Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

SI IMUT YANG HILANG

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 17 Nov 2024
  • print Cetak

Cerpen: Malika Arrasyidah Nasution

“Ting…ting….ting…..” terdengar suara bel berbunyi dari luar rumah Andini, yang menandakan bahwa Andini sudah pulang dari les sore di sekolahnya. Adiknya pun membukakan pintu untuknya, tetapi ketika Andini masuk ke rumah, Andini malah terlihat bingung, karena Andini tidak melihat kucingnya yang bernama Klowie  menyambutnya.

Biasanya, kucingnya sudah menunggu kehadiran Andini di depan pintu setiap Andini pulang sekolah. Tetapi Andini menghiraukan kucingnya, lalu dia masuk ke rumah dan menyalam kedua orang tuanya. Ketika Andini hendak menyalam ibunya Andini juga bertanya “Bu, apakah melihat Klowie sore ini?” tanyanya kepada ibunya. “Gak ada tuh, paling lagi main di belakang rumah” kata ibunya. Andini menjawab “oalah oke deh bu, nanti aku liat ke belakang rumah”.

Langit pun semakin sore, Andini mencari kucingnya ke belakang rumah. Ketika Andini sampai ke belakang rumahnya, Andini malah terlihat semakin bingung, karena dia tidak menemukan kucingnya. Andini sudah mencarinya dan memanggil namanya tetapi kucingnya sama sekali tidak kelihatan “klowie…klowie…sini pulang” ujar Andini mencarinya.

Andini pun memasuki rumahnya kembali dan bertanya kepada adiknya “Dek ada lihat klowie ga tadi?” tanyanya. Adiknya pun menjawab “Ga ada, Kak. Paling besok juga pulang,” Andini pun mengiyakan perkataan adiknya.

Tiga hari kemudian, kucing Andini tak kunjung menampakkan diri di rumah dan di sekitar rumah Andini. Andini pun merasa khawatir terhadap kucingnya, “duhh… Klowie perginya kemana ya…dia sudah makan apa belum..” kata Andini menandakan rasa khawatirnya.

Karena itu adalah kucing pertama dan satu-satunya yang Andini miliki. Andini juga rela menyisihkan sebagian uang sakunya untuk membeli perlengkapan kucingnya. Dengan perasaan yang khawatir dan panik Andini menanyakan saran kepada ibunya bagaimana cara mencari kucing kesayangannya tersebut.

Ibu Andini memberikan saran kepadanya “coba tanya ke tetangga samping mana tahu klowie pergi ke situ” kata ibu Andini.

Kemudian, Andini pun melaksanakan saran ibunya. Andini pun pergi ke rumah tetangganya dan mengatakan “permisi, Bu. Ibu pernah liat kucing aku ga datang ke rumah ibu?” ibu tetangga Andini menjawab “gada deh, ibu ga pernah liat kucing datang ke rumah ibu”.

Perasaan Andini pun semakin sedih dan khawatir bagaikan langit yang kelabu, seakan tidak ada matahari yang menerangi.

Hari-hari pun harus tetap berlanjut, Andini menjalani hari-harinya di sekolah dengan perasaan yang cemas dan rindu terhadap kucing yang sangat Andini sayangi. Suasana saling mengobrol dan berbincang terdengar dari segala penjuru kelas ketika jam istirahat di mulai. Andini pun menceritakan kepada teman akrabnya yaitu Acel, Shinta, dan Clara, bahwa kucingnya sudah lumayan lama hilang. Andini pun mengatakan kepada temannya “Aku sudah hampir dua minggu tidak bertemu dengan klowie, aku sangat khawatir dan rindu kepadanya. Jika kalian bertemu dengan kucing yang mirip klowie beritahu aku ya”.

Keesokan harinya Andini pun mengingat bahwa ada salah seorang teman sekelasnya bernama Rangga yang tinggal di belakang rumahnya, tetapi harus menempuh jalan yang sedikit jauh dari rumah Andini.

Kemudian Andini mengatakan kepada Rangga “Rangga, kamu pernah ngeliat kucingku ga di sekitar rumah mu? Kucingku memiliki tiga warna, warna abu, putih, dan orange. Dia masih sekitaran berumur 7 bulan” kata Andini kepada rangga.

Rangga menjawab “tapi, kalo ga salah kemarin aku sekilas melihat kucing yang seperti kamu katakan tadi” kata Rangga. Andini pun merasa penarasan, apakah itu kucingnya atau bukan.

Lalu Andini berkata “Nanti kalo kamu ketemu sama kucing itu lagi, boleh minta tolong fotoin ga?“. Rangga menjawab “okee”.

Tak lama setelah itu, sekitar dua hari kemudian ketika Andini pulang sekolah. Andini melihat pesan yang dikirimkan Rangga kepadanya, yaitu sebuah foto kucing yang ada di halaman rumah Rangga. Dengan perasaan yang sangat amat senang bagaikan kembang api yang membakar langit, penuh kebahagiaan yang tidak terlukiskan. Andini sontak berteriak, “ AAAA…..KLOWIEEEE….” teriaknya. Karena itu adalah kucing yang selama ini dia cari-cari. Andini pun menjawab pesan Rangga untuk menyuruh Rangga menjaga kucingnya selama berada di halaman rumahnya.

Dengan bergegas Andini pun berangkat ke rumah Rangga.
Ketika sampai di rumah Rangga, Andini pun meminta izin untuk masuk dan mengambil kucingnya “izin masuk ya, Rangga, mau ngambil klowie” katanya kepada Rangga.

“Ya, masuk aja” kata Rangga.

Namun, ketika Andini mengambil kucing kesayangannya, perasaannya sedikit sedih karna melihat  ada sedikit luka di tubuh kucing tersebut. Tetapi, tak apa, yang penting sekarang kucingnya telah bersamanya.

Dia pun berpamitan dengan Rangga dan tidak lupa juga mengucapkan terima kasih. “Terima kasih banyak Rangga, ternyata selama ini dia berada di sekitar rumahmu” kata Andini.

Rangga menjawab “hahaha…. sama-sama, lain kali dijaga tuh kucingnya”. Andini pun hanya membalas dengan senyuman dan bergegas kembali pulang ke rumahnya.

Sesampainya di rumah, Andini pun langsung memperlihatkan kucingnya kepada keluarganya, “Ibu..Adik..Ayah… liat ini aku bawa siapa” ujar Andini memasuki rumahnya. Dan keluarganya pun turut bahagia karena keluarganya tahu bahwa selama ini Andini sangat merasa kehilangan karna tidak ada kucing kesayangannya.

Tak lupa juga Andini pun langsung membersihkan luka yang ada pada kucingnya, dan juga memberi kucingnya makan.

Beberapa hari berlalu, sekarang hari-hari Andini dilalui dengan sangat bahagia dan kucingnya pun tumbuh menjadi kucing yang sangat menggemaskan. Sehingga adik Andini memanggilnya dengan sebutan “Si Imut”. Itu adalah panggilan yang sangat lucu terhadap kucing Andini.

Bagi Andini kucing bukan hanya sekedar hewan, tetapi juga teman dan penghibur Andini di saat Andini sedang sedih.***

Malika Arrasyidah Nasution adalah Siswi MTs Negeri 2 Panyabungan, Mandailing Natal, Sumut

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Binsar Nasution : Mundur Dari Jabatan Bukan Tipologi Pejabat Madina ” ada sesuatu diluar kebiasaan”

    Binsar Nasution : Mundur Dari Jabatan Bukan Tipologi Pejabat Madina ” ada sesuatu diluar kebiasaan”

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA||Mandailing Online- Fenomena mundurnya sejumlah Kepala Dinas dilingkungan Pemkab Madina menjadi sorotan. Beragam penilaian muncul termasuk dari Politisi Partai Demokrat Madina Binsar Nasution. Binsar menilai, mundurnya sejumlah Kepala Dinas di lingkungam Pemkab Madina penuh tanda tanya karena bukan tipologi Pejabat Madina mengundurkan diri. ” penuh tanda tanya karena bukan tipologi pejabat di madina mengundurkan diri. […]

  • Tipu Calon Bupati, Dua Anggota DPRD Madina Dipenjara

    Tipu Calon Bupati, Dua Anggota DPRD Madina Dipenjara

    • calendar_month Kamis, 25 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    Medan, Dua oknum Anggota DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dari Fraksi Hanura yakni Rizal Effendi Nasution dan Ali Makmur Nasutin ditahan Kejari Madina akibat melakukan tindak pidana penipuan terhadap Calon Bupati Madina Aswin Parinduri. Keduanya ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Sipaga-Paga Panyabungan, Selasa (23/08/2011) usai berbuka puasa. Penahanan dilakukan setelah pihak Kejari Madina menerima pelimpahan berkas […]

  • PWI Apresiasi Pemkab Madina dan Sponsor UKW

    PWI Apresiasi Pemkab Madina dan Sponsor UKW

    • calendar_month Rabu, 7 Sep 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada pihak Pemkab yang memberikan dukungan atas terlaksananya Konfrensi IV PWI Madina. Ucapan serupa juga disampaikan kepada PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) yang menjadi sponsor penyelenggaraan Uji Kompetensi Wartawan (PWI) di D’San Hotel, Kelurahan Dalan Lidang, […]

  • Tangkap Plt Bupati Tapteng

    Tangkap Plt Bupati Tapteng

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    MEDAN – Puluhan massa dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Sumatera Utara (IMM Sumut) melakukan aksi di depan markas Polda Sumut, Senin (2/1/2015) siang. Dalam aksinya, massa menuntut agar Kapolda Sumut, Irjend Pol Eko Hadi Sutedjo untuk segera menahan Plt Bupati Tapteng, Sukran Jamilan Tanjung. "Kedatangan kami meminta agar polisi segera menangkap Plt […]

  • HWK dan Golkar Madina Dorong Pemberdayaan Perempuan

    HWK dan Golkar Madina Dorong Pemberdayaan Perempuan

    • calendar_month Sabtu, 25 Jun 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PIDOLI (Mandailing Online) – Himpunan Wanita Karya (HWK) dan DPD Partai Golkar Mandailing Natal (Madina) menggelar pelatihan pembuatan deterjen cair dan pembersih lantai di Kantor DPD Golkar Madina, Desa Pidoli Lombang, Panyabungan, Sabtu (25/6). Pelatihan dengan tema “Bersih Cemerlang” ini merupakan bagian dari pemberdayaan perempuan di wilayah Madina. Sekretaris Golkar Madina Erwin Efendi Nasution menyampaikan […]

  • RSUD Naikkan Tarif 100 persen

    RSUD Naikkan Tarif 100 persen

    • calendar_month Selasa, 4 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TEBING TINGGI- Sedikitnya 161 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang hendak mendapatkan pemeriksaan Narkotika di RSUD Kumpulan Pane Tebing Tinggi mengeluh. Pasalnya, rumah sakit ini menerapkan pungutan di atas tarif yang diatur dalam Perda Sebelum memasuki penerimaan CPNS, rumah sakit ini menerapkan tarif test Narkotika sebesar Rp80 ribu. Tapi, setelah penerimaan CPNS tarifnya naik menjadi […]

expand_less