Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode

Nyawa Hilang Di Tangan Saudara Karena Mencekik Ibu, Salah Siapa?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 20 Mar 2021
  • print Cetak

Oleh : Novida Sari, S.Kom
Ketua Forum Muslimah Peduli Generasi Mandailing Natal

Pertiwi kembali berduka, SN (18) seorang adik kandung korban dengan terpaksa membunuh abang kandungnya sendiri AN (34). Pelaku menggunakan kayu yang diambil dari samping rumahnya lalu memukul abangnya di bagian kepala sebanyak 6 kali hingga tewas di tempat kejadian.

SN adik kandung korban dengan terpaksa melakukannya karena AN (34) karena mencekik leher ibunya. Selain itu, korban juga diduga hendak menusuk pakai gunting yang sudah dipersiapkan (beritatapanuli.com, 11 Maret 2021).

Sekularisme Menggerus Bakti

Ibu yang telah mengandung, melahirkan dan membesarkan seharusnya menjadi sosok yang dihormati dan disegani. Keridhoannya sebagai pemilik doa terampuh sejagad di dunia adalah sesuatu yang tidak boleh disia-siakan selama ia hidup. Sosok keramat yang dapat menyelamatkan atau malah menjerumuskan anak di hadapan Rabb-Nya kelak.

Namun tampaknya sekularisme yang menggerogoti negeri ini telah menghilangkan segala jenis kebaikan dan investasi pahala yang bisa didapatkan melalui orang tua. Seperti tidak menyadari kelak akan menjadi orang tua yang renta, kasus ini telah menambah rentetan daftar panjang anak-anak durhaka pada orang tua. Padahal agama manapun tidak ada yang menganjurkan untuk melupakan jasa dan kebaikan orang tua. Mereka adalah sosok yang tidak bisa dihilangkan perannya di dalam menjalani lika-liku kehidupan sejak dilahirkan hingga dewasa dan menikah.

Sekularisme memang banyak menghasilkan orangtua yang salah dalam pengasuhan, sehingga menimbulkan luka yang sulit untuk dihapuskan. Di satu sisi, kesalahan pengasuhan orang tua diakibatkan oleh rusaknya sistem pergaulan, tatanan masyarakat dan sulitnya ekonomi sehingga menitikberatkan kesalahan pada orang tua bukanlah suatu keniscayaan. Karena bagaimanapun orang tua dan keluarga adalah benteng terakhir dalam mendidik dan membesarkan anak mereka di tengah gempuran pengrusakan akidah dan moral.

Negara Benteng Utama Pertahanan Keluarga

Berharap peran negara di tengah sistem kapitalisme yang nyatanya menjauhkan agama dari kehidupan tak ubahnya bagaikan pungguk merindukan bulan. Ketahanan keluarga diserahkan kembali pada individu-individu keluarga yang seharusnya dinaunginya. Keluarga lebih sibuk memperhatikan urusan perut yang kian sulit dijangkau di tengah dibukanya keran liberalisasi budaya dan peradaban asing yang kebanyakan berlawanan dengan budaya dan peradaban Islam dan ketimuran.

Namun Islam adalah ajaran yang paripurna, di dalamnya terdapat aturan yang mahasempurna untuk diterapkan di tengah-tengah manusia. Keberadaannya sebagai benteng utama yang menghadang dan melindungi segala jenis kerusakan di tengah-tengah masyarakat, sebagaimana sabda Rasul SAW, “Innamâ al-imâmu junnatun yuqâtalu min warâ`ihi wa yuttaqâ bihi fa in amara bitaqwallâhi wa ‘adala kâna lahu bidzâlika ajrun wa in ya`muru bi ghayrihi kâna ‘alayhi minhu

Artinya : “Sesungguhnya seorang imam adalah perisai, orang-orang berperang dari belakangnya dan menjadikannya pelindung, maka jika dia memerintahkan ketakwaan kepada Allah ‘azza wa jalla dan berlaku adil, baginya terdapat pahala dan jika dia memerintahkan yang selainnya maka dia harus bertanggungjawab atasnya)” (HR. al-Bukhari, Muslim, an-Nasai dan Ahmad).

Hadits ini memberikan makna bahawa keberadaan seorang al-imâm atau khalifah itu akan menjadikan umat Islam memiliki junnah atau perisai yang melindungi umat Islam dari berbagai marabahaya, keburukan, kemudaratan, kezaliman, perusakan moral dan sebagainya.

Nampak jelas fakta hari ini, dengan ketiadaan Imam yang dimaksudkan oleh hukum syara’ yakni Khilafah atau Imarah telah terjadi. Hilangnya makna yuttaqâ bihi (berlindung dengannya) bukan menjadikan imam sebagai perisai dalam pertempuran. Tetapi maknanya adalah masyarakat berlindung dengannya dari keburukan musuh, para pembuat kerusakan, kezaliman dan segala bentuk keburukan dan kemudaratan.

Karena imam itu memerintahkan fa in amara bitaqwallâhi (imam memerintahkan ketakwaan) bukan dengan penjauhan agama dari kehidupan. Sehingga apabila imam tersebut berlaku adil maka baginya pahala. Ini sekaligus menunjukkan dengan apa seorang imam menjalankan pengurusannya kepada rakyat dan orang-orang yang diurusnya.

Tidak seperti hari ini, Negara lebih sibuk mencari investor swasta, asing dan aseng yang hanya mengeksploitasi kekayaan alam tanpa memperhatikan untuk siapa sebenarnya kekayaan alam itu dianugerahkan Allah SWT.

Di samping itu, Negara hari ini lebih serius menjaga kepentingan diri dan kelompoknya daripada menjaga keutuhan keluarga. Meskipun kerusakan dan kebobrokan dari kebijakan sekularisme ini telah merambah ke seluruh penjuru negeri, muda maupun tua. Anak dan orang tuapun bersaing dan saling membunuh demi nafsu dunia. Keserakahan yang telah menggantikan posisi moral dan akhlak yang seharusnya bersemayam di dalam diri.

Kita tidak perlu lagi menunggu kasus anak lain yang mencekik leher orang tuanya dan berakhir kehilangan nyawa di tangan saudara kandung sendiri. Karena sebenarnya kapitalisme yang dilahirkan dari sekularismelah yang menjadi penyebabnya. Padahal Allah SWT telah menantang keimanan kita untuk mengimani hukum yang berasal darinya yakni Islam, sebagaimana firman Allah SAW:

أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ ۚ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ

Artinya : “Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin”(TQS Al Maidah : 50)

Oleh karenanya, sudah seharusnya muslim beriman menjawab seruan Allah SWT untuk mengambil hukum yang berasal dari Allah SWT agar tercipta Islam Rahmatan Lil Alamin.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kepala Desa Gunungtua Jae Diadukan ke Polisi

    Kepala Desa Gunungtua Jae Diadukan ke Polisi

    • calendar_month Senin, 3 Feb 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah Desa Gunungtua Jae, Kecamatan Panyabungan, Madina ditengarai tak lagi kapabel. Kepercayaan rakyat kepada Kepala Desa, Mardan Rangkuti terlihat kian menurun. Hari ini, Senin (3/2/2020) warga Gunungtua Jae mengadukan kepala desa mereka ke Polres Madina. Berkas pengaduan diterima Kasi Umum Polres Madina. Dua hari sebelumnya atau Sabtu (1/2) warga juga melakukan […]

  • Bapenda Madina : Setiap Rupiah Pajak Anda Kembali Jadi Jalan, Lampu dan Layanan Publik

    Bapenda Madina : Setiap Rupiah Pajak Anda Kembali Jadi Jalan, Lampu dan Layanan Publik

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA|| Mandailing Online – Kepala Bapenda Mandailing Natal Ahmad Yasir Lubis menegaskan, pajak dan retribusi bukan “uang hilang”. Semua yang dibayar warga kembali ke masyarakat dalam bentuk jalan mulus, lampu penerangan, layanan kesehatan, hingga fasilitas pendidikan. “Tertib pajak berarti ikut membangun daerah sendiri,” kata Yasir, Senin 20/5/2026 Mengacu UU Nomor 1 Tahun 2022 tentang HKPD, […]

  • Honor Kantor Perananan Wanita Balum Digaji 8 Bulan

    Honor Kantor Perananan Wanita Balum Digaji 8 Bulan

    • calendar_month Rabu, 31 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 5Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sebanyak 21 tenaga honorer di Kantor Pemberdayaan Wanita Perlindungan Anak Kabupaten Mandailing Natal (Madina) belum digaji 8 bulan. Ke-21 honorer itu selama ini ditugaskan di Seksi BKKBN yang sumber gajinya berasal dari pemerintah provinsi. Sejumlah tenaga honor kepada wartawan Rabu (24/7) mengaku belum digaji sejak 8 bulan lalu. Kondisi itu menyebabkan […]

  • Simalungun Akan Menjadi Kabupaten Terkaya di Sumut

    Simalungun Akan Menjadi Kabupaten Terkaya di Sumut

    • calendar_month Senin, 2 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Gagasan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Sei Mangke Kabupaten Simalungun merupakan ide brilian dari putra Sumatera Utara dan telah masuk dalam program nasional yaitu Master Plan Pembangunan Percepatan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Sebentar lagi Simalungun akan menjadi sebuah kabupaten kayaraya dan terkaya di antara seluruh kabupaten yang ada di Sumut. Dewan Pimpinan Wilayah Partai Persatuan […]

  • Bupati Madina Intruksikan 12 Kecamatan Hentikan Praktek Tambang Emas Ilegal

    Bupati Madina Intruksikan 12 Kecamatan Hentikan Praktek Tambang Emas Ilegal

    • calendar_month Senin, 26 Mei 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan ( Mandailing Online ): Pasca tewasnya  3 penambang emas ilegal sebulan terakhir, Bupati Madina Saipullah Nasution melalui Kadis Kominfo Ashar Paras Muda Nasution mengintruksikan kepada Camat di 12 Kecamatan untuk memastikan bahwa kegiatan penambangan tidak beroperasi lagi. ” Bupati Madina meminta kepada Camat di 12 Kecamatan untuk memastikan bahwa kegiatan penambangan tidak beroperasi lagi […]

  • Membangun Indonesia Dari Desa

    Membangun Indonesia Dari Desa

    • calendar_month Senin, 13 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Guna memaksimalkan langkah politik dan pembentukan citra partai ke depan, DPD II Partai Golkar Kabupaten Mandailing Natal menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) I di Aula Hotel Madina Sejahtera, Dalan Lidang, Panyabungan. Tema rakerda membangun Indonesia dari desa Rakerda dilaksanakan selama dua hari, Sabtu-Ahad (11-12/12/2010), diikuti Pengurus DPD II Partai Golkar, seluruh Pimpinan Anak Cabang […]

expand_less