Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Nyawa Hilang Di Tangan Saudara Karena Mencekik Ibu, Salah Siapa?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 20 Mar 2021
  • print Cetak

Oleh : Novida Sari, S.Kom
Ketua Forum Muslimah Peduli Generasi Mandailing Natal

Pertiwi kembali berduka, SN (18) seorang adik kandung korban dengan terpaksa membunuh abang kandungnya sendiri AN (34). Pelaku menggunakan kayu yang diambil dari samping rumahnya lalu memukul abangnya di bagian kepala sebanyak 6 kali hingga tewas di tempat kejadian.

SN adik kandung korban dengan terpaksa melakukannya karena AN (34) karena mencekik leher ibunya. Selain itu, korban juga diduga hendak menusuk pakai gunting yang sudah dipersiapkan (beritatapanuli.com, 11 Maret 2021).

Sekularisme Menggerus Bakti

Ibu yang telah mengandung, melahirkan dan membesarkan seharusnya menjadi sosok yang dihormati dan disegani. Keridhoannya sebagai pemilik doa terampuh sejagad di dunia adalah sesuatu yang tidak boleh disia-siakan selama ia hidup. Sosok keramat yang dapat menyelamatkan atau malah menjerumuskan anak di hadapan Rabb-Nya kelak.

Namun tampaknya sekularisme yang menggerogoti negeri ini telah menghilangkan segala jenis kebaikan dan investasi pahala yang bisa didapatkan melalui orang tua. Seperti tidak menyadari kelak akan menjadi orang tua yang renta, kasus ini telah menambah rentetan daftar panjang anak-anak durhaka pada orang tua. Padahal agama manapun tidak ada yang menganjurkan untuk melupakan jasa dan kebaikan orang tua. Mereka adalah sosok yang tidak bisa dihilangkan perannya di dalam menjalani lika-liku kehidupan sejak dilahirkan hingga dewasa dan menikah.

Sekularisme memang banyak menghasilkan orangtua yang salah dalam pengasuhan, sehingga menimbulkan luka yang sulit untuk dihapuskan. Di satu sisi, kesalahan pengasuhan orang tua diakibatkan oleh rusaknya sistem pergaulan, tatanan masyarakat dan sulitnya ekonomi sehingga menitikberatkan kesalahan pada orang tua bukanlah suatu keniscayaan. Karena bagaimanapun orang tua dan keluarga adalah benteng terakhir dalam mendidik dan membesarkan anak mereka di tengah gempuran pengrusakan akidah dan moral.

Negara Benteng Utama Pertahanan Keluarga

Berharap peran negara di tengah sistem kapitalisme yang nyatanya menjauhkan agama dari kehidupan tak ubahnya bagaikan pungguk merindukan bulan. Ketahanan keluarga diserahkan kembali pada individu-individu keluarga yang seharusnya dinaunginya. Keluarga lebih sibuk memperhatikan urusan perut yang kian sulit dijangkau di tengah dibukanya keran liberalisasi budaya dan peradaban asing yang kebanyakan berlawanan dengan budaya dan peradaban Islam dan ketimuran.

Namun Islam adalah ajaran yang paripurna, di dalamnya terdapat aturan yang mahasempurna untuk diterapkan di tengah-tengah manusia. Keberadaannya sebagai benteng utama yang menghadang dan melindungi segala jenis kerusakan di tengah-tengah masyarakat, sebagaimana sabda Rasul SAW, “Innamâ al-imâmu junnatun yuqâtalu min warâ`ihi wa yuttaqâ bihi fa in amara bitaqwallâhi wa ‘adala kâna lahu bidzâlika ajrun wa in ya`muru bi ghayrihi kâna ‘alayhi minhu”

Artinya : “Sesungguhnya seorang imam adalah perisai, orang-orang berperang dari belakangnya dan menjadikannya pelindung, maka jika dia memerintahkan ketakwaan kepada Allah ‘azza wa jalla dan berlaku adil, baginya terdapat pahala dan jika dia memerintahkan yang selainnya maka dia harus bertanggungjawab atasnya)” (HR. al-Bukhari, Muslim, an-Nasai dan Ahmad).

Hadits ini memberikan makna bahawa keberadaan seorang al-imâm atau khalifah itu akan menjadikan umat Islam memiliki junnah atau perisai yang melindungi umat Islam dari berbagai marabahaya, keburukan, kemudaratan, kezaliman, perusakan moral dan sebagainya.

Nampak jelas fakta hari ini, dengan ketiadaan Imam yang dimaksudkan oleh hukum syara’ yakni Khilafah atau Imarah telah terjadi. Hilangnya makna yuttaqâ bihi (berlindung dengannya) bukan menjadikan imam sebagai perisai dalam pertempuran. Tetapi maknanya adalah masyarakat berlindung dengannya dari keburukan musuh, para pembuat kerusakan, kezaliman dan segala bentuk keburukan dan kemudaratan.

Karena imam itu memerintahkan fa in amara bitaqwallâhi (imam memerintahkan ketakwaan) bukan dengan penjauhan agama dari kehidupan. Sehingga apabila imam tersebut berlaku adil maka baginya pahala. Ini sekaligus menunjukkan dengan apa seorang imam menjalankan pengurusannya kepada rakyat dan orang-orang yang diurusnya.

Tidak seperti hari ini, Negara lebih sibuk mencari investor swasta, asing dan aseng yang hanya mengeksploitasi kekayaan alam tanpa memperhatikan untuk siapa sebenarnya kekayaan alam itu dianugerahkan Allah SWT.

Di samping itu, Negara hari ini lebih serius menjaga kepentingan diri dan kelompoknya daripada menjaga keutuhan keluarga. Meskipun kerusakan dan kebobrokan dari kebijakan sekularisme ini telah merambah ke seluruh penjuru negeri, muda maupun tua. Anak dan orang tuapun bersaing dan saling membunuh demi nafsu dunia. Keserakahan yang telah menggantikan posisi moral dan akhlak yang seharusnya bersemayam di dalam diri.

Kita tidak perlu lagi menunggu kasus anak lain yang mencekik leher orang tuanya dan berakhir kehilangan nyawa di tangan saudara kandung sendiri. Karena sebenarnya kapitalisme yang dilahirkan dari sekularismelah yang menjadi penyebabnya. Padahal Allah SWT telah menantang keimanan kita untuk mengimani hukum yang berasal darinya yakni Islam, sebagaimana firman Allah SAW:

أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ ۚ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ

Artinya : “Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin”(TQS Al Maidah : 50)

Oleh karenanya, sudah seharusnya muslim beriman menjawab seruan Allah SWT untuk mengambil hukum yang berasal dari Allah SWT agar tercipta Islam Rahmatan Lil Alamin.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nama Bandara Abdul Haris Nasution Bentuk Penghargaan terhadap Jasa Pahlawan

    Nama Bandara Abdul Haris Nasution Bentuk Penghargaan terhadap Jasa Pahlawan

    • calendar_month Rabu, 2 Okt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Penyematan Jenderal Besar Abdul Haris Nasution sebagai nama bandar udara (bandara) di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) merupakan bentuk penghargaan atas jasa pahlawan nasional yang berasal dari Bumi Gordang Sambilan. Perjalanan penamaan bandar udara di Bukitmalintang itu juga panjang. Mulai dari diskusi, pengambilan keputusan, surat bupati kepada pemerintah provinsi dan pusat, surat […]

  • TNI dan Polri Razia Tambang Ilegal di Naga Juang Madina

    TNI dan Polri Razia Tambang Ilegal di Naga Juang Madina

    • calendar_month Kamis, 26 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Prajurit TNI dari Kompi Senapan B Mangga II bekerjasama dengan Polisi Militer (PM) dan Polsek Siabu melakukan razia ke lokasi tambang ilegal di Tor Sihayo Desa Humbang I, Kecamatan Naga Juang, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Selasa (24/01/2012). Razia dilakukan akibat maraknya tambang liar yang menjadi pemicu tumbuh suburnya pengoperasian galundung (mesin pemisah emas dari […]

  • Saat Umroh, Atika Doakan Madina

    Saat Umroh, Atika Doakan Madina

    • calendar_month Rabu, 29 Mar 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MAKKAH, SAUDI ARABIA (Mandailing Online) – Wakil Bupati Madina, Sumut, Atika Azmi Utammi Nasution mendoakan daerah ini saat melaksanakan umroh. Doa dipanjatkan Atika di dua kesempatan, yakni saat berada di Raudhah dan ketika melaksanakan tawaf. “Saya mendoakan Mandailing Natal (Madina) di dua tempat makbul, InshaAllah. Di Raudhah dan sewaktu tawaf,” ujar Atika dari Arab Saudi […]

  • 1,3 Juta Guru Sasaran Pelatihan Kurikulum Baru

    1,3 Juta Guru Sasaran Pelatihan Kurikulum Baru

    • calendar_month Senin, 30 Des 2013
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bakal semakin gencar menjalankan implementasi Kurikulum 2013 tahun depan. Pada tahun kedua pelaksanaan kurikulum anyar itu, Kemendikbud siap melatih 1,3 juta guru di seluruh Indonesia. Supaya tidak kedodoran, mereka melibatkan sejumlah organisasi pendidikan. Mendikbud Mohammad Nuh mengatakan bahwa organisasi pendidikan yang mereka libatkan bukan sembarang organisasi. Tetapi mereka […]

  • Pengukuhan Dewan Pimpinan MUI Mandailing Natal

    Pengukuhan Dewan Pimpinan MUI Mandailing Natal

    • calendar_month Kamis, 12 Jan 2017
    • account_circle webmaster
    • 0Komentar

    Acara Pengukuhan Dewan Pimpinan MUI Mandailing Natal masa Khidmat 2016-2017 yang dihadiri Bupati Mandailing Natal Dahlan Hasan beserta unsur SKPD, kejaksaan dan tamu undangan lainnya. Acara ini juga dihadiri Ketua MUI Propinsi Sumatera Utara Prof.Dr.H Abdullahsyah M.A beserta rombongan.

  • CV Sumber Rezeki Terkesan Tinggalkan Masalah di Pasar Baru Panyabungan

    CV Sumber Rezeki Terkesan Tinggalkan Masalah di Pasar Baru Panyabungan

    • calendar_month Rabu, 5 Jun 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online) : Pasar baru panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal sebentar lagi akan di tempati pedagang. Namun masih banyak pasilitas pendukung pasar yang belum memadai. Jalan keliling pasar contohnya, meski sudah selesai dikerjakan, namun kondisinya tergenang air ketika diguyur hujan. Pasilitas pendukung lainnya seperti paving blok banyak yang rusak. Kontraktor terkesan tinggalin masalah meski […]

expand_less