Rabu, 15 Apr 2026
light_mode

Tortor Somba Dipromosikan ke Belanda

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 28 Apr 2011
  • print Cetak


SIPIROK-
Tarian Tortor Somba khas Tapsel dipromosikan hingga ke Belanda. Promosi ini dilakukan oleh biro perjalanan yang ada di negara Kincir Angin tersebut bekerja sama dengan Tor Sibohi Nauli Hotel Sipirok.
Direktur Tor Sibohi Nauli (TSN) Hotel H Yuriandi Siregar melalui Manajer Hotel Darwis Nasution, kepada METRO, Rabu (27/4) mengatakan, upaya promosi tarian Tortor Somba itu merupakan bagian dari promosi keberadaan hotel yang berada di kaki Gunung Sibualbuali itu. Semua itu juga tidak terlepas dari peran dan petunjuk biro perjalanan Travel Ravelino Medan.
Melalui mereka, kata Darwis, beberapa pengusaha dan manajer biro perjalanan dari Belanda melakukan survei dan penjajakan tentang hal-hal yang menarik untuk dipromosikan di negeri mereka, sehingga nantinya akan menjadi salah satu tujuan utama kunjungan wisatawan asal Belanda yang dipromosikan melalui brosur-brosur yang ada.
“Jumat (22/4) lalu melalui travel Ravelino Medan yang disertai Direkturnya Bapak Julhendry, keberadaan hotel kita telah dikunjungi 14 pengusaha dan manajer dari biro perjalanan di Belanda dengan maksud melakukan kerja sama di bidang promosi. Nantinya dari hasil kunjungan mereka itu akan menjadi promosi di negeranya sehingga ke depan Tor Sibohi Nauli Hotel menjadi salah satu tujuan turis dari negara itu di Indonesia,” katanya.
Dikatakannya, saat kunjungan para biro perjalanan tersebut turut pula disajikan keunikan budaya daerah melalui tarian khas sehingga membuat pengunjung menikmati suguhan.
“Mereka happy, terutama setelah kita sambut dengan jenis tarian Tortor Somba. Malah mereka larut dalam tarian tersebut. Kita berharap ke depan semakin banyak tamu mancanegara yang berkunjung ke daerah kita. Dan kerja sama ini berjalan mulus. Sebab, hal ini bukan saja menyumbang devisa tetapi juga meningkatkan PAD,” katanya.
Ada hal yang terpenting dari kunjungan tersebut, yakni keunikan budaya daerah harus dipertahankan karena merupakan salah satu hal yang menarik bagi pengunjung terutama dari manca negara.
“Bentuk bangunan memang unik dan berada di wilayah yang sejuk dan asri. Namun semua itu akan lebih menarik jika mereka kita suguhi keanekaragaman budaya,” pungkasnya. (ran/ann)
Sumber : Metrotabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Modernisasi Pada Bentuk dan Tema Dalam Prosa-Prosa Willem Iskander (1840-1876) (bagian 1)

    Modernisasi Pada Bentuk dan Tema Dalam Prosa-Prosa Willem Iskander (1840-1876) (bagian 1)

    • calendar_month Rabu, 1 Feb 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: HARIS SUTAN LUBIS Fakultas Sastra Universitas Sumatera Utara Abstract Willem Iskander is known as an educator and man of letters from South Tapanuli. He produced poem and prose in Si Bulus-Bulus Si Rumbuk-Rumbuk in nineteenth century. His prose is differed from the prose form at that moment. The form of his prose is short […]

  • Heran, Mendagri tertawakan DPRD Sumut

    Heran, Mendagri tertawakan DPRD Sumut

    • calendar_month Jumat, 22 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    JAKARTA – Setelah tidak mendapatkan izin dari protokoler Sekretariat Wakil Presiden, kehadiran 25 anggota beserta pimpinan DPRD Sumatera Utara (Sumut) ke Jakarta terus dipertanyakan. Kehadiran mereka pun ditertawakan oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Disinggung soal kedatangan 25 anggota serta pimpinan DPRD Sumut yang ingin mempertanyakan status Sekretaris Daerah (Sekda) Sumut, Gamawan Fauzi sedikit heran. Gamawan […]

  • Bupati Bekukan Badan Pemangku Adat, Raja-Raja Protes

    Bupati Bekukan Badan Pemangku Adat, Raja-Raja Protes

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Bupati Mandailing Natal (Madina) membekukan Badan Pemangku Adat (BPA) melalui Surat Keputusan Nomor : 224/614/K/2014. Dampaknya, pengurus BPA Madina Priode 2012-2017 berang. Mereka menilai bahwa surat keputusan bupati Madina tersebut cacat hukum dan tidak sesuai dengan anggaran dasar BPA Madina. “Kita sangat kecewa keluarnya surat keputusan bupati Madina yang […]

  • Wabup Atika Ikuti Rakor Daerah Penghasil Sawit

    Wabup Atika Ikuti Rakor Daerah Penghasil Sawit

    • calendar_month Jumat, 8 Jul 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Kabupaten Penghasil Sawit di Puri Agung Grand Hotel Sahid Jaya, Jalan Sudirman, Jakarta, Kamis (7/7). Agenda utama Rakor ini adalah penyerahan data perkebunan sawit dari kabupaten atau data konprehensif hulu dan hilir yang berada di kabupaten masing-masing. Rakor […]

  • Tim Medis Posko Covid-19 Perbatasan Bisa Makan Karena Ditanggulangi Para Kepdes

    Tim Medis Posko Covid-19 Perbatasan Bisa Makan Karena Ditanggulangi Para Kepdes

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MUARASIPONGI (Mandailing Online) – Fakta baru diperoleh lagi. Biaya makan petugas di posko pemeriksaan Covid di perbatasan Muarasipongi harus ditanggulangi para kepala desa dan camat. Kini setelah para kepala desa tak lagi patungan, uang makan tak ada lagi. Beruntung pemilik warung makan di dekat posko bersedia menghutangkan makanan. Fakta ini memperkuat asumsi bahwa pemerintah Kabupaten […]

  • PKS: Madina harus buat Perda galundung

    PKS: Madina harus buat Perda galundung

    • calendar_month Selasa, 19 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN – Maraknya praktik penambangan yang menggunakan galundung (mesin pemisah batu dengan emas), meresahkan warga Mandailing Natal. Pemerintahan daerah setempat diminta segera membuat Peraturan Daerah (Perda) tentang galundung tersebut. Hal itu dikatakan Ketua Fraksi PKS DPRD Madina H Martua Nasution, pagi tadi, di Panyabungan. Pemkab diminta membuat Perda Galundung, sebab sudah meresahkan masyarakat. Tapi sebelumnya, […]

expand_less