Minggu, 31 Mei 2026
light_mode

Nyawa Hilang Di Tangan Saudara Karena Mencekik Ibu, Salah Siapa?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 20 Mar 2021
  • print Cetak

Oleh : Novida Sari, S.Kom
Ketua Forum Muslimah Peduli Generasi Mandailing Natal

Pertiwi kembali berduka, SN (18) seorang adik kandung korban dengan terpaksa membunuh abang kandungnya sendiri AN (34). Pelaku menggunakan kayu yang diambil dari samping rumahnya lalu memukul abangnya di bagian kepala sebanyak 6 kali hingga tewas di tempat kejadian.

SN adik kandung korban dengan terpaksa melakukannya karena AN (34) karena mencekik leher ibunya. Selain itu, korban juga diduga hendak menusuk pakai gunting yang sudah dipersiapkan (beritatapanuli.com, 11 Maret 2021).

Sekularisme Menggerus Bakti

Ibu yang telah mengandung, melahirkan dan membesarkan seharusnya menjadi sosok yang dihormati dan disegani. Keridhoannya sebagai pemilik doa terampuh sejagad di dunia adalah sesuatu yang tidak boleh disia-siakan selama ia hidup. Sosok keramat yang dapat menyelamatkan atau malah menjerumuskan anak di hadapan Rabb-Nya kelak.

Namun tampaknya sekularisme yang menggerogoti negeri ini telah menghilangkan segala jenis kebaikan dan investasi pahala yang bisa didapatkan melalui orang tua. Seperti tidak menyadari kelak akan menjadi orang tua yang renta, kasus ini telah menambah rentetan daftar panjang anak-anak durhaka pada orang tua. Padahal agama manapun tidak ada yang menganjurkan untuk melupakan jasa dan kebaikan orang tua. Mereka adalah sosok yang tidak bisa dihilangkan perannya di dalam menjalani lika-liku kehidupan sejak dilahirkan hingga dewasa dan menikah.

Sekularisme memang banyak menghasilkan orangtua yang salah dalam pengasuhan, sehingga menimbulkan luka yang sulit untuk dihapuskan. Di satu sisi, kesalahan pengasuhan orang tua diakibatkan oleh rusaknya sistem pergaulan, tatanan masyarakat dan sulitnya ekonomi sehingga menitikberatkan kesalahan pada orang tua bukanlah suatu keniscayaan. Karena bagaimanapun orang tua dan keluarga adalah benteng terakhir dalam mendidik dan membesarkan anak mereka di tengah gempuran pengrusakan akidah dan moral.

Negara Benteng Utama Pertahanan Keluarga

Berharap peran negara di tengah sistem kapitalisme yang nyatanya menjauhkan agama dari kehidupan tak ubahnya bagaikan pungguk merindukan bulan. Ketahanan keluarga diserahkan kembali pada individu-individu keluarga yang seharusnya dinaunginya. Keluarga lebih sibuk memperhatikan urusan perut yang kian sulit dijangkau di tengah dibukanya keran liberalisasi budaya dan peradaban asing yang kebanyakan berlawanan dengan budaya dan peradaban Islam dan ketimuran.

Namun Islam adalah ajaran yang paripurna, di dalamnya terdapat aturan yang mahasempurna untuk diterapkan di tengah-tengah manusia. Keberadaannya sebagai benteng utama yang menghadang dan melindungi segala jenis kerusakan di tengah-tengah masyarakat, sebagaimana sabda Rasul SAW, “Innamâ al-imâmu junnatun yuqâtalu min warâ`ihi wa yuttaqâ bihi fa in amara bitaqwallâhi wa ‘adala kâna lahu bidzâlika ajrun wa in ya`muru bi ghayrihi kâna ‘alayhi minhu

Artinya : “Sesungguhnya seorang imam adalah perisai, orang-orang berperang dari belakangnya dan menjadikannya pelindung, maka jika dia memerintahkan ketakwaan kepada Allah ‘azza wa jalla dan berlaku adil, baginya terdapat pahala dan jika dia memerintahkan yang selainnya maka dia harus bertanggungjawab atasnya)” (HR. al-Bukhari, Muslim, an-Nasai dan Ahmad).

Hadits ini memberikan makna bahawa keberadaan seorang al-imâm atau khalifah itu akan menjadikan umat Islam memiliki junnah atau perisai yang melindungi umat Islam dari berbagai marabahaya, keburukan, kemudaratan, kezaliman, perusakan moral dan sebagainya.

Nampak jelas fakta hari ini, dengan ketiadaan Imam yang dimaksudkan oleh hukum syara’ yakni Khilafah atau Imarah telah terjadi. Hilangnya makna yuttaqâ bihi (berlindung dengannya) bukan menjadikan imam sebagai perisai dalam pertempuran. Tetapi maknanya adalah masyarakat berlindung dengannya dari keburukan musuh, para pembuat kerusakan, kezaliman dan segala bentuk keburukan dan kemudaratan.

Karena imam itu memerintahkan fa in amara bitaqwallâhi (imam memerintahkan ketakwaan) bukan dengan penjauhan agama dari kehidupan. Sehingga apabila imam tersebut berlaku adil maka baginya pahala. Ini sekaligus menunjukkan dengan apa seorang imam menjalankan pengurusannya kepada rakyat dan orang-orang yang diurusnya.

Tidak seperti hari ini, Negara lebih sibuk mencari investor swasta, asing dan aseng yang hanya mengeksploitasi kekayaan alam tanpa memperhatikan untuk siapa sebenarnya kekayaan alam itu dianugerahkan Allah SWT.

Di samping itu, Negara hari ini lebih serius menjaga kepentingan diri dan kelompoknya daripada menjaga keutuhan keluarga. Meskipun kerusakan dan kebobrokan dari kebijakan sekularisme ini telah merambah ke seluruh penjuru negeri, muda maupun tua. Anak dan orang tuapun bersaing dan saling membunuh demi nafsu dunia. Keserakahan yang telah menggantikan posisi moral dan akhlak yang seharusnya bersemayam di dalam diri.

Kita tidak perlu lagi menunggu kasus anak lain yang mencekik leher orang tuanya dan berakhir kehilangan nyawa di tangan saudara kandung sendiri. Karena sebenarnya kapitalisme yang dilahirkan dari sekularismelah yang menjadi penyebabnya. Padahal Allah SWT telah menantang keimanan kita untuk mengimani hukum yang berasal darinya yakni Islam, sebagaimana firman Allah SAW:

أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ ۚ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ

Artinya : “Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin”(TQS Al Maidah : 50)

Oleh karenanya, sudah seharusnya muslim beriman menjawab seruan Allah SWT untuk mengambil hukum yang berasal dari Allah SWT agar tercipta Islam Rahmatan Lil Alamin.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hari ini 964 PPPK Guru di Madina Proses Tanda Tangan Kontrak

    Hari ini 964 PPPK Guru di Madina Proses Tanda Tangan Kontrak

    • calendar_month Jumat, 7 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online) hari ini, para guru yang lulus Perjanjian Kontrak dengan Perjanjian Kerja ( PPPK ) di Kabupaten Mandailing Natal( Madina ) mulai melakukan proses penandatanganan kontrak sebelum nantinya dilantik secara resmi. Perjanjian kontrak sendiri berlangsung di kantor Badan Kepegawaian dan Pemberdayaan Sumberdaya Manusia ( BKPSDM ) Pemerintah Daerah Kabupaten Mandailing Natal di bukit […]

  • Warga Protes Aktifitas Tambang Emas Ilegal. Bupati Madina Diminta Nonaktifkan Kades yang Terlibat Ilegal

    Warga Protes Aktifitas Tambang Emas Ilegal. Bupati Madina Diminta Nonaktifkan Kades yang Terlibat Ilegal

    • calendar_month Sabtu, 29 Mar 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Kotanopan ( Mandailing Online ): sejumlah warga desa jambur tarutung, Kecamatan Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal mendatangi lokasi aktifitas tambang emas ilegal yang menggunakan alat berat jenis excavator. Warga itu hendak protes kepada pelaku tambang karena aktifitas kegiatan pengerukan material sudah hampir mendekati pondasi Masjid Al Muhtadhin yang memang tepat berada dibagian belakang masjid. ” warga […]

  • Kepala Sekolah Berkualitas Dipecat, Warga Protes Pemkab Madina

    Kepala Sekolah Berkualitas Dipecat, Warga Protes Pemkab Madina

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online)  – Inilah akibatnya jika kepala sekolah yang berkualitas diganti oleh pemerintah daerah dan digantikan oleh orang lain yang belum tentu berkualitas. Warga pun memprotes dan menyalahkan Pemkab Mandailing Natal (Madina) yang dinilai tak mau mempertahankan kepala sekolah bermutu. “Ibu kepala sekolah Dorima sudah serasi bagi kami dan sudah sesuai dengan harapan […]

  • Ini Biang Kerok Rendahnya PAD Madina dari Sektor Pajak

    Ini Biang Kerok Rendahnya PAD Madina dari Sektor Pajak

    • calendar_month Jumat, 5 Jul 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA – Mandailing Online : Pendapatan Asli Daerah atau PAD adalah penerimaan dari sumber sumber didalam wilayah suatu daerah tertentu yang dipungut berdasarkan Undang undang yang berlaku. Di Kabupaten Mandailing Natal ( Madina) Sumatera Utara, target PAD untuk tahun 2024 sendiri senilai Rp. 134.540 498.597,00 yang diperoleh dari berbagai sumber. Sektor pajak menjadi salah satu […]

  • KPK Imbau PNS Tak Gunakan Mobil Dinas Saat Mudik

    KPK Imbau PNS Tak Gunakan Mobil Dinas Saat Mudik

    • calendar_month Kamis, 11 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengimbau kepada para pegawai negeri dan pejabat negara agar tidak menggunakan kendaraan dinas untuk kepentingan pribadi pada saat mudik lebaran. Sebab, kendaraan fasilitas negara seharusnya digunakan untuk kepentingan kedinasan bukan untuk kepentingan keluarga. “Sedapat mungkin diimbau untuk tidak menggunakan kendaraan dinas. Kecuali kendaraan dinas itu namanya kendaraan dinas dan keluarga. […]

  • Paspor Nazaruddin Milik Seorang Dosen

    Paspor Nazaruddin Milik Seorang Dosen

    • calendar_month Rabu, 10 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Divisi Imigrasi Kanwil Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Sumatera Utara, membenarkan bahwa paspor yang dimiliki oleh mantan Bendahara Umum DPP Partai Demokrat M Nazaruddin, buron dalam dugaan kasus korupsi wisma atlit, adalah paspor milik Syarifuddin warga Kota Medan. Hal ini dikatakan Kepala Divisi Imigrasi Kanwil Kemenkumham Sumut Bambang Widodo di Medan, Selasa (09/08/2011). Terkait […]

expand_less