres berpasangan dengan Salahuddin Wahid, dan di tahun 2009 ia menjadi cawapres berpasangan dengan Jusuf Kalla.

Sementara Sutiyoso yang kini adalah Ketua Umum PKP juga memiliki hubungan istimewa dengan Megawati. Ia menjabat sebagai Pangdam Jaya ketika peristiwa serangan terhadap kantor PDI di Jalan Diponegoro, Jakarta, pada 27 Juli 1996.

Di tahun 1997 ia dipercaya Soeharto menjadi Gubernur DKI Jakarta. Pada tahun 2002, giliran Megawati yang mendukung Sutiyoso menjadi Gubernur DKI Jakarta untuk periode 2002-2007.

Sumber : rmol

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hama Tikus Hantui Petani

    Hama Tikus Hantui Petani

    • calendar_month Senin, 13 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Masyarakat petani Kabupaten Mandailing Natal masih merasa was-was dalam memasuki musim tanam kali ini. Pasalnya serangan hama tikus masih mengahantui karena sampai saat ini hama tikus belum bisa dibasmi habis. “Kita merasa was-was dalam menghadapi musim tanam kali ini karena benih yang kita tabur untuk bibit menghadapi musim tanam kali ini selalu habis dimakan […]

  • Praktek Dugaan Pungli Dana BOS di Madina Diibaratkan ” Manajemen Jahiliah” . Praktisi Hukum Desak APH Turun Tangan

    Praktek Dugaan Pungli Dana BOS di Madina Diibaratkan ” Manajemen Jahiliah” . Praktisi Hukum Desak APH Turun Tangan

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

      MADINA||Mandailing Online – Praktik pungutan liar Dana BOS di Kabupaten Mandailing Natal menjadi sorotan. Sejumlah Kepala Sekolah mengaku wajib setor “biaya administrasi” minimal Rp1 juta kepada Manager Dana BOS Dinas Pendidikan Madina setiap kali dana cair. Praktisi hukum senior menyebut ini “manajemen jahiliah”. “Tidak ada asap kalau tidak ada api. Kepala sekolah sebagai pihak yang […]

  • Bujing-Bujing Mandailing Simpatisan Yusuf-Imron

    Bujing-Bujing Mandailing Simpatisan Yusuf-Imron

    • calendar_month Kamis, 27 Agt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Sejumlah Bujing-Bujing (gadis) Mandailing simpatisan Yusuf-Imron yang memakai busana berbagai etnis memamerkan spanduk No.1 pada acara pengundian nomor urut calon bupati/wakil bupati Madina yang diselenggarakan KPU Mandailing Natal (Madina), Rabu (26/8) di gedung Serbaguna, Panyabungan.

  • Poldasu Gelar Perkara Keterlibatan Ali Makmur Kasus Pengeroyokan Wartawan

    Poldasu Gelar Perkara Keterlibatan Ali Makmur Kasus Pengeroyokan Wartawan

    • calendar_month Minggu, 24 Agt 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Foto: Ali Makmur (kemeja putih) hadir sebagai saksi di PN Mandailing Natal beberapa waktu lalu PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ditreskrimum Poldasu telah melakukan gelar perkara kasus pengeroyokan dan penganiayaan wartawan Harian Andalas di Madina, Jeffry Barata Lubis. Penanganan oleh Polres Madina dinilai kurang memuaskan sehingga Poldasu turun tangan. “Kasus ini kita laporkan ke Polda karena […]

  • Pencarian Warga Tenggelam

    Pencarian Warga Tenggelam

    • calendar_month Selasa, 3 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PENCARIAN WARGA TENGGELAM Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Padangpariaman bersama PMI, SAR, dan pihak terkait melakukan pencarian warga yang tenggelam di sekitar kawasan pantai Ulakan, Kabupaten Padangpariaman, Sumbar, Senin (2/1). Yeni Hartati (30), warga Nagari Kuraitaji hilang diseret ombak saat mencoba menyelamatkan anaknya yang bermain di pantai libur lebaran pada Minggu (1/1). Hingga […]

  • Putra Mandailing Natal Ikuti Pameran Kaligrafi Internasional

    Putra Mandailing Natal Ikuti Pameran Kaligrafi Internasional

    • calendar_month Jumat, 15 Apr 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PADANGSIDIMPUAN (Mandailing Online) – Salah satu putra Mandailing Natal (Madina) Drs. Mukti Hidayatullah Nasution, MM, akan mengikuti Pameran Kaligrafi Kontemporer Internasional. Pameran yang diselenggarakan oleh Pusat pengkajian dan pengembangan Islam Jakarta (Jakarta Islamic Centre) ini mengusung tema “The Power of Quran” dengan diikuti oleh 26 negara, antara lain Saudi Arabia, Kuwait, Syiria, India, Amerika, Inggris, […]

expand_less