Rabu, 29 Jul 2026
light_mode

Merek Susu Berbakteri Beredar

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 15 Feb 2011
  • print Cetak


Menkes Sebut Itu Isu Menyesatkan

JAKARTA-Tak kunjung dirilisnya merek susu yang terkontaminasi bakteri enterobacter sakazakii oleh pemerintah dimanfaatkan pihak yang tak bertanggung jawab. Kini beredar email, pesan singkat, dan pesan Blackberry Messenger (BBM) yang berisi daftar sejumlah merek susu formula dan makanan bayi ternama di Indonesia. Pesan itu menyebut merek-merek susu ternama itu masuk dalam kategori tercemar bakteri pemicu radang otak tersebut.

Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih menyatakan, bahwa isu yang beredar di masyarakat itu samasekali tidak benar. Endang menegaskan kepada masyarakat bahwa hasil penelitian yang telah dilakukan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) adalah yang benar. BPOM memastikan tidak menemukan kontaminasi pada susu yang beredar pada 2009-2011. “Yang bener adalah BPOM. Tidak benar itu, hati-hati banyak orang iseng. Mungkin ada perang merek segala macam, jangan percaya karena yang beredar itu tidak benar,” ujar Endang ketika ditemui di sela-sela acara peluncuran film Surat Kecil untuk Tuhan di Plasa FX, Senayan, Jakarta Selatan, Minggu (13/2) kemarin.

Endang memang membenarkan bahwa hasil penelitianya Institut Pertanian Bogor (IPB) memang menemukan ada kontaminasi bakteri enterobacter sakazakii. Tapi, kejadin itu terjadi pada 2006. Sample susu formula yang diambil juga dari tahun 2003-2006 sedangkan hasil peneletian baru diungkap ke publik pada 2008 silam.
“Kalau itu penelitian dilakukan oleh IPB tahun 2006.” Kata dia.

Menkes mengatakan bahwa selama ini pihaknya rutin melakukan pemeriksaan pabrik dan melakukan pengecekan sample susu yang beredar di pasaran. Dan hasilnya pemeriksaan bahan dan lokasi pembuatan dinyatakan semuanya sesuai standar dan aman. Terlepas dari masalah tesebut, Endang menyatakan yang penting saat ini adalah semua bayi dari nol sampai enam bulan wajib menggunakan ASI.

“Dan kalau misalnya terpaksa mau pakai susu formula itu gunakan air yang hangat dan waktu dalam dua jam itu harus sudah habis dibuang dan bikin baru lagi,” ujarnya

Menurut Menkes, hanya BPOM yang memiliki kewenangan dan akurasi dalam mengumumkan aman atau tidaknya produk susu. Terkait data IPB, karena mereka dilindungi kode etik maka pemerintah tidak bisa memaksa lembaga itu untuk merilis merek susu yang tercemar bakteri tersebut. Endang meminta masyarakat bersabar karena sesuai putusan Mahkamah Agung (MA) merek susu berbakteri itu pasti akan diumumkan. “Itu hanya soal waktu saja, pastinya susu formula yang beredar sekarang dipatikan aman. Sesuai penelitian BPOM,” kata dia.

Endang meminta masyarakat cerdas memilih merek makanan. Mengingat gencarnya iklan di media massa tentang tawaran berbagai jenis makanan. Imbauan Endang tersebut, juga berkaitan dengan pencegahan secara dini penyakit kanker di masyarakat. “Iklan makanan di media massa memang bagus-bagus dan menggiurkan, yang penting masalahnya dalah bagaimana masyarakat kita cerdaskan. Jangan mudah menjadi korban iklan,” kata dia.
Selain itu, Menteri Kesehatan juga akan melakukan upaya pengawasan terhadap makanan-makanan yang tidak memenuhi standar kesehatan. Pihaknya akan melakukan regulasi yang akan dibahas lebih lanjut. Dia mengingatkan kepada seluruh masyarakat agar berpartisipasi untuk mensosialisasikan makanan yang sehat. “Bukan hanya enaknya, tapi bahaya atau tidak yang dimakan,” ujarnya. (zul)
Sumber : Sumut POs

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Liberalisme dalam Perspektif “Kiri”

    Liberalisme dalam Perspektif “Kiri”

    • calendar_month Selasa, 24 Des 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Dr. Adian Husaini PEKAN lalu, saya menerima kiriman sebuah buku. Judulnya, “Kekerasan Budaya Pasca 1965.” (cetakan pertama, 2013). Penulisnya seorang doktor lulusan University of Queensland, Australia. Buku setebal 330 halaman lebih ini banyak memberikan pembelaan terhadap kaum dan ideologi komunis di Indonesia. Namun, tulisan dalam CAP kali ini tidak membahas masalah tersebut. Meskipun menggunakan […]

  • Prisia Nasution Petik Pelajaran dari Orang Rimba

    Prisia Nasution Petik Pelajaran dari Orang Rimba

    • calendar_month Rabu, 16 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Dua Minggu berada di dalam pedalaman Hutan Bukit Duabelas, Jambi membuat Prisia Nasution memetik banyak pelajaran dari penghuni Hutan tersebut. Dirinya menilai terjadi ironi kehidupan di kota besar yang sangat klise. Menurut Phia, begitu ia disapa, Orang Rimba selalu menjalani hidup dengan bahagia meski dalam kondisi yang kurang memadai. Sedangkan di kota, orang-orang masih saja […]

  • DARURAT NARKOBA SUMATERA UTARA (bagian 2-selesai)

    DARURAT NARKOBA SUMATERA UTARA (bagian 2-selesai)

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh : Moechtar Nasution   PERDA NARKOBA DAN OPTIMALISASI BNK Sudah saatnya kita berpikir global untuk bertindak lokal dengan cara mengatur tata cara  dan mekanisme pencegahan penyalahgunaan narkoba secara sistimatis sebagai payung hukum yang berfungsi untuk menguatkan sistim yang sudah ada. Bertambah hari semakin banyak ditemukan modus baru penyebaran narkoba, dan ini harus diantisipasi […]

  • BPBD: Belum ada potensi bencana di Sumut

    BPBD: Belum ada potensi bencana di Sumut

    • calendar_month Minggu, 19 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara belum menemukan atau mendeteksi kemungkinan adanya bencana di daerah itu, selain potensi kebakaran di sekitar pemukiman masyarakat. “Potensi bencana belum ada. Hanya kebakaran yang perlu diwaspadai,” kata Kepala BPBD Sumut Ahmad Hidayat di Medan, hari ini. Ia mengatakan, meski telah memasuki musim kemarau, Sumut tidak memiliki […]

  • Petani di Gunung Tua Merasa Ditipu Pemkab Madina

    Petani di Gunung Tua Merasa Ditipu Pemkab Madina

    • calendar_month Selasa, 7 Feb 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Onlie) – Petani di beberapa desa kawasan Gunung Tua Raya Kecamatan Panyabungan merasa ditipu oleh Pemkab Madina. Pasalnya bibit padi yang disalurkan kepada petani dicurigai sebagai bibit kadaluarsa. Sejumlah petani di Gunug Tua kepada Mandailing Online, Selasa (7/2/2017) mengungkapkan bahwa tanaman padi varietas Mekongga yang dibagikan Pemkab  Madina beberapa bulan lalu ternyata hasil […]

  • Amerika Will Take Over Gaza, Adakah Penguasa Mulim Berani Melawan?

    Amerika Will Take Over Gaza, Adakah Penguasa Mulim Berani Melawan?

    • calendar_month Jumat, 14 Feb 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Mariani Siregar, M.Pd.I Dosen Pendidikan Islam Sombong! Angkuh! Biadab! Bengis! Kata-kata yang layak dilayangkan kepada Amerika khususnya Donald Trump. Andai masih ada kata yang lebih kasar dari kata-kata tersebut, jauh lebih layak disematkan kepada sosok yang  berlagak pahlwan, tetapi sesungguhnya adalah perampok dan penjajah yang bertopengkan retorika. Ucapan-ucapannya bak sihir mampu mempengaruhi penguasa negara-negara […]

expand_less