Selasa, 6 Okt 2026
light_mode

Jeruk Keprok Maga Kembali Dikembangkan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 9 Jan 2012
  • print Cetak

Panyabungan, Setelah sepuluh tahun menghilang, Dinas Pertanian Kabupaten Mandailing Natal (Madina) kembali melakukan penanam ribuan batang Jeruk Keprok Maga di atas 50 hektare lahan di Desa Huta Tinggi dan Huta Namale, Kecamatan Puncak Sorik Merapi.

Kadis Pertanian Madina Taufik Zulhendra baru-baru ini mengatakan, Jeruk Keprok Maga yang harum wanginya dan manis rasanya, menghilang akibat diserang virus CVPD. Padahal buah jeruk sudah menjadi buah unggulan nasional sesuai Keputusan Menteri Pertanian Tahun 2003 yang kini hanya tinggal nama.

Melihat kondisi alam yang saat ini sudah mulai aman dari virus CVPD, Dinas Pertanian Madina kembali mengembangkan Jeruk Keprok Maga.

Dikatakannya, Jeruk Keprok Maga pernah menjadi sumber penghasilan warga Kecamatan Puncak Sorik Merapi puluhan tahun lalu. Berkat hasil buah tersebut banyak anak-anak warga pendidikannya sampai ke perguruan tinggi. Bahkan dari hasil panen Jeruk Keprok Maga, Kecamatan Puncak Sorik Merapi menjadi salah satu daerah penyumbang calon jamaah haji di masa jayanya Jeruk Keprok Maga.

“Dulu warga tidak membuat kebun khusus Jeruk Keprok Maga, melainkan hanya sebagai hiasan pemukinan yang berjumlah hitungan jari. Meski demikian pohon Jeruk Keprok yang rindang dan berumur 50 tahunan tersebut bisa menghasilkan 200 kg per batang dengan harga Rp25.000 per kilogramnya dalam satu kali panen pertahunnya,” sebut Taufik.

Menurut Taufik, dari sejarah dan wilayah Desa Huta Tinggi dan Huta Namale, tempat berbuahnya jeruk keprok secara normal yang di atas 700 meter di atas permukaan laut ini harus dikembangkan kembali agar tidak sampai menghilang karena prospeknya juga bisa menjadi sumber penghasilan masyarakat dan meningkatkan taraf kehidupan.

“Program ini sudah berjalan Tahun 2011 mulai dari pembersihan lahan, pelobangan hingga penanaman karena menunggu proses pembibitan yang dimulai sembilan bulan yang lalu,” sebutnya.

Diharapkan, program pemerintah ini dapat kembangkan oleh dua kelompok tani di dua desa tersebut setelah merasakan manisnya pendapatan Jeruk Keprok dimasa jayanya pada Tahun 1980-an.

“Harapan kita juga kepada Pemerintah Pusat sebagai pemberi anggaran agar tidak hanya sampai di sini saja program tersebut mengingat masih ada tahapan masa perawatan hingga sampai pada masa panen, agar apa yang menjadi cita-cita Pemerintah Daerah dan Pusat bisa tercapai,” katanya.

Darmin Pulungan, salah seorang anggota Kelompok Tani Jeruk Keprok Maga mengatakan, kerinduan untuk menikmati kembali rasa dan hasil buah asli daerah tersebut bisa cepat tercapai, karena Jeruk Keprok punya banyak sejarah yang menjadikan taraf hidup masyarakat di daerah ini menjadi sejahtera bahkan dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia (SDM) dari hasil jeruk tersebut sudah warga rasakan. Karena di masa itu banyak dari daerah ini yang menduduki perguruan tinggi.

“Kita berharap kepada pemerintah daerah agar tidak setengah hati untuk menjankan program yang membawa kesejahteraan bagi ratusan kepala keluarga di dua desa ini ditambah dengan wakil rakyat yang duduk di gedung yang terhormat agar bisa memberikan anggaran APBD Madina sebagai biaya perawatan lanjutan di tahun ini hingga masa panen karena Jeruk Keprok memasuki masa panen di tahun kelima,” katanya. (BS-026.beritasumut)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hutan Lindung Madina Bakal Direvisi 50.000 Ha

    Hutan Lindung Madina Bakal Direvisi 50.000 Ha

    • calendar_month Sabtu, 22 Sep 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Seluas 50.000 hektare hutan lindung di Mandailing Natal (Madina) bakal dirubah statusnya menjadi hutan desa. Perubahan ini merupakan kebijakan Kementerian Kehutanan RI atas inisiatif Bupati Madina, Hidayat Batubara. Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan, Maraondak Harahap kepada wartawan, pekan lalu mengatakan saat ini draf revisinya sedang diproses di Kemenhut melalui Direktorat Jenderal […]

  • PKBM Serang Banten Nyatakan Saipul Nasution Kades Rao Rao Lombang Miliki Ijazah Sah dan Bukan Palsu

    PKBM Serang Banten Nyatakan Saipul Nasution Kades Rao Rao Lombang Miliki Ijazah Sah dan Bukan Palsu

    • calendar_month Jumat, 14 Jun 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA- Mandailing Online: PKBM ( Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) Dinas Pendidikan Serang Banten, Provinsi Banten menyatakan, Saipul Nasution Kepala Desa Rao Rao Lombang adalah siswa PKBM lingkungan Dinas Pendidikan Serang Banten pada tahun 2020 dan dinyatakan lulus. Hal ini dikatakan Siska Admin Dinas Pendidikan Serang Banten pada redaksi Mandailing Online mengklarifikasi pemberitaan dugaan Ijazah Palsu […]

  • MK Kukuhkan Kemenangan Incumbent

    MK Kukuhkan Kemenangan Incumbent

    • calendar_month Kamis, 10 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    JAKARTA, (Mandailing Online) – Pasangan Ali Sutan Harahap-Ahmad Zarnawi dipastikan akan menjadi Bupati dan Wakil Bupati Padang Lawas, Sumatera Utara periode 2014-2019. Ali Sutan merupakan calon incumbent. Kepastian diketahui setelah Sidang Mahkamah Konstitusi (MK) menolak permohonan tiga pasangan calon Bupati yang menggugat Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pemilihan Bupati Padang Lawas, di Jakarta, Rabu (9/10) […]

  • Nasional Partai Aceh Bertekad Menangkan Pemilukada

    Nasional Partai Aceh Bertekad Menangkan Pemilukada

    • calendar_month Minggu, 12 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Partai yang berisi eks kombatan GAM itu pun unjuk kekuatan dengan mengerahkan ribuan massa Hari ini, Minggu 12 Februari 2012, Partai Aceh menggelar deklarasi kandidat kepala daerah yang mereka usung dalam Pemilukada Aceh April 2012 mendantang. Deklarasi itu digelar di di Stadion H. Dimuthala Lampineung Banda Aceh. Partai Aceh yang didirikan oleh mantan kombatan Gerakan […]

  • MAMBAYU YANG MAKIN SEDIKIT

    • calendar_month Minggu, 26 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Omline) – Meski jumlahnya tak banyak, masa sekarang aktivitas “mambayu” (mengayam tikar) di kalangan kaum ibu di Mandailing masih dijumpai di beberpa desa. Faktor ekspansi produk-produk tikar pabrikan, aktivitas mambayu di kalangan wanita Mandailing juga berfaktor mulai berubahnya pola hidup dan pola pandang masyarakat Mandailing secara umum kepada hal-hal yang bersifat pragmatis. Berbeda […]

  • KOIN CINTA UNTUK RIZKY WASIAH

    KOIN CINTA UNTUK RIZKY WASIAH

    • calendar_month Rabu, 27 Jan 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Moechtar Nasution   Beberapa hari yang lalu, lebih kurang pukul 24.15 saya buka akun facebook untuk melihat informasi terkini. Mata saya tertuju kepada judul berita Mandailing Online “Balita Usus Keluar Dibawa Ayah Keliling Kampung Minta Bantuan Warga”.Seakan tidak percaya, berita itu saya baca kembali. Demi menyambung hidup anaknya, sibapak berkeliling kampung meminta bantuan […]

expand_less