Kamis, 22 Okt 2026
light_mode

Siswa SMKN 1 Sipirok MOGOK BELAJAR

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 17 Mei 2011
  • print Cetak


SIPIROK-
Kepala SMKN 1 Sipirok Bandahara Spd mengaku siap mundur jika tidak berhasil membenahi kinerja di sekolah yang dipimpinnya. Namun, tetap saja ratusan siswa berunjuk rasa kemarin, bahkan mereka mogok belajar.
Pantauan METRO Senin (16/5) sekitar pukul 07.30 WIB, ratusan siswa dengan pakaian putih abu-abu berbaris memanjang di pinggir jalan depan pintu gerbang sekolah yang terletak di Desa Padang Bujur.
Ratusan siswa menggelar aksi serupa pada Sabtu (14/5) lalu. Hanya saja kali ini, siswa terlihat lebih santai tanpa poster dan pengeras suara. Mereka sekadar berbincang-bincang satu sama lain. Akibat aksi tersebut, upacara bendera dan proses belajar mengajar tidak digelar sama sekali kemarin.
Sekitar pukul 09.00 WIB, Ketua Komite Sekolah H Painan Siregar dan beberapa anggotanya hadir di sekolah. Selain itu, turut hadir belasan personel kepolisian dan anggota koramil untuk menjaga aksi siswa agar tetap berjalan aman.
Dari informasi yang dihimpun METRO dari beberapa siswa dan komite sekolah, para siswa hanya ingin menunggu kepala sekolah saja datang ke sekolah dan memberikan tepuk tangan dan sorakan. “Kami hanya ingin menunggu kasek,” ucap beberapa siswa.
Sekitar pukul 11.00 WIB, akhirnya secara berangsur-angsur para siswa meninggalkan barisan dan meninggalkan sekolah usai memberikan tepuk tangan setelah kasek datang.
“Mereka berangsur-angsur meninggalkan sekolah dan pulang setelah kepala sekolah datang bersama perwakilan dinas sekaligus membawa hasil UN. Situasinya aman,” kata Ketua Komite H Painan Siregar.
Sementara itu, Bandahara SPd kepada METRO, mengaku heran dengan aksi yang masih digelar siswa. Pasalnya, telah ada kesepakatan sebelumnya. “Saya heran dengan tindakan mereka. Pertanyaan mereka telah saya jawab semua, tapi mengapa mereka tetap menggelar aksi? Tapi saya salut dengan mereka. Saya yakin ke depan sekolah ini akan lebih mudah diterapkan berbagai disiplin dan saya siap menjalankan itu,” katanya.
Kabid Dikmenti Disdik Tapsel Drs Sultoni menambahkan, sesuai kesepakatan bersama dan sesuai instruksi Kadisdik Tapsel akan ditunggu paling lama 2 bulan ke depan pembenahanan yang dilakukan Kasek.
“Sesuai instruksi kadis dan berdasarkan kesepakatan bersama semalam, kalau memang kepala sekolah tak sanggup membenahi kinerja seuai dengan tupoksinya maka akan kita ambil tindakan tegas, tapi kiranya siswa harus memahami ini,” katanya.
Sekira pukul pukul 14.30 WIB, Kasek dan Kabid Dikmenti H Sultoni meninggalkan sekolah dengan mengendarai mobil toyota dengan pengawalan polisi.(ran)
Sumber |: |Metrotabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tafakur

    Tafakur

    • calendar_month Selasa, 1 Apr 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Oleh: M Sinwani ‘’Ambillah pertolongan untuk kata-katamu dengan diam dan untuk ilmu dengan bertafakur.’’ Demikian Imam Syafii menuturkan nasihat kepada kita. Menurut beliau, obat dari ucapan dan kata-kata adalah diam, dengan diam kita mampu menghindar dari segala penyakit lisan. Di samping itu pula, beliau memaparkan cara ampuh bagi kita untuk mendapatkan ilmu yakni dengan bertafakur. […]

  • Warga Aek Marian Pasang Kayu dan Bendera di Lobang Jalan

    Warga Aek Marian Pasang Kayu dan Bendera di Lobang Jalan

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Didorong rasa kecewa sekaligus untuk protes terhadap kondisi jalan yang berlubang, warga memasang kayu dan bendera merah di lobang badan jalan Lintas Sumatera titik Desa Aek Marian, Kecamatan Lembah Sorik Marapi, Mandailing Natal (Madina). pemasangan kayu dan bendera itu juga berguna sebagai rambu-rambu bagi para supir agar menghindari lobang yang […]

  • Front Ulama Madina Dukung Prabowo-Hatta

    Front Ulama Madina Dukung Prabowo-Hatta

    • calendar_month Jumat, 4 Jul 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Front Ulama Kabupaten Mandailing Natal (Fuma) mencuatkan dukungan kepada Prabowo-Hatta pada Pilpres ini. Dukunngan itu dicuatkan pada acara safari Ramadhan yang bertempat di Masjid Agung Nur Ala Nur, Panyabungan, Rabu (2/7/2014). Front Ulama ini menyerukan masyarakat Madina agar memilih dan memenangkan pasangan Capres dan Cawapres Prabowo-Hatta pada tanggal 9 Juli mendatang, […]

  • Tatanan Sosial Yang Buruk, Menyuburkan HIV Pada Remaja

    Tatanan Sosial Yang Buruk, Menyuburkan HIV Pada Remaja

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
    • account_circle Hadi Kartini
    • 0Komentar

    Oleh: Hadi Kartini   Direktorat Jendral Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan telah melakukan supervisi program HIV di Kabupaten Sidoarjo sebagai tindak lanjut atas tingginya perhatian masyarakat terhadap pemberitaan kasus HIV pada anak dan remaja. Sebelumnya beredar vidio viral di medsos yang menyatakan sebanyak 522 pelajar di Kabupaten Sidoarjo terpapar HIV-AIDS. Meningkatnya jumlah kasus HIV di kalangan […]

  • Tim Offroad Harun-Ichwan Dicurhati Warga Desa Ranto Panjang. Warga Sepakati Coblos nomor 1 di Pilkada Madina

    Tim Offroad Harun-Ichwan Dicurhati Warga Desa Ranto Panjang. Warga Sepakati Coblos nomor 1 di Pilkada Madina

    • calendar_month Sabtu, 9 Nov 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Rantobaek ( Mandailing Online ): Pagi pagi tim relawan Ofroad paslon 1 Harun-Ichwan mendatangi warung kopi di desa Ranto Panjang, Kecamatan Ranto Baek, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ). Bertemu dengan tokoh masyarakat dan warga, tim Harun-Ichwan itu curhati. ” kami didesa ini sudah berkali kali usulkan ke Pemkab Madina agar jalan tembus Madinanke Sumbar […]

  • Pandemi Sebabkan Jumlah Siswa SMP di Madina Berkurang

    Pandemi Sebabkan Jumlah Siswa SMP di Madina Berkurang

    • calendar_month Senin, 29 Nov 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    BUKIT MALINTANG (Mandailing Online) – Pandemi Covid-19 telah menyebabkan terjadinya pergeseran cara hidup masyarakat. Bukan saja terjadi pada sektor kesehatan, tapi juga pada penentuan tempat sekolah anak-anak. Tingginya kasus Covid-19 pada 2020 lalu membuat pemerintah mengeluarkan kebijakan belajar di rumah. Namun, awal tahun ini pemerintah membuaka sekolah untuk jenis pesantren. Hal ini memeengaruhi para orang […]

expand_less