Selasa, 20 Okt 2026
light_mode

SI IMUT YANG HILANG

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 17 Nov 2024
  • print Cetak

Cerpen: Malika Arrasyidah Nasution

“Ting…ting….ting…..” terdengar suara bel berbunyi dari luar rumah Andini, yang menandakan bahwa Andini sudah pulang dari les sore di sekolahnya. Adiknya pun membukakan pintu untuknya, tetapi ketika Andini masuk ke rumah, Andini malah terlihat bingung, karena Andini tidak melihat kucingnya yang bernama Klowie  menyambutnya.

Biasanya, kucingnya sudah menunggu kehadiran Andini di depan pintu setiap Andini pulang sekolah. Tetapi Andini menghiraukan kucingnya, lalu dia masuk ke rumah dan menyalam kedua orang tuanya. Ketika Andini hendak menyalam ibunya Andini juga bertanya “Bu, apakah melihat Klowie sore ini?” tanyanya kepada ibunya. “Gak ada tuh, paling lagi main di belakang rumah” kata ibunya. Andini menjawab “oalah oke deh bu, nanti aku liat ke belakang rumah”.

Langit pun semakin sore, Andini mencari kucingnya ke belakang rumah. Ketika Andini sampai ke belakang rumahnya, Andini malah terlihat semakin bingung, karena dia tidak menemukan kucingnya. Andini sudah mencarinya dan memanggil namanya tetapi kucingnya sama sekali tidak kelihatan “klowie…klowie…sini pulang” ujar Andini mencarinya.

Andini pun memasuki rumahnya kembali dan bertanya kepada adiknya “Dek ada lihat klowie ga tadi?” tanyanya. Adiknya pun menjawab “Ga ada, Kak. Paling besok juga pulang,” Andini pun mengiyakan perkataan adiknya.

Tiga hari kemudian, kucing Andini tak kunjung menampakkan diri di rumah dan di sekitar rumah Andini. Andini pun merasa khawatir terhadap kucingnya, “duhh… Klowie perginya kemana ya…dia sudah makan apa belum..” kata Andini menandakan rasa khawatirnya.

Karena itu adalah kucing pertama dan satu-satunya yang Andini miliki. Andini juga rela menyisihkan sebagian uang sakunya untuk membeli perlengkapan kucingnya. Dengan perasaan yang khawatir dan panik Andini menanyakan saran kepada ibunya bagaimana cara mencari kucing kesayangannya tersebut.

Ibu Andini memberikan saran kepadanya “coba tanya ke tetangga samping mana tahu klowie pergi ke situ” kata ibu Andini.

Kemudian, Andini pun melaksanakan saran ibunya. Andini pun pergi ke rumah tetangganya dan mengatakan “permisi, Bu. Ibu pernah liat kucing aku ga datang ke rumah ibu?” ibu tetangga Andini menjawab “gada deh, ibu ga pernah liat kucing datang ke rumah ibu”.

Perasaan Andini pun semakin sedih dan khawatir bagaikan langit yang kelabu, seakan tidak ada matahari yang menerangi.

Hari-hari pun harus tetap berlanjut, Andini menjalani hari-harinya di sekolah dengan perasaan yang cemas dan rindu terhadap kucing yang sangat Andini sayangi. Suasana saling mengobrol dan berbincang terdengar dari segala penjuru kelas ketika jam istirahat di mulai. Andini pun menceritakan kepada teman akrabnya yaitu Acel, Shinta, dan Clara, bahwa kucingnya sudah lumayan lama hilang. Andini pun mengatakan kepada temannya “Aku sudah hampir dua minggu tidak bertemu dengan klowie, aku sangat khawatir dan rindu kepadanya. Jika kalian bertemu dengan kucing yang mirip klowie beritahu aku ya”.

Keesokan harinya Andini pun mengingat bahwa ada salah seorang teman sekelasnya bernama Rangga yang tinggal di belakang rumahnya, tetapi harus menempuh jalan yang sedikit jauh dari rumah Andini.

Kemudian Andini mengatakan kepada Rangga “Rangga, kamu pernah ngeliat kucingku ga di sekitar rumah mu? Kucingku memiliki tiga warna, warna abu, putih, dan orange. Dia masih sekitaran berumur 7 bulan” kata Andini kepada rangga.

Rangga menjawab “tapi, kalo ga salah kemarin aku sekilas melihat kucing yang seperti kamu katakan tadi” kata Rangga. Andini pun merasa penarasan, apakah itu kucingnya atau bukan.

Lalu Andini berkata “Nanti kalo kamu ketemu sama kucing itu lagi, boleh minta tolong fotoin ga?“. Rangga menjawab “okee”.

Tak lama setelah itu, sekitar dua hari kemudian ketika Andini pulang sekolah. Andini melihat pesan yang dikirimkan Rangga kepadanya, yaitu sebuah foto kucing yang ada di halaman rumah Rangga. Dengan perasaan yang sangat amat senang bagaikan kembang api yang membakar langit, penuh kebahagiaan yang tidak terlukiskan. Andini sontak berteriak, “ AAAA…..KLOWIEEEE….” teriaknya. Karena itu adalah kucing yang selama ini dia cari-cari. Andini pun menjawab pesan Rangga untuk menyuruh Rangga menjaga kucingnya selama berada di halaman rumahnya.

Dengan bergegas Andini pun berangkat ke rumah Rangga.
Ketika sampai di rumah Rangga, Andini pun meminta izin untuk masuk dan mengambil kucingnya “izin masuk ya, Rangga, mau ngambil klowie” katanya kepada Rangga.

“Ya, masuk aja” kata Rangga.

Namun, ketika Andini mengambil kucing kesayangannya, perasaannya sedikit sedih karna melihat  ada sedikit luka di tubuh kucing tersebut. Tetapi, tak apa, yang penting sekarang kucingnya telah bersamanya.

Dia pun berpamitan dengan Rangga dan tidak lupa juga mengucapkan terima kasih. “Terima kasih banyak Rangga, ternyata selama ini dia berada di sekitar rumahmu” kata Andini.

Rangga menjawab “hahaha…. sama-sama, lain kali dijaga tuh kucingnya”. Andini pun hanya membalas dengan senyuman dan bergegas kembali pulang ke rumahnya.

Sesampainya di rumah, Andini pun langsung memperlihatkan kucingnya kepada keluarganya, “Ibu..Adik..Ayah… liat ini aku bawa siapa” ujar Andini memasuki rumahnya. Dan keluarganya pun turut bahagia karena keluarganya tahu bahwa selama ini Andini sangat merasa kehilangan karna tidak ada kucing kesayangannya.

Tak lupa juga Andini pun langsung membersihkan luka yang ada pada kucingnya, dan juga memberi kucingnya makan.

Beberapa hari berlalu, sekarang hari-hari Andini dilalui dengan sangat bahagia dan kucingnya pun tumbuh menjadi kucing yang sangat menggemaskan. Sehingga adik Andini memanggilnya dengan sebutan “Si Imut”. Itu adalah panggilan yang sangat lucu terhadap kucing Andini.

Bagi Andini kucing bukan hanya sekedar hewan, tetapi juga teman dan penghibur Andini di saat Andini sedang sedih.***

Malika Arrasyidah Nasution adalah Siswi MTs Negeri 2 Panyabungan, Mandailing Natal, Sumut

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • RI terancam krisis penduduk dan pangan

    RI terancam krisis penduduk dan pangan

    • calendar_month Kamis, 27 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA- Kesejahteraan tampaknya menjadi kondisi yang kian musykil bagi masyarakat Indonesia. Pasalnya, kondisi ini masih terasa jauh panggang dari api. Malah kini Indonesia tengah dibayangi ancaman ledakan penduduk. Menurut Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) ancaman ledakan penduduk itu sangat nyata jika Indonesia gagal membuat desain induk kependudukan yang tepat dan tertata. Kepala BKKBN, […]

  • DPRD Sumut abaikan perempuan

    DPRD Sumut abaikan perempuan

    • calendar_month Kamis, 19 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Komisi A DPRD Sumatera Utara dinilai sangat diskriminasi dan tak berimbang dalam menetapkan lima komisioner Komisi Informasi Publik (KIP) Sumut. Komisi A tak ada meloloskan satu pun calon perempuan. “Kami menilai fit and profer tes yang dilakukan Komisi A DPRD Sumut ini sangat diskriminasi gender. Karena telah menihilkan peran perempuan dalam institusi publik,” […]

  • Seri HUT Madina : Mandailing Melahirkan Banyak Ulama Kharismatik (2)

    Seri HUT Madina : Mandailing Melahirkan Banyak Ulama Kharismatik (2)

    • calendar_month Rabu, 8 Mar 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : BASYRAL HAMIDI HARAHAP (In Memorial) Sejarahwan Mandailing   Syekh Sulaiman yang lebih terkenal dengan Tuan Syekh Aek Libung pada tahun1905 dan wafat di Desa Aek Libung pada tahun 1970. Ulama bermarga Nasution ini lahir dan besar dalam keluarga ulama. Kakeknya, Syekh Rowani Al-Kholidy Naqsabandy bin Mangindal bin Maharaja Manambir Mandailing, adalah seorang ulama […]

  • Diduga Melawan Hukum, Polisi Belum Tindak PT Jaya Kontruksi

    Diduga Melawan Hukum, Polisi Belum Tindak PT Jaya Kontruksi

    • calendar_month Rabu, 5 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online )- PT Jaya Kontruksi selaku kontraktor pembangunan Jalan Lintas Sumatera di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) kuat dugaan telah melakukan tindakan melawan hukum dengan menggunakan material galian C tanpa izin. Dugaan tersebut berasal dari operasional penambangan galian C tanpa izin di Sungai Batang Gadis Desa Pidoli Lombang Kecamatan Panyabungan dan Desa Simalagi Kecamatan […]

  • Nama Bandara Abdul Haris Nasution Bentuk Penghargaan terhadap Jasa Pahlawan

    Nama Bandara Abdul Haris Nasution Bentuk Penghargaan terhadap Jasa Pahlawan

    • calendar_month Rabu, 2 Okt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Penyematan Jenderal Besar Abdul Haris Nasution sebagai nama bandar udara (bandara) di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) merupakan bentuk penghargaan atas jasa pahlawan nasional yang berasal dari Bumi Gordang Sambilan. Perjalanan penamaan bandar udara di Bukitmalintang itu juga panjang. Mulai dari diskusi, pengambilan keputusan, surat bupati kepada pemerintah provinsi dan pusat, surat […]

  • 18 PAC PPP Dukung Ahmad Zein

    18 PAC PPP Dukung Ahmad Zein

    • calendar_month Jumat, 4 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Musyawarah Cabang Partai Persatuan Pembangunan (Muscab PPP) Mandailing Natal (Madina) yang digelar di Hotel Madina Sejahtera, Dalan Lidang, Panyabungan, baru-baru ini, menghasilkan terbentuknya tim formatur untuk menentukan siapa yang akan memimpin PPP Madina ke depan. Salah satu kandidat kuat menjadi Ketua DPC PPP Madina adalah Ahmad Zein Nasution yang didukung 18 PAC dari 23 […]

expand_less