Selasa, 16 Jun 2026
light_mode

SI IMUT YANG HILANG

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 17 Nov 2024
  • print Cetak

Cerpen: Malika Arrasyidah Nasution

“Ting…ting….ting…..” terdengar suara bel berbunyi dari luar rumah Andini, yang menandakan bahwa Andini sudah pulang dari les sore di sekolahnya. Adiknya pun membukakan pintu untuknya, tetapi ketika Andini masuk ke rumah, Andini malah terlihat bingung, karena Andini tidak melihat kucingnya yang bernama Klowie  menyambutnya.

Biasanya, kucingnya sudah menunggu kehadiran Andini di depan pintu setiap Andini pulang sekolah. Tetapi Andini menghiraukan kucingnya, lalu dia masuk ke rumah dan menyalam kedua orang tuanya. Ketika Andini hendak menyalam ibunya Andini juga bertanya “Bu, apakah melihat Klowie sore ini?” tanyanya kepada ibunya. “Gak ada tuh, paling lagi main di belakang rumah” kata ibunya. Andini menjawab “oalah oke deh bu, nanti aku liat ke belakang rumah”.

Langit pun semakin sore, Andini mencari kucingnya ke belakang rumah. Ketika Andini sampai ke belakang rumahnya, Andini malah terlihat semakin bingung, karena dia tidak menemukan kucingnya. Andini sudah mencarinya dan memanggil namanya tetapi kucingnya sama sekali tidak kelihatan “klowie…klowie…sini pulang” ujar Andini mencarinya.

Andini pun memasuki rumahnya kembali dan bertanya kepada adiknya “Dek ada lihat klowie ga tadi?” tanyanya. Adiknya pun menjawab “Ga ada, Kak. Paling besok juga pulang,” Andini pun mengiyakan perkataan adiknya.

Tiga hari kemudian, kucing Andini tak kunjung menampakkan diri di rumah dan di sekitar rumah Andini. Andini pun merasa khawatir terhadap kucingnya, “duhh… Klowie perginya kemana ya…dia sudah makan apa belum..” kata Andini menandakan rasa khawatirnya.

Karena itu adalah kucing pertama dan satu-satunya yang Andini miliki. Andini juga rela menyisihkan sebagian uang sakunya untuk membeli perlengkapan kucingnya. Dengan perasaan yang khawatir dan panik Andini menanyakan saran kepada ibunya bagaimana cara mencari kucing kesayangannya tersebut.

Ibu Andini memberikan saran kepadanya “coba tanya ke tetangga samping mana tahu klowie pergi ke situ” kata ibu Andini.

Kemudian, Andini pun melaksanakan saran ibunya. Andini pun pergi ke rumah tetangganya dan mengatakan “permisi, Bu. Ibu pernah liat kucing aku ga datang ke rumah ibu?” ibu tetangga Andini menjawab “gada deh, ibu ga pernah liat kucing datang ke rumah ibu”.

Perasaan Andini pun semakin sedih dan khawatir bagaikan langit yang kelabu, seakan tidak ada matahari yang menerangi.

Hari-hari pun harus tetap berlanjut, Andini menjalani hari-harinya di sekolah dengan perasaan yang cemas dan rindu terhadap kucing yang sangat Andini sayangi. Suasana saling mengobrol dan berbincang terdengar dari segala penjuru kelas ketika jam istirahat di mulai. Andini pun menceritakan kepada teman akrabnya yaitu Acel, Shinta, dan Clara, bahwa kucingnya sudah lumayan lama hilang. Andini pun mengatakan kepada temannya “Aku sudah hampir dua minggu tidak bertemu dengan klowie, aku sangat khawatir dan rindu kepadanya. Jika kalian bertemu dengan kucing yang mirip klowie beritahu aku ya”.

Keesokan harinya Andini pun mengingat bahwa ada salah seorang teman sekelasnya bernama Rangga yang tinggal di belakang rumahnya, tetapi harus menempuh jalan yang sedikit jauh dari rumah Andini.

Kemudian Andini mengatakan kepada Rangga “Rangga, kamu pernah ngeliat kucingku ga di sekitar rumah mu? Kucingku memiliki tiga warna, warna abu, putih, dan orange. Dia masih sekitaran berumur 7 bulan” kata Andini kepada rangga.

Rangga menjawab “tapi, kalo ga salah kemarin aku sekilas melihat kucing yang seperti kamu katakan tadi” kata Rangga. Andini pun merasa penarasan, apakah itu kucingnya atau bukan.

Lalu Andini berkata “Nanti kalo kamu ketemu sama kucing itu lagi, boleh minta tolong fotoin ga?“. Rangga menjawab “okee”.

Tak lama setelah itu, sekitar dua hari kemudian ketika Andini pulang sekolah. Andini melihat pesan yang dikirimkan Rangga kepadanya, yaitu sebuah foto kucing yang ada di halaman rumah Rangga. Dengan perasaan yang sangat amat senang bagaikan kembang api yang membakar langit, penuh kebahagiaan yang tidak terlukiskan. Andini sontak berteriak, “ AAAA…..KLOWIEEEE….” teriaknya. Karena itu adalah kucing yang selama ini dia cari-cari. Andini pun menjawab pesan Rangga untuk menyuruh Rangga menjaga kucingnya selama berada di halaman rumahnya.

Dengan bergegas Andini pun berangkat ke rumah Rangga.
Ketika sampai di rumah Rangga, Andini pun meminta izin untuk masuk dan mengambil kucingnya “izin masuk ya, Rangga, mau ngambil klowie” katanya kepada Rangga.

“Ya, masuk aja” kata Rangga.

Namun, ketika Andini mengambil kucing kesayangannya, perasaannya sedikit sedih karna melihat  ada sedikit luka di tubuh kucing tersebut. Tetapi, tak apa, yang penting sekarang kucingnya telah bersamanya.

Dia pun berpamitan dengan Rangga dan tidak lupa juga mengucapkan terima kasih. “Terima kasih banyak Rangga, ternyata selama ini dia berada di sekitar rumahmu” kata Andini.

Rangga menjawab “hahaha…. sama-sama, lain kali dijaga tuh kucingnya”. Andini pun hanya membalas dengan senyuman dan bergegas kembali pulang ke rumahnya.

Sesampainya di rumah, Andini pun langsung memperlihatkan kucingnya kepada keluarganya, “Ibu..Adik..Ayah… liat ini aku bawa siapa” ujar Andini memasuki rumahnya. Dan keluarganya pun turut bahagia karena keluarganya tahu bahwa selama ini Andini sangat merasa kehilangan karna tidak ada kucing kesayangannya.

Tak lupa juga Andini pun langsung membersihkan luka yang ada pada kucingnya, dan juga memberi kucingnya makan.

Beberapa hari berlalu, sekarang hari-hari Andini dilalui dengan sangat bahagia dan kucingnya pun tumbuh menjadi kucing yang sangat menggemaskan. Sehingga adik Andini memanggilnya dengan sebutan “Si Imut”. Itu adalah panggilan yang sangat lucu terhadap kucing Andini.

Bagi Andini kucing bukan hanya sekedar hewan, tetapi juga teman dan penghibur Andini di saat Andini sedang sedih.***

Malika Arrasyidah Nasution adalah Siswi MTs Negeri 2 Panyabungan, Mandailing Natal, Sumut

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • DCS Dapil 4 PKB Madina

    DCS Dapil 4 PKB Madina

    • calendar_month Selasa, 9 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Daftar Calon Sementara Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Pemilihan Umum Tahun 2014 Dapil 4 PKB Madina

  • Sukhairi Minta ASN, Honorer, Aparatur Desa Tidak Terlibat Politik Prkatis di Pilkada

    Sukhairi Minta ASN, Honorer, Aparatur Desa Tidak Terlibat Politik Prkatis di Pilkada

    • calendar_month Jumat, 4 Des 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – HM Jakfar Sukhairi Nasution menghimbau ASN dan honorer tidak melibatkan diri dalam politik praktis di Pilkada Mandailing Natal (Madina). Himbauan itu dinyatakannya menjawab wartawan di Panyabungan, Jum’at (4/12/2020). Berdasar catatan Mandailing Online, saat ini beredar rumor tentang adanya tekanan kepada para Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai honorer di lingkungan Pemkab […]

  • Alumni SMA Harun Mustafa Bawa Pesan Coblos Nomor 1 di Pilkada Madina

    Alumni SMA Harun Mustafa Bawa Pesan Coblos Nomor 1 di Pilkada Madina

    • calendar_month Sabtu, 9 Nov 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ( Mandailing Online ): Tim relawan alumni SMA Willem Iskandar Tanobato untuk paslon 1 Harun Mustafa Nasution -Ichwan Husen Nasution seolah tak kenal lelah. dengan dor to dor, sejumlah alumni bergerak mendatangi alumni SMA Tano Bato yang ada di Kabupaten Mandailing Natal. Relawan calon Bupati dan Wakil Bupati Madina nomor urut 1 itu membawa […]

  • Tempe Tahu Madina Dikecilkan

    Tempe Tahu Madina Dikecilkan

    • calendar_month Jumat, 27 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Terkait Melonjaknya Harga Kedelai PANYABUNGAN (MO) – Lonjakan harga kedelai secara nasional juga berimbas di Mandailing Natal (Madina). Pengrajin tahu dan tempa terpaksa mengecilkan ukuran tahu dan tempe yang diproduksi. “Meski untung tipis, kami harus tetap harus memproduksinya, tapi takarannya dikurangi,” ungkap Paijo, pengrajin tahu tempe di Desa Aek Galoga, Panyabungan menjawab artawan, Jum’at (27/7). […]

  • Mahasiswa Desak Kejatisu Periksa Bupati Madina Untuk Pemberkasan

    Mahasiswa Desak Kejatisu Periksa Bupati Madina Untuk Pemberkasan

    • calendar_month Senin, 9 Sep 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      MEDAN (Mandailing Online) – Mahasiswa kembali melakukan unjukrasa di depan kantor Kejatisu, Medan, Senin (9/9/2019) mendesak penuntasan kasus Taman Raja Batu di Madina. Aksi unjukrasa yang dimulai sekira pukul 11.30 WIB dan berkekuatan sekitar 50 massa itu berasal dari organisasi Koalisi Mahasiswa Pergerakan Madina (Kompak). Mereka memampangkan spanduk yang berisi desakan serta melakukan orasi […]

  • Pesawat Sempat Delay, Jemaah Haji Kloter Pertama Asal Madina Tiba di Tanah Air

    Pesawat Sempat Delay, Jemaah Haji Kloter Pertama Asal Madina Tiba di Tanah Air

    • calendar_month Rabu, 5 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MEDAN( Mandailing Online)  – pesawat yang mengangkut jamaah haji asal Mandailing Natal yang dikabarkan sempat delay, dini hari tadi akhirnya 354 jamaah ditambah dengan 5 petugas haji kelompok terbang (Kloter) pertama yang berasala dari Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mendarat di bandar udara Kuala Namo Medan Rabu (5/7/2023). Setelah melalui proses imigrasi dan pengemasan barang barang […]

expand_less